Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Merajut Kembali Ikatan Cinta Ibu dan Anak Pasca Menyapih

Monday, May 14, 2018
Saya pikir setelah berhasil menyapih anak, tidur malam akan lebih tenang. Tidur lebih cepat, tak perlu terbangun berkali-kali untuk menyusui. Nyatanya, dugaan saya salah. Berbagai tantangan pasca menyapih kerap terjadi. Hal ini membuat kualitas tidur kami sekeluarga berkurang, bahkan berdampak pada kualitas hubungan saya dan SID.

Membangun bonding ibu dan anak dengan baby spa di rumah
Drama setelah menyapih anak di usia 35 bulan sungguh melelahkan. Anak menjadi susah tidur, kesulitan tidur siang, juga tidur semakin larut karena tidak ada ritual menyusu yang menenangkan. Jika siang hari terjadi konfilik, rewel atau berebut mainan, malamnya kejadian itu akan terbawa mimpi. SID bakal meraung-raung yang tentu mengganggu kami (dan tetangga) saat sedang tidur.

Selain itu, kemandirian yang kami ajarkan selama ini seperti menghilang. Ia menjadi lebih bergantung pada saya. Sebelumnya, ia dapat memilih pakaian dan memakai celana sendiri. Ia juga jarang mengompol saat tidur malam. Namun sejak disapih, SID lebih sering mengompol dan minta dipakaikan baju. Lha kok makin manja?


Renggangnya Bonding Ibu dengan Anak

Artikel kesehatan yang saya baca menyebutkan anak yang terlatih toilet training kemudian mengompol, mungkin karena ada masalah psikologis. Perilaku SID yang semakin manja dan minta saya layani juga sebagai tanda bahwa something wrong with him. “Aku maunya sama Ibu!” begitulah ekspresinya ketika sang ayah mau menolong memakaikan baju.

Emang dasar saya kurang peka terhadap pertanda ini. Wajarlah tingkah laku SID yang butuh perhatian lebih dari saya. Bonding ibu dan anak yang terjalin selama ini begitu kuat, terutama melalui proses menyusui yang berlangsung hampir 3 tahun. Kebiasaan tidur sambil nenen tiba-tiba harus berhenti dalam seminggu, bukanlah proses mudah baginya.

Kebutuhan rasa aman dan nyaman yang biasa ia dapatkan dari menyusu, kini tak ada lagi. Jika terjatuh, ia tak lagi menyusu untuk mengurangi rasa sakit. Bila mengantuk, ia tak dapat menyusu agar mudah terlelap.

Tuntutan saya juga semakin tinggi pada anak. Saya berharap ia dapat mandiri dengan makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri, tidur di kasur terpisah, dan lulus toilet training. Semuanya saya harapkan terjadi dalam waktu singkat semenjak ia berusia 3 tahun.

Sebulan belakangan menjadi masa-masa berat, masa transisi bagi kami dengan kondisi baru yang ada. Sikap saya ke SID tanpa sadar meretakkan bonding ibu dan anak yang telah kami bangun sekian lama. Saya merasa bersalah atas rusaknya hubungan kasih sayang ini.

Memperbaiki Ikatan Cinta Ibu dan Anak

Mumpung belum terlalu lama, saatnya saya memperbaiki ikatan cinta ibu dan anak pasca menyapih. Masa golden age ini menjadi momen berharga untuk pondasi kehidupannya kelak. Semoga ia menyimpan kenangan indah yang akan ia bawa hingga dewasa.

Pertama, saya meminta maaf kepada SID tentang perilaku saya selama ini. Meski judulnya “ibu”, ini pertama kalinya saya menjalani profesi sebagai ibu. Saya tak luput dari kesalahan dan trial & error.

Kedua, saya tanyakan pada anak, sosok ibu seperti apa yang ia suka. Well, ia masih balita tetapi ia juga punya hak mengutarakan pendapat. Jawaban lugu dan mengernyitkan dahi dari SID biarlah saya simpan sendiri.

Ketiga, saya lebih sering memeluk, mencium, dan berkata “Ibu sayang SID”. Sentuhan tangan ibu itu magic karena mampu menenangkan anak.

Keempat, kami menikmati waktu berdua dengan bermain di rumah atau ke taman bermain. Di sana, sebisa mungkin saya fokus bermain dengan anak. Simpan HP sementara di tas.

Kelima, baby spa di rumah. Aktivitas ini guna menciptakan ikatan psikologi antara orangtua dan anak.
Baby spa di rumah meningkatkan bonding ibu dan anak


Ciptakan Ikatan Cinta dengan Baby Spa di Rumah

Saya sudah lama tidak memijat SID padahal aktivitas memijat bayi sering saya lakukan saat ia masih bayi. Makin kesini kok ya rada malas memijatnya. Apa ia suka? Namun, setelah minggu lalu (8/5) hadir di Little Bee bloggers’ gathering di showroom Tupperware, South Quarter Dome Jakarta, saya menjadi terinspirasi melakukan baby spa kembali di rumah.

Aktivitas memijat anak bukan hanya efektif dilakukan pada bayi. Seiring pertumbuhan anak, pijat ini bisa menjadi cara membangun ikatan ibu dan anak. Ibu Nurlaila Hidayaty, Marketing Director PT. Tupperware Indonesia, menceritakan bagaimana beliau berkomunikasi dengan putranya yang sudah remaja. Kalau hanya ngomong, bisa-bisa dicuekin sambil sibuk dengan gawai. Namun, beliau memulai dengan memijat si anak. Dari sana obrolan menjadi lebih santai. Memang enak sih ya dipijitin sambil ngobrol. Hihihi.

Baby Spa ada aturannya, lho. Enggak boleh asal aja supaya ibu dan bayi nyaman. Syukurlah saya mendapat penjelasan lengkap sekaligus praktek dibimbing oleh dr. Ameetha Drupadi, CIMI (Certified Infant Massage Intstructor).


dr. Ameetha Drupadi, CIMI, mempraktekkan cara memijat bayi yang benar
Tahu enggak apa itu baby spa? Bolak-balik menyebut kata SPA, namun saya baru mengetahui artinya. SPA berasal dari bahasa Yunani Solus Per Aqua yang berarti melakukan perawatan tubuh dengan air sebagai medianya. Baby spa itu meliputi baby swim/ baby bath dengan berendam di air hangat dan baby massage/ infant massage.

Baby massage alias pijat bayi memiliki banyak manfaat, lho. Manfaat ini untuk kedua pihak, baik yang dipijat (bayi) juga yang memijat (orang tua). Berikut manfaat pijat bayi:

Manfaat pijat bayi untuk anak dan orang tua
Mengapa harus pijat bayi di rumah? Kan udah ada banyak baby spa?

Efek baby spa di rumah yang dilakukan oleh orang tua, baik ayah maupun ibu, berbeda dengan tempat baby spa (di rumah sakit, mall, pusat kesehatan, dsb). Sama-sama dipijat tetapi beda lho sentuhan yang bayi rasakan. Bayi akan lebih nyaman dipijat orang tuanya dibanding orang asing. Pantas saja waktu SID bayi, ia akan menangis terus-menerus ketika saya bawa baby spa ke klinik. Saya pikir itu karena ada otot sakit atau apa, ternyata perasaan tidak nyaman.

Selain efek psikologis, baby spa di rumah memiliki efek keuangan alias lebih hemat dong dibanding baby spa di mal. *eh. Tak perlu reservasi, menempuh perjalanan dari rumah ke lokasi baby spa, dan bisa dilakukan kapan saja. Saya pernah mengajak SID baby spa di klinik. Ketika nomor antrean saya dipanggil, SID masih tidur. Daripada menunggu lama lagi, biarlah ia dipijat ketika tidur. Ya jelas ia menangis karena tidurnya terganggu. Haduh, begini repotnya baby spa di luar.

Poin pertama dan terakhir paling penting mengapa baby spa di rumah


Memijat Anak dengan Little Bee Refreshing Baby Spa

Setelah belajar seluk beluk baby spa di rumah bersama Tupperware, saya mempraktekkan ilmu ini di rumah. Sore itu, suhu badan SID terasa lebih tinggi. Angka di thermometer menunjukkan 37 derajat Celcius. Oh, mungkin ia kelelahan karena ikut saya belanja dilanjutkan berenang. Sambil santai di kamar, saya menawarkan, “Ibu pijat ya?”. Ia menggangguk.

Berbekal buku panduan “Baby Spa di Rumah” dari Tupperware, saya dapat memijat anak sendiri di rumah. Langkah-langkah memijatnya lengkap disertai gambar dan manfaatnya.

Saya ratakan di telapak tangan beberapa tetes Little Baby Refreshing Baby Spa Baby Oil sambil mendekatkannya di samping telinga SID. Kemudian saya minta izin dengan menyodorkan telapak tangan yang sudah wangi powdery musk. “Ibu pijat wajah SID, ya?”.

Saya ulangi meminta izin tiap kali berganti area tubuh yang dipijat, meliputi wajah, badan, dan alat gerak. Proses kulo nuwun ini penting sebagai bentuk penghormatan pada anak.

Memijat anak dapat diiringi lagu yang tenang dan lampu redup. Namun, kali itu saya bercerita tentang pengalaman memijat SID saat bayi. Ia suka mendengarkan kisah-kisah zaman ia kecil.

Selama proses memijat, saya perhatikan responnya. Ia tidak menangis atau nampak kesakitan. Ketika saya pijat kakinya dengan gerakan milking, ia nampak mengantuk. Belum selesai proses memijat, SID sudah tertidur. Alhamdulillah, ia nyaman dipijat.

Seharusnya setelah pijat dilanjutkan berendam air hangat. Akan tetapi, ia tidur sehingga bagian ini menunggu ia bangun. Hehehe.

Oh ya, memijat belum tentu dapat menyembuhkan anak yang sakit. Namun, skin-to-skin seperti ini dapat mengurangi rasa sakit anak, membuatnya lebih nyaman. Karena suhu tubuh SID masih tergolong normal, agak tinggi sedikit, saya pijat dan pantau perkembangannya. Syukurlah kondisinya berangsur-angsur membaik.

Tips pijat bayi di rumah*
Untuk baby spa di rumah, saya teringat pesan dr. Ameetha agar menggunakan produk perawatan bayi dengan ekstrak alami, memiliki bau lembut supaya tidak mengalahkan bau ibu dan bayi, juga harus hypoallergenic tested agar tidak menimbulkan iritasi kulit. Saya pun menggunakan rangkaian Little Bee Refreshing Baby Spa dari Tupperware.

FYI, Tupperware lebih dikenal dengan produk food container warna-warni tahan lama. Sebenarnya, Tupperware memiliki beragam produk seperti suplemen, kosmetik, peralatan masak, dan perawatan bayi. Produk perawatan bayi premium terbaru dari Tupperware ini sudah lama dipasarkan di Filipina namun baru kali ini nih diimpor ke Indonesia.

Rina Sudiana, Product Manager PT. Tupperware Indonesia, mempraktekkan cara menggunakan Turbo Chopper by Tupperware. Menyiapkan MPASI semakin mudah

Tiwi Todz, Tiwi Kidz, dan Kiddos Lunch Box by Tupperware. Peralatan makan lucu!
Seluruh produk Little Bee Refreshing Baby Spa telah teruji secara klinis meminimalisasi munculnya alergi (hypoallergenic & dermatologically tested), sehingga saya percaya Little Bee aman untuk kulit anak, termasuk bayi baru lahir.

Selain itu saya suka wanginya aroma lembut khas bayi (powdery musk). Kalau dicium, wanginya bayi banget! Dan, tiap varian Little Bee mengandung Formula+, kandungan ekstrak alami yang membantu merawat kulit dan rambut bayi.

Little Bee Refreshing Baby Spa by Tupperware

Little Bee Baby Spa terdiri dari:

Pijat Little Bee
Saat memijat SID, saya menggunakan Little Bee Baby Oil dengan tutup kuning yang mengandung Formula+ Aloe Vera untuk menjaga kelembaban alami dan merangsang regenerasi sel kulit bayi. Baby oil ini mudah menyerap dan tidak menimbulkan kesan berminyak. Wanginya juga relaxing untuk memijat anak.

Mandi Little Bee
Setelah dipijat, bersihkan badan anak dengan air hangat dan Little Bee Baby Wash & Baby Soap. Bisa pilih mau sabun cair (baby wash) atau sabun batangan (baby soap/bar soap). Kedua produk ini mengandung Formula+ Lamesoft, ekstrak alami minyak kelapa dan biji bunga matahari, yang menjaga kelembabap dan kelembutan kulit setelah mandi. Baby Soap juga diperkaya minyak zaitun yang membentuk lapisan lemak pelindung alami. Saya suka banget wangi lembut sabun ini, membuat aktivitas memandikan anak menjadi menyenangkan.

Selain itu ada juga Little Bee Baby Shampoo yang mengandung cetiol conditioners. Ini nih yang membantu melembutkan dan membuat rambut anak mengembang alami. Jadi, anak tidak perlu sampo dan kondisioner terpisah, ya. Cukup pakai Little Bee Baby Shampoo yang wanginya tahan lama.

Segar Little Bee
Setelah mandi, saatnya menaburkan Little Bee Baby Powder ke badan SID. Ingat ya, bedak untuk badan, bukan wajah. Bahaya lho memakaikan bedak secara berlebihan ke wajah, khawatir terhirup.
Little Bee Baby Powder mengandung Allantoin yang mengikat butiran bedak agar tak berhamburan, menjaga kulit dari iritasi, dan membuat badan lebih segar. Senangnya memeluk SID setelah ia segar seperti ini.

Tak lupa oles Little Bee Baby Lotion di tangan dan kaki sebelum jalan-jalan. Formula+ Oleate dan Vitamin E menjaga kelembaban kulit anak selama 24 jam dan melindunginya dari sinar UV. Lagi-lagi wanginya yang lembut membuat saya tertarik. Alhasil saya pakai juga baby lotion di tangan. Hihihi.

Wanginya bayi banget. Lembuuut...
Keenam produk Little Bee Refreshing Spa mudah didapatkan di showroom maupun agen Tupperware di seluruh Indonesia. Harganya berkisar antara Rp55.000,00 – Rp90.000,00. Yang biasanya pilih-pilih food container, sekarang nambah lagi belanjaan produk perawatan bayi premium dari Tupperware.

Oh ya, yang penasaran dengan Little Bee dan mau belajar baby spa seperti saya, Tupperware mengadakan Baby Spa Class di berbagai komunitas ibu dan anak, kantor distributor Tupperware, AGM dan Business Leader. Di sana, ibu-ibu dapat mengenal Little Bee dan mendapat tips pijat bayi yang tepat supaya bisa baby spa di rumah. Cari tahu di instagram @Tupperware.LittleBee, ya.
I love you, SID!
Bahagianya saya dan SID dapat melakukan baby spa di rumah. Setiap hari pun bisa, tak perlu keluar banyak biaya. Aktivitas ini menjadi momen yang tepat merajut kembali ikatan cinta saya dan SID pasca menyapih. Semoga bonding ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Semoga ia paham bahwa Ibu akan selalu menyayanginya meski sudah disapih. Ibu sayang kamu, Nak. 

Keterangan:
*Foto hanya ilustrasi karena saya tidak menampilkan foto anak minim pakaian di ranah publik. Saat memijat, anak tidak memakai pakaian, hanya celana dalam/popok. 
34 comments on "Merajut Kembali Ikatan Cinta Ibu dan Anak Pasca Menyapih"
  1. wah aklau aku mah memang paling suka memeluk anakku bahkan sampai mereka dewasa masih suka aku peluk2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bondingnya hebat, Bu. Biasanya makin gede anak makin malu dipeluk.

      Delete
  2. Waaah kalau ada paket baby spa begini aku pun pengen cobaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai anak remaja pun masih oke lho, memijat memang berefek positif. Orang gede aja doyan dipijat

      Delete
  3. Iya sering2 mijat anak bisa menciptakan bonding yg kuat antara ibu dan anak yo. Ini anak2 sampai usia segini jg masih suka kupijat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Barangkali si anak gantian pijat emaknya juga boleh. *Eh

      Delete
  4. Sy menyusui anak sampai 2, 5 tahun dan emg sy merasakan kesulitan menypih seperti bunda sebutkan diatas. Tp pas anak sy keluar kota ikut ayahya saat masih nenen ia jadi menyapih sendiri. Alhamdulilah gak ngalamin gangguan tidur.
    Wah sharingnya bermanfaat sekali ya, dlu sering baby spa saat bayi saja nih anak hehe..
    Coba nanti pakai little BEE ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah nyapih sendiri ya. Hebat euy! Menyapih memang keputusan si anak, Mbak.

      Delete
  5. Baby spa it mank penting bagi tumbuh kembang bayi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat fisik dan psikisnya semakin baik

      Delete
  6. Waktu Raiban masih kecil suka sekali dipijit"dirumah, dulu hanya pakai baby oil aja sih dekarang banyak pilihan produk yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga menggunakan baby oil, Mbak. Kandungan aloe vera di baby oil Little Bee baik untuk kulit si kecil.

      Delete
  7. Waktu anak-anakku masih balita aku juga kadang memijat mereka sendiri, sebenarnya bukan pijatan sih tapi bentuk mengusap dan memijat dengan lembut selesai mereka mandi. Sekalian mengajak bercanda juga, karena seringnya kalo habis mandi suka agak susah dipakein baju..hehe. Eh aku baru tau lho kalo tupperware ngeluarin produk skin care tuk bayi..Makasih infonya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak diusap ibunya aja rasanya beda lho dengan disentuh orang lain. Kehangatan kasih ibu tersalurkan lewat sentuhan.

      Delete
  8. Saya gak pernah merasakan menyapih anak mba. Anak pertama 6 bulan udah gak mau nyusu lagi. Anak kedua 10 bulan air susunya gak keluar, trus karena mungkin kesal ASI nya sedikit, lalu gigit2 nipple nya. Wow..luar biasa sakitnya. Kalu pijat bayi sih di anak pertama aja, anak kedua galk lagi. TFS mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mbak mengalami nursing strike, ya. Semoga sehat-sehat ya anaknya meski asi ga genap 2 tahun :)

      Delete
  9. Mba Helen bikin mupeng deh, pengen :-D
    dipeluk dan meluk.

    ReplyDelete
  10. Bener ya, anak klo hbs disapih dy ngerasa ga disayang lg kadang. Dulu pas menyapih, dy kyk merasa aku buang gt. Soalnya anakku dulu ak suruh bobo sm bapaknya aja. Aku ga tegaan soalnya Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga begini nih rada menjauh dari anak kalau mau tidur. Jadinya sering dipeluk dan dipijat supaya ia menyadari ibu tetap sayang.

      Delete
  11. Tante jadi penasaran, bisikin dong mama seperti siapa? Tokoh Hero ya sid

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha kocak deh jawabannya. Ya jawaban anak-anak.

      Delete
  12. saat Labib kecil juga sering saya pijat mbaa. Alhamdulilah setelahnya tidur lebih pules 😁

    ReplyDelete
  13. Anakku d pijat sblm tidur itu smp usia kira2 5th hs mandi dn.mau tidur hehe cape sih tapi happy,, kpingin mrk kecil lg malah

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah ya udah bebas dari drama menyapih tapi semoga Sid tetap dekat dengan bundanya.

    ReplyDelete
  15. Ah, banyak nian informasi bermutunya di sini. Terlalu banyak yg mau direspon, jadi aku cuma bilang "Izin bookmark, mba" :)

    ReplyDelete
  16. Sama kayak anakku, suka minta dipeluk, bilangnya "ibu mau cinta,". Enak ya SID mamanya bisa baby spa di rumah, bisa deketan sama mama lagi. Btw, itu harganya berapa ya? Kayaknya enak produknya buat anak.

    ReplyDelete
  17. gemezzz liat SID... kalau aku, buat meningkatkan bonding sama anak itu dengan sering ngobrol bareng dan rutin peluk mereka setiap hari. Walau ada yang udah gede banget, tapi Alhamdulillah dia masih mau dipeluk :)

    ReplyDelete
  18. Love you to SID...
    Bagus ternyata Little Bee buat anak-anak. Apalagi buat massage, bikin kulit anak lembut dan wangi.

    ReplyDelete
  19. Wanginya lembut ya mbak. Ekspresi sid juga lucu waktu dipijat ��

    ReplyDelete
  20. ekspresinya SID lucu banget sih sis. Ya Alloh, ini alamat anaknya lebih tenar dari ibunya deh hehehe. TFS ya sis

    ReplyDelete
  21. Memang bounding antara ibu dan anak ini penting banget ya mbak untuk menjaga tumbuh kembang mereka

    ReplyDelete
  22. Seneeeng banget jadi SID.
    Hehhe...selain Mama yang perhatian, selalu upgrade ilmu parenting, juga langsung diaplikasikan.
    Gak lupa di tulis dan dibaca banyak orangtua.

    Barakallahu fiik, mba Helena.

    ReplyDelete
  23. Habis ini belajar ah sama mbak Helen. Latihan sebelum nanti ngurus baby. Hehehe. Little Bee bisa jadi referen hadiah buat momy yg punya baby juga nih..

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature