Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Dukung Tumbuh Kembang Anak Tercinta Agar Memiliki Tanggap yang Lengkap

Tuesday, May 8, 2018
Dukung tumbuh kembang anak tercinta agar memiliki tanggap yang lengkap. Lebih penting mana, anak yang mudah berteman atau pintar berhitung? Anak yang menjaga kebersihan lingkungan atau bisa cepat membaca? Anak yang juara kelas atau sopan pada guru? Atau anak dengan tanggap yang lengkap?

Dukung anak tercinta memiliki tanggap yang lengkap

Pemikiran zaman baheula mungkin berfokus pada meningkatkan IQ anak. Pokoknya anak harus menguasai pelajaran di sekolah. Ga membantu merapikan kamar, ga apa-apa. Ga bisa nyapu, it’s okay. Buat apa sih main bareng teman? Yang penting belajar terus di kamar aja!

Huhuhu… membayangkannya saja membuat sedih. Bagai burung yang terkurung dalam sangkar. IQ tinggi memang penting, tetapi anak juga perlu memiliki EQ dan SQ juga, lho, alias memiliki tanggap yang lengkap.

Saat launching Bebelac Baru tanggal 11 April 2018 lalu di Jakarta, saya, mom-bloggers, dan seleb-moms antusias mendengarkan para narasumber mengenai tanggap yang lengkap. Saya ingin tahu bagaimana cara mendidik anak yang baik, terutama cara mendidik anak usia dini.

Sebelum cerita ilmu yang saya dapat di acara, saya mau cerita dulu nih H-1. Siang hari saat lagi ngantuk nemenin anak, ada telepon dari kurir mau mengantar undangan. Rupanya si bapak kurir sudah menunggu di pos satpam membawa kotak gede berpita emas. Wow, undangan apaan ini sebesar ini? Saya berasa sedang ulang tahun. Hihihi.

Kejutan undangan dari Bebelac hampir setinggi SID
Sampai rumah langsung saya buka kotak tersebut. Tadaa… sebuah balon berisi balon-balon kecil berwarna emas dan putih terbang dari kotak tersebut. Di sisi kotak, tertera nama saya diundang mengikuti blogger and buzzer gathering bersama Bebelac. Ah, can’t wait for tomorrow!

Udah ya pamer noraknya. Hahaha. Saatnya balik ke penjelasan narasumber.

3 Aspek Tanggap yang Lengkap

Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi., menjelaskan tanggap yang lengkap terdiri dari tiga aspek:
  1. Cepat Tanggap: cepat merespon secara intelektual/kognitif.
  2. Tanggap emosional/Rasa peduli: memahami emosi diri dan orang lain, empati, peka, penyayang, dan peduli.
  3. Tanggap bersosialisasi: bisa main bersama, pintar bersosialisasi.

Bahagia dong ketika melihat si kecil lancar menguasai pelajaran, dapat bermain bersama temannya, juga peduli ketika ada yang membutuhkan bantuan.
Tanggap yang lengkap berhubungan satu sama lain


Buanglah Negative Parenting

Di sini peran orang tua begitu penting untuk mendukung anak memiliki tanggap yang lengkap. Akan tetapi, terkadang justru orang tua yang tidak tepat memberikan stimulasi pada anak. Akibatnya, anak menjadi kurang percaya diri. Nah lho! Mbak Vera mengajak Moms untuk mengecek, sudah tepatkah perilaku ataupun perkataan kita pada anak?

Di sini setiap Moms diberi dua lembar kertas, berwarna biru dan merah. Mbak Vera akan menyebutkan pernyataan-pernyataan. Jika pernyataan tersebut pernah diucapkan Moms pada anak, maka tulis di kertas sesuai instruksi. Harus jujur, ya! Setelah itu jumlahkan berapa pernyataan yang tertulis di masing-masing kertas. Manakah yang lebih banyak?

Ini nih daftar pernyataannya yang bisa kalian coba di rumah. Jika pernah mengatakan kata-kata yang di kotak merah, tulis di kertas merah. Jika pernah mengatakan kata-kata di kotak biru, tulis di kertas biru. Tiap pernyataan bernilai 1 poin. Misal: Saya pernah berkata: “Ih kamu cengeng!” dan “Salah. Ga gitu caranya”, maka saya mendapat 2 poin di kertas merah. Sedangkan di kotak biru, saya pernah berkata: “Kamu pintar!”, “Good job”, “Hebat ya kamu kerjakan sendiri”, maka saya mendapat 3 poin di kertas biru.
Pernyataan yang pernah diucapkan selama pengasuhan
Sesi ini menjadi refleksi bagi saya. Seberapa benarkah perkataan saya selama ini ke SID? Saya ingin ia tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas. Namun, jangan-jangan malah perkataan saya membuatnya semakin down?

Rupanya, setiap kita memberikan pernyataan yang ada di kotak biru, kita memasukkan kristal bening yang indah ke dalam pola pikir anak. Kristal itu menghiasi konsep diri anak yang menjadikannya positif dan indah.

Saat anak merasa dirinya sebagai individu dengan kristal yang banyak, ia merasa punya kekuatan. Ia memiliki penghayatan positif pada diri (cerdas emosional). Anak yang punya penghayatan positif tentang dirinya yang mampu mengembangkan empati secara optimal yaitu kemampuan peduli pada orang lain. Inilah akar cerdas sosial.

Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi.
Sedangkan, kata-kata di kotak merah ibarat memasukkan sampah ke skema berpikir anak. Anak dibilang cengeng maka akan semakin cengeng. Anak dibilang penakut maka akan semakin takut. Untuk itu Mbak Vera mengajak Moms membuang negative parenting seperti ini. Itulah pentingnya orang tua belajar cara mengendalikan emosi ketika menghadapi sang buah hati.

Pentingnya Gizi untuk Tanggap yang Lengkap

Selain stimulasi yang tepat, anak juga butuh gizi agar memiliki tanggap yang lengkap. Gizi seimbang berpengaruh terhadap daya serap otaknya untuk menyerap informasi sehingga menjadi anak yang cepat tanggap. Si kecil dapat menggunakan akalnya untuk menyalurkan kecerdasan emosional dan tanggap sosialnya.

Asupan gizi tidak seimbang dapat berpengaruh pada fisik maupun psikis anak, lho. Contohnya stunting. Penjelasan dari konsultan nutrisi dan metabolik anak akan saya tulis di artikel terpisah supaya ga kepanjangan, ya.

Para narasumber membahas pentingnya anak cepat tanggap, memiliki rasa peduli, dan tanggap bersosialisasi
Siang itu hadir pula penyanyi cantik, Gisella Anastasia dengan anaknya yang manis dan pintar, Gempi. Ia berbagi kisah bagaimana mengasuh anak. Gisela sangat peduli akan kecukupan gizi anaknya. Gempi dilahirkan dengan panjang tubuh di bawah kwartil rata-rata. Dokternya mewanti-wanti agar Gempi mendapat asupan yang cukup supaya ia tumbuh sehat, mampu mengejar ketertinggalan tersebut. Gisela memberikan makanan dengan gizi seimbang dan susu Bebelac untuk mendukung Gempi tumbuh dengan tanggap yang lengkap.

Kini, Bebelac Baru telah hadir dengan formula terbaru yang mendukung perkembangan anak di masa emasnya. Bebelac Baru mengandung minyak ikan dan Omega 6 yang ditingkatkan (dibanding formula Bebelac sebelumnya), Omega 3, FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan, serta 13 vitamin dan 9 mineral.

Selain formula yang disempurnakan, sendok takar Bebelac Baru juga berbeda, lho. Sendok takarnya lebih besar. Jangan sampai salah ukur, ya. Sekarang, cukup 3 sendok (setara 39gr) untuk membuat segelas susu Bebelac.

SID excited dengan Bebelac Baru miliknya. Ia membuat sendiri Bebelac 3 rasa madu. Alhamdulillah, ia berproses menjadi anak hebat dengan tanggap yang lengkap.

Bebelac Baru dengan formula, kemasan, dan sendok takar baru

Melatih Tanggap yang Lengkap

Oh ya, saya belum cerita ya kalau di acara ini Moms datang dengan anak-anaknya. Paling suka deh jika ada undangan yang memperbolehkan membawa anak. Jadi ga kepikiran kalau ditinggal di rumah, kan.

Nah, selama orang tua mengikuti talkshow, anak-anak main di playground bertema olahraga. Di sana mereka beraktivitas yang melatih tanggap yang lengkap, yaitu:
  • Cepat tanggap: berkreasi membuat miniatur lapangan bulu tangkis lengkap dengan pemain, raket, dan kok. SID tekun mewarnai lapangan bulu tangkis sampai ga menyadari ada gadis cantik, si Gempi, di dekatnya. Hihihi.
  • Rasa peduli: Duduk rapi berbagi meja untuk menggambar, bergantian memakai pensil warna, dan saling menolong.
  • Tanggap bersosialisasi: bermain bersama teman-teman (sesama anak blogger) yang jarang ditemui, berinteraksi  dengan kakak-kakak panitia yang membuat games dan mendongeng.

Anak-anak asyik mendengarkan dongeng di arena bermain
Thank you, Bebelac for having us in this special event. Sekarang saya paham apa yang anak saya butuhkan untuk tumbuh kembang anak hebat dengan Tanggap yang Lengkap #growthemgreat. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang tanggap yang lengkap di “Tanggap yang Lengkap Sebagai Ciri Anak Hebat.”

60 comments on "Dukung Tumbuh Kembang Anak Tercinta Agar Memiliki Tanggap yang Lengkap"
  1. Seru ya acara gathering Bebelac. Campaignnya sangat mendukung tumbuh kembang anak untuk masa depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,turut mengedukasi buibu macem aku ini.

      Delete
  2. Gizi n tumbuh kembang anak paling penting buat buah hati kita info yg akurat nech.

    ReplyDelete
  3. Wah seru banget acaranya dan materinya bagus sekali ya mbak

    ReplyDelete
  4. Seru banget acara Bebelac! Kayaknya sering banget ya ada acara mom gathering gini, ada ga sih acara gathering untuk mom-to-be, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat bumil ada banyak. Buat calon manten kali ya yang perlu.

      Delete
  5. Serunya ya moms & kids bisa berada dalam satu acara. Wah semoga anak-anak Indonesia makin sehat dan memiliki 3 hal tanggap. Biar jadi generasi yang mumpuni

    ReplyDelete
  6. kata kata yang bermanfaat dan baik , ternyata baik buat perkembangnya. jangan menjatuhkan anak nanti down.

    ReplyDelete
    Replies
    1. efeknya sampai anak tumbuh dewasa, lho.

      Delete
  7. Aah mau jugaa dapat undangan balonnya😄 seru sekali acara bebelacnya ya mba...

    ReplyDelete
  8. Seru banget acaranya dan memang kita sebagai orang tua pun jadi banyak belajar juga untuk mendampingi anak.

    ReplyDelete
  9. iya, ya. Dulu, kalau nilai akademis bagus baru dianggap hebat. Untung sekarang banyak acara kayak begini yang bisa mengingatkan orang tua

    ReplyDelete
  10. Dulu anak waktu masih batita, minum bebelac juga

    ReplyDelete
  11. SID minum bebelac juga ya?? pantes anaknya cerdas...

    ReplyDelete
  12. Senangnya bs nambah pengetahuan baru ttg parenting dr mbak roslina verauli pasti materinya bagus bgt, tfs mbak...

    ReplyDelete
  13. Hwaaa psikolog idolakuuuu
    Acara ini super keren banget pastinya yaaa
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  14. IQ tinggi memang penting, tetapi anak juga perlu memiliki EQ dan SQ juga sehingga cepat tanggap. Setuju banget. Semua itu juga dipengaruhi asupan yang diberikan kepada anaknya, seperti susu.

    ReplyDelete
  15. Aku sering khawatir diri ini ngasih hal negative parenting, huhu.. Kadang manusia ya.. Lupa dan khilaf :( tp biasanya aku netralisir dgn mengajak anak bicara dari hati ke hati, semoga jadi bs nutup kesalahan aku hehe..

    ReplyDelete
  16. Tapi kalau di perhatikan anak2 sekarang memang hiperaktif banget dan tanggap.pasti ga lepas dari asupN nutrisinya

    ReplyDelete
  17. Iya bener. zaman dulu itu gak penting bisa bersosialisasi, sing penting bisa juara di kelas.. tapi kalau sekarang itu sudah gak berlaku lagi ya

    ReplyDelete
  18. Gak cuma pintar di pelajaran, anak pun harus bisa bersosialisasi dengan baik ya kak?

    ReplyDelete
  19. Cerdas dan tanggap untuk sosialiasi, emosional dan intelektual dibutuhkan pula oleh anak-anak yah

    ReplyDelete
  20. Mudah2an ortu jaman now gak ada lagi ya yg lebih memintangkan IQ ketimbang EQ dan SQ..

    ReplyDelete
  21. Wah, ternyata komunikasi yg baik juga bikin anak makin cerdas. #noted

    ReplyDelete
  22. Masih jadi PR nih untuk membuang negative parenting, selalu berusaha agar ke depannya anak memiliki memori yang baik dengan parenting yg lebih baik. acaranya keren nih mbak, moga bisa sampai Malang ya hehe

    ReplyDelete
  23. Aku salah fokus baca cerita dapat undangan. Syrprise yang menyenangkan buat mama dan si kecil

    ReplyDelete
  24. Acaranya pasti seru banget yah kakak, aku juga kadang masih suka berucap yang ada di kertas merah. Aduh sekarang harus mulai memperbaiki berucap seperti kertas biru.

    ReplyDelete
  25. Dapat kotak Bebelac segede itu pasti seru ya mbak. Apalagi ikut gatheringnya. Aku belajar banyak ilmu tentang parenting disini. Makasih ya

    ReplyDelete
  26. Duuuh tulisan ini menyadarkan aku kalau aku masih sering melakukan negative parenting. Makasih sudah diingatkan ya mbak.

    ReplyDelete
  27. Aku nungguin SiD foto sama gempi hihihi. Makasih banget infonya sis. Aku pengen nerapin yang dikotak biru jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. SID lagi sakit pas acara jadi ga ada foto bersama. Next time yaaa

      Delete
  28. Waaaww acara gathering sekaligus dapat ilmu parenting, seru sekali. Iya nih aku lagi melatih diri sendiri untuk selalu berkata positif di depan anak-anak

    ReplyDelete
  29. Baru tau juga dari event ini tentang tanggap yg lengkap. Seru ya mbak pembahasan dari narasumber nya :)

    ReplyDelete
  30. Cepat tanggap , sosialisai, rasa peduli.. memang harus di tanamkan sejak kecil ya mba :D

    ReplyDelete
  31. Undangan yang mengejutkan. Undangan besar dan ada balonnya. Seru tuh di video in

    ReplyDelete
  32. Event parenting ini menarik banget ya, banyak ilmu jadi tahu dunia tumbuh kembang anak

    ReplyDelete
  33. Suka sedih kalau ada acara parenting gini dan melulu adanya di kota besar. Padahal buibu pelosok juga perlu banget edukasi hal seperti ini.

    Banyak belajar dan share lagi buat buibu di kampung jadi tugas saya deh sekarang. Supaya buibu pelosok juga ngerti kalau pintar bukan segalanya tapi perlu ditunjang juga dengan tanggap yang lengkap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah teteh bagian meneruskan informasi :D
      btw bisa live di FB, lho.

      Delete
  34. Salam kenal mbak Helena,
    seru sekali acara untuk Bunda bunda begini ya, saya yang calon Bunda juga harus rajin rajin ke sini biar ilmu nya bertambah :D

    ReplyDelete
  35. Seru acaranyaaa, dapat ilmu parenting lagi nih di event ini. Duh kadang2 aku tanpa sadar sering mengucapkan kata2 yang negatif ke anak, apalagi saat mereka kecil dulu. Mestinya nggak boleh. Thanks for sharing, udah diingatkan lagi.

    ReplyDelete
  36. Aku sukaaa dengan hashtagnya #growthemgreat

    ReplyDelete
  37. Mencerahkan sekali mbak.. saya kadang masih suka menyebutkan kalimat dalam kotak merah tuh. Semoga lebih istiqomah jadi ibu yang lebih baik setiap harinya

    ReplyDelete
  38. Bener yaa, mba Helena.
    Kalau orang tua jaman dulu hanya boleh belajar, di kamar.
    Kalau teringat itu, aku jadi mau nangis...Ibu saking sayangnya sama anak.

    Oh iya mba,
    Ada tulisan "Tenang yaa...ada Mama di sini", itu termasuk kata-kata meng"garansi" gak sih mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat menenangkan ya pakai "Tenang ya Mama di sini" atau bisa juga "Allah selalu menjagamu meski Mama ga di dekatmu."

      Delete
  39. Suka iri deh kalo ada gathering kaya gini, ditempatku ga pernah, soalnya beda kalo dapat ilmu dari acara parenting dengan mendengar langsung narsum, berasa lebih bersemangat dan ilmunya lebih nempel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah sayangnya gitu ya mbak. Di Jakarta sering ada. Btw acara ini bisa ditonton live di FB lho.

      Delete
  40. Mba Helena, anak umur berapa sih? Hihi.. anak saya umur 2.5 th masih suka malu-malu sih.. huhu.. tapi saya sering ajak dia ketemu orang baru biar terbiasa. Semoga SQ nya bisa lebih baik dan PD kalau ketemu orang 💙

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anakku 3 tahun, Mbak. Umumnya anak usia di bawah 3 tahun masih belum bersosialisasi dengan lingkungan. It's okay karena itu masa ia menguatkan dan mengenal jati diri.

      Delete
  41. Dulu pelajaran gak sesulit sekarang, tapi gaya parentingnya mengharuskan anak untuk tetap belajar akademis. Sedangkan sekarang kebalikannya. Jadi pengen pelajaran akademis seperti jaman dulu, tapi dengan gaya parenting jaman sekarang. Tidak hanya mementingkan IQ :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ada plus minusnya ya mbak. Yang paling oke ya semua aspek, tak hanya IQ.

      Delete
  42. Sayangnya buibu sekitar saya malah pada ga punya hp. Jadi boro2 FB...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nobar jadi seru kali Teh, hehehe. Atau semoga yaa Bebelac roadshow ke daerah-daerah.

      Delete
  43. Seru banget ya acara Bebelac ini anak dan ibu jadi bisa makin erat, bisa juga mengajak anak lebih kreatif.

    ReplyDelete
  44. Emang kudu ati2 ya kalau bicara sama anak, supaya kalimat yg keluar dr mulut kita buat anak2 adalah yg baik2 aja. Itu bikin mereka lbh berperilaku positif jg TFS

    ReplyDelete
  45. Asyik nih acaranya. Emaknya dapat ilmu yang bermanfaat banget. Anak-anak juga happy karena bisa bermain ya mbak...

    ReplyDelete
  46. Berarti jangan sampai deh ya mengeluarkan kata-kata negatif sama anak. Nanti anak kita akan seperti itu. Naudzubillah.

    ReplyDelete
  47. Setiap hal kecil apa pun yang diajarkan kepada anak pasti ditiru ya mak

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature