Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Menggali Minat Bakat Anak dan Ide Stimulasinya

Wednesday, August 1, 2018
Latihan buat Asian Games
Perkenalkan, yang sedang memanjat dinding itu SID. Usianya 3 tahun. Hobinya memanjat pagar, naik perosotan lewat depan, dan berbagai adegan berbahaya lainnya. Ia begitu bersemangat melihat wall climbing di arena bermain Festival Sahabat Generasi Maju. Selain panjat-memanjat, di sini banyak kegiatan untuk menggali potensi bakat dan minat anak. Simak, yuk!

5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju                                         

Ketika melihat anak bermain panjat-panjatan, berlarian, atau melompat di trampoline terselip rasa khawatir. Mau melarang tapi saya tahan. Biarlah ia mencoba asal diawasi. Jika saya terlalu banyak berkata “JANGAN”, bagaimana saya tahu ia mampu melakukannya. Malahan ia menjadi tidak percaya diri karena kebanyakan dilarang.

Nah, percaya diri penting dimiliki anak karena termasuk salah satu dari 5 potensi prestasi anak generasi maju, lho. Ngomongin prestasi tak hanya berkaitan dengan nilai rapor di sekolah, kan. Menurut psikolog favorit saya, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, generasi maju memiliki 5 potensi prestasi, yaitu:
1. Percaya diri: yakin akan kemampuan dirinya.
2. Cerdas kreatif: cepat memahami sesuatu dan memiliki banyak ide.
3. Tumbuh tinggi & kuat: tumbuh kembang sesuai usianya.
4. Supel: mudah berteman dengan siapa saja, sopan, mau berbagi.
5. Mandiri: dapat mengandalkan diri sendiri.

Ketahui Minat dan Bakat Anak untuk Potensi Prestasinya

Wah, lima hal tersebut idaman dimiliki buah hati. Namun, bagaimana agar anak menguasai potensi prestasi tersebut?

Jawabannya satu: kesempatan.

Yup, anak butuh diberi kesempatan untuk dikenalkan dan mencoba banyak hal. Di Festival Sahabat Generasi Maju yang berlangsung 27-29 Juli 2018 di Summarecon Mal Bekasi, tersedia 4 kelas yang dapat digunakan untuk mengasah potensi prestasi generasi maju tersebut.

Kelas Tumbuh Tinggi, Kuat, & Mandiri

Kelas ini melatih motorik kasar dan keberanian anak melalui permainan trampoline dan panjat dinding. SID suka banget melompat di trampoline tapi saat ada anak yang melompat lebih kencang, ia terjatuh dan minta turun. Sedangkan panjat dinding sempat ia coba dua kali. Andai kami di sini sampai malam, sepertinya ia akan bolak-balik memanjat dinding.

Ide stimulasi:
  • Menari
  • bermain lempar tangkap bola
  • berjalan di papan titian
  • bermain balok kayu
  • finger painting
  • memindahkan kacang dari satu mangkok ke mangkok lain.
Membuat prakarya di kelas cerdas dan kreatif


Kelas Cerdas & Kreatif

Terdapat empat aktivitas di kelas cerdas & kreatif. Pertama, SID membuat prakarya dari piring kertas yang dibuat menjadi bentuk kepala hewan. Kedua, ia mewarnai gambar yang tersedia dengan krayon. Belum selesai mewarnai kepala monyet, ia mendekati saya dan berkata, “Sudah. Aku capek.”. Ketiga, bermain berhitung dan melengkapi huruf di The Farmers Game. Dan yang terakhir menangkap buah-buahan dengan teknologi AR. Canggih-canggih deh permainan di sini.

Mengenai potensi anak yang cerdas dan kreatif, biasanya nih balita mulai banyak bertanya. Ia memiliki rasa ingin tahu yang besar. Saya kadang sebel sih mendengar pertanyaan SID yang tak ada hentinya. Akan tetapi, Alyssa Soebandono, selebritis dengan dua anak, mengingatkan agar orang tua memfasilitasi rasa ingin tahu si anak tersebut. Anak dengan kuriositas besar itu berpotensi tumbuh cerdas dan kreatif, lho.

Ide stimulasi:
  • Ajak anak mengobrol tentang hal-hal yang menarik untuknya.
  • Beri kesempatan bermain dan beraktivitas yang beragam.
  • Berkreasi membuat prakarya dari barang bekas.
Menangkap buah dan sayur menggunakan teknologi AR


Kelas Supel

Kelas supel mengajak anak-anak bermain bersama teman. Di sini ada permainan ular tangga raksasa dan kinetic sand. SID tertarik bermain pasir bersama teman-temannya. Alhamdulillah ia mau bergantian mencetak pasir.

Ide stimulasi:
  • Bermain di taman
  • Bermain berkelompok
  • Berbagi mainan
  • Mengantre dengan tertib
  • Naik kendaraan umum
Bermain ular tangga mengajarkan anak untuk sportif

Kelas Percaya Diri

Kelas terakhir ini mengajak anak-anak berani tampil untuk menyanyi dan bercerita (story telling). Hebat deh balita berani maju dan menyanyi di panggung mini. Sementara SID, yang hobinya menyanyi di rumah, tidak mau masuk ke Kelas Percaya Diri. It’s okay, kid.

Melatih kepercayaan diri pada anak dapat dilakukan dengan memberi kesempatan, selama aman dilakukan anak, dan memberi pujian.

Ide stimulasi:
  • Anak makan sendiri
  • Anak memakai baju sendiri
  • Anak merapikan mainan
  • Berolahraga (sendiri maupun tim)

Abadikan momen tersebut dalam bentuk foto dan pajang di rumah sebagai bentuk penghargaan/pujian kepada anak.

Asyik mewarnai di kelas cerdas & kreatif
Selain keempat kelas di atas, acara yang digawangi SGM Eksplor ini merupakan grand final Festival Sahabat Generasi Maju di mana 60 finalis menunjukkan kemampuan mereka di hadapan juri. Sebelumnya mereka telah melalui proses seleksi dari ribuan peserta yang mengirimkan foto ke Facebook Aku Anak SGM. Nantinya dipilih 25 pemenang yang mendapat beasiswa pendidikan dengan total 1 Milyar rupiah.

Penuhi Kebutuhan Gizi Anak

Selain stimulasi, anak perlu gizi cukup untuk pertumbuhan optimal. Asupan energi tersebut dari nutrisi makro dan nutrisi mikro. Untuk anak di atas usia 1 tahun perlu juga pangan fungsional lain (serat dan probiotik).

Menurut dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, dokter gizi klinis, agar probiotik tetap menjadi bakteri baik, perlu konsumsi serat dari sayur dan buah. Selain itu, jika anak tidak mau makan nasi, dapat diganti dengan ubi, mie, kentang, atau makanan pokok lain. Makanan pokok penting agar tubuh segar, tidak mudah lemas, dan otak dapat berpikir optimal.

Memiliki anak cerdas dan kreatif juga perlu asupan asam linolenat (Omega 3) dan asam linoleat (Omega 6) dengan rasio 1:5 hingga 1:15. Rasio ini sesuai PerKaBPOM No. 31.2013 tentang pengawasan formula lanjutan.


Minum SGM Eksplor dengan Complinutri setelah lelah bermain di Festival Sahabat Generasi Maju

SGM Eksplor dengan Complinutri

Bermain di Festival Sahabat Generasi Maju selama sekitar dua jam membuat SID kehausan. Ia perlu energi untuk kembali bermain, apalagi ia masih ingin naik panjat dinding. Syukurlah di sana tersedia susu SGM Eksplor dalam gelas-gelas kecil. Bahkan ada booth SGM Eksplor Milk Bar yang membuat milkshake dari susu SGM rasa cokelat dan madu.

SGM Eksplor dengan Complinutri antara lain mengandung kalsium, vitamin D, minyak ikan dan omega 3, serat pangan inulin, zinc, dan vitamin C yang tepat mendukung kebutuhan gizi anak. “SGM Eksplor dengan Complinutri membantu melengkapi kebutuhan gizi anak dan memberi dukungan komplit agar anak mampu memaksimalkan 5 potensi prestasi.” ujar Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Milkshake SGM Eksplor dengan topping warna-warni
Puas banget bermain bersama anak di Festival Sahabat Generasi Maju. Sebelum meninggalkan arena permainan, SID berkata, “Kapan-kapan aku mau ke sini lagi, ya.”

28 comments on "Menggali Minat Bakat Anak dan Ide Stimulasinya"
  1. Wah, ngiler sama milkshake SGM dan toppingnya, anak-anak pasti senang deh dapat kesempatan bermain seperti itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba deh bikin di rumah. Gampang banget.

      Delete
  2. Setuju banget bahwa anak sebaiknya dikenalkan dengan berbagai potensi sejak dini. Kalau boleh menambahkan, potensi anak juga tidak tergantung gender. Anak cowok bukan berarti harus olahraga atau teknik, pun sebaliknya. Bersyukur orangtua saya nggak pernah memaksakan minat dan hobi saya, jadi leluasa mengasah diri :)

    Salam kenal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, seperti memilih mainan, mobil-mobilan bukan hanya untuk cowok.

      Delete
  3. Sid keren banget iiih!
    bener-bener anak generasi maju niiih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Keren banget mba tulisannya.
    Rapih dan bagus tata bahasanya.

    ReplyDelete
  5. Ya ampunnn sid jago manjatttt.. takjubbb...

    ReplyDelete
  6. Waaaahh adeekk, 3 taun tapi udah berani manjat di situ?
    Kayaknya saingan ama bayi saya nih, masih piyik tapi hobi manjat.
    Emaknya deg-degan mulu.

    Btw acara SGM keren banget ya di sana.
    Kelas2nya juga banyak yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha anak bayi doyan tantangan yaa

      Delete
  7. Well noted, kesempatan. Pantess SID pengen balik lagi ya, banyak bangett pilihan kelasnya, seruu..

    ReplyDelete
  8. Wah seru banget, apalagi banyak kegiatan stimulasi kecerdasan anak. Thanks for sharing, mba. Bisa dicoba nih di rumah (:

    ReplyDelete
  9. Seru ya acaranya. Sedih ga bisa ikutan ih. Beginilah nasih wong daerah, kejuahan eh kejauhan... Hehehe.

    Trims tulisannya mba saya jadi berasa ikut hadir di acara dan menyerap ilmunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. teman-teman dari daerah banyak juga yang ikut, Teh. Kan ada seleksi anak berbakat se-Indonesia.

      Delete
  10. SID berani banget manjat wall climbing gitu. Pasti mamahnya juga hobi manjat nih.

    ReplyDelete
  11. Menyenangkan, ya. Kelas, tetapi sambil main, yang di dalamnya ada pendidikan.

    ReplyDelete
  12. SID ketagihan deh..
    Ayo balapan manjat sama Tante..

    ReplyDelete
  13. Satu hal yang aku irikan dari kota besar adalah banyaknya aktivitas untuk anak. Jadi anak-anak lebih bisa kita stimulasi. Beda banget sama kota-kota kecil tempat aku tinggal kayak pontianak ini. kegiatan seperti ini sama sekali kurang bahkan hampir gak ada >.<

    ReplyDelete
  14. makin banyak exposure dan Kigali, makin banyak potensi anak yang kita ketahui yaaa

    ReplyDelete
  15. Seru ya ka bikin anak tmbh explore aktivitasnya trs ortuny jd tmbh ilmu

    ReplyDelete
  16. Aku setuju banget tuh kalau anak diajak ke kelas2 seperti itu. Daripada di rumah terus dan ujung2nya dikasih mainan gadget -_- Duh kadang gemes tapi bukan anakku haha

    ReplyDelete
  17. Wah kereen anaknya jago manjat. Ak jd pengen ikutan jg.. *eh. Haha. Bener banget stimulasi, kasih sayang n nutrisi adl kuncinya ya. Asik banget ada acara SGM begini. Kapan ya ke Banjarmasin juga. :)

    ReplyDelete
  18. Wah sid anaknya pemberani banget ya kayaknya. Suka nyoba macam-macam. Pr juga nih buat saya biar bisa kasih stimulasi yang baik buat anak

    ReplyDelete
  19. Waaah Sid keren usia 3 tahun sudah berani manjat dinding gitu. Kalau anak saya, sering saya suruh malah nggak mau. Nggak nurun kayaknya, padahal sewaktu muda emaknya ini pemanjat juga hehe.

    ReplyDelete
  20. Kompak beneerr, mba Helen sama SID.
    Aku suka ngebiarin anak eksplor, tapi yang susah, kalau sedang ada Ibu.
    Neneknya takut banget si cucu ini kenapa-napa.

    Padahal, anakku yang pertama hobinya juga manjat-manjat kaya SID.
    Gelantungan, dll.

    Yang ngliat syerreem...tapi anaknya enjoy banget.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature