Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Mempersiapkan Anak pada Zamannya

Friday, July 30, 2021
Mempersiapkan anak pada zamannya. Sekarang zaman apa?

Memperingati milad ke-60, Universitas Ibnu Khaldun Bogor melaksanakan webinar bertajuk "Mempersiapkan Anak pada Zamannya", saya pun langsung mendaftar. Ini oleh-oleh selama mengikuti webinar di hari pertama.


Jangan Pandang Sebelah Mata PAUD


Webinar yang sebagian besar diikuti oleh guru PAUD ini membuka cakrawala baru bagi saya, orang tua anak PAUD informal. Senang rasanya dapat seruangan, walau dunia maya, bersama para pendidik penuh semangat yang terus mengasah ilmu. Insya Allah kualitas lembaga pendidikan, terutama PAUD, akan semakin baik.

Membaca buku "Konsep Dasar PAUD" karya Suyadi, M.Pd.I dan Maulidya Ulfah, M.Pd.I membuat saya semakin berbinar karena menjelaskan proses belajar pada masa usia dini sangat penting. Apa yang terjadi, berdampak pada tahun-tahun berikutnya. PAUD tidak dapat dipandang sebelah mata, ah cuma main-main. No! Itulah cara anak belajar dengan bermain.

Mempersiapkan Anak pada Zamannya


Dari penjelasan "Kolaborasi Orang Tua dan Anak Mempersiapkan Anak pada Zamannya" oleh Guru Besar Universitas Negeri Medan Prof. Dr. Anita Yus, M.Pd saya merasa bersyukur bahwa pandemi ini meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan anak. Orang tua sebagai madrasah pertama dan utama anak sudah sewajarnya berperan besar dalam pendidikan.

Refleksinya, banyak kegiatan yang saya dan anak-anak lakukan di rumah. Selama ini kadang saya bekerja di luar tanpa membawa anak, namun pandemi membuat hampir 24 jam waktu banyak digunakan di rumah. 

Rumah menjadi tempat belajar banyak hal, dimulai dari mengenal isi rumah, membuat denah, memasak bersama, juga berbagi tugas domestik. Kegiatan ini dapat mengasah kemampuan anak di banyak bidang termasuk kemandirian. Practical life-skill sangat penting untuk keberlangsungan hidup anak.

Tantangannya adalah anak saya merupakan bagian dari generasi alpha yang melek gawai sedari lahir. Mereka takjub dengan alat baru dan membuangnya jika bosan. Wow, berarti perlu variasi kegiatan yang berhubungan dengan teknologi karena nantinya hidup mereka akan sangat hi-tech. Namun, jangan sampai dikendalikan teknologi.

Selain itu penting banget menumbuhkan akhlak dan adab. Apapun zamannya, mengajarkan agama pada anak dapat menjadi pondasi penting bagi kehidupan mereka.




Pada pemaparan "Arah Kebijakan PAUD di Masa Datang" oleh Direktur Pembinaan PAUD Kemdikbud RI Dr. Muhammad Habsi, M.Pd disinggung mengenai PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI). 

Sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2013, Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

Menarik, ya. Saya masih perlu mencari teknis penerapan PAUD-HI ini. Namun, saya setuju dengan idenya karena pada anak usia dini merupakan masa kaya wawasan di mana perlu dikenalkan banyak hal. Selain itu, setiap anak memiliki keunikan, cara belajarnya tidak dapat diseragamkan.



Buat apa main tuang air, menyendok beras? Apa manfaatnya?

Apakah setelah lahir kita langsung bisa berdiri? Berlari? Membedakan kanan dengan kiri? Di sinilah pentingnya melatih kemampuan motorik anak.

Perkembangan motorik sejalan dengan bertambahnya usia, bertahap, dan berkesinambungan. Dari yang awalnya sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil, ke arah yang lebih kompleks dan terorganisir baik.

Koordinator Prodi S3 PAUD UNJ Dr. Elindra Tetti, M.Pd menjelaskan dalam "Mempersiapkan Psikomotorik Anak pada Zamannya" bahwa kemampuan motorik perlu distimulasi. Bentuk stimulasi motorik halus seperti menuang air dan menyendok beras. Sementara stimulasi motorik kasar seperti bersepeda, berenang, dan menari.

Dosen Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik UNJ ini menunjukkan bahwa gerakan menari melatih koordinasi antara gerak, otak, dan rasa. Lewat menari ternyata bisa menumbuhkan empati anak.

Tarian untuk anak PAUD dapat dimulai dengan gerakan sederhana. Dalam tarian, anak perlu menyelaraskan gerakan tubuh dengan irama musik. Sebagai latihan dapat mengikuti brain dance, salah satunya berdasarkan gerak dasar tari minang. Let's dance!





Mendidik anak sesuai zamannya, hmm ... sekarang itu zaman apa? Kalau zaman dulu itu materi pelajaran disuapkan ke anak, sekarang anak-anak lebih suka mencari sendiri. Maka, peran kita untuk memberikan pemantik agar anak menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Ketua I Ikad PAUDI Dr. Yasmine Yessy Gusman, SH, MBA dalam pemaparan "Dampak Pengasuhan Hari Ini pada Masa yang Akan Datang" menganjurkan untuk memberikan tantangan pada anak. Lewat pertanyaan-pertanyaan pemantik rasa ingin tahu inilah sebagai jalan anak mencari solusinya sendiri.




Ah iya, proses pemecahan masalah, tanpa atau minim intervensi orang tua, membuat proses critical thinking anak berjalan. Critical thinking sebagai salah satu dari 4C merupakan keterampilan di era digital.

4C meliputi critical thinking, collaboration, communication, dan creativity.

Bintang film era 80-an ini mengingatkan pula bahwa kecerdasan anak itu tak hanya kognitif. Terdapat 8 kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner yang perlu distimulasi terus-menerus. Bila anak kurang suka olahraga, mungkin ia memiliki kecerdasan lain yang lebih unggul.




Webinar 4 jam mengenai mempersiapkan anak pada zamannya ini membawa banyak PR untuk saya. Sebagai ibu dengan dua anak usia dini, bagaimana saya dapat memberikan kegiatan pemantik untuk memfasilitasi belajar anak-anak. Proses belajar yang berbeda dari cara saya puluhan tahun silam. Saya perlu terus belajar untuk mengintegrasikan 4C dan tentunya menguatkan pondasi agama dalam proses belajar bersama anak-anak. Hei, jangan lupa untuk bahagia mengasuh anak karena bermain itu menyenangkan! 😀
1 comment on "Mempersiapkan Anak pada Zamannya"

Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.

Ku tunggu kedatanganmu kembali.

Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,