Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Cara Enak Jalani Hidup Sehat untuk Cegah Diabetes

Friday, February 2, 2018
Cara enak jalani hidup sehat untuk cegah diabetes. Ngaku deh siapa suka ngemil kue manis padahal udah makan? Atau minum kopi secangkir dengan banyak gula. Ga tahan pahit? Ya namanya juga kopi, Sis. Satu lagi, ga tahan godaan melihat gorengan. Hmm, yang terakhir ini saya deh. Nikmatnya gorengan ga cukup satu biji padahal…

Mau sih beralih ke pola hidup sehat tapi kan sesekali ingin juga makan enak. Sekalinya makan enak malah ketagihan. By the way, ngomongin makanan enak seakan-akan bertentangan dengan makanan sehat. Padahal ga juga lho. Kan ada makanan sehat yang tetap enak dikonsumsi. Kita tetap bisa makan enak dan hidup sehat, kok. Simak caranya berikut ini.

H2 Tepung Kelapa, pangan alternatif mencegah diabetes
Rabu, 31 Januari 2018 lalu di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, saya menghadiri talkshow kesehatan mengenai diabetes. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang dialami 10 juta orang di Indonesia ini (IDF Atlas 2015). Talkshow bertajuk “Makan Enak, Risiko Terkendali” ini kembali mengingatkan saya untuk menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Karbohidrat Kompleks vs Karbohidrat Sederhana

Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Pada kondisi normal, pankreas memproduksi insulin untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Karena insulin tidak ada atau kurang, glukosa dalam darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan komplikasi.

Terdapat dua tipe diabetes. DM tipe 1 karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin (bawaan lahir). Sedangkan DM tipe 2 karena produksi insulin kurang atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada dengan benar. Nah, kali ini yang menjadi fokus pembicaraan yaitu Diabetes Melitus tipe 2 karena jumlah pengidapnya di Indonesia semakin tinggi.

Para narasumber dalam talkshow bertajuk "Makan Enak, Risiko Terkendali"
Diabetes memang penyakit turunan tetapi siapapun berisiko mengidap diabetes bila tidak menjalani pola hidup sehat.  Ahli Gizi Klinis dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK, mengingatkan untuk menjaga pola makan dengan memilih karbohidrat kompleks dan mengurangi makan gorengan. Makanan dengan karbohidrat kompleks lebih kaya serat, vitamin, serta mineral sehingga lama diserap tubuh. Efeknya rasa kenyang yang lebih lama. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh, membuat mudah lapar, sehingga mencari cemilan lagi dan lagi.

Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain kentang, jagung, ubi jalar, beras cokelat, lentil, pisang, wortel, apel, labu, brokoli, terong, tomat, stroberi, dsb. Sedangkan jenis makanan karbohidrat sederhana yaitu gula pasir, gula merah, cake, susu, yogurt, biskuit, selai, jelly, permen, soft drink, cokelat, buah, madu, sirup jagung, dsb.

Cegah Diabetes dengan CERDIK

Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH yang hadir pagi itu mengatakan diabetes merupakan silent killer karena datang membawa penyakit lain. Ya, penyakit jantung koroner (PJK), gagal ginjal, stroke, hingga kematian dapat dialami akibat komplikasi diabetes.


Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, Pemerintah tak henti-hentinya mengampanyekan CERDIK. Hayo, apa kepanjangan CERDIK?

C = Cek kesehatan secara rutin. Periksa berat badan, tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.

E = Enyahkan asap rokok, jangan merokok, serta hindari minuman beralkohol. Terpapar asap rokok juga membahayakan diri maka ga usah segan menegur orang yang merokok di tempat umum.

R = Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. Menurut drg. Dyah, orang Indonesia sangat kurang aktivitas fisik. Sukanya olahraga jempol alias main gawai melulu.

D = Diet yang seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang. Sesuaikan pola diet dengan kebutuhan kalori di tubuh. 93,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayur, lho. Maka, konsumsi buah dan sayur tiap hari. Selain itu batasi konsumsi gula, garam, dan lemak dengan rumus 5-4-1 yaitu 5 sdm lemak/minyak goreng, 4 sdm gula, dan 1 sdt peres garam dalam sehari.

I = Istirahat yang cukup.

K = Kelola stres dengan baik dan benar.

Konsumsi Pangan dengan Indeks Glikemik Rendah

Sepertinya berat gitu menjalankan enam poin CERDIK di atas padahal hal tersebut mudah dan sederhana, yang berat itu memulainya. Konon katanya untuk membentuk suatu kebiasaan perlu melakukannya terus-menerus selama 90 hari. Ala bisa karena biasa, setuju?

Untuk memulai hidup sehat, bisa diawali dari menjaga asupan makanan. Seperti yang saya singgung di atas, bisa kok hidup sehat dengan tetap makan enak. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik rendah yang membuat proses penyerapan glukosa dalam darah lebih lambat.


FYI, Indeks Glikemik (IG) adalah penggolongan makanan berdasarkan kadar gula darah setelah makan apabila dibandingkan dengan suatu pangan acuan menurut pengaruhnya terhadap glukosa darah. Hmm, biologi banget ya penjelasannya. Mudahnya, indeks ini sebagai tolok ukur kadar gula dalam darah setelah mengonsumsi pangan tertentu. Bila IG di bawah 55 dikategorikan rendah. Pangan dengan IG rendah lebih baik dibanding IG tinggi. Got it?

Tiga kategori Indeks Glikemik (dok. Kalbe)
Bagaimana dengan nasi? Makanan pokok masyarakat Indonesia ini memiliki nilai IG yang tinggi yaitu 89. Kalau bisa mengurangi porsi nasi atau beralih ke bahan pangan lain sih oke aja. Tapi rasanya tuh belum makan kalau belum makan nasi.

Dr. Didah Nur Faridah selaku Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan, Institut Pertanian Bogor, melakukan penelitian bersama timnya untuk mengurangi IG pada nasi. Caranya, mencampur beras putih dengan tepung kelapa sebelum dimasak. Hasilnya, diketahui nasi yang dicampur 20% tepung kelapa memiliki IG sedang. Sedangkan nasi yang dicampur 25% tepung kelapa memiliki IG rendah, yaitu 49.

Pangan alternatif bagi penderita diabetes (dok. Kalbe)
Tingginya serat pada tepung kelapa menyebabkan penyerapan glukosa lebih lambat. Kadar glukosa dalam darah berkurang sehingga IG nasi turun. So, nasi yang dicampur tepung kelapa lebih aman dikonsumsi untuk mengurangi risiko diabetes. Pun bagi pengidap diabetes dapat mengonsumsi pangan tersebut.

Pesan dr. Didah, meski IG rendah, bukan berarti boleh makan sebanyak mungkin. Tetap jaga porsi makan yang seimbang dan makanlah dengan menu beragam.

H2 Tepung Kelapa untuk Cegah Diabetes

Mengetahui hasil penelitian di atas membuat saya senang sekaligus penasaran. Selama ini saya hanya mengenal santan dan kelapa parut yang ditabur di ketan. Bagaimana dengan tepung kelapa?

Rupanya tepung kelapa merupakan produk terbaru H2 Health & Happiness. Perusahaan produk kesehatan di bawah naungan Kalbe Farma ini memiliki solusi untuk mencegah dan menangani penyakit diabetes.

“Kami mencoba untuk memenuhi solusi gaya hidup sehat yang dibutuhkan dalam mencegah dan menangani penyakit diabetes melalui bahan pangan tepung kelapa, dimana salah satu penerapan yang bisa dilakukan sehari-hari adalah mencampurkan H2 Tepung Kelapa dengan beras putih pada saat memasak,” jelas FX Widiyatmo, Head of Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk.

H2 Tepung Kelapa terbuat dari 100% kelapa
H2 Tepung Kelapa terbuat dari kelapa yang tumbuh di perkebunan kelapa terbesar di Indonesia, Riau. Daging kelapa yang segar dan matang dikupas kemudian dibuang kulitnya. Setelah itu daging kelapa dicuci, digiling, di-blanch, dikeringkan, dan diayak. Lalu dikemas secara higienis. 100% kelapa ini mengandung serat pangan, protein, lemak jenuh trigliserida rantai menengah, zat besi, kalium, natrium, kalsium, 0mg kolesterol, dan 0g gula.

Baca juga inovasi terbaru Kalbe untuk cegah diabetes di LeylaHana.com

Saya makin penasaran dengan rasanya, nih. Syukurlah saat makan siang kami mendapat hidangan nasi yang telah dimasak dengan H2 tepung kelapa. Harum aroma kelapa jelas tercium. Berhubung saya suka olahan kelapa, rasa nasi dan kelapa ini terasa enak. Tidak terlalu kaget lah dengan rasanya.

Makan siang dengan nasi H2 tepung kelapa
Di rumah, saya langsung praktekkan memasak nasi dengan H2 tepung kelapa. Caranya, campur beras dan H2 tepung kelapa dengan perbandingan 100gr beras dicampur 25gr tepung kelapa. Beri air seperti biasa lalu aduk hingga merata. Jangan lupa nyalakan rice cooker dan pencet tombol “cook”. Jangan seperti saya yang suka kelewatan memencet tombol “cook”. Hehehe.


Alhamdulillah, suami dan anak juga suka mengonsumsi nasi H2 tepung kelapa. Jadi lebih sehat dengan mengonsumsi pangan ber-indeks glikemik rendah. Bentuk nasi yang biasanya pulen menjadi lebih mudah rontok/pera (apa ya istilahnya?). Jenis nasi seperti ini ternyata memang memiliki IG lebih rendah dibanding nasi pulen. Nasinya juga tidak mudah basi meski dicampur kelapa.

100gr beras putih dicampur 25gr H2 tepung kelapa
H2 tepung kelapa tidak hanya untuk dicampur nasi, lho. Mau dicampur ke adonan roti, cupcakes, muffin, pancake, atau dibuat es krim kelapa juga bisa. Saya sudah menyicipi es krim kelapa serta Choco Chia Pudding yang menggunakan produk H2 Kakao Instan, H2 Biji Chia, dan H2 Gula Kelapa. Ini nih dessert sehat dan yang pasti tetap enak!
Resep olahan tepung kelapa (dok. Kalbe)

Mau mencoba manfaat H2 Tepung Kelapa? Produk ini bisa didapatkan di kalbestore.com, Kalbe Home Delivery 1500-880, atau di Titan Baking di Kelapa Gading/Cikajang/Fatmawati. Sebungkus H2 Tepung Kelapa berisi 200g tepung kelapa yang dibanderol seharga Rp57.000,-.

Dessert olahan produk H2 yang enak dan menyehatkan
Dari talkshow kesehatan di atas dapat disimpulkan:
  1. Jalani pola hidup sehat untuk mencegah penyakit, termasuk penyakit tidak menular.
  2. Konsumsi pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah seperti karbohidrat kompleks agar gula darah dalam tubuh terjaga dan terhindar dari penyakit diabetes.
  3. Nasi dicampur H2 tepung kelapa menjadikan IG nasi lebih rendah.
  4. Last but not least, menjalani pola hidup sehat tak cukup hanya lewat makanan dan minuman tetapi pola hidup secara keseluruhan. Hal ini sesuai H2 Health & Happiness yang mengusung konsep FENUS (Food, Exercise, Nutraceuticals, dan Stress Reduction) dan kampanye CERDIK. Maka, dalam memperbaiki pola asupan makanan, iringi pula dengan lima poin CERDIK lainnya. Bersyukur dan jalani hidup dengan bahagia, insya Allah penyakit malas mampir.
Punya cara enak untuk jalani hidup sehat? Atau pernah menggunakan tepung kelapa? Bagi ceritamu di kolom komentar, ya.

H2 Health & Happiness
Facebook: H2CelebrateLife
Instagram: H2CelebrateLife
Twitter: H2CelebrateLife
38 comments on "Cara Enak Jalani Hidup Sehat untuk Cegah Diabetes"
  1. Jadi penasaran sama tepung kelapanya, rasanya jd kayak aroma nasi uduk gak mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda, bukan nasi uduk. Ya seperti kelapa :D

      Delete
  2. Aku bgt tuh suka manis dan gorengan. Abis ke acara diskusi kesehatan kmrn kynya mikir mo lanjut makan gorengan dan minum yg manis2 takut diabetes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh aja, Mbak, tetapi dibatasi setiap hari supaya masih dalam taraf wajar :)

      Delete
  3. Bulan ini aku cek gula darah dan sempat kaget juga kadar gulanya agak naik. Belakangan memang gak control makan nasinya. Akhirnya saya bertekad untuk gak makan nasi dan beralih ke kentang atau umbi-umbian lain. Alhamdulillah badan rasanya enakan. Cuma ya itu orang-orang yg liat aku makan kentang malah bawelin aku krn katanya aku keterlaluan krn gak makan nasi. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi segitunya ya perhatian teman-teman kalau ga makan nasi. Padahal ya ga apa-apa juga ga makan nasi. Kentang, ubi jalar malah lebih lama kenyang.

      Delete
  4. Terasa mudah y mba untuk laksanain CERDIK sayangnya butuh komitmen sih dalam diri biar kontinue jalaninnya :)

    wah aku pengen coba juga masak nasi pake H2 pasti lebih gurih banget harganya juga terjangkau y mb 57rb, yuk ah hidup sehat mulai kini *eaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. makan nasi tepung kelapa juga salah satu langkah CERDIK hidup sehat. Yuk!

      Delete
  5. Uwaahhhh h2 ini makin banyak aja varian produknya. Kmrn aku udh tertarik ama vitamin2 wajahnya, skr ada tepung kelapa. Jd pgn coba mba :). Usia udh segini, aku pgn lbh sehat mengatur makan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada vitamin wajah dan suplemen kesehatan tubuh. Sekarang udah ada tepung kelapa, chia seed, choco powder, dll. Enaaak!

      Delete
  6. Gorengan oh gorengan. Aku masih mudah tergiur makan yang satu ini, padahal harus dihindari ya. Bikin lingkar perut makin gede. Huhuhu

    ReplyDelete
  7. Penting memperhatikan asupan,dengan mempertahankan IG rendah ya kakak

    ReplyDelete
  8. wah jadi ukurannya 1 cup tepung kelapanya 1 sdm yak..baiklah nnti dipraktekan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. perbandingan 1:4, Mbak untuk tepung kelapa dan berasnya.

      Delete
  9. Ngeri sy dengan Diabetes ini. Untungnya sy ga suka yg manis² apalagi coklat....liatnya aja udh gimana gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. cokelat enak lho mak. Ga apa-apa juga sih makan asalkan tahu batas.

      Delete
  10. Wah, ternyata diabetes gak hanya bawaan lahir ya. Siapa saja bisa terkena diabetes. Dan cara paling ampuh menghindari nya dengan jaga pola makan. Btw, tepung berasanya produk Kalbe ya ka? Jadi pengen beli. Mau coba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepung kelapa ini produk terbaru Kalbe. Udah bisa dibeli di Kalbe Store

      Delete
  11. Ternyata sobatnya diabetes banyak ya,masih banyak PR pribadi buat menjalankan pola makan dan hidup sehat

    ReplyDelete
  12. Wah roti gandum dan oatmeal instan ternyata juga IG nya tinggi ya. Padahal sempat jadi solusi pengganti nasi dan roti putih.

    ReplyDelete
  13. Itu yang paragraf pertama aku semua huhuhuhu. Trus aku suka nasi pulen hahaha jowo banget.
    Masih banyak PR buat menuju gaya hidup sehat hehe tengkyu tips2nya

    ReplyDelete
  14. Aku sih berharap ke depan tepung kelapa ini bisa diproduksi lebih banyak kayak beras gitu loh, mba. Jadi kita juga lebih banyak gunakan untuk makanan sehari-hari ya

    ReplyDelete
  15. Akuuuu suka makan manis dan juga gorengan huhuhu. Padahal itu ujung atau awal dari diabetes ya.Wahh sudah nyobain duluan masak pakai tepung kelapa. Ini merupakan cara praktis atasi dan cegah diabetes ya buat kita yang bukan penderita sekalipun.

    ReplyDelete
  16. H2 Tepung kelapa bagus dan juga tetap membuat rasa nasi enak,haraoanku harganya bisa lebih bersahabat sehingga sehat bisa jadi milik siapa saja

    ReplyDelete
  17. Pas banget ini, tepung kelapanya bisa kusarankan ke ibuku yang juga penderita diabetes, semoga beliau mau..

    ReplyDelete
  18. Tepung kelapanya aku pake bikin cemilan sehat buat keluarga

    ReplyDelete
  19. Diabetes ini silent killer, harus segera dicegah sebelum terlambat.

    ReplyDelete
  20. Aku baru tau ada tepung kelapa dan ternyata banyak manfaatnya ya.

    ReplyDelete
  21. Dulu pas masih kerja, prisipku adalah gorengan itu pondasi. Sarapan sering pakai gorengan atau makan apapun campur gorengan. Ntar makan siang masih beli gorengan. Tapi pas udah resign dan semakin tambah umur jadi sadar kalau gorengan itu nggak sehat.

    ReplyDelete
  22. Ternyata menerapkan pola makan dan gaya hidup yang benar itu ga mudah ya :) Setelah mengikuti acara ini setidaknya kita bisa lebih paham bagaimana kiat2 khusus mencegah penyakit diabetes melitus. Alhamdulillaah sekarang sudah ada solusi dari Kalbe Farma dengan H2 Tepung Kelapa kita berusaha menjaga nutrisi dan asupan terbaik bagi tubuh kita.

    ReplyDelete
  23. Waaah ada resep smoothie nya.. mau coba aah..

    ReplyDelete
  24. PR banget nih Mak utk ngurangi ngemil manis dan gurih. Mak lebih sering ngemil drpd mkn. Hrs mulai hidup CERDIK nih spy terhindar diabet apalagi ayah Mak diabet

    ReplyDelete
  25. fiks aku jadi bulat mau diet sis. aku ga mau kena risiko diabetes huhuhuh

    ReplyDelete
  26. Aku ada riwayat diabetes juga dari pihak Ibu, kayanya harus mulai konsumsi tepung kelapa juga

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature