Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Nonton Asian Games 2018 Tak Sekadar Pertandingan Olahraga

Tuesday, August 28, 2018
Asian Games 2018
Mumpung di Indonesia. Mumpung stadion dekat rumah. Mumpung ada rezeki. Kapan lagi bisa nonton Asian Games 2018 secara langsung?

Berburu Tiket Asian Games 2018

Pertandingan olahraga tingkat Asia sudah di depan mata. Saat mencari tiket Asian Games, saya sempat kesulitan. Selain harga tiket Asian Games yang bikin kaget, cabang olahraga yang menjadi incaran cepat banget sold out.

Wih, All Sports Pass bikin puas nonton Asian Games!
Syukurlah saya mendapat titik terang dan berhasil membeli tiket Asian Games secara online.  Sebelum membeli, saya sempat bertanya lewat akun Twitter, Instagram, dan panitia Asian Games mengenai batas usia penonton. Apakah anak usia 3 tahun perlu tiket sendiri? Namun pertanyaan tersebut masih menjadi misteri hingga saya dan SID membuktikan sendiri masuk ke Istora Senayan dengan 1 tiket. Hemat!

Petugas kebersihan berperan penting untuk kelancaran pertandingan

Mengajak Anak Nonton Asian Games 2018

Saat makan mie ayam di warung langganan, kebetulan tv warung menayangkan pertandingan badminton beregu putri antara Indonesia versus Hongkong. SID tertarik melihatnya meski belum mengerti cara bermain badminton. Setelah itu saya mencari tiket Asian Games badminton supaya ia dapat menyaksikan langsung pertandingan di lapangan.

“Kenapa sih harus nonton langsung, enggak lewat TV aja? Kan lebih jelas di TV, ada tayangan ulangnya juga”, begitulah kata Ayah SID ketika saya melemparkan wacana nonton langsung Asian Games.

Beda dong. Nonton di lapangan lebih seru dan bakal jadi pengalaman istimewa. Ambience-nya itu beda!

Short long story, siang itu saya dan SID menuju Gelora Bung Karno naik bus Transjakarta. Kami turun di halte GBK bersama beberapa panitia Asian Games. Kece juga nih seragam panitia. Dari kaos, celana khaki, hingga one-shoulder daypack bertema Asian Games.

Transportasi lancar ke venue Asian Games
Kami masuk dari pintu 6 dengan memindai barcode yang ada dalam tiket pertandingan. Yang tidak punya tiket, tidak dapat masuk kecuali membayar tiket Asian Fest Rp25.000,00 (sekarang menjadi  Rp10.000,00).


FYI, selama Asian Games, di Gelora Bung Karno berlangsung Asian Fest yang terbagi dalam zona Atung, Kaka, dan Bhin-Bhin. Di sana tersedia wisata kuliner, budaya, merchandise store Asian Games 2018 terlengkap, dan booth sponsor. Ada panggung hiburan juga di dekat lapangan sofbol.

Kendaraan pribadi tidak dapat masuk ke area GBK. Kendaraan diparkir di tempat parkir sekitar GBK seperti fX, Kemdikbud, Plaza Senayan, dsb. Tersedia shuttle bus gratis dengan tujuan spot-spot pertandingan di GBK. Mau jalan kaki juga boleh sih. Ya lumayan lah olahraga dari pintu GBK ke lokasi pertandingan.
Antrean panjang masuk merchandise store Asian Games
Balik lagi ke topik. Sehari sebelum nonton, saya sounding ke SID kita akan nonton langsung Asian Games di GBK. Ia super excited bahkan memberi tahu teman-temannya.

Saat di arena pertandingan, ia sempat kaget melihat bagaimana supporter mendukung tim yang tampil. Namun, akhirnya ia pun turut meneriakkan yel-yel “Indonesia!” sambil bertepuk tangan. Dasar si anak doyan ngomong dengan nada tinggi, di sini kemampuannya teraktuskan. Beda dengan saat ia mengikuti saya hadir di seminar atau talkshow yang ngomongnya harus pelan-pelan. Di Istora, ia bebas berteriak. Hahaha.

Kami menyaksikan pertandingan selama satu sesi (pukul 12.00 – 18.00 WIB). Karena ngantuk berat tetapi pertandingan belum usai, ia tertidur di bangku penonton hingga digendong pulang.

Maskot Asian Games kesukaan SID


Belajar di Istora Senayan

Banyak pelajaran yang dapat kami petik selama menonton pertandingan badminton Asian Games di Istora Senayan. Ini tak hanya sekadar perlombaan bulu tangkis tingkat Asia, bukan saja membahas menang atau kalah. Di sana kami memetik pelajaran:

Geografi
Indonesia merupakan nama negara. Selain Indonesia, di dunia ini banyak negara-negara lain. Asian Games menjadi ajang pertandingan olahraga tingkat Asia. Nah, Asia sendiri adalah benua yang merupakan kumpulan negara-negara. (Perlu buka peta buat menjelaskan ini).

Tiap negara memiliki bendera yang berbeda-beda. Merah putih itu bendera Indonesia, sedangkan merah dengan bunga putih merupakan bendera Hongkong.

Ciri khas wajah atlet tiap negara juga berbeda, tergantung rasnya. Atlet pria asal Jepang dan Korea berkulit putih dan tidak ada kumis atau jenggot. Sedangkan atlet pria dari Pakistan yang kami saksikan berewokan. Penampilan seperti itu mungkin juga karena budaya setempat.

Atlet Pakistan bercelana panjang

Pakaian Olahraga
Seingat saya ketika kecil tidak nampak atlet perempuan muslim yang menggunakan kerudung saat bertanding. Sekarang, pakaian atlet lebih fleksibel. Alhamdulillah, banyak atlet muslimah menggunakan hijab. Olahraga tak menghalangi mereka menjalankan perintah agama.

Seperti atlet badminton asal Saudi Arabia yang menggunakan penutup kepala berlogo N*ke dan atlet perempuan asal Pakistan yang menggunakan celana panjang (tapi yang laki-laki memakai celana pendek).

Kostum olahraga yang dipakai tiap negara juga unik, tak melulu berbentuk kaos lengan pendek. Model pakaian yang menarik seperti kostum atlet ganda campuran asal Jepang.


Atlet Saudi Arabia berhijab

Tertib
Meski heboh teriak yel-yel saat mendukung Indonesia, kami harus tertib menaati aturan yang berlaku di sana. Masuk ke stadion dengan antre, meletakkan tas di conveyor belt untuk dipindai dengan x-ray, makan es krim di luar Istora, menjaga kebersihan, dsb.

Oh ya, tips nih buat yang nonton Asian Games tapi tidak membawa perlengkapan pendukung. Niatnya saya membuat bendera Indonesia untuk mendukung timnas RI tetapi tidak sempat. Syukurlah di sana ada booth es krim yang menjadi sponsor Asian Games. Beli es satu aja udah bisa mendapat stiker bendera Indonesia (buat ditempel di pipi), mahkota bergambar maskot Asian Games, dan bendera Indonesia mini. Lumayan dong ya lebih semarak saat menyaksikan badminton dan kece buat foto-foto. Hahaha.

Teamwork
Pertandingan bulu tangkis yang kami saksikan dapat berjalan lancar dengan adanya kerja sama banyak orang. Di lapangan, selain atlet, ada juga juri di sisi tengah dan ujung lapangan. Pelatih masing-masing negara duduk di ujung luar lapangan dan saat istirahat memberikan instruksi pada atlet. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu petugas kebersihan yang mengepel lapangan saat licin. Mereka semua memiliki peran penting dalam suatu pertandingan.

Berimajinasi dengan mahkota Bhin-Bhin dan Kaka
Sportivitas
Kalau menang berprestasi
Kalau kalah jangan frustasi
Kalah menang solidaritas
Kita galang sportivitas

Lirik lagu “Meraih Bintang” milik Via Vallen tepat menggambarkan persaingan sehat dalam Asian Games. Setiap atlet telah berusaha melakukan yang terbaik namun dalam pertandingan selalu ada yang menang dan yang kalah. Legowo alias ikhlas menerima kenyataan saat kalah menjadi hal penting untuk dipelajari.

Syukurlah empat pertandingan badminton yang dilakoni Indonesia sepanjang hari itu kesemuanya menang. Bisa dibilang menang dengan mudah dalam 2 set. Alhamdulillah.

Namun ada juga atlet Pakistan bernama Akram yang hari itu bertanding di dua nomor, ganda putri dan tunggal putri harus menerima kekalahan. Dua kali kekalahan dalam sehari bukanlah perkara gampang. 

Ada pula pertandingan ganda campuran antara Korea melawan Jepang yang sangat seru. Skor mereka susul-menyusul hingga set ketiga. Wajah kelelahan namun semangat harus tetap membara agar lolos ke babak berikutnya. Atlet-atlet ini hebat karena sudah berani mencoba. Kalau kalah, ga apa-apa.

Hai Bhin-Bhin, Kaka, dan Atung
Menonton pertandingan secara langsung memberikan pengalaman berbeda dibanding nonton lewat televisi. Ini bentuk dukung bersama suksesnya perhelatan akbar Asian Games di Indonesia. Semoga membawa kesan positif bagi SID dengan pengalamannya hari itu.

Kalau kamu, nonton pertandingan apa aja di Asian Games?
22 comments on "Nonton Asian Games 2018 Tak Sekadar Pertandingan Olahraga"
  1. Aku paling suka nonton badminton juga. Asik nih dedek SID bisa nonton Asian Games di GBK.

    ReplyDelete
  2. Pengalaman berharga seumur hidup nih, kak. Nonton di TV aja udah heboh, apalagi nonton langsung. Bener katamu, ambience-nya beda!

    Senengnya jadi bocah, kalo udah ngantuk ya tidur aja, nggak terganggu berisik xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iyaa dia mah tidur ya tidur aja padahal se-Istora dukung Indonesia

      Delete
  3. Ahh. Aku kalah sama SID dia bisa nonton pertandingan secara langsung, pengalaman yg sangat berharga ya nak

    ReplyDelete
  4. Duh bahagia banget mba bisa nonton langsung Asian Games bareng keluarga

    ReplyDelete
  5. Iya dari Asian Games kita bisa bljar semuanya bner bngt mba... mdh2an euforia kbersamaan trs ada y mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. nonton begini ga cuma hore-hore tetapi banyak pelajaran yang diambil.

      Delete
  6. Setuju Mama Sid, keseruan nonton badminton melalui TV di rumah dengan menyaksikan langsung di istora senayan itu berbeda. Apalagi ini skalanya pertandingan badminton Asian Games, pasti banyak hal yang kita temui disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes bumil. Pengalaman berharga buat kami sekeluarga.

      Delete
  7. Cieee SID di ajak nih nonton Asia games gimana seru ga saat nonton langsung ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. BANGET! Dia heboh dari awal sampai ketiduran.

      Delete
  8. Saya sedih hingga gelaran ini usai ga kesampsian nonton langsung. Pencarian berujung nihil.
    Tp meski begitu tetap setia menyaksikan dari balik tv

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah banyak manfaat ya bust anak anak menonton pertandingan di Asian games secara langsung.. Sid kamu beruntung banget deh

    ReplyDelete
  10. Euforianya lebih dpt yah klo nonton langsung pertandingan AG 2018. Apalagi kehebohan yg terjadi di lapangan badminton sesaat Jojo menang

    ReplyDelete
  11. Aku merasakan gregetannya saat menonton langsung suara menggelegar mendukung atlet. Kalah menang sudah hal biasa ya mba yang penting semangatnya.

    ReplyDelete
  12. Yup paling ga kita punya kenangan saat Asian Games ini berlangsung ya mbak...

    ReplyDelete
  13. wah SID ikutan nonton Asian Games �� seru banget ya, ketemu Jojo nggak SiD?

    ReplyDelete
  14. Haduh, kok aku baca harga tiket 25 juta ya... siwer nih mata. Ternyata cuma 10 rb. Tapi udah berakhir asian gamesnya hiks.

    ReplyDelete
  15. Aku nonton atletik..walau Indonesia belum bisa meraih emas tapi ikut bangga dan haru melihat mereka berlaga demi nama baik bangsa..

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature