Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Badai Kelas Daring

Thursday, October 22, 2020

Instagram Live, YouTube Live, Webinar via Zoom, Kulwhapp, Online Workshop, Virtual Tour ... apalagi, ya? Setelah berdamai dengan kebiasaan baru selama pagebluk, saya menjadi familiar dengan berbagai istilah di atas. Internet memudahkan proses pembelajaran melalui daring sehingga berbagai kegiatan yang dahulu sebatas tatap muka, kini berlangsung melalui dunia maya.



Selama di rumah saja, saya mengikuti banyak virtual class maupun menonton berbagai acara via online. Ada peragaan busana sampai konser musisi kenamaan yang kalau dibuat off-air jelas saya tidak bisa hadir. Anak dititip di mana?


Namun, karena semuanya via daring, saya dapat mengikutinya dari rumah. Buka laptop atau pakai smartphone lalu mengandalkan jaringan Wi-Fi yang biaya perbulannya di bawah 200ribu rupiah. Enggak mikir kuota lagi.


Memilih Kelas Daring Sesuai Kebutuhan


Saking banyaknya kelas daring, saya menyebutnya demikian, sampai bingung mau ikut yang mana. Pertimbangan bukan lagi jarak, memilih transportasi paling efektif, atau persiapan membawa anak ikut serta tetapi berganti pada kelancaran jaringan internet, waktu acara (tidak bersamaan), dan kebutuhan.


Nah, pertimbangan yang saya sebut terakhir namun paling penting. Kebutuhan. Mudahnya mendaftar, banyak yang gratis pula, dan mudahnya akses mengikuti kelas daring membuat saya euforia. Di bulan-bulan awal saya daftar kelas sana-sini. Hasilnya, lelah hayati. *LOL.


Belum lagi kebiasaan saya untuk mencatat dan menuliskan hasil dari kelas tersebut ke dalam blog seperti menjadi beban. Catatan berakhir di draft, entah kapan tayang.




Oleh karena itu, saya memasang kacamata kuda menghadapi terpaan badai kelas daring yang begitu menggoda. Daripada terlalu banyak informasi, lebih baik memilih yang memang saya butuhkan dalam waktu dekat. Fokus. Lurus ke hal-hal yang saya butuhkan.


Adakah kacamata kuda cute begini? (pic. Marek Piwnicki on Unsplash)


One bite at a time. Belajar butuh bertahap, mencerna, maju lagi. Daripada ikut kulwhapp tapi materi belum terbaca sampai grupnya bubar atau daftar webinar tapi tidak ikutan (OMG ... betapa parahnya saya!) lebih baik saya berkata, "Menarik tapi tidak tertarik."


#Writober
#RBMIPJakarta
#Badai

 

2 comments on "Badai Kelas Daring"
  1. Bener banget tuh Mbak, belajar semuanya sekaligus malah membebani.
    Tapi kalo belajar secara bertahap, lebih mudah buat dipahami.

    ReplyDelete
  2. Wahh aku tertohok, Mbak, haha. Lagi banyak ikutan ini itu yang akhirnya memang keteteran sendiri.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,