Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Tambal Gigi Anak Pakai BPJS Kesehatan di Puskesmas

Thursday, April 11, 2019

Tambal Gigi Anak Pakai BPJS Kesehatan di Puskesmas

dokter gigi anak puskesmas pulogadung
tambal gigi bolong pakai BPJS Kesehatan, gratis!
Saat periksa gigi di posyandu, terlihat gigi geraham SID ada yang bolong. Mbak perawat menyarankan untuk segera ditambal meski itu gigi susu. Hmm, apa SID mau ke dokter gigi? Gimana kalau anak takut dengan dokter gigi? Masalah biaya, apa bisa tambal gigi anak pakai BPJS Kesehatan?


Dokter Gigi Ramah Anak di Jakarta Timur

SID punya pengalaman dua kali ke dokter gigi. Waktu menemani ayahnya ke dokter gigi di Puskesmas dan menemani saya membersihkan karang gigi di klinik. Selama di ruangan, ia hanya memperhatikan tanpa nampak rasa takut. Tapi bakal beda dong kalau pasiennya adalah si anak. Maka, saya sempat ragu membawa anak ke dokter gigi.


Konon kabarnya, sekali anak trauma ke dokter gigi maka hal itu akan terbawa berlarut-larut. Nah, supaya pengalaman pertama SID dengan dokter gigi berjalan bahagia, saya berusaha mencari dokter gigi anak atau dokter gigi ramah anak di sekitar Jakarta Timur.

dokter gigi anak terbaik di jakarta timur
Alat-alat dokter gigi nampak menyeramkan
Saya mendapat rekomendasi dokter gigi ramah anak antara lain drg. Indah di RS Darma Nugraha Rawamangun dan Medikids Clinic. Teman saya pernah membawa anaknya ke drg. Indah dan memang ramah banget. Anaknya yang sempat trauma dengan dokter gigi jadi enggak takut lagi. Kalau Medikids Clinic ini memang klinik gigi untuk anak. Tempatnya warna-warni seperti taman bermain. Sayangnya cabang terdekat masih satu jam dari rumah. Keburu anaknya tidur.

Akhirnya kami membawa SID ke dokter gigi di Puskesmas saja dengan memakai asuransi BPJS Kesehatan. Ini juga karena SID berulang kali minta dibawa ke Puskesmas untuk tambal gigi. Lho, anaknya santai begini malah ibunya yang khawatir. Okelah, kita ke Puskesmas!

Tambal Gigi Anak Pakai BPJS Kesehatan

Antrean poli gigi di Puskesmas selalu menjadi best seller. Ayah SID datang ke puskesmas setelah sholat subuh untuk mengambil nomor antrean. Proses antre – mengantre di poli gigi setiap hari memang demikian.  Kuota harian cepat banget habisnya.

Saat registrasi di loket pendaftaran, petugasnya kaget melihat data SID. Anak usia 3 tahun ke dokter gigi? Saya cuma cengar-cengir, yang penting dapat slot buat periksa hari ini. Oh ya, karena anak menggunakan BPJS Kesehatan, maka bebas biaya pendaftaran (normalnya 10.000 – 15.000 rupiah). Cukup menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat registrasi.


Setelah bolak-balik puskesmas, tibalah kami di ruang tunggu poli gigi di lantai 3. Sambil menanti nomer antrean dipanggil, saya ngobrol dengan ibu di sebelah. Ia bercerita kalau pasien anak-anak akan diarahkan ke dokter gigi yang di pintu sebelah kanan. Dokter giginya ramah, baik banget. Ooh … obrolan ini membuat hati saya lebih plong.

Akhirnya, tibalah giliran SID masuk ke ruang periksa gigi di sebelah kanan. Dokternya menyambut ramah, begitu pula perawat yang wajahnya nampak tidak asing (ternyata itu mbak yang memeriksa gigi SID di posyandu).

SID dipersilakan duduk di kursi periksa berwarna ungu. Ia menurut sesuai perintah bu dokter. Buka mulut, kumur-kumur, dan sebagainya. Wajahnya nampak tegang dan ia hanya diam. Ini ekspresi khas SID kalau bertemu orang asing.

Setelah mengecek gigi SID yang bolong, dokter menanyakan ini mau pakai biaya pribadi atau BPJS? Kalau BPJS berarti tidak perlu menjelaskan biayanya. Alhamdulillah, gratis!

Gigi geraham SID yang bolong harus segera ditambal, mumpung belum sakit. Meski gigi susu, dokter menyarankan untuk ditambal karena gigi permanen baru akan tumbuh sekitar usia 9 tahun. Beda dengan gigi depan yang bolong. Usia 6-7 tahun juga bakal lepas, so dibiarin aja.

gigi bolong anak
Alhamdulillah anteng saat diperiksa
Dokter gigi satu ini beneran ramah dan cepat menangani pasien. Caranya menangani pasien anak tuh luwes. Misal nih sebelum menggunakan alat, bu dokter menjelaskan kegunaan alat tersebut. Alat pembersih gigi yang dapat mengeluarkan air (waterpulse dental flosser?) disemprotkan ke tangan anak sambil berkata, “Dibersihkan pakai ini ya. Nih keluarkan air.”. Dengan begini, anak enggak takut melihat banyaknya alat-alat kedokteran gigi yang terjembreng di meja.

Proses penambalan gigi geraham SID pun berlangsung cepat, palingan sekitar 15 menit. Hasil tambalannya nyaris tidak terlihat karena warnanya sama dengan warna gigi.

Sepulang dari dokter gigi, SID bahagia dan merasa dirinya keren karena berani tambal gigi yang bolong di puskesmas. Hari itu, ia bercerita bahwa giginya baru ditambal ke teman-temannya. Ia juga bercerita ke nenek, pakdhe, budhe, dan hampir semua orang yang ia temui. Berhari-hari setelahnya ia pun masih membahas soal tambal gigi. Menurutnya, berobat ke dokter gigi tidak menakutkan. Malah dingin karena disemprot water pulse dental flosser. Alhamdulillah…


Ternyata tambal gigi pakai BPJS Kesehatan mudah, ya. Cukup tunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat registrasi kemudian dalam kasus SID ini tidak ada biaya tambahan sama sekali. Ya palingan biaya parkir motor karena harus empat kali bolak-balik ke puskesmas demi nomor antrean.

Pesan sponsor, gratis dan mudah bukan berarti membiarkan gigi bolong. Sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, ya, Nak!

32 comments on "Tambal Gigi Anak Pakai BPJS Kesehatan di Puskesmas"
  1. Dokter yg ramah pada anak itu penting, apalagi yg namanya dokter gigia secara ya alat2 bornya baru dinyalakan aja suaranya udh bikin kaget dan deg2an.Sehat terus ya sayang 😍 makin mudah karena pakai BPJS ga perlu jelasin biayanya wkwkkw drpd bikin kepala pusing ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. suara alat-alat di dokter gigi kan menyeramkan apalagi buat anak yang baru pertama kali. Alhamdulillah SID aman :)

      Delete
  2. wah, pengalaman berharga yang dishare, seneng banget bacanya. Sulung saya juga alhamdulillah berani ke drg pertamanya saat TK karena sudah sundul gigi. Malah sekarang minta ke drg lagi pengen merasakan kursi yang bisa naik turun katanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi... malah suka naik kursi di dokter gigi

      Delete
  3. Banyak yang cuek nih kalau gigi susu anak rusak, ya dibiarin aja, alhasil makin rusak semuanya.

    Kartu BPJS kami baru kepakai 2 orang, saya waktu melahirkan dan si bayi waktu imunisasi.

    emang asyik juga pakai BPJS, gratis.
    Terlebih di Surabaya ada aplikasi e health, jadi meski BPJS, tapi saya ga perlu antri karena udah bisa daftar dari rumah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh di Jakarta kayaknya ga ada e-health padahal enak tuh ga perlu lama antre

      Delete
  4. Mpo aja yang sudah dewasa beluman sempat ke dokter gigi di puskesmas

    Dokter pergi pendidikan melulu. Jadi belum membuat jadwal lagi.

    SID jagoan tidak takut eh mama nya yang dah Dig dug

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, ga nyangka lho kalau SID berani ke dokter gigi

      Delete
  5. wah mitos tambal gigi pakai BPJS tidak terbukti ya mba :) Kebetulan gigiku juga lagi berlubang, kalau ke dokter gigi bisa habis 300ribuan.

    ReplyDelete
  6. Harusnya memang semua penyakit bisa pakai BPJS asal lewat puskesmas dulu hehe. Sayangnya aku belum punya :") Kemarin nyoba ngurus kacamata buat ibu pakai BPJS. Aduh, rada ribet ya.

    ReplyDelete
  7. Pengalaman pakai BPJS nya beda huhuhu. 3 hari lalu suamiku berobat ke dokter gigi pakai BPJS katanya ga bisa tambal, akhirnya bayar pribadi :(

    ReplyDelete
  8. Wah, SID pemberani ya.
    Itu sebenarnya ada faktor kurang kalsium nggak to, Mbak, gigi berlubang? Soalnya anakku usia 3,5 tahun, gigi 2 depan yang atas mulai geripis.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah ngebantu sekali ini ya mb. Kalau ada BPJS jadi memudahkan dan apalagi pelayananya juga bagus dan maksimal ya

    ReplyDelete
  10. Wah aku baru tahu gigi geraham bungsu itu tetap sebaiknya ditambal. Aku kemarin bawa Adis ke dokter gigi dan dia gak bilang apa-apa soal tambal gigi ini, bilangnya belum perlu

    ReplyDelete
  11. Sama mba anak saya pun beberapa bulan yg lalu tambal gigi di puskesmas. Dokternya ramah jd anak ga takut..

    ReplyDelete
  12. Iya kemarin anakku umur 4 tahun ke dokter gigi mbak, dikasih banyak saran dan masukan soal gigi nya kapan tanggal dan sebagainya. Jadi senang deh dapat pemahaman dan pengalaman baru.

    ReplyDelete
  13. Ya Allah SID anak kerennn
    Ak aja yang dewasa ini masih gemes kalo disuruh ke dokGi hahahah
    Takuttt wkakaak

    ReplyDelete
  14. Anakku belum mau nih mbak. Ke dokter gigi padahal katanya giginya sakit. Tapi dia takut katanya gitu

    ReplyDelete
  15. Wah ada yang bolong ya giginya, untuk deh udah ditambal skr kasihan kalau anak-anak sakit gigi, Sid keren nih gak takut ya. Boleh juga nih info bpjsnya, aku belum pernah pakai sama sekali cuma bayar aja

    ReplyDelete
  16. Wah.. Jadi inget kalau aku belum ke dokter gigi lagi...
    Lupa banget pingin scaling gigi.
    Abis pemilu nanti ah... Hehehehe

    ReplyDelete
  17. waa enaknya ada dokter gigi ramah anak di puskesmas, kalau puskesmas dekat rumahku cuma ada satu ruang gigi, dokternya udah tua dan ribet banget, gak sabar ngadepin anak2anak :(

    ReplyDelete
  18. Kereen berani ya ke dokter gigi. Anakku belum berani hihi padahal giginya bolong nih yg depan. Kalo pake bpjs enak ya mba bisa mengcover sekalian.

    ReplyDelete
  19. Udah lama nih aku pengen coba tapi belum sempet nih mba. Mau juga ah segera coba di klinik terdekat

    ReplyDelete
  20. Maxy bolak balik nih tambal gigi huhuhu baru tau di puskesmas jg bisa, tapi aku suka bingung kalau gk ada dokgi anak. Abisnya anaknya suka histeris ke dokgi.
    Ini Dema kyknya mau nambal jg jd pengen jg ke puskesmas, eh tapi aku janjiin dia ke klinik yg dikasi mainan kalau periksa, jd dilema iki emak 2 hahaah :P

    ReplyDelete
  21. Wuiiihh SID hebat loh enggak takut ditambal giginya, tante aja takut lhooo ke dokter gigi. Kapan hari konsul ke dokter gigi di klinik BPJS karena kok geraham kiri udah lama ga bisa dipake untuk makan. Eehh ternyata ada polip di gigi. Ada daging yang ikut tumbuh masuk ke rongga di antara gigi. Hihiii.. kalau mau terus perawatan akar syaraf kudu sering ke dokter ini huhuhuuu...

    ReplyDelete
  22. Dulu aku nggak takut ke dokter gigi swasta karena tempatnya enak dan dokternya ramah. Pernah iseng pengen ke Puskesmas gara-gara buku pelajaran. Pulang-pulang nangis kejer. Kalau semua dokter gigi Puskesmas ramah gini, pasti banyak anak yang senang deh.

    ReplyDelete
  23. Anakku yang pertama usia 4th belum pernah sekali pun ke dokter gigi. Ke dokter biasa aja dia udah histeris. Padahal ini perlu banget ya periksa gigi secara rutin.

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah yah tambal gigi bisa di-cover BPJS juga! Padahal kalau di klinik tuh 1 gigi tambal bisa 100rb >_< Pengalaman baru2 aja soalnya, anakku ditambal 3 gigi jadi 350rb sama biaya jasa dokternya >_<

    ReplyDelete
  25. Syukurlah pelayanan suster dan dokternya ramah, hal itu penting untuk anak kecil yang pertama kali melakukan penambalan gigi

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah si kecil jadi nggak takut dengan dokter gigi ya mbak... :D

    Dokternya ramah sama anak2, pelayanannya juga bagus. Tapi aku & pak suami nggak bakal kuat klo harus ambil antrean dari subuh hehe

    Oiya, klo Puskesmas tempatnya mbak untuk scaling di-cover BPJS juga nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. scaling dengan BPJS Kesehatan bisa 1x setahun, Kak.

      Delete
  27. Aku baca postingan ini kenceng2 karena barengan Alfath bacanya, semoga memotivasi dia supaya gak takut ke dokter gigi, hihi. Udah ada karies di giginya, ngeri keburu ada bolong yang berlebihan, tapi Anaknya masih takut2 padahal waktu usia 2 tahunan sering ke dokter gigi buat periksa.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,