Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Uji Nyali Ukur Lingkar Perut di Hari Obesitas Sedunia

Sunday, October 13, 2019

Ayo Ukur Lingkar Perut, Lawan Obesitas!


Hayo … siapa yang melihat timbangan dan meteran rasanya mau kabur? Saat berkunjung ke Kementrian Kesehatan RI, saya disambut Carta Obesitas dan timbangan pink yang lucu. Waduh, baru datang udah disuruh mengukur berat badan, tinggi badan, juga ukur lingkar perut. Serasa uji nyali di Hari Obesitas Sedunia.

Berani cek lingkar perut? (dok. p2ptmkemenkesRI)


Hari Obesitas Sedunia


Gaya hidup sekarang yang dimudahkan kecanggihan teknologi rupanya memiliki sisi negatif, membuat tubuh malas bergerak. Ada transportasi online dengan diskon menggiurkan, ada cashback untuk pemesanan makanan lewat aplikasi, ada jasa belanja kebutuhan sehari-hari tanpa perlu ke supermarket, dan sebagainya.

Di samping itu, pilihan makanan semakin beragam. Dulu, donat bentuknya bulat saja tanpa topping. Sekarang, topping donat semakin menarik dengan cokelat, meses, tiramisu, hmm … sedaaaap! Dulu, secangkir kopi hitam begitu nikmat diminum saat hangat. Sekarang, kopi dicampur susu, whipped cream, caramel, santan, biskuit, hehe … jadi berapa kalori, tuh?

Topping donat yang menggiurkan (dok. Unsplash)
Kondisi nyata tersebut berisiko meningkatkan angka obesitas di dunia. Menurut data WHO di tahun 2016, lebih dari 1,9 milyar orang usia 18 tahun ke atas (39%) mengalami berat badan berlebih dimana 650 juta diantaranya termasuk obesitas. Di Indonesia sendiri, hasil Riskesdas tahun 2007 – 2018 menunjukkan angka obesitas cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Proporsi obesitas tertinggi pada kelompok usia produktif dan kelompok ASN/TNI/Polri/BUMN/BUMD.

Duh, ini bukan prestasi yang membanggakan negara. Orang dengan obesitas rawan mengalami penyakit tidak menular, seperti:
  • Penyakit kardiovaskular
  • Diabetes
  • Gangguan musculoskeletal
  • Kanker (termasuk payudara, ovarium, endometrium, prostat, hati, ginjal, kandung empedu, dan usus besar)

Oleh karena itu, di Hari Obesitas Sedunia yang diperingati pada 11 Oktober 2019 Kemenkes RI mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan “Gerakan Lawan Obesitas untuk SDM Unggul”.

Carta Obesitas


Apa yang dimaksud obesitas? Saya obesitas atau tidak?

“Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih dalam waktu lama yang dapat mengganggu kesehatan akibat energi yang masuk lebih besar dibanding energi yang dikeluarkan.”
Untuk mengetahui apakah obesitas atau tidak sekaligus mendeteksi dini penyakit, sebaiknya sebulan sekali melakukan pengukuran:
  • Tekanan darah
  • Gula darah
  • Indeks Massa Tubuh (IMT)
  • Lingkar perut

Kemenkes RI memiliki alat yang disebut Carta Obesitas untuk memudahkan pengecekan IMT. Bentuknya mirip dengan grafik pertumbuhan anak balita di buku KIA namun yang ini menggunakan standar untuk berat badan minimal 38 kg dan tinggi badan minimal 145 cm. Dengan Carta Obesitas, langsung tampak apakah masuk di kategori “Kurus”, “Normal”, “Gemuk”, atau “Obesitas”.

Carta Obesitas untuk pantau Indeks Massa Tubuh (dok. p2ptmkemenkesRI)
Jangan lupa juga ukur lingkar perut setiap bulan. Bila hasilnya lebih dari 80 cm untuk perempuan dan 90 cm untuk laki-laki, maka berpotensi terkena penyakit tidak menular.

Tips Mencegah Obesitas untuk Bayi, Remaja, Dewasa, hingga Lansia


Obesitas tidak terjadi pada dewasa saja, lho. Bayi dan balita pun rawan terkena obesitas. Bayi yang nampak gembul ginuk-ginuk menggemaskan, saat dewasa cenderung menjadi orang dewasa yang gemuk dan berisiko mengidap diabetes atau penyakit kardiovaskular pada usia yang lebih muda. Oleh karena itu sebaiknya lakukan kiat mencegah obesitas untuk bayi dan balita seperti berikut:

Mencegah obesitas pada bayi dan balita (dok. p2ptmkemenkesRI)
Sedangkan untuk anak dan remaja perlu membatasi penggunaan gadget dan tidak makan sambil main game supaya terhindar dari obesitas. Pilih makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang serta kurangi fast food dan minuman bersoda. Menurut Yudhi Adrianto, S. GzRD dari Persagi, makan fast food yang gurih kemudian ditutup dengan minum minuman bersoda yang manis memberikan efek ketagihan, mau lagi dan lagi.
“Sepotong ayam mentah mengandung 50 kkal/porsi dengan 2 g lemak. Setelah dibuat ayam goreng crispy, menjadi 250-300 kkal/porsi dengan 18-28 g lemak.”

Mencegah obesitas untuk anak dan remaja (dok. p2ptmkemenkesRI)
Salah satu tips mencegah obesitas dengan membiasakan makan pola “Isi Piringku”, yaitu setengah dari piring makan terdiri dari 2/3 sayuran, 1/3 buah-buahan. ¼ dari piring makan berisi lauk pauk (protein) dan ¼ berisi karbohidrat.

Perhatikan 3J untuk makan yaitu:
  • Jadwal (membuat jadwal makan teratur)
  • Jumlah (sesuai kebutuhan kalori dan model “Isi Piringku”)
  • Jenis (usahakan beragam)

Mencegah obesitas pada dewasa (dok. p2ptmkemenkesRI)
Sedangkan bagi lansia di atas usia 60 tahun, dapat dilakukan langkah pencegahan obesitas antara lain:
  • Konsumsi makanan sumber kalsium.
  • Batasi konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak.
  • Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan diri seperti jalan kaki.


Model Piring T untuk Si Obesitas


Kalau kondisi normal mengenal pola makan “Isi Piringku”, untuk obesitas menggunakan panduan makan dengan pola “Piring T” yaitu setengah piring berisi sayuran dan buah-buahan sedangkan ¼ piring berisi makanan pokok dan ¼ sisanya untuk lauk-pauk.

Model piring T (kanan) untuk obesitas (dok. p2ptmkemenkesRI)
Untuk mengatasi obesitas dikenal terapi obesitas yang meliputi diet, exercise, modifikasi perilaku, dan pendekatan medis. Jadi, tidak hanya mengurangi kalori yang masuk melalui pengaturan pola makan tetapi pola emosi makan pun harus diubah. Contohnya, hindari pelampiasan marah, bosan, atau stress ke makan. Makanlah hanya pada saat merasa lapar, bukan karena lapar mata.

“Hindari pelampiasan marah, bosan, atau stress ke makan.”

Dari segi aktivitas fisik, perbanyak jalan kaki minimal 10.000 langkah perhari. Saat Car Free Day banyak jalan, ya, bukan mampir ke penjual jajanan, hehe …. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit/minggu. Sesuaikan porsi latihan dengan denyut nadi maksimal sesuai usia dan naikkan secara bertahap. Memang harus latihan dengan baik, benar, teratur, dan terukur.

BloggerCrony Community dalam peringatan Hari Obesitas Sedunia (8/10)

Yuk, kita lawan obesitas dengan pola hidup sehat. Godaan diskon dan cashback bolehlah sesekali namun jangan lupa asupan kalori yang masuk harus seimbang dengan kalori yang keluar. Dukung #GerakanLawanObesitas!




Post Comment
Post a Comment

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,