Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Gawat, 80% Anak Indonesia Usia Sekolah Kekurangan DHA dan Omega 3!

Wednesday, February 6, 2019

Indonesia #DaruratDHA yang menjadi trending topic di Twitter menggugah rasa penasaran saya. Ada apa dengan DHA? Seberapa pentingnya DHA bagi pertumbuhan? Apa efeknya bila kekurangan DHA? Makanan apa yang perlu dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan DHA? Yuk, kita cerna satu-persatu.
 
DHA dan Omega-3 berpengaruh pada fisik dan psikis anak

8 dari 10 anak Indonesia usia 4 – 12 tahun kekurangan DHA dan Omega 3

Berbagai pertanyaan muncul di benak membuat saya browsing sana-sini hingga mendapat kesimpulan dari sebuah jurnal. Penelitian yang dimuat dalam British Journal of Nutrition (2016) menyebutkan 8 dari 10 anak Indonesia usia 4 – 12 tahun kekurangan DHA dan Omega 3.

"Ya. Kenyataan anak Indonesia kurang asam lemak esensialnya, dari kehamilan, bahkan sampai tua," jelas Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD yang penelitiannya dimuat di British Journal of Nutrition.

EFA, atau asam lemak essensial, tidak dapat diproduksi tubuh atau diproduksi dalam jumlah sedikit sehingga perlu diperoleh dari makanan yang kita asup. EFA termasuk dalam asam lemak tak jenuh.
EFA terdiri dari kelas:
  • Omega-3: asam alfalinoleat (ALA), decosahexanoid acid (DHA), dan eicosapentanoic acid (EPA) 
  • Omega-6: asam linoleate (LA) 

Saya menemukan fakta menarik tentang asam lemak essensial, antara lain:
  • Omega-3 untuk kesehatan jantung, EPA untuk kesehatan persendian , sedangkan DHA untuk kesehatan otak.
  • Bila kekurangan EFA, efeknya akan rentan infeksi, kinerja ginjal melemah, pertumbuhan kurang optimal, kulit kering, darah tinggi, juga gangguan penglihatan. 
  • Asam lemak omega-3 tak hanya mempengaruhi fisik tetapi juga mood, personalitas, dan perilaku (hasil studi University of Pittsburgh School of Medicine). 
  • DHA dan asam lemak lainnya membantu mencegah depresi utama, penyakit bipolar, bahkan schizophrenia. 

Cukupi Kebutuhan Gizi Anak

Dampak kekurangan DHA dan Omega-3 dapat dirasakan anak dalam jangka panjang. Kasihan, kan, bila anak lambat menerima pelajaran di sekolah karena kurangnya asam lemak essensial tersebut.

Mengingat pentingnya asupan DHA dan Omega-3 bagi pertumbuhan anak, saya berusaha mencukupi kebutuhan gizi anak. Apa yang anak makan hari ini dapat mempengaruhi kehidupannya di masa depan.

Konsumsi menu makanan yang kaya akan DHA dan Omega 3
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia disebutkan setiap harinya untuk anak berusia 4-9 tahun dianjurkan mengonsumsi Omega-3 sebesar 0,9 gram. Sedangkan anak usia 10-12 tahun untuk laki-laki sebesar 1,2 gram dan perempuan sebesar 1,0 gram.

Selain itu, anjuran porsi DHA dan EPA untuk berdasarkan rekomendasi FAO dan WHO yaitu EPA 100-118 mg/hari dan DHA 100-118 mg/hari.

Mengetahui hal ini, saya memperbanyak porsi ikan dalam menu makanan keluarga. Ikan lokal tak kalah kandungan gizinya, seperti ikan kembung /makarel, ikan lele, dan ikan lemuru /sarden. Dari segi harga juga lebih bersahabat untuk sering makan ikan. Selain itu, konsumsi makanan kaya DHA dan Omega-3 seperti susu pertumbuhan dan telur.

Semoga anak Indonesia tumbuh dengan gizi seimbang dan lepas dari #DaruratDHA!

*

Referensi:
  • https://www.antaranews.com/berita/792067/lebih-dari-80-persen-anak-indonesia-kekurangan-dha. Diakses 6 Januari 2019.
  • http://zywielab.com/asam-lemak-esensial#sthash.MHm96vyU.dpbs. Diakses 30 Januari 2019
  • http://www.unlockfood.ca/en/Articles/Heart-Health/Omega-3-fats-deliver-Oh-Mega-benefits.aspx?aliaspath=%2fen%2fArticles%2fHeart-Health%2fOmega-3-fats-deliver-Oh-Mega-benefits. Diakses 30 Januari 2019


13 comments on "Gawat, 80% Anak Indonesia Usia Sekolah Kekurangan DHA dan Omega 3!"
  1. Ternyata penting banget ya DHA untuk anak,jadi khawatir juga terhadap anak saya yang kurang suka makan ikan.Mesti cari cara nih agar anak suka makan ikan, biar kebutuhan DHA tercukupi.Makasih info nya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, banyak lho sumber DHA dan Omega 3 selain ikan. Bayam, kangkung, mangga, chia seed, dsb.

      Delete
  2. Prihatin sangat ya dengan presentase kurangnya DHA pada anak. Sementara anak adalah generasi penerus selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngefeknya jangka panjang, lho, mbak. Sampai anak lebih lambat menerima pelajaran. Kan kasihan.

      Delete
  3. Aminnn yess semoga anak2 kita.. anak2 Indonesia terpenuhi gizinya dengan seimbang.. trrmasuk kebutuhan DHA nya juga tercukupi..

    ReplyDelete
  4. Asam essential untuk anak dan dewasa, berbeda ya jumlah yg dibutuhkan?

    ReplyDelete
  5. Anak2 ku udah pra remaja. Tapi tetep aja rada khawatir kalau kemarin2 kurang DHA.

    ReplyDelete
  6. Eh masa persenannya sebanyak itu mbak?
    Banyak banget itu. Semoga angkanya segera berkurang

    ReplyDelete
  7. aku kok jadi sedih banget ya mengetahui fakta jika anak-anak di Indonesia malah kekurangan dha dan omega 3 artinya mereka jarang makan ikan

    ReplyDelete
  8. Waduuuh ank saya kurang suka ikan , padahal dari pertama pengenalan mpasi saya selaku beri ikan . Pas sdh besar JD ga mau ya ...harus d paksa ni terimakasih sharingnya

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah duoF di rumah doyan ikan. Aku memang pecinta ikan, mau badan, ekor, kepala, sayang dilewatkan...

    ReplyDelete
  10. Ikut prihatin ya dengan angka ini, memang banyak PR agar bebas dari masalah stunting dan kekuranagn DHA dan Omega 3, tugas masyarakat untuk saling mengedukasi

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,