Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

5 Hal Penting dalam Menangani Bayi Lahir Prematur

Tuesday, November 27, 2018
cara merawat bayi prematur
cara merawat bayi prematur
Nina telah mengalami keguguran tiga kali. Di usianya yang memasuki kepala empat, akhirnya ia positif hamil. Inilah buah hati yang ia dan suami damba-dambakan. Akan tetapi, bayi tersebut harus terlahir prematur di usia kehamilan 8 bulan. Khalid, bayi kecil seberat satu kilogram, lahir dengan kelainan jantung bawaan. Selama sebulan, bayi prematur tersebut dirawat di RSCM.

Kini Khalid berusia setahun. Ia nampak menggemaskan dan lincah seperti bayi pada umumnya. Syukur alhamdulillah Khalid menjadi NICU Survivor, pejuang cilik tangguh.

Lain lagi kisah selebritis Joanna Alexandra. Kelahiran anak keempatnya lebih cepat seminggu dari jadwal. Zionna terlahir di usia kehamilan 36 minggu karena detak jantungnya melemah. Saat itu berat lahir Zionna 2.695 gr. Tergolong normal, ya.

Meski sudah terbiasa mengasuh anak, Joanna sempat panik dan over-protected akan bayi prematur tersebut. Joanna menimbang bayinya setiap hari, menggunakan cairan antiseptik, bahkan menyiapkan pakaian khusus untuk masuk ke kamar bayi.

Haruskah se-protektif ini pada anak lahir prematur? Bagaimana cara yang tepat menangani bayi lahir prematur?

Pada peringatan World Prematurity Day yang jatuh pada 17 November 2018 lalu, saya mengikuti #BicaraGizi bersama Nutricia dan Sarihusada dalam Nutrisi untuk Bangsa (NUB) bertema “Dukung Si Kecil yang Lahir Prematur untuk Tumbuh Kembang Optimal”.

Bayi Lahir Prematur

Mendengar berbagai kisah kelahiran prematur di atas, juga dari obrolan teman yang kedua anaknya terlahir prematur, saya baru menyadari banyak juga ya bayi prematur di Indonesia. Sebuah riset menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-5 kelahiran prematur tertinggi di dunia, dengan angka kejadian 15,5% (Blencowe, et al. 2012; Liu, et al. 2012).

bicara gizi nutrisi untuk bangsa
(ki-ka): Joanna Alexandra, dr. Putri, Sp.A(K), Ibu Nina dan suami (menggendong Khalid), serta MC
By the way, bayi lahir prematur berbeda dengan bayi BBLR alias berat badan lahir rendah. Bayi prematur merupakan anak yang lahir pada usia kehamilan (gestasi) kurang dari 37 minggu akibat berbagai kondisi. Sedangkan bayi BBLR untuk bayi yang terlahir dengan berat kurang dari 2.500 gram.

Penyebab bayi terlahir prematur pun beragam. Ada yang karena ibu hamil mengalami darah tinggi (berujung ke pre-eklamsia), diabetes, kondisi janin melemah, pengapuran plasenta, dan lain sebagainya.

Masalah pada Bayi Prematur

Bayi terlahir prematur seharusnya masih tumbuh di dalam rahim. Karena sudah dilahirkan, ia tidak mendapat asupan yang tepat. Beberapa masalah pada bayi prematur, antara lain:

  • Metabolisme tinggi.
  • Imaturitas organ.
  • Feeding intolerance karena saluran cerna masih beradaptasi.
  • Rentan terhadap penyakit.
  • Cadangan nutrisi rendah tetapi butuh nutrisi tinggi.

Tepat Menangani Bayi Lahir Prematur

Menurut Dokter Anak Konsultan Neonatalogi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, Sp.A (K), secara garis besar, ada lima hal yang orang tua lakukan untuk menangani bayi lahir prematur, yaitu:

1. Pantau pertumbuhan dengan grafik khusus

Bayi prematur terlahir dengan dua kondisi: sesuai masa kehamilan dan kecil masa kehamilan. Ketahui kondisi bayi lahir prematur tersebut melalui grafik pertumbuhan khusus (usia 0-40 minggu). Grafik ini berbeda dengan yang ada di KMS (>40 minggu).

Tiga hal yang perlu dipantau yaitu berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Poin terakhir ini kadang terlupa padahal ukuran otak bayi masih bertumbuh.

danone indonesia
Yanne Sukmadewi dari Danone Indonesia dulu terlahir prematur, lho.

2. Beri nutrisi yang tepat

ASI menjadi asupan terbaik bagi bayi prematur. Akan tetapi, kondisi bayi saat lahir di atas membedakan jumlah pemberian nutrisi pada bayi lahir prematur. Hitung kebutuhan nutrisi agar pemberian nutrisi tepat, tidak lebih maupun kurang.

Bila kekurangan nutrisi, bayi prematur akan mengalami gagal tumbuh dan tidak dapat mencapai kejar tumbuh. Efek jangka panjangnya yaitu stunting. Bayi terlihat lebih kecil dan lebih pendek dibanding rata-rata bayi seusianya.

Bila kelebihan nutrisi, bayi prematur berisiko mengalami sindrom metabolik akibat berat badan yang naik terlalu cepat. Risiko penyakit tersebut antara lain: dislipidemia, penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes mellitus.

Rutin kontrol ke dokter dan pantau secara berkala tumbuh kembang optimalnya melalui grafik (poin 1).

3. Lakukan skrining (bila perlu)

Skrining pada bayi prematur yang terindikasi perlu dilakukan. Skrining tersebut antara lain: extrauterine growth restriction, osteopenia of prematurity, anemia of prematurity, USG kepala, dan pemeriksaan pendengaran.

4. Perkuat bonding orang tua dan bayi prematur

Tak kalah penting, bonding orang tua, khususnya ibu, dengan bayi perlu diperkuat. Saat memberi ASI merupakan momen spesial membangun ikatan ibu dan bayi. Belai anak, ajak ngobrol dengan suara lembut, atau menggendong a la kangguru dengan skin-to-skin dipercaya dapat mendukung kesehatan bayi prematur. Orang tua sebaiknya tenang dan tidak over-protected karena bayi dapat merasakannya, lho. Kalau orang tua tenang, bayi tenang, treatment yang dilakukan dokter sesuai, insya Allah bayi prematur dapat tumbuh optimal.

Peluk dan ajak ngobrol bayi prematur (dok. unsplash)

5. Bangun support system

Mengasuh bayi prematur butuh dukungan banyak pihak. Joanna merasakan dukungan suami dan anak-anaknya mampu menguatkan dirinya mengasuh Zionna. Untuk itu, support system perlu dibangun, dari keluarga ataupun orang lain yang sama-sama memiliki bayi prematur.

Support system yang kuat membuat ibu tidak mudah baper atau down ketika ada omongan negatif yang membanding-bandingkan anak lahir prematur dengan anak lainnya. 

Sesama supermom harus saling dukung

Menghitung Usia Koreksi Bayi Prematur

Ngomongin baper, teman saya yang memiliki anak lahir prematur sempat baper ketika anaknya dibandingkan dengan anak tetangga yang lahirnya di hari yang sama. "Kok badannya kecil dibanding si itu?".

Meski lahir di hari yang sama, anak lahir prematur tidak bisa dibandingkan dengan anak cukup bulan. Perlu dihitung usia koreksi untuk memantau tumbuh kembang bayi prematur.

Rumus usia koreksi adalah:
(Usia gestasi + usia kronologis) - 40 minggu
Keterangan:
  • Usia gestasi sesuai umur kehamilan saat bayi prematur lahir.
  • Usia kronologis atau usia kalender, dari sejak dilahirkan sampai saat ini.
  • Usia koreksi diperhitungkan hingga 2 tahun saja.
Contoh:
Ibu dengan usia kehamilan 35 minggu melahirkan bayi prematur. 12 minggu kemudian, berapa usia koreksi bayi tersebut?

Usia gestasi 35 minggu
Usia kronologis 12 minggu
Usia koreksi = 35+12-40 = 7 minggu

Bayi prematur yang sudah 12 minggu lahir ke dunia, tumbuh kembangnya dapat disejajarkan dengan bayi cukup bulan usia 7 minggu.

fakta bayi prematur

Dari talkshow di Hari Prematur Sedunia tersebut, dapat disimpulkan bahwa bayi prematur butuh penanganan ekstra yang tepat. Akan tetapi #PrematurBukanHalangan karena bayi prematur dapat tumbuh normal dan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Semangat ya, para orang tua hebat yang memiliki anak lahir prematur. Dukung selalu si kecil untuk tumbuh kembang yang optimal!

42 comments on "5 Hal Penting dalam Menangani Bayi Lahir Prematur"
  1. Waah Khalid dan orang tuanya hebat ya. Saluuut. Bisa bertahan walau pas lahir cuma 1 kg. Jadi ingat keponakan yang cuma bertahan 3 hari karena lahir terlalu prematur di usia 26 minggu dengan berat 7 ons aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. innalillahi wa innailaihi roojiuun
      betul, mbak. Perjuangan orang tua anak lahir prematur luar biasa.

      Delete
  2. Semangat buat para ibu yang memiliki bayi prematur! Semoga semua diberi kesehatan dan kekuatan! Amin..

    ReplyDelete
  3. iya niii aku pernah denger penanganan bayi prematur memang lebih susah ya.. smiga sehat2 smua ya anak-anak Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, agar mengejar tumbuh kembang yang optimal

      Delete
  4. Perjuangan banget ya punya bayi prematur. Salut sama perjuangan ibu Nina merawat Khalid. Alhamdulillah berkat dukungan suami dan keluarga hingga Khalid dapat tumbuh normal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukurlah segera ditangani di unit khusus di RSCM. Meski telah keluar RS, bayi prematur perlu rutin kontrol

      Delete
  5. Informasi yang berharga, Mbak. Ada teman yang kandungan lemah, akhirnya juga melahirkan bayi prematur. Namun alhamdulillah, mereka tumbuh dengan baik. Semoga keluarga yang mempunyai bayi prematur selalu kuat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, iya mbak segera lakukan tindakan terbaik bagi ibu dan bayi kalau kondisinya seperti itu.

      Delete
  6. Keponakan saya ada yang lahir prematur krn dinding rahim terjadi pengapuran.

    Memang benar2 ortu nya harus kompak dan all out agar tumbuh kembang anak bisa normal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mbak. Kudu kerja sama bahkan dengan keluarga untuk tumbuh kembang optimal.

      Delete
  7. Bayi prematur pun masih punya kesempatan untuk memiliki masa depan cerah, ya. Tetapi, memang harus lebih diperhatikan tumbuh kembangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap, masih bisa kejar ketertinggalan. Semangat!

      Delete
  8. Sebagai bunda, menghadapinya harus tenang ya Mba Helen. Baru tahu, iya juga ya bayi pasti lebih tahu juga bundanya merasakan apa, karena dia masih suci ibarat malaikat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bonding ibu dan bayi itu kuat. Kalau ortunya tenang, insya Allah bayi juga bakal tenang.

      Delete
  9. Bayi premature memang perlu mendapat perhatian lebih ya.
    Adik iparku juga dulu lahir prematur. Masa2 kecilnya sering sekali sakit, tapi syukurlah tambah besar sudah nggak, mungkin daya tahan tubuh juga lebih optimal ya. Sampai sekarang, syukurlah sehat2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah :)
      iya waktu masih bayi tubuh bayi prematur beradaptasi dengan lingkungan, ga senyaman saat di rahim ibu.

      Delete
  10. makasih sharingnya mba, semoga bayiku lahir sesuai usia kehamilan amiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak sedang hamil kah? alhamdulillah. Eh ini ketiga ya?

      Delete
  11. Masya Allah lengkap sekali mba Helena.. selalu suka acara NUB mengedukasi sekali 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, pernah ikutan? acaranya sangat informatif.

      Delete
  12. Saya jadi ingat dengan saudara sepupu yang lahir prematur, dulu dia juga sangat kecil, hanya 1.7 kg pas pertama lahir. Alhamdulilah sekarang sudah tumbuh sehat.

    Terima kasih info yang sudah dishare ya, Mbak.. sangat menarik bagi kami semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Bayi terlahir prematur memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan berprestasi.

      Delete
  13. Wah, seneng ya ada talkshow tentang baby prematur kaya gini. Memang bayi prematur itu kudu dieman eman bener deh. Baby ku yang terakhir nggak prematur tapi BBLR, perlu penanganan khusus juga ternyata. Akhirnya jadi belajar deh soal perawatan bayi BBLR

    ReplyDelete
  14. Temanku punya baby prematur justru pertumbuhannya pasca lahiran lebih cepat. Tapi memang butuh perhatian yang intens

    ReplyDelete
  15. Suamiku lahir prematur. Peran dan perjuangan orangtuanya memang luar biasa dalam merawatnya sejak bayi hingga sekarang sehat

    ReplyDelete
  16. Salut banget buat perjuangannya merawat Khalid yang 1kg aja lahirnya dan jujur aku baru tahu prematur itu resikonya banyak banget kirain mah biasa aja hehhe

    ReplyDelete
  17. Grafiknya khusus ya. Aku percaya bgt bayi prematur bisa mengejar ketertinggalan

    ReplyDelete
  18. Wah saya malah baru tau ada hari prematur sedunia, info baru nih. Sahabat saya anaknya juga lahir prematur. Di bulan-bulan awal memang banyak masalah, tapi bersyukur sekarang sudah bisa mengejar ketertinggalan, bahkan lebih chubby dibanding anak saya yg lahir di usia normal.

    ReplyDelete
  19. Ilmu yang bermanfaat banget untuk para orang tua...

    ReplyDelete
  20. Makasih sharingnya mba. Untukku yg belum menikah & punya anak, ilmu kaya gini bergizi banget. Biar nanti gak galau-galau kalo semisalnya andaikata (walo ku pengen semuanya normal ya Allah) si dede bayi lahir prematur huhuuu :')

    ReplyDelete
  21. Bayi prematur butuh perhatian lebih untuk tumbuh kembangnya ya

    ReplyDelete
  22. Setujuu...
    Bayi yang lahir pre-matur pun memiliki kesempatan untuk bertumbuh dengan normal.
    Dan mengenai support system, ini beneran ngefek banget.
    Inget-inget aku dulu juga mengalami BBLR.
    Huhuu~
    Orang-orang di sekelilingku lah yang bekerja ekstra.

    Barakallahu fiikum.

    ReplyDelete
  23. Mengurus bayi prematur itu ngeri-ngeri gimana gitu ya Mbak. Beberapa sepupu aku lahir prematur dan sudah besar ada kelainan dengan otaknya. Jadi memang dari awal harus protektif banget.

    ReplyDelete
  24. Support system yg paling penting. Soalnya kalau support systemnya udah oke, maka yg lain2 akan lbh mudah. Bisa dukung menyusui, bisa dukung saat harus skrinning, dan kasi kekuatan2 yg lainnya

    ReplyDelete
  25. Ternyata kalau nutrisi berlebih malah tidak dianjurkan ya pada bayi lahir prematur? Tubuhnya akan kaget dengan perkembangan yang drastis.

    ReplyDelete
  26. Anak saya yg kedua juga di nicu 10 hri mba saat lahir kena infeksi paru2. Benar bahwa dukungan ortu Terutamaa ibu sangat penting untuk memberi semangat ke bayi agar segera membaik kondisi nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah. Mbak... anakku pun NICU survivor. Alhamdulillah hanya 4 hari.

      Delete
  27. Noted nih mbk...

    Ponakanku dulu cuma 2,2. Dan bener, perawatan khusus

    ReplyDelete
  28. ya Allah baru tahu kalau Indonesia peringkat 5 tertinggi di dunia. :(

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature