Top Social

Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Anak Bebas Bereksplorasi, Jangan Abai Menjaga Kebersihan Diri

Wednesday, May 23, 2018

Permainan sensori alias sensory play bagi anak usia dini memang mengasyikkan. SID mampu duduk anteng menuang air, mencetak pasir kinetik, atau melukis dengan homemade finger painting. Saya bebaskan anak bereksplorasi, larut dalam imajinasinya sambil melatih panca indera. Akan tetapi, penting juga lho menjaga kebersihan diri anak supaya tidak terserang kuman dan bakteri. Bagaimana agar anak tetap sehat meski bermain messy play?

Sensory play yang mengasyikkan untuk anak

Eksplorasi Anak Versus Kuman

Sebagian orang tua mencegah anaknya bermain pasir, memegang hewan piaraan, atau menuang air dari satu gelas ke gelas lain. Kotor! Jorok! Berantakan! Padahal anak usia dini sedang senang-senangnya bereksplorasi. Anak hanya ingin mengetahui lebih jauh benda-benda yang ia lihat. Ia akan meraba, merasakan, kadang menggigit dan memasukkan benda ke mulutnya. Begitulah cara belajar anak usia dini yang sangat konkret.

Akhir-akhir ini, SID suka memegang pegangan tangga. Masalahnya railing tangga yang ia pegang itu di jembatan penyeberangan yang sekilas dilihat saja nampak jelas berdebu.

Pernah juga ketika kami melintas di trotoar, ia mengambil biji-biji tumbuhan yang jatuh lalu melemparkannya. Ia melakukannya berulang tiap kali menemukan biji sebesar bola pingpong tersebut. Padahal, daerah itu berdebu karena dekat jalan raya dan proyek MRT.

Melihat hal tersebut, saya tak melarangnya. Saya mengawasi dan membebaskannya bereksplorasi, melatih sensori dan motoriknya. Jika dicegah, ia makin mencoba. Pasrah deh saya daripada manyun dua meter. Pokoknya, setelah itu langsung bersihkan tangan.  That’s why tisu basah harus ada dalam ransel.


Ketika anak eksplorasi lingkungan sekitarnya, saya jarang melarang kecuali itu berbahaya. Enggak mungkin juga saya biarkan ia memegang api. Saya pantau dan berikan peringatan di awal tentang konsekuensinya. Aturannya hanya 3: tidak membahayakan diri, orang lain, dan lingkungan.

Iya sih, kadang khawatir dengan kuman-kuman yang ada. Karena, berbagai penyakit mematikan pada anak seperti pneumonia, diare, juga meningitis disebabkan infeksi (jamur, virus, bakteri, maupun parasit). Terlebih lagi ketika newborn, SID pernah melawan pneumonia. Saya tak ingin catatan buruk itu terulang.

Permainan menemukan sarang kuman dalam rumah

Sarang Kuman di Rumah dan Lingkungan

Makhluk mikro bernama kuman ada dimana-mana. Paling banyak kuman berada di toilet umum, daycare, sekolah, transportasi umum, dan yang paling jahat kuman ada di rumah sakit. Sebaiknya tidak membawa anak-anak ketika membesuk orang sakit. Rawan menular!

Rumah juga tak luput dari sarang kuman, terutama kamar tidur. Di dalam rumah, kuman antara lain ada di:
  • Handphone/gawai lainnya 
  • Mesin cuci 
  • Spons pencuci piring 
  • Sikat gigi/tempat penyimpanan sikat gigi 
  • Kran dapur 
  • Lantai 
  • Handuk 
  • Hewan peliharaan
Sedangkan sumber kuman di sekitar anak yang ada di luar rumah, antara lain car seat, baby chair, dan botol saos di tempat makan umum. 

dr. Herbowo A. F. Soetomenggolo, Sp.A(K) dan Sabrina Purba, Brand Manager MITU Baby Godrej Indonesia (dok. Amallia Sarah)
Coba tebak, manakah tempat kuman paling banyak bersembunyi di dalam rumah? Handphone? Dudukan toilet? Remote TV?

Dalam Mitu Baby Gathering: Wipes Away Germs & Your Worries, 9 Mei 2018 lalu di Jakarta, saya terkejut mendengar penjelasan dr. Herbowo A. F. Soetomenggolo, Sp.A(K), dokter anak subspesialis saraf anak. Hasil penelitian Asecurelife.com menunjukkan “Top Germiest Items” goes to stroller, pacifier, and plush toy! Nah lho, itu kan barang-barang yang sering dipakai anak.

Lebih banyak bakteri bersarang di stroller daripada toilet seat (dok. Asecurelife)
Stroller menduduki peringkat pertama benda dengan kuman terbanyak karena diletakkan di garasi atau bagasi yang berdebu serta lembab. Kereta bayi sering dipakai tapi jarang dicuci. Oops! Kapan ya terakhir mencuci stroller?

Cara Menjaga Kebersihan Diri

Anak-anak, semakin muda usianya semakin rentan sakit. Hal itu disebabkan karena sistem imun anak belum berkembang sempurna. Selain itu kulit anak masih tipis sehingga mudah rusak. Anak, apalagi bayi, belum dapat menjaga kebersihan diri. Ia sangat bergantung pada orang lain.


Menjaga kesehatan anak begitu penting agar anak sehat. Namun, bukan berarti melarangnya bereksplorasi. Eksplor sana, eksplor sini tetap bisa, kok. Caranya?

Tips dari dr. Herbowo, penyebaran kuman dapat dilawan dengan:
  • ASI eksklusif 
  • Imunisasi 
  • Makanan bergizi 
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan 
  • Mencegah penyebaran kuman dengan: 
  • o   Menutup mulut dengan tisu atau lengan ketika bersin atau batuk
    o   Memakai produk dengan kandungan antiseptik
    o   Mencuci tangan
    o   Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut setelah menyentuh barang di area umum
    o   Membersihkan benda yang digunakan di area umum (baby chair, botol saos, dsb)
Kementrian Kesehatan RI menggalakan program 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga. Salah satu yang relevan dengan proses eksplorasi anak yaitu mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Kebiasaan baik mencuci tangan ini harus diajarkan pada anak sejak dini.
 Ayo sebutkan 10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga (dok. Kemenkes RI)
Akan tetapi, ada kalanya sulit mendapatkan air bersih, misal di tempat umum atau dalam perjalanan. Saya biasa membawa tisu basah MITU Baby untuk mengelap tangan atau wajah SID yang terkena kotoran. MITU Baby juga saya gunakan untuk membersihkan pantat bayi setelah pup. Untuk yang satu ini saya gunakan MITU Baby Changing Diapers. Praktis, kan.

Sekarang ada yang baru dari MITU Baby. Tengoklah kemasan hijau menarik hati dari MITU Baby Antiseptic Wipes. Tisu basah bayi antiseptik ini mampu melindungi kulit dari bakteri karena mengandung tea tree oil sebagai antiseptik alami. Sudah teruji, lho, sesuai hasil uji laboratorium akreditasi terhadap bakteri E. Coli, P. Aeruginosa, S. Aureus, Salmonella sp, S. Sonei, dan L. Monocytogenesis.

MITU Baby Antiseptic Wipes, Wipes Germs and Your Worries Away
Tisu basah bayi antiseptik ini juga mengandung moisturizer yang membantu melembabkan kulit bayi. Serta, telah lolos uji hypoallergenic. Kulit bayi sensitif pun aman memakai MITU Baby, tidak menimbulkan alergi.

Ada yang unik lho dari lembaran tisu MITU Baby Antiseptic. Jika diperhatikan dengan seksama, terdapat emboss berbentuk buah-buahan seperti pisang, jeruk, ceri, dan bayi imut pada logo MITU Baby. Sabrina Purba, Brand Manager MITU Baby menjelaskan emboss ini membuat proses membersihkan kotoran semakin maksimal.

Embossed wipes untuk membersihkan kotoran lebih maksimal
Saya suka varian terbaru MITU ini karena wanginya lembut, tidak menyengat, non-alcohol, dan halal. Logo halal MUI nampak jelas di kiri atas kemasan isi 50 sheets.

MITU Baby Antiseptic Wipes memudahkan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. SID selesai bermain, tak lupa lap tangan dan kakinya dengan MITU. Mainan, boneka, atau baby chair bakal saya bersihkan dulu deh pakai MITU supaya bebas kuman.

MITU Baby Antiseptic praktis dibawa bepergian
Mengetahui solusi di atas, saya makin tenang membebaskan anak bereksplorasi. Mau naik transportasi umum, main di taman bermain, atau sensory play, hayuk aja! Jangan sampai ia sakit akibat tidak menjaga kebersihan diri. Saya juga mengajarkan anak agar mampu menjaga kebersihan secara mandiri. MITU Baby Antiseptic Wipes menjadi must-bring item selama bepergian to wipes away germs and your worries.

Sharing dong, bagaimana kiatmu membebaskan anak bereksplorasi sekaligus menjaga diri dari kuman penyakit?

66 comments on "Anak Bebas Bereksplorasi, Jangan Abai Menjaga Kebersihan Diri"
  1. anak juga harus dibiasakan menjaga kebersihan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak. Supaya sadar akan kesehatan.

      Delete
  2. baru ya mba dari mitu kemasannya hijau biasa kubeli yg pink dan memang ketika anak mengeksplor lingkungan jangan melarangnya biarkan mereka belajar namun ttp kita perhatikan kebersihannya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya baru nih. Yang ini antiseptics. Kalau pink yang apa ya, changing diaper wipes?

      Delete
  3. ternyata tempat kuman paling tersembunyi itu stroller ya. ya ampun .. padahal kelihatannya bersih ya. ternyata ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stroller kan dipakai di jalan tapi jarang dibersihkan. Kudu rajin membersihkan stroller yaa

      Delete
  4. praktis banget dibawa kemana-mana yaa.. Sid, dapet salam nih dari Ashika hihii
    suka banget main cat warna gtuu.. messy play yes deh :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo Ashika, peace ya. Jangan towel-towel aku.

      Delete
  5. Wha tadi ku kira jawabannya kuman paling banyak ada di handphone, ternyata stroller. Hhe
    tapi ya juga sih, stroller emang simpennya dimana mana.tapi di pake kemana mana, emang harus sering di cuci ya.

    Gak cuma anak kecil sih yang suka simpen tisu basah. Saya pun gitu, sampe kadang kesel sendiri kalau tas terasa berat.
    Isi power bank, tisu basah, air minum, hape, aa rempong sekali aku padahal belum juga jadi emak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rempong tapi penting semua itu di tas. Saat susah dapat air buat cuci tangan ya pakai tisu basah.

      Delete
  6. Wah tekstur tissue basahnya jadi berbeda karena emboss. Selama ini aku pakai yang biru mbak, wajib banget dibawa kemana-mana. Besok mau coba yang hijau, penasaran wanginya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku biasa pakai yang biru untuk ganti popok. Yup, yang ini dengan emboss supaya membersihkan lebih optimal.

      Delete
  7. Aku pakai tisu mitu sejak abhirama lahir. Inget banget sama iklannya yang ambil mitu ambil lagu itu. Alhamdulillah sekarang ada yang varian ini makin banyak pilihan dalam satu merk yang sama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya nempel banget ya lagu MITU

      Delete
  8. Wah, ak baru liat mb helena mitu yg hijau gini. Fresh banget ya keliatannya. Eh, tp anakku cewek ttp y suka warna pink. Hihi. Kalau punya anak cwo Eksplorasinya emang messy y. Anakku msh suka main2 boneka n mewarna aja. Pokoknya aktivitas duduk, tp ttp yaaa..kuman ad dimana2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho always pink ya. Ijo ini termasuk baru. Aku biasa pakai yang biru.

      Delete
  9. Aku pun seneng Mitu yang hijau ini.
    Entah kenapa jadi mengingatkanku sama Green Tea.
    Segeerrr...


    Anakku juga suka banget mungutin benda di jalan.
    Aku nyebutnya leles.

    Dan lucunya, barang yang ditemukan adalah barang yang gak pernah aku belikan untuk mereka.
    Kaya misal : asesoris (gelang, cincin atau liontin).

    Hihii...beneran hemat si mamak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahah leles.
      Kok ya ketemu aja aksesoris begitu. Anakku ya mungutin batu dan biji tumbuhan.

      Delete
  10. Kuman ada di mana-mana, kalau mau dipikirin terus tuh kuman-kuman, bisa-bisa anak dibungkus plastik biar ga kena kuman, hahaha. Saya juga selalu sedia Mitu terutama kalau pergi-pergi. Praktis, antisipasi kalau ga nemu air bersih buat cuci tangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak dilaminating ya mbak. Hehehe. Lebih baik bawa Mitu aja.

      Delete
  11. Wah langsung ketampar, kapan ya terakhir nyuci stoller, huaaaaaa. Eh Luigi juga pakai tisu basah mitu antiseptik loh, krn lebih murah daripada tisu antiseptik merk laen hihi :) Isi tas Emak apa sih kalo bukan botol susu dan tisu basah. Benda wajib dagh kalo mau pergi2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Septi. Popok, baju anak, tisu basah, susu, mainan. Tas gede dikuasai anak. Hahaha

      Delete
  12. Kuman-kuman banyak di stroleer, iya banget niih, seringnya berdebuu juga yaa. Btw aku pake mitu dr anak kecil sampai sekarang selalu bekel nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan iyaa di stroller. Sama Teh, aku juga pakai Mitu dari dulu kala.

      Delete
  13. Iya sih karena kan stroller suka kita bawa keluar dan kebiasaan banyak orang gak membersihkan dulu ketika masuk rumah. Makasih ya mbak sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. That's it, mbak. Mana anak duduk di sana dalam jangka waktu lama. Duduk di sarang kuman, dong

      Delete
  14. Kebersihan wajib banget dijaga, soalnya berimbas kepada kedepannya memang ya Mba Helen. Duh Mitu selalu ada menemani kebersihan kita

    ReplyDelete
  15. Sama banget. Aku juga selalu bawa Mitu Baby kemana pun. Kalau gak bawa tuh kayak ada yg kurang lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. khawatir tangan anak belepotan atau bersihkan pup tapi susah air. Jadi aku bawa mitu di tas.

      Delete
  16. Aduh...... Kuman dimana-manaa, sebagai orang tua mestinya harus bisa tanggap dan rajin bersih bersih supaya kuman tidak betah berlama-lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, itu pentingnya menjaga kebersihan

      Delete
  17. Toss mbak... Mitu jadi barang wajib saat aku bawa neng main... Bahkan dari baru lahir aja, mitu adalah barang yang paling duluan aku list waktu belanja perlengkapan bayi... Hehehe...

    ReplyDelete
  18. Kebersihan harus bener-bener dijaga banget ya mbak dan akupun selalu bawa tissue kemana-mana. Karena kuman selalu menghantui kan yaa

    ReplyDelete
  19. Walaupun dalam rumah juga gak menjamin steril tidak ada kuman yaa mbak?? Kebersihan harus selalu di terapkan ya mbak,apalago yg ada balita di rumah. mitu jg selalu ada di tas aku saat keluar rmh

    ReplyDelete
  20. Jadi gagal fokus. Btw di samping Sid siapa tuh? Calon mantu ya?

    Hehehe!

    ReplyDelete
  21. Ini mitu variant baru ya, mau juga sedia di rumah

    ReplyDelete
  22. Si Rayhan udah mulai doyan kesana kemari. Apa-apa dipegang. Ngerinya kalau abis itu dia emut tangan. Hahhaa
    Makanya harus bgt sedia antiseptik di rumah. Mitu varian terbaru pastinya pas bgt karena mudah dibawa-bawa.

    ReplyDelete
  23. Duh...serem yaa..jadi stroller itu bisa jadi sarang kuman kalau tidak dijaga kebersihannya.

    ReplyDelete
  24. Emang deh kalau punya anak itu, tisu basah nomor satu kudu dibawa. Kalau dilarang, malah tantrum.

    ReplyDelete
  25. Tisu basah adalah andalan ibu yang memiliki anak balita ya bunsay, apalagi kalau sering ajak anak jalan-jalan. Sering deh tuh kejadian anak menumpahkan sesuatu atau memasukkan mainan ke mulut. Kalau ada tisu basah kan bisa langsung bersihkan tanpa bingung cari air untuk bilas.

    ReplyDelete
  26. Anak2 tu ya emang suka pegang aja, abis itu tangannya masuk mulut huhuhuhu. Emang kud sedia tissue antiseptik supaya anak2 selalu bebas kuman, khususnya tangannya.

    ReplyDelete
  27. Anak2 memang sukanya kotor2an karena blm ngerti. Untung ada Mitu ya

    ReplyDelete
  28. Aku pun kalau berpergian bawa tisu basah, buat jaga2 kalau gak bsa cuci tangan

    ReplyDelete
  29. Wow, mbak, jadi inget aku sama sekali gak pernah nyuci stroller, paling lap-lap aja >.<

    Etapi aku termasuk emak yang gak suka lihat anak kotor loh mbak, hiks

    ReplyDelete
  30. Berkat mitu anak.jd akan bebas bereksplorasi

    ReplyDelete
  31. Aku juga membiarkan anak ku pegang apa aja yang penting masih aman dipegang, kalau kotor sih tinggal cuci tangan or ada mitu kan ^^

    ReplyDelete
  32. Iyes jangan membatasi anak berekplorasi dengan mainannya, asalkan kita tidak abaikan tentang masalah kebersihan, terutama mencuci tangannya setelah bermain.

    ReplyDelete
  33. wipes away your germs! Bener bangeeet nih mbaaa..jangan sampan lupa cuci bersih yaaa

    ReplyDelete
  34. Bener banget itu.. perlu banget bawa mitu kemasan praktis. Kuman skrg Makin cepat berkemvang biak mungkin jg krn suhu bumi semakin tinggi

    ReplyDelete
  35. Ya ampun, stroller. Hahaha iya, seumur2 stroller memang ga pernah dicuci. Eh strollerku ygblight weight sering aku cuci kog. Tapi memang suka ngeri lah kalau anak2 abis pegang2an tangga umum atau area bermain trus lipa cuci tangan. Duuh. Kalau bawa2 tisu antiseptik gini jadinya solutif banget kalo pas jalan2 ya

    ReplyDelete
  36. Setuju sis, anak jangan kebanyakan dilarang ya, yang penting kitanya ga boleh abai pada kebersihan

    ReplyDelete
  37. Betul banget anak harus bebas bermain untuk mengeksplore braind dan yang pasti tidak perlu takut kotor kan ada mitu.

    ReplyDelete
  38. Tadinya nggak kepikiran lho Mba, kalau ternyata stroler adalah benda yg paling banyak kuman berkumpul, jadi memang harus menjaga kebersihan dimanapun. Untung sudah ada Mitu Baby Antiseptik yang praktis dan higienis dan aman buat anak2, jadi rasa khawatir akan kuman jadi berkurang dech!

    ReplyDelete
  39. Aku selalu stock mitu tissu basah karena simpel banget buat siaga klo tangan atau anggita tubuh anak ads yang kotor

    ReplyDelete
  40. Kebersihan memang harua diperhatikan, aku juga pakai mitu tissue basah varian ini

    ReplyDelete
  41. Aku juga sekarang tidak terlalu protection kepada anak, lebih banyak ulur jika mereka ingin beraktifitas, toh akan cuci tangan hingga bersih, apalagi sekarang pake Mitu Baby Antiseptik, praktis

    ReplyDelete
  42. Biarkan anak bereksplorasi, yang penting kita siaga pada kebersihannya ya

    ReplyDelete
  43. wah sid pinterrr jadi skr asik ya mbak bisa bawa mitu kemana-mana deh

    ReplyDelete
  44. iya banget, cuci tangan memang harus diajarkan sedari kecil dan dicontohkan juga sama ayah ibunya. jadi anak akan lebih mudah meniru..

    ReplyDelete
  45. selain manfaat yang diberikan, wanginya pun enak ya mak.. gak terlalu menyengat mitu baby antiseptic ini

    ReplyDelete
  46. Senang banget sama aroma mitu Baby Antiseptic Wipes ini segar dan banyak manfaatnya. Aku sebulan bisa habis 4-5 pack kemasan isi 60 lembar mbak

    ReplyDelete
  47. Suka sama Mitu antiseptik ini, apalagi embosnya itu, bikin kotoran hilang.

    ReplyDelete
  48. Kuman emang bikin khawatir, apalagi kalau anak main tanah, takutnya cacingan atau diare. Untung ada mitu ya, praktis buat lap2 dan basmi kuman

    ReplyDelete
  49. Perasaan aku udah komen di sini, eh apa blm ya? hahaha
    Yaaa intinya biarin anak bebas bereksplorasi yaaa, yg penting kita jaga kebersihannya, salah satunya pakai mitu antiseptic ini :D

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature