Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Sudahkah Imunisasi Rutin Lengkap?

Sunday, April 21, 2019

Sepulang dari Temu Blogger dengan Kementrian Kesehatan RI, saya menuju papan pengumuman di RW saya. Sudah lama poster Kemenkes mengenai imunisasi terpajang di sana namun saya tidak membacanya dengan sungguh-sungguh. Dari poster tersebut saya memahami Imunisasi Dasar Lengkap saja belum cukup karena anak Indonesia perlu Imunisasi Rutin Lengkap. Apa bedanya?

Pekan Imunisasi Dunia


Memberikan Hak Anak Melalui Imunisasi

Setiap pekan ke-4 bulan April, 180 lebih negara memperingati Pekan Imunisasi Dunia/ World Immunization Week. Untuk tema Pekan Imunisasi Dunia tahun ini secara global yaitu “Protected Together: Vaccines Work!” sedangkan tema nasional adalah “Imunisasi Lengkap, Indonesia Sehat”.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes RI drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid menjelaskan selama 23 – 30 April 2019, Kementrian Kesehatan RI melaksanakan berbagai acara, antara lain: lomba karya tulis, lomba mewarnai dan story telling tentang imunisasi, senam sehat, jalan sehat, temu ilmiah bersama IDAI, dan temu blogger pada 15 April 2019 di Hotel Wyndham Jakarta.

Mendengar pemaparan narasumber di Temu Blogger dengan Kemenkes mengingatkan saya pada hak anak yaitu mendapat perlindungan. Salah satu bentuk perlindungan yang orang tua berikan pada anak yaitu imunisasi.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes RI drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid 
Alhamdulillah dari usia 0-2 tahun imunisasi untuk SID sudah lengkap. Jadwal imunisasinya terpantau melalui buku KIA yang berwarna pink. Kalau di Posyandu, petugasnya akan mengingatkan bila waktu imunisasi akan tiba. Syukurlah imunisasi yang gratis semakin banyak seperti imunisasi MR tahun lalu.

Jadwal imunisasi panjang, lho, apalagi di dua tahun pertama. Rasanya enggak tega melihat anak bayi disuntik. Seperti sebelum SID imunisasi difteri – tetanus – pertussis (DTP), petugas kesehatannya bertanya mau yang vaksin biasa atau yang tanpa demam. Kaget juga, nih, ada dua macam vaksin dengan selisih harga yang tinggi. Namun, mengingat imunisasi ini penting untuk melindungi kesehatan anak, ya saya ikhlas anak memperoleh imunisasi. Kalaupun demam setelah imunisasi, biasanya demam ringan hanya 1 hari.

Sempat ngobrol dengan tetangga soal imunisasi MR. Ia ragu setelah mendengar berita imunisasi menyebabkan autism. Untunglah saya pernah mendapat penjelasan dari Kemenkes bahwa itu hanya hoax. Selengkapnya bisa dibaca di "Imunisasi Measles dan Rubella"

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

Imunisasi sendiri sudah ada sejak tahun 1956 di Indonesia. Tahun 1974, World Health Organization (WHO) mengenalkan program EPI (Expanded Program on Immunization). Awalnya hanya 4 vaksin utama yaitu BCG, DTP, polio, dan campak. Lama-kelamaan vaksin tambahan direkomendasikan ke dalam jadwal imunisasi.

Di Indonesia, tahun 1977 terdapat Program Pengembangan Imunisasi (PPI) untuk pencegahan penularan beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) yaitu tuberkulosis, difteri, pertussis, campak, polio, tetanus, dan hepatitis B. Daftar vaksin dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sebagai berikut:


Cakupan Imunisasi Minimal 80%

Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI Prof. Dr. Cissy Kartasasmita, Sp. A menjelaskan pentingnya imunisasi untuk menghasilkan kekebalan tubuh (imunitas), mencegah penyakit yang menyebabkan kematian dan kecacatan, dan memenuhi hak anak. Bila anak tidak diimunisasi, kekebalan tubuhnya kurang dan berpotensi tertular maupun menularkan penyakit.

Ini lho yang saya khawatirkan. Imunisasi enggak bisa sendirian. Misalnya anak saya sudah diimunisasi namun jika lingkungan sekitar banyak yang tidak diimunisasi, potensi penyebaran penyakit masih besar.

Supaya efektif, cakupan imunisasi minimal 80%. Dengan ini, seseorang yang telah diimunisasi menjadikan 80-95% terhindar dari penyakit, tidak menularkan penyakit ke anak/dewasa lain, dan memutuskan transmisi penyakit. Maka, manfaat imunisasi bersifat sosial dengan menciptakan imunitas lingkungan (herd immunity).

Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 Mengenai Imunisasi

Salah satu alasan ragu imunisasi yaitu dari segi agama, terutama kehalalan vaksin. Pada temu blogger kali ini, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr.H.M. Asrorun Ni'am Soleh, M.A. menjelaskan fatwa MUI mengenai imunisasi.

Dr. Ni’am menjelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya mubah alias dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan imunitas dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Imunisasi dapat menjadi wajib bila keadaan seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa. Hal ini berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya.

Imunisasi pun dapat menjadi tidak boleh dilakukan bila dari pertimbangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya ternyata imunisasi menimbulkan dampak yang membahayakan.


Kementrian Kesehatan RI telah bekerja sama dengan MUI sehubungan dengan kehalalan vaksin sejak lama. Di tahun 2002, MUI mengeluarkan fatwa mengenai penggunaan vaksin polio khusus (IPV). Tahun 2005 ada pula fatwa MUI tentang penggunaan vaksin polio oral (OPV).

Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 mengenai imunisasi menjelaskan lebih detail dua kondisi imunisasi. Penjelasannya dapat dipelajari pada gambar berikut.
dok. Dr.H.M. Asrorun Ni'am Soleh, M.A.
Saat ini memang masih ada vaksin haram/najis/mutanajjis. MUI berharap seluruh vaksin yang digunakan telah bersertifikat halal. Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kolektif, pemerintah dan ilmuwan untuk membuat vaksin halal agar program imunisasi berjalan dengan lancar. Kalau vaksin halal, enggak ragu lagi kan membawa anak imunisasi.


Jadwal Imunisasi Rutin Lengkap

Imunisasi tidak berhenti hanya sampai anak baduta saja. Kalau di usia 0-1 tahun disebutnya imunisasi dasar. Setelah itu masih ada imunisasi lanjutan untuk baduta, anak usia sekolah dasar/sederajat, dan Wanita Usia Subur (WUS). Imunisasi lanjutan ini untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan anak yang sudah mendapatkan imunisasi dasar.

Sesuai Permenkes No. 12 Tahun 2017, imunisasi dikelompokkan menjadi:
  • Imunisasi rutin yang terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.
  • Imunisasi tambahan untuk kelompok usia tertentu yang paling berisiko terkena penyakit pada periode waktu tertentu.
  • Imunisasi khusus untuk melindungi seseorang dan masyarakat akan penyakit tertentu pada situasi tertentu.

dok. drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid 
Program imunisasi yang tengah berjalan sekarang ini, pemerintah menambah cakupan imunisasi rutin lengkap, yaitu:
  • Usia 2 bulan imunisasi PCV1
  • Usia 3 bulan imunisasi PCV2
  • Usia 9 bulan imunisasi MR dan JE
  • Usia 12 bulan imunisasi PCV3
  • Usia 18 bulan imunisasi MR
  • Kelas 1 SD imunisasi MR
  • Kelas 5 SD imunisasi HPV
  • Kelas 6 SD imunisasi HPV

Tambahan imunisasi di atas sementara ini hanya di provinsi/ kabupaten/ kota terpilih. Contohnya, MR secara nasional tahun 2017 di pulau Jawa dan 2018 di luar pulau Jawa. Kalau PCV di Lombok Barat dan Timur, JE di Bali (wilayah endemik), dan HPV di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Surabaya.


Imunisasi rutin lengkap (yang termasuk dalam program pemerintah) bisa diperoleh di Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit pemerintah tanpa pungutan biaya alias gratis. Saya sendiri senang banget semakin banyak imunisasi yang masuk ke program pemerintah, gratis pula. 

Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia, yuk kita cek bersama sudahkah anak mendapatkan haknya untuk Imunisasi Rutin Lengkap?

27 comments on "Sudahkah Imunisasi Rutin Lengkap?"
  1. Iya jadwal imunisasi panjang, dan kita suka ga tega dengan anak yg nangis karena jarum suntik. Tapi balik lagi ya imuniasasi emang penting sih utk si anak sendiri..makanya pemerintah sampai mewajibkan ya. Sehat selalu SID 😘😘

    ReplyDelete
  2. Membaca ini jadi menjadikan calon mama sepertiku ngerti tentang huru hara yg kerap terjadi soal issue vaksin halal dan haram itu.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah anakku sudah lengkap imunisasinya sesuai dengan program pemerintah. Sharing kaya gini kayanya masih perlu diberikan, soalnya ada sebagian invidu yang memang ga pernah mau imunisasi, hihiii.Yowes pilihan kan ya. Ahh,semoga anak2 kita sehat semuanya..

    ReplyDelete
  4. Memang, sejak mulai kenal ada kontroversi halal haram imunisasi, saya termasuk yang was was juga

    Untuk anak anak masih imunisasi dasar sih, karena kan wajib kalo lagi nimbang badan ke dokter anak, tapi saya selalu masih menolak imunisasi tambahan. Tulisannya mencerahkan

    ReplyDelete
  5. Zril, anak saya, belum imunisasi MR nih. Ada rasa cemas takut dia rewel seusainya. Namun dimantapkan hati Ibun ini karena semua demi masa depannya, semoga Zril terjaga dan sehat selalu

    ReplyDelete
  6. Imunisasi sangat penting sekali yach mbak, agar anak sehat selalu.....

    tapi.ngmong2 kenapa imunisasi ngak boleh diberikan pada usia 17 tahun...?

    ReplyDelete
  7. Insya Allah anak-anakku imunisasinya lengkap, karena terpantau juga dari buku KIA. Untuk yang sudah sekolah alhamdulillah sekolah juga support imunisasi.
    Btw TFS ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  8. Anakku imunisasinya (insyaAllah) lengkap kap kaaapp.
    Semoga semua ortu tercerahkan dgn pentingnya imunisasi
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  9. InsyaAllah anak2 sdh lengkap nih imunisasi wajibnya dulu

    Tp saat ada booster2 yg dilakukan di sekolah anak2 sy juga support utk mrk ikut...
    Imunisasi kan investasi kesehatan di masa datang

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah imunisasi kedua anakku lengkap, walau ada beberapa vaksin yang bikin dompet bolong saking mahalnya heheeh, tapi yang namanya berikhtiar demi proteksi anak apapun diusahakan :)

    ReplyDelete
  11. dengan adanya edukasi dan keikutsertaan MUI semoga ke depannya generasi mendatang makin sehat, dan semoga semua vaksin bisa halal, sehingga tidak ada kecemasan lagi, kita doakan saja.

    ReplyDelete
  12. Doaku, semoga imunisasi tambahn digratisin pemerintah juga 😂 secara lumayan harganya

    Alhmamdulillah pada lengkap, skrg kan juga pake sertifikat imunisasi mak kalau sekolah

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah, anak-anakku imunisasinya lebih dari 80%. Jadi lega ya kalo udah diklarifikasi kalo vaksin untuk imunisasi itu halal. Semoga banyak anak yg full imunisasi ya.

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah putriku juga sudah imunisasi ngikutin apa yang disampaikan tenaga kesehatan. Apalagi setelahh tau vaksinnya halal kan nggak ragu-ragu lagi untuk imunisasi anak demi masa depan mereka. Tinggal PR nya menyadarkan para ibu² yang belum mau imunisasiin anak mereka nih. Hehe

    ReplyDelete
  15. Walaupun selalu gak tega tiap anak disuntik, tapi demi masa depan dan kesehatannya, alhamdulillah anakku selaku vaksin lengkap. Kuat2in hati aja pas dia nangis 😅

    ReplyDelete
  16. Beberapa waktu belakangan ini, soal imunisasi jadi pembicaraan hangat di kalangan orang tua. Banyak yang pro-kontra.
    Dengan sosialisasi tentang imunisasi yang halal, tentu bisa mengurangi keraguan para orang tua untuk memberikan imunisasi untuk anaknya ya.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah imunisasi anak saya juga lengkap, dulu sesuai jadwal. Semoga yang masih ragu utk imunisasiin anaknya bisa tercerahkan akan pentingnya imunisasi yaaa

    ReplyDelete
  18. Aku dukung pemberian imunisasi buat anak, mba. Karena menurutku ini memang hak anak untuk mendapatkan yang terbaik demi kesehatan dan masa depan mereka

    ReplyDelete
  19. Setuju banget tentang statement imunisasi adalah hak anak. Kasihan kalau mereka sebenarnya bisa dicegah terkena suatu penyakit yang mustinya bisa diminimalisir dampaknya kalau kompakan semua pada imunisasi. Semoga kesadaran semakin membaik ya dengan diyakinkan imunisasi halal begini :)

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah anak-anakku lengkap imunisasi sekarang tinggal yang diulang..boosternya
    Dulu anak-anakku masuk TK di Amerika syaratnya lembar imunisasi mesti lengkap sesuai aturan. Karena gratis di sana, untuk semua anak 0-18 tahun. Jadi pas balik ke Jakarta tinggal booster ngikut program nasional di sekolah

    ReplyDelete
  21. Makin banyak ya Mak imunisasi yang harus dijalani anak-anak kita. Iya seingatku dulu cuma campak, polio, sama apa deh tadi 2 lagi lupa haha.

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillah imunisasi di Indonesia sudah ada label halalnya ya Mbak. Kami termasuk tim pro imunisasi. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  23. alhamdulillah, anakku bisa imunisasi baik yang wajib maupun yang rekomendasi..sebagai orangtua mencoba yang terbaik, untuk menjaga anak selalu sehat

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah aku termasuk yang selalu mengikuti kata dokter untuk imunisasi, karena biasanya dokter memberikan informasi tentang vaksin yang diberikan. Jadi aku lebih senang mendengarkan cerita dari dokter anakku.

    ReplyDelete
  25. Wah jd diingatkan lg ttg bbrp vaksin yg diulang buat anak2 nih. InsyaAllah yg dasar lengkap plus ada bbrp tambahan. Kalau aku sih nurut ma MUI, kalau bilangnya tidak haram or halal ya aku nurut. Lagipula vaksin jg bagian ikhtiar bikin anak sehat.

    ReplyDelete
  26. Untuk imunisasi dasar sudah lengkap yeay. Pokoknya saya manut jadwal yang diberikan sama Bu Bidan.

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah, kalau yg imunisasi standart aku dah tuntasin. Cuma yang rubella kedua ini Najwa blm. Kemarin sakit terus pas jadwalnya. Ini baru mau cari info ke puskesmas prosedur kalau susulan

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,