Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Band Cha-Ching Ajak Anak SD Belajar Tentang Uang

Monday, February 25, 2019

Band Cha-Ching Ajak Anak SD Belajar Tentang Uang

Gimana sih mengajari anak tentang uang? Membaca nominal uang, sih, dari balita juga sudah bisa. Nah kalau mengelola uang supaya enggak boros jajan, beli mainan, atau mudah tergoda tren buat anak usia sekolah, bagaimana?

Belajar tentang uang bersama Kurikulum Cha-Ching 
Saya suka memperhatikan keponakan-keponakan yang usia SD tentang bagaimana mereka mengelola uang jajan harian maupun angpau lebaran. Ada yang cuek banget soal uang, dapat uang ya dimasukkan tabungan. Ada yang uangnya digunakan untuk membelikan jajan saudaranya. Ada yang sayang banget sama uang, disimpan rapi, dan teliti jumlah uang yang dimiliki. Ada pula yang pikirannya berbisnis, berjualan mainan sampai gambar buatan sendiri.


Menarik ya, bagaimana anak-anak usia sekolah dasar belajar mengatur uang masing-masing. Saya percaya kebiasaan dari kecil bakal berpengaruh hingga dewasa. Maka, urusan mengelola uang perlu diajarkan sejak dini.

Akan tetapi, di sekolah tidak ada pelajaran khusus literasi keuangan. Kebanyakan anak belajar tentang uang dari orang tuanya. Ya kalau keluarga melek financial literacy, anak-anak dapat belajar bijak mengelola uang. Kalau orang tuanya kerap bilang, “Jangan boros!” tapi si anak melihat kebiasaan orang tua yang kalap belanja, hmm ….

Peluncuran Pendidikan Cerdas Keuangan Kurikulum Cha-Ching

Launching program pendidikan cerdas keuangan Cha-Ching Curriculum
20 Februari 2019 lalu, saya bersama ratusan guru SD se-Jakarta Selatan menghadiri “Peluncuran & Pelatihan Guru Program Pendidikan Cerdas Keuangan Cha-Ching Curriculum™” di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta. Pelatihan ini menjawab kegundahan saya mengenai literasi keuangan untuk anak-anak, khususnya anak sekolah dasar.

Jika pelatihan keuangan biasanya untuk dewasa, Prudential Indonesia berinisiatif membuat program pendidikan cerdas keuangan untuk anak Indonesia mengingat indeks literasi keuangan di Indonesia masih di bawah 30%. Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia menjelaskan hal ini sejalan dengan pilar “We DO Good” dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 76 tahun 2016, untuk mengimplementasikan pendidikan keuangan pada masyarakat Indonesia.

Dalam peluncuran kurikulum chaching kali ini dihadiri pula oleh Bowo Irianto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Beliau menyambut baik program cerdas keuangan untuk anak sekolah karena ada kekhawatiran generasi muda sekarang ini suka berbelanja. Dalam menghadapi kemajuan abad 21, anak-anak perlu memiliki keterampilan 4C plus karakter dan literasi. Harapan beliau, lewat pelatihan ini anak-anak teredukasi keuangan dan dapat membedakan mana kebutuhan, mana keinginan.


Saat ini kurikulum Cha-Ching masih berfokus di Sidoarjo dan Jakarta. Ke depannya, Dr. H. Khamim, M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berharap program cerdas keuangan ini mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Pelatihannya dengan metode ToT alias Training of Trainer mengundang perwakilan guru di tiap kabupaten di Indonesia.

Community investment Prudential Indonesia ini sebelumnya sudah dilaksanakan pilot project-nya di sekolah dasar di Sidoarjo. President JA Asia Pacific Vivian Lau menyatakan tiap anak memiliki berbagai kepintaran. Ada yang people smart, nature smart, picture smart, number smart, dan sebagainya. Lewat kurikulum Cha-Ching, ia berharap anak-anak memiliki financial smart.


Vivian juga menyebutkan hasil survei atas literasi keuangan Cha-Ching Curriculum ini. Dari 1000 responden (orang tua yang anaknya mendapat kurikulum Cha-Ching), 99% orang tua mengganggap program Cha-Ching bermanfaat dan mau merekomendasikan ke sekolah lain. Dari 1000 responden anak-anak yang mendapat program pendidikan kurikulum chaching, 19% anak menunjukkan kemajuan literasi keuangan yang signifikan. 93% anak mengatakan kurikulum ini bagus.

Setuju, Bu. Saya juga suka dengan band Cha-Ching!

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menandatangani kerja sama program Cha-Ching Curriculum

Earn, Save, Spend, and Donate

Earn, save, spend, and donate ….

Lagu milik band Cha-Ching tersebut bukan lagu biasa dari film kartun. Liriknya sederhana namun mengena. Lagu ini mengajari anak tentang uang, enggak semudah itu minta beli ini-itu karena yang pertama adalah EARN (peroleh).

Saya mengenal band Cha-Ching sudah sejak lama saat menemani keponakan nonton Cartoon Network. Kok keren, sih, videonya. Belajar keuangan mudah sambil nonton film kartun dan menyanyi. Very entertaining!

Eh, siapa sih Cha-Ching?

Grup band Cha-Ching bisa ditonton di Cartoon Network
Yuk kita kenalan dengan personil band Cha-Ching yang punya karakter unik. Ada 6 personil, yaitu:
  • Prudence, gadis berkacamata ini memiliki perencanaan keuangan yang baik.
  • Bobby yang memakai hoodie bingung kemana uangnya mengalir padahal ia rajin bekerja.
  • Zul si orang sibuk suka menabung.
  • Pepper, gadis berambut merah ini cinta belanja dan belanja.
  • Charity, sesuai namanya, gadis berkuncir dua ini sangat suka melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Justin, pria bertopi ini suka berbisnis.

Rasa penasaran saya akan latar belakang Cha-Ching terjawab dalam press conference ini. Marc Fancy, Executive Director Prudence Foundation menceritakan awal mula Cha-Ching. Tahun 2008 lalu ketika krisis ekonomi terjadi, Yayasan Prudence menyadari perlunya edukasi masyarakat mengenai keuangan. Melalui Cha-Ching pada tahun 2009, Prudence Foundation berharap program ini dapat membentuk kebiasaan baik untuk anak-anak dalam mengelola keuangan.

Setuju, nih, di era digital sekarang ini mudah banget belanja dan mengakses produk keuangan. Kemudahan ini perlu dibarengi dengan edukasi keuangan.


Ngomongin keuangan itu kan luas banget. Di kurikulum Cha-Ching dengan target anak-anak usia 7 – 12 tahun fokusnya ke empat hal, yaitu:
  • EARN (peroleh): dari mana datangnya uang, cara memperoleh uang.
  • SAVE (menabung): menabung di celengan, bank, atau dititipkan ke orang tua/guru dengan memiliki tujuan menabung.
  • SPEND (belanja): membedakan kebutuhan versus keinginan.
  • DONATE (menyumbang): donasi dapat berupa uang, waktu, tenaga, barang bekas layak pakai, dsb.

Hal berat seperti ini mampu disajikan dengan cara menyenangkan dan menarik lewat multimedia. Anak-anak akan belajar mengelola keuangan dengan gamification, cocok banget untuk anak zaman sekarang yang melek digital.

Charity, salah satu karakter di Cha-Ching
Contohnya nih, anak-anak disajikan video band Cha-Ching yang dapat diakses di sini lalu berdiskusi seputar pemahaman video tersebut. Saya udah nonton bareng SID sambil bahas maksud videonya. Saya pun tersentil saat nonton band Cha-Ching yang membahas tentang belanja karena mengikuti tren. Hehe ….

Selain video, ada pula board game dan berbagai tools di kurikulum Cha-Ching yang menarik. Di board game, pemain mengambil kartu dan memilih di antara dua pilihan. Misal pada kartu SPEND terdapat pilihan:
a. Belanjakan 40 untuk alat tulis yang lucu
ATAU
b. Belanjakan 15 untuk buku pelajaran yang diperlukan minggu depan
Mau pilih mana? Kalau saya nih, normatifnya pilih B tapi kadang tergoda alat tulis yang lucu kan jadinya pilih A.

Contoh lagi ya di kartu SAVE terdapat pilihan:
a. Naik ojek ke sekolah daripada naik becak. Menabung 20 di celenganmu.
ATAU
b. Bangun lebih pagi dan jalan kaki ke sekolah. Menabung 30 di celenganmu.
Pilihan-pilihan di game ini sederhana dan berhubungan erat dengan kondisi yang sering dihadapi anak sekolah.

Anak-anak diajak bekerja dalam kelompok dan tak lupa punya PR untuk dikerjakan bareng orang tua. Sinergi sekolah dan orang tua penting nih supaya anak makin melek keuangan. Seru, kan, belajar tentang uang bersama Band Cha-Ching.

By the way, dari 6 anggota Band Cha-Ching, manakah yang sepertimu dalam hal mengelola uang?

40 comments on "Band Cha-Ching Ajak Anak SD Belajar Tentang Uang"
  1. Dari keenam anggota band kayanya mrip semua gimana dong hehehe. Sudah seharusnya bisa mengelola uang dengan 4 tahapan yang ada di kurikulum ChaChing supaya saat mengeluarkan uang bisa menggunakan skala prioritas juga karena keinginan dan kebutuhan bedanya tipis banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengetahui need and want ini memang penting sejak dini supaya bisa ngerem belanjaan.

      Delete
  2. Nah iya setuju. Orang tua gak cukup sekadar menasehati. Tetapi, juga harus mencontohkan. Bagus ini kurikulumnya. Saya pengen juga mengajak keponakan belajar kurikulum ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. monkey see, monkey do. Gitu kata orang-orang

      Delete
  3. Menarikkk banget mbaak game Cha-ching inii, pengeen deh punyaa juga untuk mengajarkan ke ponakaan lebih jelas mengenai mengelola keuangan dan pemenuhan kebutuhan . . Asikk pastii

    ReplyDelete
  4. Suka banget sama kurikulum ini jadi anak-anak dengan mudah ya bisa belajar literasi keuangan. Semiga saja kurikulum ini bisa masuk ke semua sekolah di berbagai kota.

    ReplyDelete
  5. Kurikulum yang sangat mudah untuk dipelajari oleh anak anak dan juga 6 tokoh dengan nama-nama yang familiar.. saya yakin metode pendidikan keuangan ini bisa orangtua terapkan dengan baik kepada anak-anak mereka.. belajar keuangan untuk anak menjadi lebih menyenangkan ya

    ReplyDelete
  6. Wah aku termasuk si bobby nih. Haha rajin bekerja tapi enggak tahu aliran dananya. Sekarang sih udah mulai mencoba jadi si prudence, menata alur pengeluaran dan belajar pengendalian hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. di videonya, Si Bobby dibantu teman-temannya untuk perbaiki kebiasaannya, kok. semangat!

      Delete
  7. Yeay kurikulum Cha Ching memang mantap apalagi belajar tentan keuangan untuk anak. Di mana harus berusaha mendapatkan penghasilan, menabung, serta membagikan ke orang yang membutuhkan. Semoga bisa mengajarkan ini kepada anak-anakku nanti.

    ReplyDelete
  8. Kurikulum yang bagus nih. Kalau ada cha ching curriculum di sekolah tentunya akan sangat mendukung pemahaman anak tentang uang. Tentunya pemahaman ini harus didukung orang tua. Orangtua hendaknya mencontohkan sikap positif bagaimana mengatur atau memanfaatkan uang dwngan baik. Kelak anakpun akan mencontohnya.

    ReplyDelete
  9. Bener kak, uang dan keuangan itu harus dikenalkan sama anak sedini mungkin. Akupun sejak awal sudah begitu kak. Dana apreciate banget sama hadirnya kurikulum chaching ini

    ReplyDelete
  10. Keren banget nih mbak programnya, bikin karakter yang bisa membuat anak2 lebih paham tentang literasi keuangan.

    Aku juga pelan2 mulai jelasin nih ama anak2 minimal mereka paham bedanya keinginan ama kebutuhan yah, biar gedenya gak boros

    ReplyDelete
  11. Waa program pendidikan yg keren banget, anak-anak memang perlu banget pemahaman literasi finansial yg baik sejak awal, semoga kurikulumnya bisa cepat masuk ke kota-kota lain, termasuk Jogja. Iri nih sama sidoarjo & jakarta :)

    ReplyDelete
  12. Lucu ya konsepnya. Mudah banget nanti anak anak untuk mengaplikasikan kurikulum dalam kehidupan sehari hari

    ReplyDelete
  13. Mendidik banget kurikulum chaching ini jadi tertarik deh! Trus pilihan2nya bagus bgt jadi bisa menimbang2 mending pilih yg mana. Jadi anak bisa belajar memutuskan sesuatu

    ReplyDelete
  14. Aku nyoba ngajarin ponakanku nabung, belanja sesuai kebutuhan dan jangan lupa sedekah. Memang di sekolah enggak ada pelajaran khusus. Makanya suka nih kalau ada progam kaya Chaching ini

    ReplyDelete
  15. Ngajarin anak-anak dengan musik dan band cha-ching ini jadi menarik minat anak ya. Tapi tentunya orang tua juga kudu sadar dengan pengelolaan keuangan yang bijak. Jadinya semua klop bareng belajar literasi keuangan

    ReplyDelete
  16. Lucu ya sesuai nama Bandnya, anggota2 bandpun memiliki karakter yg berbeda. 4 pilar ChaChing Curriculum in shaa Allah tdk sulit menerapkannya pada anak2.

    ReplyDelete
  17. Saya malah baru tau band Cha-ching mbak hihi lucu ya namanya, jadi inget hewan yang ada di bawah tanah.

    Btw menarik juga ya kurikulumnya. Ada aplikasinya ga mbak?

    ReplyDelete
  18. diajarin keuangan lewat film dan nyanyian dengan tokoh animasi gini anak-anak pasti lebih cepat ngerti yaa, Mba :)

    ReplyDelete
  19. Semakin cepat anak diajari tentang keuangan, semakin cepat paham juga mereka. Apalagi diajarkan dengan cara menarik seperti band chaching ini, pasti mereka enjoy deh belajarnya :)

    ReplyDelete
  20. Perlu bamget nih buat anak2. Kebetulan anak2 saya lagi belajar memgetahui apa itu uang, bagaimana memperoleh nya, kemana digunakan, dsb. Coba tak kepoin dlu si band cha ching ini ..

    ReplyDelete
  21. Kurikulum yang keren banget mbak. Orang tua harus tahu nih. Setidaknya dengan kurikulum chaching ini kita bisa jadi lebih muda ya mengajarkan anak mengenai literasi keuangan. Btw thanks for sharingnya mbak.

    ReplyDelete
  22. Bagus ya mbk, konsep Cha Ching juga keren. Sempat baca tentang ini tadi, cuma yang disini aku baru tahu soalnya. Soalnya beber bener sesuai realita ya hehe

    ReplyDelete
  23. so much fun in learning about financial literacy. I love the fact that it is super easy for the kids to digest it..

    ReplyDelete
  24. Kalau dikenalkan sejak dini insya Allah anak anak akan lebih mudah paham ya kak, btw itu games nya kaya main monopoli ya...

    ReplyDelete
  25. Aish keren banget nih animasi Cha Ching. Nama tokoh-tokohnya edukatif. Anak-anak belajar literasi keuangan dengan mudah ya.

    ReplyDelete
  26. Aku suka banget nih sama kurikulumnya. Beruntung bsia dapat buku dan papan permainannya. Ini cara mudah buat ngajarin anak2 ttg literasi keuangan. Eh gak cuma buat anak, yg dewasa jg ikutan belajar supaya bisa ngatur keuangand gn lbh baik lg ya

    ReplyDelete
  27. Lucu namanya cha ching :) klo sedari dini udah diajari beda kebutuhan dan keinginan semoga generasi selanjutnya bijak dan melek finansial :)

    ReplyDelete
  28. Hahahaa, namanya lucu dan gampang diingat, band Cha Ching. Setuju dengan kurikulum ini dan aku udah menerapkan hal keuangan sedari anak kecil. Plus ngajarin juga sperti kalo ke sekolah mo naik ojek apa angkot selisihnya lumayan 20k ntu.

    ReplyDelete
  29. Justru sejak masih kanak-kanak, literasi keuangan ini harus disebarkan ya. Anak sekecil ini malah maksimal banget loh menyerap pengetahuan. Saat ini masih banyak yang tidak menyadari, jiwa enterpreneurship yang lambat berkembang dalam jiwa seseorang diawali dari ketiadaan pengetahuan yang berkaitan dengan literasi keuangan ini sejak dia masih kecil. Orang tua taunya mencukupi kebutuhan anak dan lupa bahwa si anak ini punya potensi bisnis hebat di masa datang. ;)

    ReplyDelete
  30. Bagus nih kurikulumnya. Familiar juga untuk anak-anak. Kartun dan full color

    ReplyDelete
  31. Ini keren banget ya programnya. Ngajak anak untuk melek finansial sejak dini. Bikin aku kepengen ngenalin ke anak-anak. Bisa via website-nya ya?

    ReplyDelete
  32. Wah ada karakternya segala to? Seru sekali nih bisa dipakai ke anak2ku

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,