Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Membangun Tim yang Solid di Kampus Ibu Pembaharu

Sunday, July 25, 2021

 



Bismillah, tugas kedua di Kampus Ibu Pembaharu untuk membangun tim yang solid. Tim ini dipilih setelah mempertimbangkan identifikasi masalah pada pekan pertama. Bagaimana cara membangun tim yang solid? Kami harus berkampanye! Weits ... bak caleg saja, nih.

Sebelum berkampanye, kami membuat rencana materi kampanye. Berikut guidance untuk bahan kampanye.

Pertama, membuat user persona untuk memperkenalkan diri siapa saya, apa masalah saya, serta menunjukkan pihak yang kemungkinan memiliki masalah yang sama dengan saya. Buat narasi yang menyentuh hati.


Hai, saya Helena!


Kedua, membuat story board sebagai panduan nantinya kampanye dalam bentuk foto, video, audio, atau lainnya supaya jelas terarah. Gunakan story-telling. 

Berhubung team member saya dari keluarga, maka dalam kampanye ini sifatnya hanya informatif. Jika belum memiliki anggota tim, di akhir kampanye dapat melakukan open recruitment dari member Ibu Profesional maupun umum sesuai kriteria yang dicari.




Kriteria member seperti apa yang dicari? Nah, perlu dibuat daftar hard skill dan soft skill yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan sesuai identifikasi masalah yang dipilih. Skill ini termasuk diri saya juga. Kira-kira skill yang dibutuhkan sebagai berikut.



Pemetaan skill ini sebagai gambaran awal tim kami akan mengumpulkan jurnal kegiatan anak sebagai solusi kebingungan orang tua memberikan stimulasi kegiatan yang tepat untuk anak-anak. Soft skill dan hard skill ini masih perkiraan, ya, nantinya bisa saja ada penyesuaian tergantung kebutuhan.



Inilah tim saya yang melibatkan seluruh anggota keluarga termasuk adik Uno. Hihi ... 


Saya memilih anggota keluarga sebagai anggota tim karena permasalahan yang saya angkat sangat berhubungan dengan keluarga saya. Tantangan orang tua membersamai anak dengan ide-ide bermainnya membuat saya berpikir mengapa tidak merangkum dan merapikan jurnal kegiatan anak selama ini? 


Jurnal dan catatan pribadi mengenai aktivitas anak usia dini dari anak saya bayi sampai 6 tahun yang tersebar di berbagai buku catatan perlu dirapikan, dibukukan, sehingga dalam satu kali langkah terselesaikan dua tantangan yaitu menyediakan kumpulan ide kegiatan anak dan jurnal saya tersusun lebih rapi dalam satu wadah. Hal ini memudahkan saya dan keluarga untuk tracking record sudah ngapain aja selama ini bersama anak-anak.





Alhamdulillah kami sudah melakukan rapat sebanyak 2 kali. Yang pertama berupa kampanye saya menjelaskan masalah dan mengajak ayah serta anak-anak untuk bergabung di project kali ini.


Kedua, kami membangun tim dengan menetapkan golden rules, pembagian peran dan tugas, dan kesepakatan rapat tiap Jumat malam.

Golden rules yang kami sepakati adalah komunikasi terbuka bila ada konflik namun keputusan final ada di tangan pemimpin.

Peran dan tugas telah dibagi sebagaimana tertera pada gambar di atas. Saya bertindak sebagai project leader, penulis konten, graphic designer, juga bagian nyemprit mengingatkan waktu pengerjaan agar sesuai timeline yang telah dibuat.

Ayah yang memiliki pandangan jauh ke depan sebagai perencana strategis. Ayah juga telaten mengumpulkan dan menata file maka cocok sebagai History Man, maksudnya mengorganisir foto-foto kegiatan anak selama ini supaya lebih rapi. Untuk foto kegiatan terbaru, Ayah yang akan menjadi fotografernya. *instagram daddy

SID yang sangat suka membaca bertugas untuk belanja ide. Dari banyak membaca maka ia akan memiliki beragam referensi. Di samping itu, SID suka membuat desain dengan Canva maka ia bekerja sama dengan saya menjadi tim desain.

Adik Uno juga memiliki peran, lho. Anak unyil ini semacam titisan srimulat, suka ngelawak! Tingkahnya sering membuat kami tertawa. Ia juga sudah bisa diajak akting. Playing must be fun! Maka, Uno bertugas sebagai tim dagelan untuk menghibur kami dan tentunya menjadi model foto saat ia bermain.




Pengalaman kampanye di hadapan keluarga sendiri itu ... grogi! Apalagi SID dengan serius menyimak. Ia antusias lho waktu pembagian peran. Memang saya pilihkan hal yang ia suka, hehe ....

Walau hanya di dalam rumah, presentasi kudu serius dan profesional. Saya pakai blazer sampai adik Uno melihat dengan takjub wanita siapakah ini? LOL.

Ya, latihan sebelum nanti presentasi di panggung yang lebih besar di tingkat dunia. Hahay!

Bismillah (lagi) project ini berjalan dengan lancar dan kami dapat membangun tim yang solid dalam keluarga. Aamiin ....


#materi2
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
2 comments on "Membangun Tim yang Solid di Kampus Ibu Pembaharu"
  1. Semangat yaa mbaa semoga sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih banyak dukunganmu, mbak.
      Sukses juga buatmu.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,