Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Kaleidoskop 2018 di Helenamantra: Tahun Pas-Pasan

Tuesday, January 1, 2019


31 Desember 2018. Hei, sudah hari terakhir aja di tahun 2018. Saya menilik kembali 95 artikel yang menghiasi laman maya www.helenamantra.com sepanjang tahun ini. 2018 ini menjadi “tahun pas-pasan” bagi perjalanan saya di blogsphere. Silakan mampir ke kaleidoskop 2018 a la Helenamantra.


Tahun Pas-Pasan

Saya sebut tahun pas-pasan karena setahun belakang sungguh luar biasa. Rezeki itu datangnya tepat disaat saya butuhkan alias PAS!

Ketika butuh mainan, datang job mengulas mainan.

Ketika butuh baju dengan warna tertentu untuk dress code acara, datang voucher belanja.

Ketika mau menerapkan hijrah nol sampah, datang peralatan makan dan minum yang mendukung niatan tersebut.

Ketika menahan diri enggak ikut blogger gathering yang pakai menginap, datang hadiah staycation di hotel.

Ketika anak butuh perhatian lebih, datang undangan acara yang boleh membawa anak. Ibu belajar, anak bermain di playground.

Ketika kangen orang tua nun jauh di ujung lain pulau Jawa, alhamdulillah ada job yang fee-nya cukup untuk membeli tiket kereta PP bertiga.

Sering mudik tidak mengurangi rezeki dari Allah. Saat tidak di Jakarta, alhamdulillah ada saja job yang dapat saya kerjakan secara remote, tidak perlu hadir ke blogger gathering.

Dan banyak lagi rezeki yang PAS selama tahun ini.

Jalan-jalan bisa sambil bawa kerjaan


Alhamdulillah Sering Mudik

Di pertengahan tahun, suami melontarkan ide untuk sering berkunjung ke rumah orang tua. “Bu, tiap 1,5 bulan sekali kita agendakan untuk pulang,” ujarnya.

Waktu itu saya berpikir dapat uang darimana untuk biaya mudik. Biaya transportasi Jakarta – Gresik – Magetan - Jakarta itu gede, lho. Apalagi SID sudah dihitung 1 orang sehingga minimal tiket yang perlu dibeli ya 3. Kami berdua bisa dibilang pekerja lepas dengan income perbulan yang tidak tentu.

Namun, suami mengingatkan Allah maha pemberi rezeki. Mumpung diberi rezeki kesehatan, rezeki kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah (enggak tahu, kan, siapa duluan yang meninggal), rezeki waktu kerja yang fleksibel (sehingga enggak pusing hitung jatah cuti), rezeki anak yang asyik aja dibawa traveling, dan rezeki-rezeki lainnya yang bentuknya beragam, tak hanya berupa materi.

Allahuakbar! Rezeki itu pun datang di saat yang tepat. Dua kali kami mendapat tiket promo sehingga bisa menikmati kelas eksekutif dengan harga ekonomi. Di akhir tahun, kami mudik mendadak karena mengantar keponakan berlibur ke rumah akung. Kami pun sempat mampir liburan ke Yogya karena tiket langsung Surabaya – Jakarta habis. Totalnya tahun 2018 kami mudik ke rumah orang tua dan mertua sebanyak 4x. Alhamdulillah.

Entah apa pikiran orang tua dan saudara-saudari. Ni anak kerjanya ngapain sih kok pulang lagi, pulang lagi. Ha ha ha … Ya, mohon doanya agar Allah lancarkan rezeki untuk 2019 kami lebih konsisten untuk menjenguk orang tua. Soalnya, nih, pernah kami ingat janji pulang tetapi ada rasa malas terselip. Eh, Allah segera memberi rezeki lewat job bernominal besar. Saat itu bagaikan ditoyor sambil diingatkan, “Katanya mau pulang? Nyoh … duit!”.

2019 mudik pakai mobil ini, gimana?

Perbaiki Hubungan dengan Anak

Tahun ini ada beberapa titik kejadian yang merenggangkan hubungan saya dengan SID. Saya sering menulis tentang bonding ibu dan anak yang kuat agar keluarga tumbuh bahagia. Namun dibalik itu, kami mengalami pasang surut hubungan karena saya kurang cakap mengelola waktu. Otomatis, perhatian pada anak berkurang.

Salut pada para ibu yang bisa seimbang membagi perhatian mengurus pekerjaan ini dan itu. Saya masih perlu belajar agar dapat menjalankan amanah di sana-sini dengan lebih tertib.

Di awal tahun, kami berhasil menyapih SID dengan cinta. Enggak bahagia terus-menerus, justru banyak air mata karena kami perlu belajar ikhlas. Drama penyapihan di usia 35 bulan bisa di baca di artikel berikut.


Setelah menyapih, saya jadi jarang bermain dengan SID. Hal ini membuat hubungan kami berjarak padahal dulunya sering ndusel, peluk, cium, bercerita, dsb. Efeknya, SID lebih sering rewel dan mengikuti contoh yang ia lihat di dunia luar (tanpa filter, good or bad).

Di samping itu, saya keasyikan beraktivitas di blogsphere sehingga perhatian ke SID semakin berkurang. Saya itu tipe yang fokus. Ketika saya fokus akan satu hal, yang lain menjadi buram.

Alhasil, kehadiran saya digantikan dengan gawai. Saya siapkan mainan A, B, C, ia tidak tertarik. Saya ajak berkegiatan bersama, enggak mau. Duh, hati saya terpoteque melihat anak lebih memilih gawai dibanding orang tuanya.

Banyakin liputan yang boleh bawa anak, please :D
Lewat proses panjang, saya sadari enggak semudah itu memutus rantai kecanduan gawai. Sebelum saya meminta SID untuk mengurangi bermain gawai, harus saya terlebih dahulu yang melakukannya. Enggak boleh saya cheating, ngintip sedikit, bahkan jelas-jelas chatting di HP sementara di depan saya ada anak yang ingin bermain bersama.


Saya mengikhlaskan hati untuk jeda sejenak dari kegiatan blogger gathering. Selow aja nge-blognya. “Apalah arti eksis dimana-mana tetapi anak sendiri terbengkalai. Amanah utama dari Allah,” pikir saya.

Setelah berbagai cara, alhamdulillah beberapa bulan belakangan SID nampak lebih bahagia. Ada saja ide permainan non-gadget yang ia lakukan. Kalaupun ia meminta main HP, masih bisa dikendalikan. Hari-hari kami menjadi minim tantrum.

Juara Pertama Se-Jakarta Timur

To be honest, saya bukan orang yang suka berkompetisi layaknya ikan cupang. Tetapi, saya suka mengikuti lomba yang topiknya menarik. Sebenarnya ada ide menulis hal A tetapi malas-malasan. Karena lombanya mengambil topik tersebut, ya ikut saja, barangkali menang.

Selain alasan di atas, lomba di tahun 2018 ini kebanyakan karena liputan yang dilombakan. Mau tidak mau ya harus menulis. Syukur-syukur bisa menang, dapat fee bonus hadiah. Asyik, kan.

Ketika menyusun daftar achievement 2018 (klik menu “ACHIEVEMENT” di bagian atas laman ini), saya kaget juga melihat prestasi tahun ini. Alhamdulillah, enam kali tulisan di blog Helenamantra menang lomba dan kesemuanya juara pertama. Lucunya, enggak ada yang juara 2, 3, atau harapan. So, ketika ikut lomba pilihannya hanya juara 1 atau kalah sama sekali. Masya Allah …

Alhamdulillah
Setiap artikel punya tantangan tersendiri. Namun, saya ceritakan beberapa saja ya yang menarik, antara lain:

MengenalkanProfesi Blogger pada Remaja membuka kesempatan di awal tahun 2018 untuk berbagi. Profesi blogger kurang populer di kalangan anak usia 8-15 tahun padahal mereka kerap menggunakan artikel dari blog untuk tugas sekolah. Lewat acara ini saya mengenalkan ini lho yang dimaksud dengan blog dan blogger. Blog dapat menjadi sumber penghasilan dan narablog dapat disebut sebagai pekerjaan zaman now.

Berpetualang di Jakarta, Kota Ramah Anak. Tahun ini satu kali saya mengikuti flash blogging competition. Enggak boleh terlalu sering. Deg-degannya triple! Tak disangka, tulisan saya mendapat apresiasi juara pertama di lomba Hari Anak Jakarta Membaca (Hanjaba) 2018 se-Jakarta Timur. Lombanya digelar di kantor walikota Jakarta Timur.

Saat pengumuman pemenang, saya hampir saja terlambat datang diantar suami dan SID. Kok nama saya belum dipanggil dari tadi. Ya Allah, ternyata juara 1! Selamat juga untuk Mbak Resi dan Echa yang menyabet juara 2 dan 3.

Petualangan di Funtopia Balloon Park ditulis menjelang deadline. Sebenarnya saya sudah nyicil menulis hingga 50% kemudian muncul ide lain. “Gimana ya mengemas cerita liputan supaya lebih menarik. Nantinya juri akan membaca puluhan liputan yang serupa,” pikir saya. Jadilah tulisan saya rombak menjadi gaya bertutur bagai dongeng. Alhamdulillah juara 1.

Rapat bersama Presiden menjadi pengalaman istimewa liputan tahun ini. Berhubung biasanya membahas seputar keluarga, saya belum pernah bertemu langsung Presiden Joko Widodo. Maka, ketika Sekretariat Kabinet mengajak saya mengikuti jalannya rapat presiden dengan kepala daerah setingkat bupati, saya super excited.

Apa yang dibahas di rapat tersebut sungguhlah ku tak mengerti, ha ha.... Tapi hadir dalam suasana rapat para pimpinan sungguh hawanya beda. Terlebih lagi saya bertemu teman sekolah yang kini menjadi bupati.

Well, itu sebagian pengalaman menakjubkan menjadi narablog di Helenamantra selama 2018. Bagaimana dengan 2019 nanti? Beberapa target sudah saya buat. Apapun yang terjadi, semoga blog ini dapat membawa manfaat bagi para pembaca, terutama bagi penulisnya a.k.a saya sendiri. Aamiin.
2019, here I come!

Baca juga Pencapaian Blogger Parenting Idolaque di blog Yenisovia.com

#SekolahAlamSemesta
#2019AirAsinTrip

Ditulis sejak 31 Desember tapi baru selesai Januari 2019 
22 comments on "Kaleidoskop 2018 di Helenamantra: Tahun Pas-Pasan"
  1. Mak SID makan opo toh?kok keren sih juara pertama semuanya?ciyeh ciyeh aku jadi pengen deh hahaha..btw yang funtopia juga aku mendekati DL karena anakku sakit jadi nulisnya serba kilat tapi alhamdulilah juara *komen ga mau kalah buat pamer* wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha kadang yang kepepet itu memacu adrenalin, membuat Makin kreatif. Selamat!

      Delete
  2. Aku selalu seneng ni baca kaleidoskopnya bloger bloger.... Bikin jadi makin semangat.... Makasi uda nularin semangat yo mbak Helenaaa.... Semoga tambah sukses di 2019! Happy selalu jg bareng keluarga....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuu! Makin semangat ngeblog dan main sama anak. Terima kasih yaa

      Delete
  3. Yup, tahun pas pasan.
    Pas mau beli mobil pas ada uangnya.
    Pas mau beli rumah baru pas ada uangnya, pas mau berangkat haji pas ada uangnya

    Pokoknya paa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin buat 3 Hal di atas. Rezeki dari Allah ga akan tertukar.

      Delete
  4. Uwoooo, Kakak BANGGA BANGET sama kamu :D
    Sayang pas d TP aku blm bisa meet up yaaah. InsyaAllah 2019 kita meet up....di Mekkah! aamiiiin

    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Allah. Bulan ini aku mau mudik tapi ga Tau deh bisa mampir Surabaya apa gak.

      Delete
  5. Masyaallah ya..sukses terus ya Helen. Moga 2019 makin banyak yang pas yaaa aamiin

    ReplyDelete
  6. Ahahaha pas butuh pas ono yoooo...
    Hahaha toosss aku yo males berlomba kyk ikan cupang, pas lg mud melok, pas gak yo gak ngoyo. Kadang aku merasa lomba2 itu ngabisin waktuku. Aku lbh suka dapat job dengan fee minimal 1-2 mio tapi sering aja (mari kita aminin) wuahahahahaha :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. yo kabeh, mbak. Hahaha fee sakmono jelas dapat dibanding lomba kadang menang, kadang zonk. Hahahah
      aamiin wae lah nek doae apik.

      Delete
  7. Masya Allah, Allah memang Maha Baik ya Mbak. Apalagi ketika niatnya birrul walidain - membahagiakan orang tua. Btw, selamat atas pencapaiannya di tahun kemarin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak. Alhamdulillah. Pokoke diingatkan Allah supaya sering mudik. Aku ya seneng aja sering liburan.

      Delete
  8. Pas banget ya Mbak, pas pengen beli Mobil pas ada duitnya, pengen liburan pas banget dapat tiket, pengen beli baju eh pas juga ada yang endorse ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik ya mbak. Rezeki freelancer itu pas dibutuhkan, pas datang tawaran job.

      Delete
  9. Rekam jejak nulis blognya keren banget, acara Blogger Gathering boleh bawa anak itu surga bagi emak ya. Aku pun pengen gitu hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihih, toss lah mbak. Biar enggak kepikiran anak di rumah ngapain, ku bawa aja (kalau dibolehin)

      Delete
  10. Sama Mba helena. Aku tahun ini pengen memperbaiki hubungan aku ama Erysha. Ngerasa kurang bondingnya dan lebih disibukkin ama kerjaan. Hiks.

    ReplyDelete
  11. pas dimana kita lagi butuh pas selalu ada yah mbak he2x.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature