Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Cara Mengatur Keuangan Usaha dan Rumah Tangga a la Prita Ghozie dan Jenahara

Monday, August 13, 2018

Mengatur keuangan keluarga perlu ketelitian dan ketelatenan, jangan sampai uang belanja minus. Bagaimana bila ibu berbisnis atau istilahnya menjadi womenpreneur? Bagaimana cara mengatur keuangan usaha agar jelas untung-ruginya dan tidak tercampur dengan keuangan rumah tangga? Perencana Keuangan Prita Ghozie dan Desainer Jenahara berbagi cara mengatur keuangan usaha dan rumah tangga lewat #ibuberbagibijak.

Atur keuangan usaha dan rumah tangga supaya lancar. Bagaimana caranya?


VISA Ajak Perempuan Indonesia Menjadi #IbuBerbagiBijak

Ini tahun kedua VISA menggalakan kampanye #ibuberbagibijak agar semakin banyak kaum wanita, terutama para ibu, melek keuangan. Melihat uang memang bikin melek, tapi apakah sudah paham cara mengelola uang? Tingkat literasi keuangan yang baik penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. VISA menitikberatkan kampanye ini untuk kaum perempuan yang juga “menteri keuangan keluarga” dengan harapan literasi keuangan meningkat, masyarakat semakin sejahtera.

Tahun lalu VISA mengadakan pelatihan offline dalam 3 tahap, meliputi financial check-up, financial budgeting & saving, serta grow your wealth (investment). Berbagai aktivasi di media sosial khususnya Instagram @ibuberbagibijak juga dilaksanakan. Totalnya #IbuBerbagiBijak 2017 telah menjangkau sekitar 200.000 perempuan!

Di tahun 2018 ini, VISA ingin menjangkau kalangan yang lebih luas, salah satunya bekerja sama dengan Dharma Wanita DKI Jakarta. Topik yang diangkat pun semakin menarik, tak hanya seputar keuangan keluarga, peserta workshop dibekali cara mengelola keuangan usaha.
#IbuBerbagiBijak VISA bersama Dharma Wanita DKI Jakarta


Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Mengelola keuangan itu penting. Cara pertama sebelum mengatur uang, kita harus mengetahui kondisi keuangan sekarang. Tak cuma badan yang perlu medical check-up rutin, uang pun perlu financial check-up.

Sehatkah keuangan saya?

Marilah bertanya pada dompet, eh pada diri sendiri:

1. Apakah saya punya utang?
Hayo… siapa yang doyan nyicil? Cicilan 0% selama 12 bulan memang menggoda, namun apa yakin ga bakal belanja (dan nyicil lagi) di bulan-bulan berikutnya? Teliti lagi pinjaman yang dimiliki untuk apa. Sebaiknya pinjaman yang dimiliki berupa pinjaman produktif dan cicilan di bawah 30% dari total penghasilan.

Jika membeli handphone dengan cicilan 36 bulan, selesai nyicil eh udah ganti HP baru (dan nyicil lagi). “Ini beli apa sewa HP?”, tanya Prita Ghozie.

2. Apakah biaya hidup < pemasukan?
Jika selalu mengambil pinjaman untuk menutup biaya hidup, biasanya pola ini akan berulang. Makin lama, makin besar utangnya, makin bingung bayarnya. Pinjaman tunai boleh saja untuk hal mendesak seperti untuk biaya pengobatan.

Beli tunai atau nyicil?

3. Apakah memiliki dana darurat?
Dana darurat penting dimiliki, besarnya minimal 3x biaya bulanan. Namun, bila sudah memiliki anak, sebaiknya dana darurat 12x biaya bulanan. Hal ini untuk berjaga-jaga bila kehilangan sumber daya penghasilan (berhenti bekerja, dsb), masih ada waktu untuk membiayai kebutuhan keluarga sembari mencari pekerjaan baru.

Bentuk dana darurat harus kas/tunai (minimal 3x biaya bulanan), selebihnya dapat berupa logam mulia.

4. Apakah memiliki tabungan?
Menurut Prita, “Tabungan itu harus lebih banyak frekuensi uang masuk daripada uang keluar.”. Duh, langsung teringat mutasi rekening bulanan. Sekali masuk saat gajian, berkali-kali keluar tiap ada pengeluaran.

Sebaiknya membagi rekening per pos. Idealnya 1 rekening khusus pemasukan, sedangkan pengeluaran untuk sedekah, biaya hidup bulanan, dana darurat, investasi, gaya hidup, dan cicilan utang dipisahkan ke dalam masing-masing rekening. Bagi yang doyan online shopping, bisa juga membuat DOMPET DIGITAL khusus untuk belanja via online supaya dana yang digunakan tidak mengambil dari tabungan lain. Sekarang trennya dompet digital nih, 1 rekening utama bisa memiliki beberapa virtual account (VA). Nah, bisa juga memanfaatkan VA untuk membagi pos berdasarkan budget pengeluaran.


Setelah mengetahui kondisi keuangan terkini, saatnya mengelola arus kas yang meliputi:
1. Zakat (termasuk sumbangan, bantuan pada anggota keluarga, infaq, dsb).
2. Assurance (dana darurat, asuransi jiwa/kesehatan/kendaraan, dsb)
3. Konsumsi sekarang/rutin.
4. Future spending seperti dana liburan, mudik, dsb. Tabung dulu, beli kemudian, ya!
5. Investasi


Cara Mengatur Keuangan Usaha bagi Womenpreneur

Seorang istri/ibu dapat menambah penghasilan rumah tangga dengan bekerja aktif, menjadi investor, ataupun memiliki bisnis (womenpreneur). Kali ini VISA membahas yang ketiga.

Tips mengelola keuangan usaha dari Prita Ghozie sebagai berikut:
1. Memilih usaha yang cocok. Ibu dapat memilih usaha yang erat dengan hobi atau minat.
2. Menganalisa potensi pasar dan target market yang ada.
3. Menetapkan jam kerja yang disukai karena harus membagi kesibukan antara keluarga dan bisnis. Ada usaha yang hanya buka di waktu tertentu (di bulan Ramadhan, kerja 3 hari seminggu, atau kerja saat akhir pekan saja.).
4. Memisahkan keuangan pribadi dengan usahanya agar nampak sebenarnya usaha tersebut untung atau rugi.
5. Memiliki catatan arus kas. Catatan ini dibedakan antara arus kas keluarga dan usaha.
  • Investasi pemilik masuk sebagai modal usaha.
  • Arus kas usaha menunjukkan dana darurat, modal kerja, dan biaya usaha.
  • Biaya usaha termasuk juga gaji pemilik. Sebaiknya pemilik mendapat gaji meski masih merintis usaha. Nantinya nominal gaji ini berguna sebagai patokan saat akan mempekerjakan orang untuk menggantikan pemilik.
  • Keuntungan usaha sebagian dapat diambil sebagai keuntungan pemilik.

6. Memiliki rencana pengeluaran.
7. Tidak ada utang konsumtif. Jadi, jangan dicampur utang pribadi dengan utang usaha.
8. Memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.
9. Menghitung modal investasi vs biaya. Modal investasi ini untuk pengeluaran yang sifatnya dapat digunakan selama lebih dari 1 tahun, misal: komputer, meja, mesin jahit, dsb.

Bila bekerja di dalam rumah, hitung pula ongkos listrik, air, dan sumber daya yang digunakan. Misal: usaha membuat kue perlu biaya listrik untuk mixer, oven, dst. Biaya ini jangan dibebankan semuanya ke pengeluaran pribadi. Bengkak!

Womenpreneur harus memiliki perencanaan keuangan bisnis. Jangan sampai tercampur dengan keuangan keluarga.


Mengelola Bisnis a la Desainer Jenahara

Jenahara, biasa dipanggil Jehan, menceritakan kisahnya mengawali bisnis di bidang fashion. Ia belajar desain sejak 2004 namun mulai meluncurkan brand sendiri pada 2011. Waktu itu dirasa pas dengan tren hijab yang mulai meluas. Kaum muda sebagai target pasar Jenahara semakin banyak yang memakai hijab dengan berbagai model.

Mengawali karirnya di industri fesyen, Jehan kala itu sedang mengandung anak kedua. Usia kandungan 7 bulan tak menghalanginya berbisnis. Syukurlah ia mendapat izin dan dukungan penuh dari sang suami.

Jehan mengingatkan betapa pentingnya memiliki support system. Ketika ia harus fokus mengembangkan bisnisnya, ia punya support system untuk membantunya mengelola urusan rumah tangga.

Membahagiakan anak-anak menjadi motivasi terbesar Jehan agar menjadi womenpreneur yang sukses. Kini waktu untuk keluarga memang terbatas karena harus membagi fokus antara bisnis dan keluarga. Namun setelah sukses, ia ingin berlibur keliling dunia bersama anak-anak sebagai quality time mereka. Setiap Jehan merasa letih, impian inilah yang membangkitkan semangatnya.

Tips Berbisnis dari Jenahara, yaitu:
1. Pisahkan rekening bisnis dengan pribadi.
2. Sering lakukan financial check-up bisnis.
3. Buat target penjualan.
4. Miliki motivasi dan support system.
5. Tiap bisnis butuh proses untuk meraih sukses maka harus menjalani berbagai tantangan.

Mengelola keuangan keluarga dan usaha mudah dilakukan asal konsisten. Hasilnya bakal bermanfaat untuk diri kita juga, lho. Ingat pesan Prita Ghozie, “Gak hanya kulit saja yang perlu pakai anti-aging, dompet juga diberi anti-aging supaya tanggal muda terus.”. Oops!
72 comments on "Cara Mengatur Keuangan Usaha dan Rumah Tangga a la Prita Ghozie dan Jenahara"
  1. Aku pernah gagal berbisnis karena memcampur hasil keuntungan dengan uang pribadi, padahal mang harus dipisahkan ya.. Tapi alhamdulillah sekarang meminimalisir utang, biar jadi bijak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saat dicampur gini jadi ga jelas ya mbak sebenarnya untung atau rugi.

      Delete
  2. Prita Ghozie kalo ngomong suka bener yaa, hahahha, nabung dulu cicil kemudian, bukannya sebaliknya. duh harus fasih nih kelola keuangan keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang beneeer, mbak! apalagi yang dompet juga kudu diberi anti-aging biar tanggal muda terus. heheh

      Delete
  3. Kesalahan keuangan dengan mencampur adukan tabungan akan membuat goyah keuangan.

    ReplyDelete
  4. pe-er ya mengelola keuangan itu tapi ya harus dilakukan. dana darurat itu yang kadang 'kelewatan' untuk disiapkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya harus namanya menjaga amanah rezeki dari Allah, ya kaaan

      Delete
  5. Wah sangat lengkap sekali.. ada bbrp point yg harus aku benah.. terima kasih sharingnya ya mbaa

    ReplyDelete
  6. Huwaaaa memisahkan rekening itu yang aku masih belum hiks. Rekening bisnis masih nyampur sama rekening pribadi. Jadinya yaaaa gitu hiks. Mamaci diingetin mbaaa
    Besok ke bank lagi ah buka rekening baru!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa makin gampang kok buka rekening, bisa juga rekening digital di hp

      Delete
  7. Mengatur keuangan itu memang gampang-gampang susah
    Butuh ketelitian dan paling penting ya dispilin
    Jangan mencampur uang pribadi dan bisnis
    Makasi sharingnya ya, aku jadi banyak belajar
    Secara selama ini, nyoba2 bisnis gagal melulu hahaha

    ReplyDelete
  8. Nah tips berbisnisnya belum saya jalanin nih. Saya masih menyatukan rekening bisnis dengan rekenening uang belanja. Kudu di pisah nih kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, meski baru merintis bisnis sebaiknya dipisah

      Delete
  9. Tips dan infonya lengkap banget, semuanya sepertinya keuanganku harus dicek lagi Mba, banyak yang harus aku perbaiki, apalagi di bagian menabung, mkch sharingnya ya

    ReplyDelete
  10. Cantik-cantik kainnya. Jadi salah fokus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu hasil karya ibu-ibu dharma wanita lho.

      Delete
  11. Sebagai wanita kudu punya banget persiapan tabungan dan dana darurat yah mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. pentiiiing! Buat jaga-jaga supaya keuangan masa depan aman.

      Delete
    2. Kalau nggak ada perencanaan keuangan maupun tabungan memang kurang lengkap aja mbak, kurang greget gimana gitu 😂

      Delete
  12. Ini jadi ngerti bngt untk manajemen keuangan sekarang dah teratur juga ini dicatat k post2 yg udah d tentukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kudu telaten tiap hari mencatat pengeluaran.

      Delete
  13. Huwaaaa Prita Ghozie panutanku! Aku sudah baca buku-buku beliau. Instagram-nya juga aku follow, jadi sering baca saran-saran keuangannya. Intinya kurang lebih sama dengan yang Mbak tulis di postingan ini, kayak tentang dana darurat, rekening terpisah, dan alokasi dana ke ZAPFIN. Tapiiiiiii pada prakteknya memang sulit ya... ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah, begitulah butuh TEKAD yang kuat menggapai mimpi.

      Delete
  14. Penting juga ya dlam memisahkan keuagan bisnis dg rumah tangga dn yg lebih penting lagi kekonsistenn dlam pengaturn ya. . Nice. .

    ReplyDelete
  15. Bener banget, uang bisnis sama uang keluarga memang harus terpisah biar ga belibet ngitungnya.

    ReplyDelete
  16. Wah ini sensitive klo berhubungan sm uang apa pun itu ya walau dlm.keluarga pun jg mesti punya manajemen keuangan yg bener2 pas bgt ya bund

    ReplyDelete
  17. Memang ada baiknya pendapatan pekerjaan dgn uang pribadi itu dipisahkan, supaya lebih terarah dan ketahuan pemasukan dan pengeluarannya. Poin dari jenahara bener bgt ini

    ReplyDelete
  18. inspire banget ya mereka, mba prita juga financial experts favorit ku bangetttt moms sid

    ReplyDelete
  19. Kayaknya aku harus semakin semangat menyiapkan dana darurat deh mba. Kadang kan kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian hari ya. Btw, biaya dana darurat bagi yang punya anak, gede juga ya

    ReplyDelete
  20. Sebagai Ibu Bijak dan Cerdas harus mempunyai ability bukan hanya dalam mengelola keuangan juga bagaimana mencari penghasilan tambahan. Thanks for sharing

    ReplyDelete
  21. setelah baca ini, aku jadi semangat buat ngumpulin dana darurat, bener ya mba kita ga tau apa yang terjadi besok hehehe

    ReplyDelete
  22. aku sudah mulai memisahkan rekening cuman belum tertib bikin laporannya baca ini jadi kasih insight banget buat aku yg lg merintis usaha

    ReplyDelete
  23. Udah 200.000 perempuan yang dijangkau. Semoga aja semakin banyak ibu yang bijak mengelola keuangan

    ReplyDelete
  24. Waduh:

    Menurut Prita, “Tabungan itu harus lebih banyak frekuensi uang masuk daripada uang keluar.”. Duh, langsung teringat mutasi rekening bulanan. Sekali masuk saat gajian, berkali-kali keluar tiap ada pengeluaran.

    Noted banget ini :(

    akasih sharingnya, Mbak

    ReplyDelete
  25. Kalo pemisahan rekening, alhamdulillah sudah lama saya lakukan, pun dengan berhutang kami juga sudah mulai meninggalkan kebiasaan buruk ini.

    Sekarang lagi kepikiran mau bisnis tapi belum nemu bisnis yang pas

    ReplyDelete
  26. Bener banget ini, apalagi buat pelaku bisnis jangan sampe deh uangnya kecampur2, nanti malah jadi bingung. Pernah ngalamin sih begitu, apa2 ga dimanage dan ga dicatet, hasilnya kok tiba2 uang abis2 aja, ga tau kemana, ga mungkin sama tuyul kan ya? :D, emang harus banyak melek deh soal literasi keuangan mah

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah aku punya semua. Utang, tabungan, dana darurat. Moga sehat2 aja keuanganku wkwk

    ReplyDelete
  28. Jadi kepengen punya usaha juga nih, biar jd womenpreneur hehe.
    Lumayan kyke nambah pemasukan, tapi emang kudu dicatat detail yaaa

    ReplyDelete
  29. Aku jadi tangtingtung ngitungin cicilan deh nih, bukan nyicil HP sih tapinya,hehe
    pembagian rekening sesuai kegunaanya udah dilakukan, cm kayaknya untuk tabungan dana darurat yang harus kuperbanyak deh, soalnya sering darurat terus sih.. (-_-")hehe

    ReplyDelete
  30. Dalam rumah tangga memiliki dana darurat itu penting banget ya

    ReplyDelete
  31. Alhamdulillah keuangan dirumah masih tergolong Aman.. tetapi memilah bisnisnya nih yang masih maju mundur cantik hehe. tips dari Mba Jenahara boleh banget diikutin ya mba

    ReplyDelete
  32. Nah..makanya aku punya 2 rekening nih. Biar ketahuan uang dari hasil kerja sendiri. Semoga bisa kumpulin dana darurat lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  33. Aku pun selalu mengelola keuangn sebijak mungkin. Tapi maman banyaaaak bangeeet godaannyaaa

    ReplyDelete
  34. Perlu banget kita perempuan tahu soal beginian. Biar makin cerdas dan ga susah di soal keuangan apalagi kebutuhan mendadak. Materi Mba Prita ini keceh

    ReplyDelete
  35. Sebenarnya dapat hadiah kuis menang dapat tiket seminar ini. Tapi nggak bisa berangkat pas hari H. Padahal pengin datang. Wah makasih ya dah ditulis resumenya di sini

    ReplyDelete
  36. Mengelola keuangan itu memang gampang-gampang susah ya mbak, belum lagi kalau pas dirumah suka buka online shop terus tergiur deh sama diskonan dan cicilan. Semenjak ikutan ini aku jadi banyak belajar banget nih.

    ReplyDelete
  37. Tabungan insya Allah ada. Yg belum terpikirkan adalah dana darurat. Sepertinya memang harus dibuat ya perencanaan dana darurat ini. Jaga2 ada hal yg tak diinginkan terjadi dan tidak menggangu dana tabungan.

    ReplyDelete
  38. Kudu dipisah ya biar nggak geer juga padahal uang usaha disangka uang dapur lagi haha

    ReplyDelete
  39. Aku juga punya sheet khusus untuk pencatatan harian keuangan. Memang membantu untuk mengantipasi keborosan.

    ReplyDelete
  40. Aku masih boros nih belum mencatat pemasukan dan pengeluaran. Jadi pengen lebih teratur mencatat pengeluaran deh. Makasih sharingnya mama sid

    ReplyDelete
  41. bisa aja... dompet pun perlu anti aging hahaha...

    ReplyDelete
  42. meskipun tulisannya untuk perempuan, usaha dan rumahtangga namun ada 2 catatan penting bagi saya sebagai blogger finansial pemula,

    pertama , ternyata idealnya dana darurat itu 3 x pemasukan bulanan. wahh saya ga punya sebanyaj itu

    kedua, sisihkan uang tabungan. ini nih, setengah dari gaji saya alokasikan untuj investasi. setengahnya biaya hidup dan tabungan

    ReplyDelete
  43. Kalau beli tunai atau nyicil. Aku pilih tunai buat kebutuhan. Kalau keinginan mah banyak. agah akh utang hahaha

    ReplyDelete
  44. Aku ada sih dana darurat tapi kadang suka khilaf kepake buat yang ga penting heuheuuu semoga nanti istiqomah deh ya nyimpen buat dana darurat.

    ReplyDelete
  45. duh masih banyak PR kelola keuangan dan alokasi tujuan keuangan :)

    ReplyDelete
  46. Cocok nih buat kita yang sekalian punya usaha.. thanks for sharing mbak

    ReplyDelete
  47. Saya pernah nih bikin usaha sama suami, keuangan usaha dan pribadi campur dan akhirnya memilih vakum karena perencanaan keuanganya kacau. Memang harus dipisah ya biar jelas juga untung usaha dengan tabungan pribadi.

    ReplyDelete
  48. Aku merasa ditabok banget ini pas ikutan acara ini. Makannya sekarang aku kosongin dah tabunganku, dipisah2 ke yang lain. Huhuhuhuu boros syekalihhhh aku dr hasil finclinic

    ReplyDelete
  49. Pernah punya usaha offline, tutup karena salah-satunya nggak mampu mengatur uang

    ReplyDelete
  50. aku suka banget sama acara2nya #IbuBerbagiBijak deh Len, insoiratif banget soalnya..

    ReplyDelete
  51. suka banget sharing ilmu dari visa #ibuberbagibijak karena jadi bikin melek financial dan mengajarkan kita untuk lebih aware dalam mengatur keuangan, thanks for sharing mbak helen

    ReplyDelete
  52. Siapa yang suka tergoda dengan cicilan 0%? Akuuuu... hahahahaha.

    ReplyDelete
  53. Waahh..lengkap banget ini tipsnya..emang ya mbak Prieta Gozhie tuh kalo kasih pemaparan ttg keuangan mantep banget, mendetil. Tinggal kitanya mau nerapin secara konsekuen apa nggak hehe.

    ReplyDelete
  54. Aku selalu suka dengan ilmu yang disampaikan oleh mba Prita Ghozie

    ReplyDelete
  55. Aku kudu belajar nih misahin uang bisnis dan keluarga. Secara selama ini meski bisnis kecil2an tapi uangnya dicampur blm dipisahin.

    ReplyDelete
  56. Bener banget, yang namanya keuangan usaha itu harus dipisah ya dengan keuangan rumah tangga sehari-hari karena memang berbeda jalur dan kegunaan ya. Suka banget deh dengan acara edukasi utk kita kaum hawa ini supaya makin melek dengan dunia keuangan yang pastinya jadi makanan sehari-hari dong.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature