Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Image Slider

Showing posts with label barisankatakata. Show all posts
Showing posts with label barisankatakata. Show all posts

Kaleidoskop 2018 di Helenamantra: Tahun Pas-Pasan

Tuesday, January 1, 2019


31 Desember 2018. Hei, sudah hari terakhir aja di tahun 2018. Saya menilik kembali 95 artikel yang menghiasi laman maya www.helenamantra.com sepanjang tahun ini. 2018 ini menjadi “tahun pas-pasan” bagi perjalanan saya di blogsphere. Silakan mampir ke kaleidoskop 2018 a la Helenamantra.

Pedihnya Diusir

Monday, May 6, 2013


Gue ngerti rasanya diusir seperti yang terjadi di sinetron stripping tiap hari tanpa perlu menjadi bawang putih atau putri salju (ini nama orang, bukan bumbu dapur atau kue kering). Gara-gara ngobrol sama mantan teman kosan via social media-nya Big Bang gue jadi teringat masa-masa pengusiran itu. Sakit hati gue kambuh, men!

Selama kuliah, gue pindah kosan sampe 3 macem. Kosan pertama gue demen banget meski kamarnya kecil. Ibu kost baik, bantuin gue bikin kembang goyang buat ospek dan masakin nasi goreng buat teman gue yang ke kosan, setelah itu bayar sih. Jadi kosan ini memang rada jauh dari kampus, harus jalan kaki keluar komplek terus naik bikun alias bis kuning buat sampe ke fakultas. Tapi daerahnya rame, gampang cari makan. Kosan ini ada dua bagian, bangunan biru buat kamar cowok, sebelahnya warna pink buat cewek. Ada kantin, dapur, juga hall buat solat jama’ah atau main pingpong. Okesiplah jaman itu.
 
Kemudian segalanya berubah semenjak ibu kost pindah ke rumah anaknya. Ganti ibu kost baru yang bikin kurang nyaman. Kantin tutup. Ga ada yang jahitin emblem di jas almamater gue lagi. Tidak lama kemudian, gue dan satu orang teman kosan memutuskan pindah aja. Sekitar 1 tahun semenjak gue pindah, penghuni cewek di kosan dipersilahkan cari kosan lain. Seluruh bangunan bakal buat kosan cowok. Jadilah teman gue ada yang kelimpungan cari kosan baru. Gue sendiri bersyukur udah pindah sebelum diusir meski ikut pedih mengenang kosan pertama, termasuk kamar pribadi pertama gue selama hidup yang dijuluki The Songo.

Gue udah nyaman dengan kosan kedua. Sekamar berdua, murah, kamar mandi dalam ada 2, kasur ada 3. Kamarnya gede banget, gue sering bayangin kalau kamar ini muat buat main badminton. Jadi, kamar ini unik. Bangunannya terpisah dari kamar-kamar lain. Lantai 1 ruang tv tapi jarang ada yang nonton di situ. Lantai 2 kamar kami yang bisa buat salto. Memang sih letaknya agak tersembunyi dan jalannya belum diaspal. Tapi ga masalah karena gue udah ada motor jadi lebih cepat kemana-mana.

Eh belum setahun gue di istana kerajaan ini, dapat kabar burung kalau kamar gue ga bisa diperpanjang kosannya. Alasannya mau dipake keluarga yang punya kost. Sedihlah kami yang belum sempat main badminton di dalam kamar ini. Kami berusaha tegar dan menunggu sampai ada pemberitahuan lebih jelas kapan kamar ini bakal dipake. Ibu kost udah ngusir secara halus tapi kami cuek aja. Sampai pada akhirnya gue pindah kosan lain dan teman gue pindah ke kamar di bawah.

Meski gue udah keluar dari komplek itu tapi masih beberapa kali main ke mantan istana kerajaan sambil melihat perkembangan kabar mantan kamar di lantai 2. Sampai 2-3 bulan kamar itu masih kosong, ga jelas kapan bakal ditempati sama “keluarga” yang pernah dibilang ibu kost. Teman gue juga kurang nyaman dengan kamar barunya yang di bawah. Jadilah tak lama kemudian dia memutuskan cari tempat kost baru.

Lama setelah itu, kami mendengar kabar bahwa kamar lantai 2 sudah ada yang menempati. Yak, ternyata masih dipakai jadi kamar kosan, bukan tempat “keluarga”. Yaudahlah ibu kost sebel sama kami mungkin. Sampai kami diusir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Walau perih namun aku bertahan...

Oh ya setelah drama pengusiran itu kan gue cari kosan baru. Waktu ditanya teman-teman kenapa pindah kosan (lagi) dengan cool gue jawab kalau gue diusir dari kosan yang lama. Reaksi pertama mereka adalah ketawa. Karena gue tetap pasang tampang cool dan serius, mereka percaya dan penasaran mengapa hal tersebut bisa terjadi pada gue. Bagi mereka, baru kali ini mungkin ada peristiwa diusir dari kosan.

Yak, dan tibalah gue di kosan ketiga yang menjadi kosan terfavorit hingga lulus kuliah. Lokasinya mendaki gunung, melewati lembah tapi asik. Di sekitar rumah penduduk, dekat masjid, dan di belakang sekolah dasar. Di sinilah gue dan teman-teman kosan kompak serempak bayar iuran gas, datang ke midnight sale sehari sebelum jadwal, bikin surprise party buat yang ulang tahun, sampai pecahin lampu taman di kosan. Kami bahkan punya grup di facebook, tempat share foto dan kabar. 

Meski sudah lulus, kami masih sering keep in touch. Salah satunya yang terjadi hari ini. Gue dapat kabar paling update dari penjaga kosan, kamar nomer satu, sebut saja Alay. Harga kosan naik seratus ribu! Empat kamar kosong, padahal biasanya sampai kamar paling ujung full. Mostly penghuninya angkatan akhir. Kalau mereka udah lulus, kayaknya kosan bakal direnovasi deh. Dan ujung-ujungnya para penghuni akan dipersilahkan move on ke kosan lain. Lagi-lagi pengusiran...

@helenamantra

I am a Surfer: Online Course

Monday, April 22, 2013
Karena hidup di 'remote area', sarana prasarana serta kualitas pendidikan yang terbatas sempat membuat saya down.
Keinginan belajar yang tinggi (dan kebosanan di kantor) bikin saya mencoba ini itu
Saya juga mau menunjukkan bahwa di manapun kita berada di Indonesia, selama ada sinyal buat internet, melahap pendidikan yang berkualitas bukanlah hambatan
Jadilah saya mengikuti beberapa online course, ya gampang-susah juga. Rajin-rajin memotivasi diri sendiri supaya keep going download materi, mempelajarinya, dan mengerjakan soal dengan suka cita. Banyak bertanya pada fasilitator ataupun teman sekelas (yang belum pernah bertemu langsung) juga bisa.

Selama 8 weeks saya mengikuti online course pertama di Stanford Venture Lab
Tried to catch up with new tools, creative assignments, dan mempelajari dunia pendidikan yang baru. Ini adalah kursus paling niat yang saya ikuti.

Saat ini memasuki bulan kedua di @BelajarPerancis. Yes, saya masih penasaran untuk menguasai bahasa yang aksennya khas dan romantis ini. Meski belajarnya masih maju-mundur, kadang emang saya yang mualesss atau koneksi internet buat download materi yang ga sampe. Mengingat ini kursus berbayar, I don't want to throw money for nothing. Fight!!!

Selama April - Juni 2013 saya berencana mengikuti beberapa kelas yang dibuka Stanford Venture Lab, yaitu:
  • A Crash Course on Creativity (again!!)
  • Sustainable Design and Product Management
  • Finance
Banyak sekali penyedia online course, baik yang free seperti Venture Lab maupun yang berbayar. Pilih materi / kelas sesuai hal yang ingin dipelajari. Siapkan koneksi internet yang ciamik, jadwal yang konsisten, dan have fun with your virtual class!

In online course I can do what I love and of course love what I do
O Yeah, 
I am an internet surfer

Post Holiday Syndrome

Monday, January 28, 2013
pic from Mandala Airlines facebook page

What is happening to me today

outside for five days
don't know whether my room is still exist or not
got jet lag at office
waiting for time break

tic toc tic toc tic toc

@helenamantra

hero

Thursday, October 4, 2012


 "Light The World
4th of Oct to infinite"

Senja di Pancur

Tuesday, September 25, 2012

Sebelum mentari tenggelam, masih ada sedikit waktu bermain bola.
Senja yang tenang di Pantai Pancur, Banyuwangi.


submit for #TurnamenFotoPerjalanan ronde 4 dengan tema: Senja 
host: Giri Prasetyo 
wanna join? share your Senja pics on the link above

Bocah dari Wana

Tuesday, September 18, 2012
Cici dan tiga kawannya adalah murid-murid SD di Desa Wana, Palu, Sulawesi Tengah. Desa ini terletak di atas gunung dengan akses terbatas. Bangunan sekolahnya pun hanya dari papan kayu yang kurang layak untuk belajar. Perlu waktu satu jam bagi kami menuju Wana dengan berjalan kaki untuk penyuluhan kesehatan dan ngobrol dengan bocah-bocah pemalu ini. Senyum mereka mengajarkan kami untuk selalu bersyukur dengan keadaan yang ada.

spesial untuk:
Turnamen Foto Perjalanan ronde 3

iPray

Wednesday, August 29, 2012
Ada do'a dalam tiap jepretan Nikolas :')
@helenamantra











Memperjuangkan Hidup atau Hidup Untuk Berjuang?

Wednesday, May 30, 2012
copas abis dari blog sodara seperjuangan
iseng blog walking dan menemukan tulisan menakjubkan ini
untuk dipikirkan semua orang:

Kalimat dari sang lulusan SD

22 08 2010
Sambil mengunyah roti saya melakukan percakapan basa-basi dan keakraban dengannya, hingga satu pertanyaan yang mengubah alur obrolan malam itu.
“Neng, jurusan apa?”
“TI, Pak. Teknik Industri! Baru aja tahun ke-dua”
Gedung TVST ITB
Selasa, 4 Mei 2010
Menunggu latihan untuk Pagelaran Seni Budaya, sengaja saya hampiri pedagang roti di pinggir area latihan. Terbesit keinginan mengobrol dengannya.
(ngomong-ngomong kenapa saya suka banget sih ngobrol sama pedagang? Mbok ya Pak Rektor ngono loh yang diajak ngobrol.)

“Cuma ada dua hal yang kita lakukan di dunia, neng. Memperjuangkan hidup, atau hidup untuk berjuang. Beda loh neng, kalo yang memperjuangkan hidup, kita mah bekerja terus untuk mencari uang, buat makan sendiri sama keluarga. Gitu aja terus neng, gak pernah berbagi buat yang lain. Beda lagi kalo hidup untuk berjuang. Dia mah hidup tuh untuk berbagi sama orang lain juga. Mencari ilmu neng, termasuk berjuang. Sama kayak neng sekarang di ITB kan mencari ilmu, kan ya?

Tinggal sekarang, ilmu yang bagaimana yang digunakan untuk berjuang. Itu juga beda loh neng. Kalau neng mencari ilmu di Teknik Industri, terus nantinya bekerja untuk perusahaan, apalagi perusahaan asing, terus dapat uang untuk makan sendiri dan keluarga, itu sama saja dengan neng memperjuangkan hidup.
Tapi coba kalau neng lulus terus bikin industri sendiri. Atau membantu menyebarkan produk Indonesia biar negara kita jadi terkenal di dunia, biar gak kalah sama produk dari Cina. Waah, itu baru yang namanya neng menggunakan ilmu untuk berjuang.”

Ini adalah obrolan paling bermutu yang pernah saya lakukan di sekitaran ITB dengan seorang pedagang. Ialah Pak Edo, pedangang roti lulusan SD yang sukses melobi pihak Ikatan Alumni ITB untuk memberikan beasiswa pada anaknya karena ia berkeinginan menyekolahkan anaknya di ITB. Pedagang yang ingin membuat usaha budidaya udang di Subang untuk membiayai sekolah dua anaknya yang lain, dan pedagang yang mengatakan hal paling keren sebagai penutup:

Kalau nanti udah lulus terus berusaha atau bekerja, jangan mengejar uang yang didapat, neng. Tapi coba kita berusaha dulu yang baik, bekerja dengan bagus, baru kita dibilang pantas dapat uang. Karena kalo ujung-ujungnya neng mengejar uang, ya balik lagi atuh jadi orang yang memperjuangkan hidup. Padahal kita harus apa coba neng?

berkata saya dengan mantap: “Hidup untuk berjuang, pak!”

“Naah, gitu atuh. Itu baru namanya anak ITB yang cerdas, neng!”

Closing Ceremony of Mayday Project

Monday, May 28, 2012
Bagian penutup ini hanyalah menutup mayday project dan membuka project project lainnya. Mau kemana lagi ya? Menabung dulu di dana liburan supaya bisa libur tanpa berutang.

This amazing journey teach me a lot! I see more, think more, hear more, feel more, bless more.

Setiap melihat terminal atau stasiun atau masjid, Langsung terpikir apa bisa numpang mandi di situ ya? Ada tempat penitipan tas di situ? Gratis kah? Meskipun..toh aku bertemu ribuan orang baru tiap hari, belum tentu bertemu mereka besoknya lagi, mereka ga tau kemarin aku pake baju apa, udah mandi apa belum, jadi kenapa harus bingung mandi dan ganti baju? Well, ini quote bodoh yang aku lontarkan ke teman temanku. Yah sebenarnya mandi itu buat kebersihan diri sendiri karena udah lengket kena keringat, supaya segar dan sehat. Kalo memang tidak memungkinkan buat itu, ditahan ya, at least cuci muka dan siram wewangian supaya ga bikin polusi bau badan :p

Destinasi yang aku pilih, 3 negara itu dalam satu Minggu memang tempat yang sudah sering dikunjungi.  Namun setiap perjalanan adalah spesial. Buatku yang harus mengumpulkan rupiah demi rupiah buat bisa pergi ke luar negeri, Menempuh perjalanan sendiri kemudian bertemu orang orang baru setiap hari adalah keasyikan tersendiri. Bisa berinteraksi dengan local people, mikir dengan uang pas pasan gimana bisa survive, arrange itinerary, lebih seru daripada ikut tur. It wasn't easy but possible to do.

Karena sedang di negeri orang, aku sangat sering bertanya. Merepotkan orang lain karena aku ga menguasai daerah tersebut. Ga perlu malu, bertanya menunjukkan suatu kerendahan hati bahwa aku mengakui diriku belum tahu segalanya dan aku mau tahu itu. Hal ini aku pelajari dari buku #UltimateU by @ReneCC.
 
Saat Seharian di Thailand tanpa signal BB, explore kota sendiri sambil mikir, aku ini ribuan kilometers dari rumah tanpa ada komunikasi. Kalo terjadi apa apa, aku ga tau keadaan mereka dan sebaliknya. But I wasn't afraid. Di setiap perjalananku I am not really alone. Ada Allah yang menjadi teman diskusiku, where are we going next?













@helenamantra

When I was...

Monday, April 16, 2012
i found freedom in my college time

Terkadang ingat masa masa itu
berdesak-desakan di KRL yang kini disebut Commuter Line
bersembunyi dari pemeriksa karcis kereta karena kami (berdua dengan teman) naik kereta tanpa karcis yang harganya cuma seribu rupiah
berusaha mencari udara dengan mendongakkan kepala
terjepit di antara ketiak-ketiak pekerja kantoran maupun kuli bangunan menuju kota yang (katanya) penuh harapan bernama Jakarta
menyaksikan seorang ibu yang duduk sambil mengantuk di pinggir pintu kereta dijambret dengan mudah, seuntai kalung yang menggantung tinggal separuh di lehernya, penjambret dengan gesit melompat turun dari kereta yang mulai bergerak perlahan meninggalkan stasiun
melihat dengan iba anak-anak kecil yang cacat anggota tubuh dimanfaatkan untuk mengemis
memandang miris pada seorang penyapu kereta yang kumal dan menetes (cairan nampak seperti) darah dari dahinya, yang ketika seorang penumpang menawarkan tisu untuk mengusap luka itu langsung ditolaknya, dan batinku berkata justru itulah sumber penghasilannya, dari rasa iba atas luka buatan

Terkadang ingat masa masa itu
di mana tidak peduli saldo di rekening tabungan atau berapa lembar uang tersisa di dompet
seusai kelas naik bus berwarna kuning yang tak jelas kapan datangnya, menuju pusat perbelanjaan di sebelah
sekedar melihat model model pakaian dan sepatu yang baru
yang dua tahun setelahnya ternyata model seperti itu masih laris manis di luar pulau Jawa dengan harga dua kali lipat
jika ada keinginan kuat, tiap hari menabung dari hasil mengajar para bule untuk menikmati setangkup burger di mall, burger yang paling spesial karena tersusun dari berlapis lapis daging sayuran dan keju, begitu nikmat hasil dari kerja sendiri

Terkadang ingat masa masa itu
sore hari menuju ke selatan Jakarta dengan Menul, motor butut yang tangguh, untuk berjumpa dengan para adik asuh
berbagi pengetahuan sambil bercanda tawa
matematika dan bahasa menjadi favorit mereka
jajan bersama sambil mendengar cerita di sekolah
betapa dapat kulihat harapan di mata anak anak ini
hanya perlu sedikit arahan supaya tidak menjadi korban sinetron
entah bagaimana kabar mereka sekarang, semoga selalu dalam lindungan Allah

to be continued...

Read More and More

Wednesday, March 14, 2012
Terinspirasi resolusi sahabat saya @imaniza mengenai targetnya untuk membaca sekian buku selama setahun maka saya membuat target untuk membaca minimal 2 buku perbulan. Bukunya boleh bermacam-macam topik, tebal tipisnya terserah, bisa hardcopy ataupun e-book. Yang penting 2 buku perbulan. Kalau di bulan tersebut tidak tercapai, misal hanya membaca 1 buku maka 1 buku sisanya wajib dibaca di bulan berikutnya, demikian seterusnya.
So far selama Januari 2012 saya (ternyata) bisa melahap 3 buku, ajaib, saya tertegun setiap selesai 1 buku. Dan membaca buku-buku tersebut tanpa terpaksa, lebih ke penasaran apa sih isinya, apa dampak buat saya setelah membacanya?
Feburari 2012 saya menuntaskan 2 buku lagi yang sangat bagus. Salah satunya atas rekomendasi sahabat saya @dietosca untuk membaca Five People You Meet in Heaven by Mitch Albom. Untuk bulan Maret ini saya sedang membaca Journey to be #UltimateU by @ReneCC. Sebenarnya mau baca Your Job is Not Your Career tapi kehabisan di toko buku dan belum dapat pinjaman dari teman :p.
Buku-buku yang saya baca kebanyakan dapat pinjaman dari teman-teman seperti @prasetyasari dan @DwiMadya yang rajin share buku bagus. Ada juga free e-book dari suhu marketing Seth Godin dan motivator ceria @MerryRiana. Apapun bukunya, dari manapun sumbernya, bacalah buku yang bermanfaat untuk kita. Read more and more buat menambah wawasan, kosakata, cara menulis, inspirasi, dan well..mungkin saja kelak saya menulis sebuah buku untuk diterbitkan secara luas.

Good People Do Exist

Friday, March 9, 2012
Alhamdulillah I am surrounded by good people
my family
my friend
my work-mate
my gadgetsss (oops, they r not human)

i have a very true good friend
we haven't meet for years after last argue
then we met again and nothing has changed
he does a good person

i have another good friend
she has been a friend of mine for more than 10 yrs
every years we meet, even in a very short time
just to make sure that she is ok
so glad to hear her stories
about her tough life, working at young age to survive
about her study, self-paying with her saving
she does a good person

@helenamantra

Share more good stories!

Wednesday, January 25, 2012
iseng nulis di wall Bapak MW, seorang trainer dari perusahaan marketing terkemuka.
beliau minta saya share experience ke dia, mungkin saja bisa menginspirasi dia dan pendengar.
jadilah saya bingung nulis apa ini..lalu menulis cerita saja dan kirim via e-mail.
intinya tentang bersyukur dalam segala keadaan, tenang dalam menghadapi masalah, supaya dapat berpikir jernih sehingga jawaban yang sudah ada di depan mata nampak jelas, and simply problem is solved!
someday jadi ingin share stories and thoughts ke para motivator
mereka menginspirasi jutaan orang dan terinspirasi kembali dari jutaan orang tersebut
and so am I, inspired and inspiring. Amin.

as my status in facebook:
menasehati orang lain dengan sesuatu yang baik, "memaksa" diri sendiri untuk melakukan hal baik tersebut. So, share more good stories :)

BE THANKFUL

Monday, January 9, 2012
Ya Allah terima kasih atas keluarga yang selalu mendukungku,
teman yang menemaniku meski aku nomaden seperti ini,
harta yang cukup untuk jalanMu,
bisa makan setiap hari, 
transportasi yang nyaman,
lingkungan tinggal dan kerja yang aman (meski di bagian lain terjadi kerusuhan), 
gadget yang membantu pekerjaan,
hujan yang membuat suhu dingin,
panas yang mengeringkan cucian,
udara gratis yang tiap saat kuhirup,
pikiran yang tak henti berputar,
listrik yang mulai jarang bermasalah,
tv kabel dan CSI-nya,
tanaman kecil sebagai mate-ku, 
pelangi yang indah setelah hujan deras, 
harapan yang menjadi kenyataan,
badan yang bergerak tanpa sakit,
panca indra yang berfungsi dengan baik,
baju rapi yang kupakai,
kesempatan untuk pindah kerja (tapi masih ragu),
pekerjaan tetap,
ide-ide kreatif,
kemampuan menjahit,
celana yang masih muat (dan mulai sempit),
pengalaman naik paralayang,
bisa berenang,
pernah snorkeling,
ikut OBI seharian cano-ing,
punya alat komunikasi canggih,
ga gaptek banget,
langsung jadi quality assurance,
and so on... (to be continued)


  Count the blessing

A Life

Tuesday, January 3, 2012
This is a life
Hari ini kita bersama, besok bisa saja berpisah
Karena meninggal atau karena tidak sejalan
Dan bila saatnya tiba, tidak perlu sedih yang berlarut-larut
Karena inilah hidup
Karena perpisahan telah diprediksi sebelumnya
Karena dunia hanya sementara

G-town , 01.01.12

I do!

Tuesday, November 15, 2011


People said:

DO what you LOVE, LOVE what you DO

How can I love doing something that I hate?
What should I do?
Quit.

Hidup Seperti Ubin

Monday, November 7, 2011
Apakah itu?
Ketika hari-hari menjadi datar
Ketika harapan tak dapat memompa hidup
Ketika kekecewaan dirasa
Ketika melayang dalam mimpi terlalu tinggi
dan lupa mengaitkan kaki pada bumi
Ketika hidup menjadi biasa saja sedatar ubin.

Morning in Paul Bay

Tuesday, September 20, 2011
Tadi pagi saya dan teman kost jalan-jalan menikmati udara segar di kota Palu, Sulawesi Tengah. Ga jauh sih jalannya..sekitar kost aja. Saat jalan-jalan, keadaan masih sepiii..belum pukul 06.00 WITA jadi bisa leluasa foto-foto. Here are some pics to share (tentang baik buruknya kota ini), enjoy!

Selokan buntu, kalo hujan jadi menggenang

view belakang sekolah: gunung!

pot di depan gedung DPRD penuh rumput liar

Kabel apa ini? Amankah?

Ada Roxy juga loh

Spanduk compang camping

Bisa foto di tengah jalan raya

Dikelilingi gunung!
Bibit Pohon Trembesi depan gedung DPRD, mau diapakan?


Trotoar penuh rumput, tidak nyaman untuk jalan kaki

  
Trotoarnya lubang lubang, awas kalo berjalan

It's just the beginning, WE decide our own finish line

Monday, April 18, 2011

Hey, pals!
I know you are strong enough to face this life.
What goes around, comes around.

@helenamantra
18.04.2011 From Palu - WITA

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,