Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Screen Time untuk Anak Makin Seru dengan Faber-Castell Colour to Life

Monday, August 6, 2018

Suka sebal deh melihat si anak lebih asyik dengan gadget. Kecil-kecil udah pegang HP, maunya main HP melulu. Jika diperbolehkan, khawatir kecanduan gadget. Kalau enggak diberi, bisa merengek guling-guling. Berikut ini langkah screen time untuk anak supaya si kecil tidak sampai ketagihan main gadget.

screen time untuk anak
Eh kok ada kuda melayang di Monas?


Rekomendasi Screen Time untuk Anak dari American Academy of Pediatric

Saya meyakini bahwa mengenalkan teknologi untuk anak itu perlu. Mendidik anak sesuai zamannya merupakan tanggung jawab orang tua. Zaman saya kecil, HP belum sebanyak dan selengkap fiturnya seperti sekarang. Godaan buat anak main HP kala itu masih sedikit. Berbeda dengan sekarang, smartphone mengakomodir fungsi berbagai hal seperti telepon, kamera, buku, permainan, dsb dalam satu genggaman.

Teknologi memudahkan kehidupan, itulah sisi positif yang ingin saya kenalkan pada anak. Namun, sebagai individu yang belum mampu mengelola emosi dengan benar, anak-anak menggunakan gawai seenaknya mereka. Alhasil, anak dapat terpapar efek negatif dari teknologi seperti kurangnya waktu bermain (beraktivitas fisik), makan, belajar, dan tidur.

Oleh karena itu, saya berpatokan pada rekomendasi screen time untuk anak yang dikeluarkan American Academy of Pediatric (AAP) pada 21 Oktober 2016 (bisa dibaca di sini). Secara garis besar, AAP menyarankan:

Screen time rekomendasi AAP (dok. Choc Children's)
Berarti, SID (3 tahun) memiliki batas screen time satu jam perhari. Orang tua turut menonton bersama anak dan mendiskusikan tontonan tersebut.

Tanpa Televisi di Rumah

Ketika saya membatasi penggunaan HP pada anak, ia larinya ke menonton TV. Dengan mudahnya ia mengakses televisi yang terpampang nyata di ruang keluarga. Rak mainan dan buku di samping TV menjadi teracuhkan.

Maka, saya dan suami sepakat membungkus kembali televisi yang sudah menjadi hiburan sehari-hari. Toh, kalau ingin mengikuti berita up-to-date bisa mengaksesnya lewat internet atau numpang nonton TV di pos satpam. Hehehe. Alhamdulillah, sekitar sebulan ini kami hidup tanpa televisi di rumah.
Rak TV beralih fungsi jadi rak belajar


Fun Art Activity with Faber-Castell Colour to Life

Konsekuensi hidup tanpa televisi di rumah artinya orang tua harus menyediakan berbagai kegiatan untuk anak agar ia tidak bosan. Cenderungnya ia minta nonton TV atau main HP karena bosan dan bingung mau ngapain lagi.

Oleh karena itu, saya membuat jadwal harian balita agar kegiatan harian SID lebih teratur. Jadwal tersebut berisi kegiatan:
  • Bermain di luar ruangan.
  • Sholat di masjid.
  • Membaca buku.
  • Fun art/berprakarya.
  • Bermain di rumah dengan mainan atau learning kit yang tersedia di rak.

Fun art biasa diisi dengan aktivitas menggambar, mewarnai, melukis, atau membuat prakarya dari barang bekas. Setiap harinya, ada saja kegiatan mewarnai yang SID lakukan. Saya sediakan peralatan mewarnai di rak supaya ia mudah mengambil ketika ingin berkreasi.

alat mewarnai aman untuk anak
SID tenang ditemani Faber-Castell Colour to Life
By the way, sekarang ini kegiatan mewarnai semakin menyenangkan dengan menggabungkan antara seni dan kecanggihan teknologi. Tahu, kan, Faber-Castell yang menyediakan berbagai alat mewarnai berkualitas dan aman untuk anak? Faber-Castell punya produk keren yaitu Faber-Castell Colour to Life yang membuat hasil gambar menjadi tampak hidup!

Dalam sepaket Faber-Castell Colour to Life udah lengkap terdiri dari 15 halaman Augmented Reality Colouring Book dan 20 connector pens (spidol). Cara menggunakan Faber-Castell Colour to Life, sebagai berikut:

1. Pilih satu dari 15 halaman Augmented Reality Colouring Book untuk diwarnai. Yang paling penting warnai objek utama (pesawat, kuda dan ksatria, wanita, kucing, atau anak laki-laki) agar bisa di-scan. Jika tidak diwarnai, hasilnya akan nampak putih. Kurang seru, dong. Oh ya, jangan mewarnai frame.
alat mewarnai yang aman
Berkreasi dan berimajinasi dengan Colour to Life

2. Unduh aplikasi Colour to Life di Google Play atau App Store kemudian jalankan aplikasi tersebut. Tekan “Start” dan pilih game yang sesuai dengan gambar yang sudah diwarnai. Kemudian, scan gambar yang sudah diwarnai melalui apps Colour to Life. Sebaiknya scan dengan posisi tegak lurus berjarak sekitar 20-30 cm. Jika terdeteksi, gambar di layar akan berwarna hijau dan muncul keajaiban.

harga faber castell
Wow, kucingnya muncul di layar HP!

3. Tadaa… gambar yang sudah diwarnai tadi muncul di layar smartphone dalam bentuk 3D. Coba sentuh, si kuda akan berlari dan si kucing melukis jamur. Yang membuat saya takjub, warna sang tokoh persis seperti yang kami warnai. SID mewarnai wajah kucing dengan biru ya jadilah yang muncul di HP juga kucing berwarna biru. Lucu banget!

4. Wait, enggak afdol kalau belum foto bersama hasil gambar. Alat mewarnai satu ini ada fitur selfie-nya lho. Di bagian kanan atas, pilih “Photo Mode”. Atur si objek, bisa dipindah, diputar, juga zoom-in and out. Lalu, pasang pose terbaik dan 3, 2, 1… cheese!

games aman untuk anak balita
Awas, SID mau dilukis. Hihihi...

5. Selain berfoto, kita juga bisa bermain game. Ada 5 games yang bisa dipilih, tergantung gambar mana yang di-scan, yaitu: Giddy Up, Pogo Boy, Dress-Up Challenge, Balance Your Brain, dan Safe Flight!. Setelah scan gambar (no. 2), langsung saja “Play the Game”.

harga faber castell colour to life
Bermain Balance Your Brain

Kegiatan mewarnai Colour to Life membuat sesi fun art menjadi semakin seru. Isi buku gambarnya banyak dengan 5 tokoh menarik yang meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi anak. Setiap tokoh terdiri dari 3 lembar gambar yang dapat membentuk satu cerita. Misalnya nih gambar kucing pelukis. Di gambar pertama, kanvas kita biarkan kosong. Gambar kedua, mulai nampak objek yang dilukis. Dan gambar terakhir, lukisan si kucing sudah jadi.

Untuk anak balita seperti SID, mewarnai buku gambar Colour to Life melatih:
  • Kemampuan motorik otot tangan dan hand-grip (cara memegang alat tulis) yang berguna untuk skill menulis.
  • Membedakan warna. Ada 20 connector pens yang bisa ia pilih. Kosa katanya juga bertambah. Warna hijau tak hanya hijau tetapi ada hijau muda dan hijau tua.
  • Jumlah ini termasuk banyak untuk SID karena biasanya kami hanya menggunakan 3-6 warna ketika mewarnai. Jika dirasa anak kebingungan karena terlalu banyak pilihan, beri sebagian warna saja.
  • Memperpanjang rentang konsentrasinya.
  • Kesabaran dan fokus dengan target. Ia ingin gambarnya segera dipindai, berarti ia harus sabar menyelesaikan satu gambar tersebut.
  • Mengembangkan imajinasi dan menuangkan perasaan.

Bonding Time dan Screen Time

Aktivitas mewarnai kemudian bermain game Colour to Life menjadi screen time sekaligus bonding time kami. Biasanya dia yang membagi tugas, ia warnai bagian mana, dan saya bagian lainnya. Kami mewarnai sambil ngobrol atau mengaji (dia sedang menghafal surat-surat pendek).

Screen time menjadi lebih bermanfaat dan aman terkendali dengan apps Colour to Life. Pilihan permainannya banyak meski ada game yang belum cocok untuk SID, seperti “Balance Your Brain” karena butuh kemampuan membaca. Ia lebih tertarik dengan Giddy Up dan Safe Flight yang mudah dimainkan.

Durasi satu game juga pendek sehingga enggak khawatir membuat kecanduan. Jika sudah tamat, kita harus memindai gambar lagi jika ingin kembali bermain.

Satu lagi, fitur selfie dengan hasil gambar ini nih melatih imajinasi kami supaya tepat bergaya seakan-akan berdampingan dengan sang tokoh. Anak semakin bangga dapat berfoto dengan hasil karyanya dalam bentuk 3D.

screen time untuk anak
Bawa bekal gambar Colour to Life untuk dimainkan di mana saja
Canggih dan cerdas. Itu dua kata untuk Faber-Castell Colour to Life yang mampu menggabungkan aktivitas seni dengan teknologi Augmented Reality. Saya punya pilihan positif saat menjalankan screen time untuk anak. Ketika bepergian, cukup membawa beberapa lembar gambar Colour to Life untuk dimainkan di mana saja.

Eh, sudah mencoba memainkan Colour to Life? Produk terbaru dari Faber-Castell ini cocok dimainkan anak-anak hingga dewasa. Buat dijadikan kado juga oke, tuh. Cari saja di Tokopedia, Gramedia, atau coba cek di toko buku terdekat.

40 comments on "Screen Time untuk Anak Makin Seru dengan Faber-Castell Colour to Life"
  1. Weits hebat bisa memutuskan ngga menggunakan tv, aku ngga bs soalnya kl kadang dikasih mainan pun suka bosen, jd selang seling sama tv biar aku bs masak, & ngurusin urusan rt yg lain ��
    Tapi inovasi colour to life ini emang bagus banget... anak bs mengembangkan kreativitasnya meski ttp menggunakan hp ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. proses tanpa TV ini maju mundur udah lama. Pas momen yang tepat langsung eksekusi. Hehehe.
      Iya, suka dengan colour to life. Pakai HP ya ga apa-apa selama itu hal positif.

      Delete
  2. Wah seru yaa..gambarnya jadi hidup..Mau donk SID dibikinin juga.

    ReplyDelete
  3. ya ampun sweet banget bondingnya ku ga bisa sesabar mamak Sid nih mewarnai bareng karena biasanya anakku suka sakarepnya kalau warnain hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sama aja justru ku biarkan dia mewarnai terserah dia, ga banyak aturan.

      Delete
  4. Azzam senang sekali ini, kemarin baru coba mewarnai pilot. Tetapi mewarnainya belum bisa kalau pakai spidol. Asik ya ada permainan virtualnya dari buku menggambar Faber Castel nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik ya Azzam. Mewarnai sama mama biar cepet selesai. Hehehe.

      Delete
  5. Seru banget gambarnya jadi anakpun terlatih yah untuk menggambar bagus

    ReplyDelete
  6. aku juga pake faber castell dari jaman baheula..andalan banget. aplg anak2ku suka gambar semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa dari zaman SD kali ya yang bungkusnya warna merah gambar burung kakatua.

      Delete
  7. Solusi buat dapetin sisi positif gadget nih kak... Btw bisikin harganya dong kak...

    ReplyDelete
  8. Padahal aku ngehindarin bgt anakku dr gadget
    Ternyata ada postifnya yaaa
    Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung pilihan orang tua, sih, mbak. Kalau aku ga bisa hindari 100% jadi aku batasi dan kenalkan sisi positif gadget.

      Delete
  9. Wiii seru banget bisa warnain dan mainin game di Colour to Life bareng anak :D

    ReplyDelete
  10. Kece Mama Syd, bisa jauhkan ananda dari TV.
    Butuh kesabaran juga kecerdasan sang Mama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyakin main di luar aja, mbak. Nanti dia juga ga minta.

      Delete
  11. Aku ada teve di rumah pun ga ditonton. Nontonnya youtube. Makanya seneng ada colour to life ini.

    ReplyDelete
  12. Mak aja jd ketagihan mainan Colour to.Life, gimana Sid? Lah lucu bgt itu gambar yg diwarnain gerak2, mana spt hidup lagi.

    ReplyDelete
  13. Wah, keren mba bisa no TV. Ini faber castell keren ya bikin aplikasi gitu. Anak jadinya senang mewarnai trus hasilnya terlihat gitu

    ReplyDelete
  14. Wuaah seru banget ya permainannya ini. Ntar aku bilangin ponakanku, pasti seneng! :)

    ReplyDelete
  15. Abang seruuu bgt yaa mengalihkan gamers juga nih, mo coba ahh ihiiy

    ReplyDelete
  16. Canggih nih gambar yang udah diwarnai bisa jadi 3D. Buat ponakan oke banget biar ga kebanyakan nonton yutub.

    ReplyDelete
  17. Waaaah seru, gambarnya bs hidup gt ya. Mau cobain deh, Luigi juga blum punya faber castell hihi. Hebat nih mba Helen udah komitmen tanpa TV :D

    ReplyDelete
  18. Aku juga udah main ini trus ketagihan banget buat memainkannya :) . Anakku juga suka dan kaget karena bisa kluar gambarnya. Hehhehe

    ReplyDelete
  19. waah, aku belum bisa lho Len batasin TV sama anak. Tapi ga lama sih dia nontonya, pagi paling setengah jam terus ke sekolah, lalu malam satu jaman gitu. dan sejak ada colour to life dia semakin semangat belajar mewarnai

    ReplyDelete
  20. Wah, seru. Pengin ih beliin buat anakku. Eh, buatku juga ding. Kek nya asyik ya, mewarnai bareng anak.

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah anak-anak juga suka main game dan mewarnainya. Eh emaknya juga suka s

    ReplyDelete
  22. Kebayang serunyaaa mba..anak-anak pasti suka yaaa

    ReplyDelete
  23. Wah keren ya mba, sekarang mainnya jd lbh real walau lwt media digital. Inget jaman kecil punya alat warna banyak bgtttt hihi.

    ReplyDelete
  24. Anak ku belum 2 th udah ku beliin buku gambar dan faber castell alhasil malah nyorat nyoret lantai dan sofa T____T belum ngerti kali ya hehehe

    ReplyDelete
  25. Kalo Juna, udah bisa aku batesi main hapenya, tapi nonton tivinya blm bisaaa

    ReplyDelete
  26. Screentime berfaedah namanya ya mba.

    Seru nih mewarnai bareng anak. Sayang, Sultan belum bisa diajak mewarnai :D

    ReplyDelete
  27. Keren ya SID, hidup tanpa TV dan Mamanya mau nemenin bermain jadinya banyak kesempatan untuk bersama Mama, ya SiD.

    ReplyDelete
  28. Aku juga pakai Faber Castell sejak jaman masih SD sampai saat ini. Ini produk terbaru dari Faber Castell ya mbak?

    ReplyDelete
  29. Aku juga suka main ini bareng ponakan, mewarnai bersama main gamenya gantian haha

    ReplyDelete
  30. Asik banget ada game-nya, bikin anak makin anteng :D

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature