Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Ibu vs. Gawai: Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak Balita

Saturday, November 24, 2018

Meski pekerjaan saya berkutat di dunia online, saya gemasss tiap SID pegang HP. Pasalnya, ia tidak mau berhenti bermain game. Ia mudah menangis, berteriak, dan marah ketika HP diambil. Duh, gimana ya mengatasi kecanduan gadget pada anak balita?

anak pakai laptop
Tinggal nambah gorengan aja nih


Penyebab Anak Minta Main HP

Saya tak ingin SID tenggelam dalam keasyikan menonton video atau main game terus-menerus. Ada saatnya bermain, ada saatnya beristirahat. Sedangkan, ia minta makan sambil main HP.

Well, enggak bisa dipungkiri, kondisi ini merupakan salah satu dampak digitalisasi di era industri 4.0. Keluarga mendapat dampak besar dari revolusi industri yang serba internet dan IT tersebut.


Setelah melalui perenungan panjang di malam-malam kelam, saya menyadari penyebab anak minta main HP terus-menerus saat:

Bosan

kalau bosan dengan mainan atau buku yang ada, SID akan cenderung minta main HP. Padahal mainan dan buku di rumah itu segambreng dan imajinasi anak luar biasa. Harusnya sih dia gak bosan kalau mau main satu-persatu.

Kadang ia minta HP kalau di perjalanan dan enggak kelihatan pemandangan yang menarik. Apalagi di bus dan kereta, orang dewasa sebagian besar duduk sambil pegang HP. Tercetuslah ide mau nonton YouTube.

Orang Tua Pegang HP

Ketika saya menggunakan HP (untuk membalas pesan, mengurus pekerjaan, dsb), SID melihatnya sebagai “ibu main HP”, maka ia minta juga bermain HP. Padahal HP ga cuma buat mainan, SID. HP bisa menjadi sarana pintu rezeki.

Ga salah juga sih pikiran SID karena orang tua itu panutan pertama dan utama bagi anak. Apa yang orang tua lakukan biasanya ditiru si anak. Maka, ketika SID kecanduan gawai, saya berkaca pada diri. Jangan-jangan saya sendiri juga susah lepas dari smartphone?


Tidak Ada Teman

SID sering ikut saya bekerja maupun mengelola komunitas. Hadir di rapat ataupun talkshow bagi anak-anak menjadi hal membosankan. Enggak paham apa yang dibahas! Fitrahnya anak ya bermain. Kalau disuruh duduk anteng 2 jam mendengarkan obrolan orang ya melelahkan. Apalagi ketika tidak ada teman sebaya untuk bermain. Di sinilah ia sering minta HP sebagai bentuk pelarian dari kesepian.
cara agar anak lepas dari hp
Cepat banget anak-anak belajar. SID udah bisa pakai mouse

Susah Tidur

Semenjak disapih, SID kadang kesulitan tidur padahal udah ngantuk banget. Jadinya dia uring-uringan dan minta HP aja. Padahal, kalau nonton HP jadinya ya mata perih.


Mainan Berantakan

Ini kondisi di rumah. Ha ha…. Setelah bermain, enggak dirapikan. Mainan berantakan malah membuat malas bereskplorasi.

Mainan dan Buku Perlu Penyegaran

Terlalu banyak mainan dan buku bisa membuat malas bermain, lho. Sebaiknya mainan dan buku yang ada dipajang sebagian sesuai interest atau tahapan belajar anak. Sisanya disimpan dan bergantian di-rolling supaya serasa punya mainan dan buku baru.

Efek Anak Kecanduan HP

Sering menonton video lewat HP membuat SID mengenal huruf, angka, dan bahasa Inggris. Akan tetapi, ia mendapat dampak negatif juga yang cukup banyak. Ini nih efek negatif dari SID ketika ia terlalu lama bermain smartphone:

Nonton terus-menerus

SID meminta nonton video terus-menerus padahal ia sudah lama menonton. Tampak ia bosan dan lelah tetapi HP nempel terus di tangannya.

Ingkar janji

Kami membuat aturan untuk memasang timer tiap kali anak menggunakan HP. 3 menit, 5 menit, atau 7 menit. Sebelumnya, kami bersepakat akan lama waktu timer dan berapa kali menonton. Awalnya cara ini efektif, namun SID mulai ingkar janji. Saat alarm timer berbunyi, ia cuek saja dan melanjutkan bermain.

Bertindak agresif

Terlalu lama main HP membuat SID lebih sering memukul, berteriak, dan marah. Mainan dan barang di sekitarnya dilempar. Heu … padahal dulu ia termasuk anak yang kooperatif, lho.

Sering menangis

SID itu jarang menangis, lho. Tetapi, ia lebih sering menangis karena berebut HP.

Menolak permainan lain

Padahal permainan lain segambreng di hadapan mata tetapi ia memilih main HP saja. Lebih menarik dengan gambar dan musik warna-warni.
cara bermain kinetic sand
Main pasir aja, yuk!

Tidak mau membantu pekerjaan rumah

Dari kecil, saya biasakan SID untuk membantu menyapu atau mencuci piring. Terkadang ia sendiri yang menawarkan bantuan. Akan tetapi, ia kini lebih sibuk dengan si HP dibanding membantu pekerjaan rumah.

Malas beribadah

Saya bersyukur SID paling semangat ke masjid tiap mendengar suara azan. Namun, ia menjadi tidak mau sholat meski sudah azan karena asyik dengan HP-nya.

Solusi Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak Balita

Melihat kemudharatan HP yang begitu banyak, termasuk mengganggu waktu ibadah, maka kami memutuskan SID perlu aturan dalam menggunakan HP. Bukan berarti melarang sepenuhnya sementara kami sering pegang HP di depan dia, lho, ya. Kami berusaha mengarahkan untuk menggunakan HP sesuai porsinya, untuk kegiatan positif.

Berikut beberapa hal yang kami lakukan:

Diet gawai

Hal pertama yang kami lakukan yaitu diet gawai. Saya dan Ayah SID berusaha mengurangi menggunakan gawai di hadapan anak. Terutama saya nih yang lebih sering berinteraksi dengan SID di rumah. Efeknya ya lebih lama membalas pesan. Mohon pengertiannya, ya.

Saya sadari tidak bisa bebas 100% dari gawai saat di rumah karena harus mengelola pekerjaan dan komunitas secara online. Oleh karena itu, saya batasi penggunaan gawai di waktu-waktu tertentu. Misal, 15 menit cek dan membalas pesan. Jika SID minta nonton video ya saya berikan selama saya mengurus pekerjaan.

Awalnya gatel sih ingin sering cek pesan padahal enggak sesibuk itu juga. Ha ha…. Kalau rezeki, job enggak akan kemana.


Sepakati aturan yang jelas

Sebelum menggunakan HP, kami bersepakat aturan penggunaannya. Seperti, tiap menonton video harus dipasang timer dengan waktu antara 3-15 menit, tergantung kondisi. Tentukan juga siapa yang memasang timer, SID atau saya. Kemudian, video atau aplikasi apa saja yang boleh diakses.
taman situ lembang
Anak butuh bermain di luar ruangan

Konsisten

Anak menguji konsistensi kita, lho. Kadang saya sendiri asyik chatting sementara alarm timer sudah berbunyi. SID segera matikan dan lanjut main game. Nah, di sini saya harus tegas dan mengingatkan kembali aturan yang sudah kami sepakati bersama. Hal ini berlaku pula bila SID bermain gawai dengan ayahnya supaya tidak ada dua aturan berbeda antara ibu dan ayah.

Treatment gadget holic

Memandangi layar HP terus-menerus tentu melelahkan. Sikap duduk yang membungkuk juga membuat capek punggung serta leher. Oleh karena itu, saya mengajak SID pijat khusus gadget holic di Mom n Jo. Saya juga dipijat bagian mata untuk eye strain treatment. Alhamdulillah pegel-pegel hilang.


Gawai sebagai sarana pembelajaran

Saya jelaskan pada SID bahwa ketika ibu memegang HP tidak melulu main game. Ibu bekerja menggunakan HP. SID juga bisa belajar lewat HP maupun laptop. Ada beberapa website dan aplikasi yang cocok untuk pembelajaran anak balita, antara lain Reading Eggs dan Khan Academy. Meski demikian, tetap batasi rentang waktu penggunaan HP karena anak butuh bermain di luar ruangan.


Berdoa

Berbagai ikhtiar di atas sebagai langkah kami untuk mengurangi kecanduan gawai pada anak. Tak lupa kami memohon doa pada Allah agar SID (dan juga orang tuanya) dapat menggunakan gawai dengan sewajarnya, meningkatkan produktivitas, dan membawa keberkahan. Aamiin.
review reading eggs belajar bahasa inggris
Belajar melalui gawai perlu pendampingan orang tua

Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". Saya tak ingin anak gaptek tetapi juga tak mau anak kecanduan HP. Maka, langkah-langkah di atas semoga menjadi ikhtiar yang tepat dalam mengasuh SID, anak yang tumbuh di era digital.

Bagaimana dengan anakmu?

38 comments on "Ibu vs. Gawai: Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak Balita"
  1. Pas banget. Anakku 7 tahun dan 2,5 tahun udah kenal hape. Beneran emang emosi mereka jadi gak stabil. Suka marah dan lempar barang. Tapi kebetulan bgt kemaren gadget anakku pecah, dibanting sama anakku yang 7 thn. Akhirnya dia menyesal dan berhenti sendiri, adiknya pun jadi ikutan berhenti.

    Awalnya emang mereka bosen gak maen hape. Tapi beberapa hari kemudian mereka bisa menyesuaikan diri. Mulai mainan lagi, mulai nonton bareng sambil ketawa2, mulai banyak ngobrol, nulis, baca.

    Emak bapaknya emang jgn main hape di depan anak, itu bikin mereka mau dan mau lagi, dan menganggap gak fair buat mereka.

    Lah jadi panjang Mama SID.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah nah, saat mau mengurangi kebiasaan anak bermain gawai, ortu juga diet gawai yaa. Makasih curhatannya :))

      Delete
  2. Anak saya awalnya juga kecanduan gadget sekarang juga tapi sudah berkurang. Saya hanya memberikan hp saat dia makan, selesai makan saya tarik lagi. Tapi sekarang sudah jarang pegang hp saat makan karena setiao jam makan hpnya saya bikin lowbet hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bener juga nih dibuat lowbatt. Eh tapi anak saya cuek aja sambil ngecharge gitu HPnya.

      Delete
  3. Saya mengalami masalah yang sama. Gawai jadi penyebab berkelahi sama anak, hehe. Tapi kadang saya jadikan reward juga, boleh main tapi kamu harus sholat ya. Entah ini tepat atau tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam jangka panjang perlu dipertimbangkan lagi, anak mau sholat karena setelahnya bisa main gawai atau karena sadar butuh ibadah.

      Delete
  4. Ponakanku kalau main HP atau laptop selalu kutemani. Alhamdulillah dia gak kecanduan. Walaupun main ya sebentar aja karena pengen

    ReplyDelete
  5. Aku dulu pernah di posisi Mbak. Lalu sekarang Alhamdulillah sudah berubah dan semua jadi lebih nyaman. No makan pakai hp, no nungguin Bunda kerja dengan hp,no bosan dikasih hp. Sekarang mereka nonton cuma pas mau boci dan tidur malam. Itu pun dua video YouTube (biasanya Chanel anak-anak kayak Yaya, Hana, dll). Lainnya gimana? Siapin kegiatan dan buku. Lengkapi alat gambar, mainan pasir, buku2 anak. Sudah deh nanti mereka main sendiri. Tapi memang anak saya sudah dua sih jadi mereka main berdua atau sepedaan ke tetangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. usia berapa ya mbak akhirnya bisa begini? iya, orang tua perlu memfasilitasi dengan banyak buku, mainan, dan kegiatan menarik. Oh ya, tak lupa perlu perhatian juga.

      Delete
  6. Yang paming seing tu ngeliat emak bapaknya pegang hape terus Mbak, makanya pingin ikut-ikutan anak-anak. Tapi kalo anaknya masih kecil, belum sekolah ya gimana lagi, emaknya nge log juga di depan dia. Nulisnya sering pake hape.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. Jadinya aku kurangin ngeblog atau pakai HP. Nulisnya saat anak tidur. Ya prioritas sih mbak.

      Delete
  7. Pernah lihat anak yang kecanduan pakai gadget, dia nangis ketika kuotanya abis. Dan ibunya akhirnya minjem punya temennya.

    ReplyDelete
  8. masih jd PR juga nih mengatasi gawai pada anak..aturannya sih sabtu minggu aja tp kadang hari biasa minta main juga..duh galau hati ibu..harus ada kerjasama jg dengan pasangan biar kompak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss, mbak!
      Meski dibatasi hari tertentu, itu kayak pelampiasan gitu. Misal weekend jadinya main gadget melulu sampai lupa istirahat.
      Semangaaat!

      Delete
  9. Iya sama ey, aturan gawai juga suka dilanggar, jadinya berantem lagi..huhu. Sid pintar deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah harus konsisten, Mbak. Aku pun masih begitu.

      Delete
  10. Oh pantesan waktu itu aku wassap balasan darimu "sedang membersamai anak" :) that's good.

    Memang benar, anak itu ngikutin habit yg di dekatnya. Mada gak addict2 banget sama gadget karena di rumah hanya ada henfon punyaku dan bapaknya. Tapi, dia suka protes klo bapaknya too much henfonan di depan mata.

    ReplyDelete
  11. kalau aku berlaku aturan pegang HP kalau libur atau kalau akunya tepar nih pulang kerja ga bisa dongeng jadi anakku kusetelin youtube dongeng Mak Sid untungnya ga sampe kecanduan karena dy masih suka main sepeda, main mainan wkwk

    ReplyDelete
  12. Makasih sharing dan tipsnya, Mbak. Noted. Btw, Alhamdulilah anak-anak saya tak ada yang kecanduan gadget

    ReplyDelete
  13. Ponakan ku awalnya gitu mak candi banget main game di hp karena komplek di perumahan nya nggak ada teman main..sejak masuk sekolah TK sering ketemu teman agak beeberkur main gamenya kecuali hari libur hehe

    ReplyDelete
  14. Wah bahaya juga kalo udah kecanduan gadget ya mba. Padahal nak anak harusnya sedang sibuk-sibuknya main di luar, beraktivitas fisik, tapi kalo duduk diem aja ga oke buat tumbuh kembangnya yakkk..

    ReplyDelete
  15. Harus banget ya mba didampingi, aku suka selalu gayamu bertutur dan bercerita mba Helen.
    Jadi banyak yang bisa aku ambil hikmahnya, karena tidak dipungkiri emang jamannya beda dari dulu.

    ReplyDelete
  16. Saya gak melarang anak mengenal gawai, tetapi cukup disiplin saat mengunakannya. Beberapa kali gawai anak-anak disita ma saya karena mereka melanggar peraturan. Sejauh ini, mendisiplinkan aturan mulai berasa juga. Jadi gak sampai kecanduan

    ReplyDelete
  17. Anakku main gawai tapi nggak sampai kecanduan, mba. Itu pun makai hanya bentar karena dia lebih sering main ama teman. Tapi memang kalo bosan dia milih nonton youtube :)

    ReplyDelete
  18. Anakku baru aja lulus diet gadget mbaa.. kalau dulu weekend mereka dibebaskan main hp sekarang dibalik. Weekend ga boleh pegang gadget sama sekali. Kalau weekdays mereka boleh main 1-2 jam/hari dg catatan sudah belajar, sudah kerjain peer, sudah makan & mandi. Lumayan sih, jadi semangat kerjain PRnya krn pgn cepet2 main HP :)))

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah anak2 gak sampai kecanduan hape. Mereka selama ini patuh2 aja kalau hape kudu balik.
    Gadget di satu sisi ok krn bikin anak2 belajar, tapi emang kalau keterusan dan kecanduan bahaya ya... Ortuaja sih yg harus teges

    ReplyDelete
  20. Wah, tipsnya bisa aku adopsi nih. Buat diet anak2 biar gak nyandu gadget. Walopun belom parah, kepengen deh anak2 bisa lebih sedikit lagi waktunya main gadget.

    ReplyDelete
  21. Anak2ku juga sudah terpapar gadget semua karena ayah ibunya pengguna aktif gadget. So far, jadwal pemakaian gadget di hari Sabtu dan Minggu masih berjalan untuk anak lanangku. Ekspresinya begitu hari Sabtu tiba uuuwwhhh... udah kayak mau ketemu sama gebetan aja klo misal anak remaja gituh. Girangnya bukan kepalang hihiii... Yawda sih, karena udah kesepakatan, dikasihlah main gadget dengan pembatasan jam bermain. Kalau udah lebih dari 2 jam biasanya kusuruh berhenti dulu. Dia ngomel2 sih meskipun akhirnya menurut juga. :))

    ReplyDelete
  22. Benarr, dan yang paling memicu anak ikut2an main gadget itu ya karena orang tua pegang gadget juga. Hihihi. Aku juga merasakan demikiaaan.

    ReplyDelete
  23. Diet gawai Sepertiny bisa kalo aku terapkan. Tapi kalo perjanjian kayNha belom bisa. Soalnya anaknya masih kecil. Belum paham soal perjanjian. Wkwkwk

    ReplyDelete
  24. Ini kejadian sama anaknya adikku, kecanduan gadget banget dia. Anaknya jadi cepat emosian kalau kata aku dan apa-apa maunya serba cepat. Marah-marah dan kalau nangis bikin rumah berasa konser.

    ReplyDelete
  25. Anak-anak itu ajaib dan pembelajar sejati.
    Gak perlu diajarin gadget, tetiba sudah bisa menggunakannya.

    Fasih.
    Tanpa salah kaya orang sepuh.

    Dan salut, mba Helen konsisten...

    ReplyDelete
  26. Ini yang nggak bisa saya hindari, anak minta HP karena saya dan suami pegang HP. Kadang banyak kerjaan, hutang BW, dan lain-lain membuat waktu sama si kecil etrganggu. Sedih sih.

    ReplyDelete
  27. Saya gak ngenalin anak sama gawai sebelum waktunya Mbak, alasannya ya ini, takut kecanduan, lah emaknya yang dewasa aja masih suka susah lepas dari hp gimana anak-anak yang belum bisa mikir mana baik mana gak.:d

    ReplyDelete
  28. emang agak ngeri dan riskan klo dah smp candu gawai..
    makanya aku kekeuh anak2 baru ku kasih hak penuh terhadap gawai pas 13 tahun sekarang pake gantian sm kita doang

    ReplyDelete
  29. Aku sebisa mungkin tidak pegang hp depan anak. kareena pasti hp nya diambil untuk dilempar. Anakku masih 18 bulan mba jadi tidak begitu tertarik dengan hp.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature