Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup (G Cup)

Thursday, October 1, 2020
Pengalaman pertama memakai menstrual cup (menscup) sungguh tak terlupakan. Mood swing saat haid udah enggak karuan ditambah lagi beradaptasi dengan mens cup. Bagaimana pengalaman menggunakan menstrual cup? Apakah berlanjut untuk period berikutnya?


menstrual cup g cup
Pengalaman menggunakan menstrual cup


Go Green, Beralih ke Menstrual Cup


Setelah sekian lama maju-mundur beralih ke menstrual cup, akhirnya saya memantapkan niat membelinya. Itupun setelah bertanya ke teman-teman yang sudah menggunakan menscup dan membaca pengalaman pengguna menscup.


Gimana ya, ngeri-ngeri sedap gitu karena menscup dimasukkan ke alat vital. Bagaimana jika salah masuk atau terluka atau apalah gitu yang seram-seram? Heuheu ….


Akan tetapi, membeli menstrual cup menjadi salah satu ikhtiar saya mengurangi produksi sampah rumah tangga. Pembalut sekali pakai kan susah terurai, sampai ratusan tahun! Saya udah jadi nenek-nenek, sampahnya masih ada.


Dengan memakai menstrual cup, insya Allah lebih ramah lingkungan. Darah haid langsung dibuang, menscup dibilas, kemudian bisa dipakai lagi.


Mens cup juga tahan dipakai 5-10 tahun, lho. Tergantung perawatan aja, nih. Semoga ya awet jadi super hemat.


Berhubung belum istiqomah diet popok bayi, masih pakai pospak, saya coba kurangi sampah dari pembalut ke menscup. Bismillah.

menstrual cup g cup
Mens Cup yang saya pakai merek G Cup dengan kemasan lama


Tidak Cocok Pakai Pembalut Kain


Selain mens cup, pembalut kain menjadi alternatif ramah lingkungan. Pembalut kain ini dapat dipakai berulang kali, harganya pun masih terjangkau, under 50ribu.


Saya sudah menggunakan pembalut kain atau menspad sejak 2 tahun lalu. Selama ini tidak ada masalah dengan proses adaptasi dari pembalut sekali pakai ke pembalut kain. Cara menggunakannya pun sama. Bedanya, setelah dipakai perlu dibilas dan dicuci bersih.


Akan tetapi, menggunakan pembalut dalam jangka waktu lama membuat kulit saya lembab menuju ruam. Duh, enggak nyaman banget. Apalagi haid saya sempat tidak teratur karena ada miom. Selama sebulan bisa haid terus-menerus, istilahnya istihadhah. Otomatis tiap hari saya pakai pembalut.


Selain itu, membilas darah haid hingga bersih dan mencucinya butuh waktu lama sementara saya ini tim mandi kilat. Enggak bisa lama-lama di kamar mandi karena udah ditunggu duo fans bocil, SID dan Uno. Hahaha …. Maka, saya pun bertekad mencoba pakai menstrual cup yang lebih mudah proses membersihkannya.

 

Pengalaman Memakai Girls Menstrual Cup (G Cup)


Menstrual cup yang tersedia di pasaran banyak mereknya tetapi yang sering direkomendasikan teman-teman saya yaitu mens cup Organicup. Ini harganya masih out of budget, LOL. So, saya cari yang lebih terjangkau yaitu Girls Menstrual Cup (G Menstrual Cup).


Ukuran Menstrual Cup


Punya saya G Menstrual Cup kemasan lama yang dibungkus dalam wadah plastik silinder. Kalau sekarang udah ada kemasan baru dalam kotak dan ada pouch hitam, harganya Rp159.000,00.

G Mens Cup/ G Cup ini tersedia dalam tiga ukuran, yaitu:

  • XS untuk remaja ataupun wanita yang membutuhkan ukuran yang lebih kecil.
  • S untuk wanita yang belum pernah melahirkan.
  • L untuk wanita yang sudah pernah melahirkan (tidak untuk saat nifas).

Saya pakai ukuran L karena sudah melahirkan pervaginam. Ukuran L ini berkapasitas 25ml. Tau enggak sih ukurannya seberapa? Begitu buka kemasan, tada … gede juga! Setelapak tangan gini bakal dimasukkan, heuheu … ragu? 50:50 deh.

 

g menstrual cup
Ini G Cup size L kapasitas 25ml

Pertama Kali Pakai Menstrual Cup


Namanya punya barang baru ingin segera dipakai tapi waktu itu haid saya sudah selesai. Oke saya simpan buat next period eh ternyata bulan depannya saya enggak haid. Sepertinya efek hormone busui jadi haid saya belum teratur.


Lalu, dua bulan kemudian datanglah si bulan alias haid. Uwoow … leganya. Buat saya yang abis melahirkan, haid sangat ditunggu-tunggu. U-know-why :D


Menstrual cup saya rebus terlebih dahulu selama 5-10 menit sambil saya belajar cara memasukkan menscup. Ada tiga cara yang populer, yaitu punch down fold, C fold, dan 7 fold. Saya nonton videonya di Instagram @g_menstrual_cup.


Setelah itu barulah saya pakai Mens cup. Sebagai permulaan harus tenang, mengatur nafas, cari posisi paling nyaman (bisa duduk di toilet atau jongkok), dan bismillahirrohmanirrohim … plop! FYI, saya baru mencoba melipat dengan C fold karena hanya itu yang teringat bentuknya. Hahaha …. 

Oh ya, pengalaman saya, memasang menscup itu mudah asalkan rileks. Awalnya memang grogi tapi mengingat saya sudah dua kali persalinan pervaginam, induksi balon, juga tes IVA, yasudahlah kurang lebih begitu rasanya. *pasrah. 

Saat mengeluarkannya itu agak gimana ya kan corongnya terbuka lalu ditarik keluar. Saya pencet sedikit supaya lebih mudah dikeluarkan. Bisa juga sambil ngeden seperti mau BAB itu mendorong menscup agar keluar. 


Perih Pakai Mens Cup



Setelah memastikan mens cup terbuka di dalam dan terpasang dengan baik, saya beraktivitas seperti biasa. Akan tetapi ketika duduk di lantai atau kebanyakan gerak kok perih? Mood swing karena haid ditambah menahan perih membuat saya uring-uringan. Anak-anak jadi bingung kenapa ibunya begini. 

Saya coba lepas kemudian pasang lagi kok tetap masih perih, ya? So, saya DM IG-nya @g_menstrual_cup meminta saran. Adminnya gercep banget membalas pesan saya. Ia bertanya apakah tangkainya masih terlihat? Kalau tidak terlihat tetapi perih, coba potong tangkainya. 

Nah, rupanya masalah perih karena si tangkai terkena dinding bagian dalam. Memotong tangkai seberapa pendek ini pun perlu trial and error. Kalau kepanjangan, masih perih. Kalau terlalu pendek, kok saya khawatir enggak bisa menarik keluar mens cup. 

Saya pun memotong tangkai mens cup hingga tersisa setengah. Alhamdulillah kali ini jauh lebih nyaman. 

cara pakai menstrual cup
Menstrual cup tampak atas dan cara insert dengan C-fold



Menstrual Cup Membuat Lupa Sedang Haid


Setelah beradaptasi dengan mens cup, datang bulan kali ini sungguh berbeda. Enggak berasa sedang haid, lho! Biasanya saat darah haid keluar terasa, kan. Nah ini darahnya langsung ditampung oleh mens cup. 

Perawatannya, di tiga hari awal menstruasi flow saya masih deras jadi tiap 4 jam saya cek. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, ambil mens cup, buang darahnya, cuci mens cup dengan air mengalir, lalu pasang kembali. Sebenarnya bisa sampai 12 jam dipakai tetapi khawatir penuh.

Awal pemakaian, saya masih pakai pembalut kain juga. Khawatir tembus karena pemasangan yang belum tepat. Eh beneran, pernah tembus 2-3 kali. Entah mengapa padahal mens cup belum penuh. 

Waktu tidur malam jadi semakin nyaman. Kalau pemasangan benar, enggak khawatir bocor samping apalagi bocor halus *ban sepeda kali …. 

Sampai akhir menstruasi, alhamdulillah jarang terasa perih kecuali bila saya kebanyakan tingkah dan menggendong bayi dengan SSC (gendongan depan). Saat gendong depan ini perih banget, mungkin karena mens cup tertekan. Catatan pribadi saya kalau memang niat keluar rumah dengan gendong bayi saat haid maka sebaiknya tidak pakai mens cup. 

Well, itulah pengalaman pertama saya memakai menstrual cup G Cup. Dari ragu sampai nyaman banget buat beraktivitas. Untuk period selanjutnya insya Allah saya pakai mens cup lagi. Mens pad tetap ada sebagai back up saja, hehe. Menjalani masa haid jadi lebih nyaman dan enggak perlu repot mencuci menspad. 

Bagaimana denganmu? Tertarik atau sudah beralih ke mens cup?
49 comments on " Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup (G Cup) "
  1. Ya Allah mikirin makenya emang maju mundur sih ya wkwkw. Aku juga pengen coba make rasanya. Semoga dikuatkan niatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iyaa mba dari sebelum hamil tahun lalu udah ingin beralih ke menstrual cup tapi baru terwujud sekarang

      Delete
  2. Huaaa...tetep takut bacanya. Ini saya bayanginnya kyk pake lensa kontak, ya. Ada trik buat masukinnya.

    Enggak terasa darah haid ngalir ser-ser gitu ya? Asyik sebenernya. Tapi saya pk kain aja lah. Hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya ya dulu saya pernah pakai lensa kontak itu kadang enggak pas jadi dilepas lagi

      ga terasa, mba, kan udah ditampung

      Delete
  3. Duuh Mbak, saya kok ngilu. Sebelumnya pernah baca juga pengalaman teman palai Mens cup. Kalau yang pakai IUD lalu pakai mens cup itu gimana ya Mbak? Bisa gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa, mba. IUD kan letaknya di dalam sedangkan menscup ini di pinggirnya. apa yah istilahnya tuh, mulut rahim (?)

      Delete
  4. Aduh, saya membacanya sambil merem-merem ... apa ada kejadian gak bisa ditarik? Ataukah pasti bisa ditarik keluar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aku pun takut enggak bisa keluar tapi waktu ngeden gitu kelihatan kok mbaaa

      Delete
  5. Aku belum berani mbaaaak. Tapi pengin nyobak, nahloh gimana cobak. Hahay. Ini masih menghimpun keberanian utk nyobak menstrual cup.

    ReplyDelete
  6. Aku belum berani pakai menstrual cup ini mba. Banyak teman yang udah pakai dan rekomendasikan malah. MAsker kain ya aku belum pernah nyoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. menspad kah mba Alida? pembalut kain? itu juga nyaman buat masa transisi dari pembalut sekali pakai ke menspad

      Delete
  7. Saya masih maju mundur untuk memakai menstrual cup, Mbak. Masih ngeri ngebayangin cara memasukkan dan mengeluarkan cup-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. memaaang, bayanginnya aja ngeri ya tapi begitu dicoba jadi tahu gimana yang nyaman

      Delete
  8. Aduduh.. aku bacanya sambil nahan napas dan ngilu mba hihihi... aku dua kali lairan caesar jadi agak parno gitu kalo pintu bawah diobok-obok wkwkwk. udah gitu, sejak caesar itu kadang perut bagian bawahku suka terasa nyut nyut dikit kalau kecapekan. kira-kira cocok nggak ya pake Mens cup ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh kalau ragu bisa konsultasi ke obgyn dulu deh mba. Trus buat ukuran sekalian nanya-nanya baiknya pakai yang S atau L buat yang SC.

      Delete
  9. Saya langsung kebayang ngilu kenapa ya mba he.. masih belum kebayang cara pasangnya. Tapi memang pengen coba sih kalau lebih nyaman dan enak kenapa gak

    ReplyDelete
  10. Duh, Mbak, aku masih ngeri-ngeri sedap, Mbak. Belum berani. Membayangkan yang nggak-nggak. Benda segede itu. Hahaaha. Akan tetapi, aku dukung teman-teman yang sudah beralih ke menstrual cup. Entah, kapan aku bisa beralih pakai alat yang satu ini.

    ReplyDelete
  11. Ya Allah gedenyaaaa yang ukuran L mba. Kok jadi miris ya. Iya sih aku juga udah 2 kali persalinan pervaginam, tapi kok tetep maju mundur. Harus dicoba nih agar mengurangi beban sampah pembalut sekali pakai ya.

    ReplyDelete
  12. Aku belum pernah pakai mba padahal di NYC banyak sekali variannya. Dilalahnya saya terkena kanker payudara dan memang jadi menopause karena obat yang saya minum. lumayan lama 5 tahun ngg mens dan nyamaaan eh mulai lagi haid siklus 3 bulanan. .. tapi ngg terlalu banyak juga dan sebentar

    ReplyDelete
  13. ughhh, aku bayangin nyoba makenya, emang bener2 hrs trial and error sih ya, eh trial and learn. Kyaaknya patut dicoba tapi ya, bener berkontribusi buat lingkungan nih, setidaknya kita berusaha, hehe

    ReplyDelete
  14. ahhh sis, makasih sharingnya. aku dari kemarin masih maju mundur maju mundur nih mau pakai menstrual cup. takut-takut gimana gitu, ehh baca review ini aku malah jadi penasaran banget pengen coba.

    ReplyDelete
  15. Pengeeen....pengen banget pakai menstrual cup.
    Hanya pilih merk gimana, kak Helen....ada tips merk tertentu gak?

    ReplyDelete
  16. Aku juga pengen pakai ini mbak dari lama cuma suka ngilu lihat tutorialnya. Semoga dlm waktu dekat bisa aplikasikan ini mbak waktu mens.

    ReplyDelete
  17. Aduh aku belum berani kayaknya pakai menstrual cup gitu mama sid, masig belum teteg dan masih merasa gak nyaman.

    Tapi baca Pengalamannya menarik juga ya

    ReplyDelete
  18. Aduh aku belum berani kayaknya pakai menstrual cup gitu mama sid, masig belum teteg dan masih merasa gak nyaman.

    Tapi baca Pengalamannya menarik juga ya

    ReplyDelete
  19. Jadi pengen juga nih beralih ke menscup. Biar tinggal buang gitu aja, darah haidnya..
    Selama ini masih pakai pembalut sekali pakai, di rumah ada menspad...tapi cuma sekali saya pakai..duh gak kuat nyucinya sampai benerbener bersih. wkwkwk *bilangajamales

    ReplyDelete
  20. mbaa akupun masih ingin dan tidak. maju mundur mau cobaa. sampe skrg takut banget kebayang2 ada benda asing yang lama banget di dalam sana. takut kotor, takut benda asing itu akan berpengaruh kepada kondisi dalam tubuh, apakah nanti kalau lagi cuci menstrualcupnya agak bocor meluber atau gimana ya mba???

    ReplyDelete
  21. Aku papras habis tangkai menscup ku. Hahaha. Alhamdulillah lebih nyaman sih menurutku tanpa gagang. Hua gagang? ??

    ReplyDelete
  22. Aku cocoknya pake Punch down fold, mba. Pertama kali pake kocak bgt, pas tangkainya hilang, panik, ini gimana kalo ketelen, ternyata dibawa jongkok dia nongol lagi 😁 tapi aku gampang bgt penuh pake menscup ini, jadi berkali kali lepas pasang, tapi tetep selalu deg degan dan takut tiap masang hehehe

    ReplyDelete
  23. Udah lama cari-cari info tentang menstrual cup, tapi masih belum mantep dan berani.

    ReplyDelete
  24. Gak masih tidak berani ternyata perlu nyali yang tinggi dan niat untuk berubah. Jempolan deh yang sudah melaksanakan

    ReplyDelete
  25. Belum terlaksana jugaa nih dr awal tahun 😆
    Pending2 akhirnya lupaa. Jadi skrg udah nggak bocor2 lagi ya ibuk sid. Aku jg tim mandi kilat niih... bismillah yaa mdh2an aku nggak tatut

    ReplyDelete
  26. Kayaknya praktis...tapi kok takut bagian memasukkan mba...
    Kesimpulannya, aku blm berani ...😊

    ReplyDelete
  27. Bisa aku rekomendasi buat istri nih, makasih infonya. Mbak.

    ReplyDelete
  28. Maju mundur juga nih mom.....tapi setelah baca ini jadi mantap...apalagi ternyata nggak semahal yang pernah sayalihat

    ReplyDelete
  29. Sekarang di Indonesia menscup udah banyak digunakan ya. Pertama kali saya tahu, itu sekitar tahun 2000, waktu majikan di Singapura pakai itu. Saya ngeri. Hahaha ... Maklum saat itu saya masih gadis. Sekarang sih udah biasa. Dan ternyata di kita juga udah banyak yg pakai ya

    ReplyDelete
  30. Pingin coba karena praktis dan hemat sekaligus ga nambah sampah. Tapi bayangin masuikinnya ga berani 😅 ini mau coba beralih ke pembalut kain sih hehe

    ReplyDelete
  31. Wooh waktu tidur juga pakai ini?
    Hmm tapi kalau gendong bayi dan melakukan kegiatan yang :banyak tingkah" lainnya sebaiknya gak pakai yaa? hehe

    ReplyDelete
  32. Huwah masih ttp takut, sekalipun memang ga bors tapi ketakutan menghantui

    ReplyDelete
  33. Wah terimakasih kak informasi ttg menstrual cup, saya setuju kita juga harus mengurangi penggunaan plastik dan sampai saat ini saya memang belum ada solyai untuk mengurangi sampah pembalut. Gomawooo

    ReplyDelete
  34. wah hebat ini kak Helena, aku masih takut-takut banget mau pakainya padahal aku sudah punya si menstrual cup ini. AKu termasuk yang hari pertama dan kedua itu deras, terutama hari kedua. Tahun depan harus membuat perubahan nih biar gak banyakin sampah pembalut sekali pakai.

    ReplyDelete
  35. Mba, aku termasuk yang maju mundur cantik nih pengen coba menstrual cup, karena sering iritasi aku kalo pake pembalut tuh huhu, cuma ya itu masih ngeri-ngeri sedap, ak sampai baca semua dari atas sampe akhir ikut deg-degan and ngilu hahaha

    ReplyDelete
  36. Punyaku belum aku potong sampai sekarang, memang masih ganjel sebenernya sih, tapi aku semacam agak khawatir nanti susah dibukanya gitu hahaha.

    ReplyDelete
  37. Maasyaallah kamu hebat banget!!

    Kadi 1 mens cup tahan dipakai 5-10 tahun ya.. Informasi yang menarik

    ReplyDelete
  38. Aku masih belum berani pakai ini.. entahnya huhu tapi memang harus dicoba dulu ya mbak untuk bisa merasakan manfaatnya.. kalo ngga mencobanya ya kita ngga pernah tau rasanya.. semoga nanti ada gairah untuk mencobanya

    ReplyDelete
  39. Aku malah baru 8 Bulan terakhir beralih ke menspad darui oembalut sekali pakai heheu. Masih diselimuti rasa ngeri, bertahap kali yah XD

    Tips n triknya kuvatat dan kuingat Mbak Hel, someday aku beralih ke menscup.

    ReplyDelete
  40. Alhamdulillah di period ini aku udah pakai menscup, mbak. Agak deg-degan sih pas pakai, harus relax banget. Untungnya selama pakai menscup gaada rasa aneh-aneh, malah enak banget, kayak gak pake apa-apa. Kadang lupa kalo aku lagi haid. Bagusnya lagi, semenjak pakai menscup, area selangkanganku udah gak iritasi lagi, huhuhu. Terbantu banget sama hadirnya si menscup.

    ReplyDelete
  41. Bacanya bikin deg degan, soalnya membayangkannya bikin linu. Jadi masih menyimak pengalaman dari teman-teman dulu aja hehe

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,