Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Waktu Bersama, Bahasa Cinta Paling Dominan dalam Dirinya

Wednesday, December 13, 2017

Kami menikmati setiap waktu bersama. Kadang kami pergi ke suatu tempat baru atau hanya beraktivitas bersama di dalam rumah. Namun, semua momen sederhana itu begitu indah dan berharga. Begitulah bagaimana keluarga kami berkomunikasi dalam bahasa cinta.

Quality time with family: naik bianglala tertinggi di Indonesia

5 Bahasa Cinta

The Five Love Languages of Children. Judul buku ini baru saya dengar ketika mengikuti suatu pelatihan parenting. Menurut sang penulis, Gary Chapman & Ross Campbell, MD, anak dan manusia pada umumnya memahami serta mengekspresikan cinta lewat lima bahasa. Kelima bahasa tersebut atau dikenal dengan 5 Love Languages adalah:

1. Words of affirmation atau kata-kata mendukung
2. Acts of service atau tindakan pelayanan
3. Receiving gifts atau menerima hadiah
4. Quality time atau waktu bersama
5. Physical touch atau sentuhan fisik

Setiap orang memiliki kecenderungan akan satu bahasa cinta/ bahasa kasih. Penting lho mengetahui bahasa mana yang dominan supaya komunikasi lebih lancar dan berkesan. Misalnya, pasangan cenderung suka dengan bahasa "acts of service", ga perlu repot belikan hadiah ini-itu, cukup buatkan kopi tiap pagi dia pun sudah bahagia. Hemat, kan. Hehehe.

Untuk mengetahui bahasa mana yang dominan, dapat dilakukan lewat suatu tes tulis. Contoh soal tes tulisnya seperti:


Lebih berkesan bagi saya ketika…
B. Saya bisa menghabiskan waktu sendiri hanya berdua dengan pasangan saya.
D. Pasangan saya melakukan sesuatu yang praktis untuk membantu saya.

Pertanyaan pada contoh di atas untuk mengetahui bahasa kasih dengan pasangan. Ada sekitar 30 pertanyaan dengan masing-masing dua pilihan jawaban. Di akhir, akan nampak pilihan jawaban dominan yang mana, A, B, C, D, atau E. Itulah bahasa cinta dominan pada diri.

Berkomunikasi produktif dengan bahasa cinta
Berhubung SID, usia dua tahun, belum bisa menjawab soal tersebut, maka saya menggunakan teknik pengamatan untuk melihat bahasa cinta mana pada dirinya yang dominan. Hehehe. Ceritanya saya menjadi detektif, nih.

Pertama, saya mengamati cara SID mengekspresikan cinta pada saya dan ayahnya. Ia pernah berkata, “Terima kasih ibu temani SID.” atau “SID sayang ayah, sayang ibu.”.

Kedua, saat bermain atau menonton TV sendirian sementara saya memasak atau mengerjakan hal lain, ia akan berkata, “Ibu, sini duduk sama aku.”. Pernyataan ini hampir tiap hari ia lontarkan. Terkadang saya membiarkan si kecil bermain dengan imajinasinya, saya sengaja mengambil jarak. Tetapi ia sering meminta saya duduk menemaninya bermain.

Ketiga, ia suka mengeluh ketika saya atau ayahnya terlalu asyik menggunakan smartphone. “Kok ibu/ayah main HP terus.” atau “Kok ayah gak pulang-pulang?” ketika ayahnya lembur. Tak hanya kepada kami, SID juga terkadang menyinggung neneknya yang sudah lama tak berkunjung ke rumah. Meski jarang bertemu, ia memiliki kedekatan dengan nenek.

Keempat, mengamati bahasa cinta juga bisa dilakukan dengan memberikan dua pilihan pada anak. Misalnya, “Hari ini mau membaca buku bersama Ibu atau mau Ibu perbaiki mainanmu yang rusak?”.

Melihat kecenderungan kata-kata yang ia lontarkan, saya menyimpulkan bahasa cinta yang dominan pada diri SID yaitu waktu bersama (quality time). Setelah mengetahui hal ini saya merasa lebih tercerahkan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi hidup anak semata wayang kami.

Bonding Time Bersama Ibu

Hingga kini, SID dan saya tak pernah terpisahkan lebih dari 24 jam semenjak ia lahir. Selama ini bukan saya yang menemaninya tetapi SID lah yang menemani saya mengurus rumah hingga bekerja. Iya, SID sering ikut saya menghadiri blogger gathering sejak saya mengawali karir ini. Di rumah, ia membantu menyapu, mengelap meja, mencuci piring, dan pekerjaan domestik lainnya. Meski usianya baru dua tahun, ia suka menawarkan diri untuk membantu. Saya pun dengan senang hati menerimanya karena practical life skills seperti ini kelak ia butuhkan.

Selain di rumah, kami biasa bepergian bersama. Saya bersyukur tinggal di Jakarta dengan fasilitas publik yang baik dan makin banyak pilihan. Kami suka pergi ke perpustakaan, museum, taman, atau naik city tour bus yang berbentuk bus tingkat. Semua fasilitas di atas gratis, lho. SID bisa bermain, membaca buku, dan mengenal banyak hal yang memperkaya wawasannya. Ini sesuai dengan tema pengembangan diri bagi anak usia 0-7 tahun yaitu kaya wawasan dengan fitrah belajar bermain bersama alam.

Bermain bersama di pantai
Sebelum tidur, kami terbiasa merangkum kejadian hari itu. Kami kemana saja, melakukan apa saja, apa yang kami lihat-dengar-rasa, kemudian saya akhiri dengan, “Terima kasih ya SID udah menemani Ibu main. Ibu senang banget.”. Meski hari itu ada tragedi yang membuat ia menangis atau emosi saya tinggi, kami tetap melakukan ritual cerita sebelum tidur tersebut.

Sepertinya saya terinspirasi oleh film Dora The Explorer. Di akhir cerita, Dora akan bertanya, “Bagian mana yang kalian suka?” lalu ia menambahkan, “Aku juga suka bagian itu.”. Hal ini membuat anak bersemangat karena merasa diperhatikan.

Ngomongin film kartun, SID punya satu film favorit yaitu Paw Patrol. Ceritanya positif mengenai kawanan anjing yang suka membantu dengan keahlian masing-masing. Karena bahasa cinta SID yang didominasi quality time, saya sering menemaninya menonton film ini. Ia akan bercerita dengan penuh semangat bahwa anjing A menolong seorang ibu kemudian anjing B membantu bapak berkumis, dan seterusnya. Saya pun mulai menghafalkan satu persatu nama karakter kartun keenam anjing tersebut, ga boleh salah! Sampai buku cerita Paw Patrol saya baca berulang kali. Perjuangan banget ya menjadi seorang ibu.

Waktu Bersama Ayah

SID tak hanya dekat dengan saya. Ia juga memiliki ikatan kuat dengan ayahnya. Ketika saya harus bekerja atau mengejar deadline, sang ayah akan in charge mengasuh SID. Alhamdulillah saya berpasangan dengan lelaki yang mau berbagi dalam mengurus anak. Menurut survei yang dilakukan Google pada 2017, sebagian besar pria menyadari tugas mengasuh anak merupakan tugas bersama, bukan hanya pekerjaan ibu. Cocok deh!

Hal-hal yang ia dapatkan dari berinteraksi dengan ayah akan membentuk sifat keayahan/kebapakan yang berpengaruh pada diri SID kelak. Itulah mengapa sosok ayah sangat penting membersamai tumbuh kembang anak laki-laki.

Kehadiran sosok ayah penting untuk tumbuh kembang anak
Ayah dan SID memiliki cara tersendiri saat menghabiskan waktu bersama seperti makan es krim berdua, naik motor keliling komplek sampai SID tertidur, menyanyi, melihat pesawat, juga bercerita kegiatan menarik yang mereka alami.

Ketika SID sedih, ada saja cara ayah mengalihkan perhatiannya sehingga ia berhenti menangis. Saat SID menolak merapikan mainan, ayah mengajaknya balapan memasukkan mainan ke dalam kotak. Berhasil! Ia semangat berlomba dengan ayah. Anehnya, ia menolak ketika saya menerapkan cara yang sama. *Ibu gagal*

Ketika Ayah Pergi

Suatu siang yang terik, saya dan SID mengantar Ayah ke pool bus antar propinsi. Hari itu Ayah akan mudik ke Jawa Timur selama beberapa hari. Biasanya kami pergi tanpa Ayah tetapi kali ini Ayah yang pergi meninggalkan kami. Sesungguhnya lebih berat ditinggalkan daripada meninggalkan. Maka, SID pun menangis ingin ikut ayah naik bus. Untunglah kenek bus memperbolehkan SID naik sebentar sembari menunggu penumpang lain. Setelah bersalaman dengan ayah, kami pulang.

Sebenarnya kami sudah sounding rencana kepergian ayah sejak beberapa hari belakangan. Namun SID belum memahami perjalanan jauh Jakarta – Magetan yang akan ditempuh dengan bus. Ia pikir itu hanya seperti naik bus Transjakarta yang biasa kami naiki. Malam sebelum tidur, ia bertanya, “Ayah kok ga datang-datang?”.

Malam itu tidur SID tidak nyenyak. Ia kerap terbangun hingga menangis. Dahinya terasa hangat. Duh, SID demam. Untuk memastikan suhu tubuhnya, saya ukur dengan thermometer. Bip… bip… angka di thermometer menunjukkan 37,7C. Mungkin ia kelelahan karena tadi siang panas sekali ketika mengantarkan ayah. Setelah itu ia lanjut bermain air dan berlarian di lapangan. Semoga esok pagi ia sudah membaik.

Namun paginya, suhu tubuh SID tak kunjung turun, bahkan sempat naik ke 38,3C. Alhamdulillah, ia masih lahap makan dan minum air putih meski wajahnya nampak sayu. Sedih deh melihat rumah rapi karena ia hanya rebahan di kasur, tidak ada yang bermain balok sampai ruangan berantakan.

Ukur suhu tubuh anak dengan termometer supaya akurat, bukan tangan-o-meter atau feeling-meter
Anak sakit demam itu membuat pusing. Ia maunya dekat saya, tidak mau ditinggal mengerjakan hal lain. Kok ya saat suami sedang ke luar kota, jadi ga ada yang diminta membeli ini itu. Untunglah di rumah sudah sedia Tempra Syrup rasa anggur, obat penurun panas dan pengurang nyeri. Saya ga perlu bingung mencari ke apotek. Ga mungkin juga kan meninggalkan anak yang demam di rumah sendirian sementara saya membeli obat.

Saya pantau terus suhu badan SID. Jika suhunya naik di atas 38,5C, saya akan beri Tempra Syrup untuk membantu menurunkan demam.

Keluarga kami mengandalkan Tempra sebagai pertolongan pertama saat demam karena kandungan Paracetamol-nya tidak mengandung asam yang bisa mengiritasi lambung.  Bayi usia 0 bulan pun aman mengonsumsi Tempra dengan varian Tempra Drops sesuai petunjuk dokter.

Paracetamol bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Tak hanya ketika demam, Tempra dapat dikonsumsi untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi atau atas petunjuk dokter. Bahkan untuk penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) disarankan mengonsumsi Paracetamol. Meski efek penurun panasnya bertahap namun tidak menghambat pembekuan darah.

Tempra Syrup untuk anak 1-6 tahun
Untuk dosisnya saya mengikuti petunjuk pada botol Tempra yaitu:

Umur                                                    Dosis
Dibawah 2 tahun                                 Sesuai petunjuk dokter/gunakan Tempra Drops
2 – 3 tahun                                          5 ml
4 – 5 tahun                                          7.5 ml
6 – 8 tahun                                          10 ml atau gunakan Tempra Forte

Obat produksi PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia ini mengandung 160mg Paracetamol di tiap 5ml. Sedangkan maksimum pemberian dosis tidak lebih dari 5 kali sehari karena penggunaan Paracetamol dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hipersensitif dan kerusakan hati. Supaya mengukur dosis dengan tepat, saya menggunakan gelas ukur yang telah tersedia pada tutup Tempra.
Cara penggunaannya juga mudah karena tidak perlu dikocok. Kandungan Paracetamol larut 100% sehingga aman saja ketika SID belajar menuang sendiri obatnya ke gelas ukur. Tetapi bila berlebih ya saya kembalikan ke botol.
Syukur alhamdulillah sore harinya suhu badan SID kembali normal. Ia langsung minta bersepeda dan senang berjumpa dengan kawannya. 

Gunakan Tempra sesuai petunjuk penggunaan dan anjuran dokter
Saya masih penasaran. Demamnya kali ini entah karena cuaca yang sangat panas padahal sebelumnya hujan deras atau karena sedih ditinggal ayah. Saya sempat menduga alasan kedua karena SID sering bertanya kapan ayah datang. Diam-diam ia menangis seperti mengingat ayah. Serius deh, baru kali ini lho melihat ia menangis tanpa bersuara. Seperti orang dewasa, gitu.

“SID kangen ayah, ya? Ayah pergi jauh naik bus. Gak bisa sehari sampai ke rumah. Dua hari lagi ayah akan pulang. Nanti kalau ayah pulang, kita ke perpustakaan ya?”, rayu saya.

Ia menjawab,”Naik bus tingkat juga ya.”.

Senangnya melihat anak kembali ceria. Terima kasih, Nak sudah menemani Ibu menjaga rumah ketika ayah pergi. Semoga waktu yang kita habiskan bersama selama ini membekas dalam ingatan dan membuatmu bahagia menjalani hari-hari.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.


Referensi:
Antara Ibuprofen dan Paracetamol. http://sangbuahhati.com/edukasi/antara-ibuprofen-dan-paracetamol-2/. Diakses 13 Desember 2017
Komunikasi Produktif, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Batch 3, Jakarta, 2017
Research and Development Home Education Keluarga Dodik Mariyanto


151 comments on "Waktu Bersama, Bahasa Cinta Paling Dominan dalam Dirinya"
  1. Wah SID asyik banget jalan-jalan sama mommy and daddy, jaga kesehatan ya SID :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sehat ya supaya rajin jalan-jalan

      Delete
  2. Ahh, 5 bahasa cinta emang paling mujarab ya, tapi kadang aku kesusahan juga, karena dari kecil sama ortu pada saling cuek, cuma paham dan saling mengerti tentang cara memberikan rasa sayangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap anak kan beda ya Teh. Cari dulu mana yang cocok.

      Delete
  3. anak memang ya tahu banget sama kedua orang tuanya. pergi kerja dan pulangnya, anak langsung lari mengejar orang tua. Nah kalau anak sakit, ya orang tua harus tahu juga apa yang disediakan di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kelekatan yang kuat antara anak dan orang tua memang penting dalam membangun keluarga.

      Delete
  4. Mirip anakku di rumah, kalo papinya pergi, pasti dia ikutan murung nungguin papi pulang :) . Baca ini di kantor, jd pgn cepet pulang mba.. Ketemu anak2, ngajakin main dulu sebelum tidur :D. Udh berapa hari ini aku lembur, jd pas pulang anak2 udh tidur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak tuh pengertian banget saat ortunya bekerja atau lembur. Setelah itu bisa main bersama :D

      Delete
  5. Anakku juga pada dasarnya dekat sama aku juga ayahnya. Tapi kalau ayahnya pergi dia masih bisa diajak kompromi. Kalau aku yang pergi tanpa mereka, baik yang besar maupun yang ragil bener-bener gak mau diajak kompromi. Jadi ke mana-mana selalu TRio kwek-kwek, heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah meninggalkan anakku sampai nginap, Mbak. Entah nanti jadinya gimana. Lha ditinggal ayahnya aja begini.

      Delete
  6. Adek gak takut tuh naik bianglala tertinggi, syeyem ya dek. Tempat memang andalan ibu ya untuk mengatasi demam anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia sih berani banget dengan ketinggian. Seru lho!

      Delete
  7. SID so sweeet banget hihi :) btw Tempra ternyata masih hits ya Mba, dulu pas kecil aku juga pake ini kalp demam. Canggih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Ta. Dari puluhan tahun lalu aku udah familiar dengan Tempra. Giliran punya anak ya Tempra juga. Alhamdulillah cocok.

      Delete
  8. Sama mba, baby ku juga dikasih tempra syrup sama dsa nya, jadi kalau panas udah sampai 37,5 aku pasti kasih tempra ^^

    ReplyDelete
  9. SID keren deh mau bantu-bantu Bunda. Eh dia juga dekat dengan ayahnya ya. Hingga pas ditinggal pergi, rasa kangennya kebawa sampe sakit. Alhamdulillah ada Tempra yang membantu menyembuhkan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ia sukarela membantu. Paling senang cuci piring. Hehehe

      Delete
  10. Wah... 5 bahasa cinta yg pastinya sangat bermanfaat jika diterapkan oleh setiap ibu. Saya juga pakai tempra. Abisnya ampuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, bahasa cinta ini bisa diterapkan ke anak, pasangan, atau rekan kerja supaya komunikasi lebih efektif.

      Delete
  11. moment kebersamaan dengan si kecil memang selalu menyenangkan y moms, paling sedih kalo si kecil rewel karena demam. nice sharing moms

    ReplyDelete
  12. Wah..ternyata bahasa cinta tuh banyak jenis ya. Jadi kita ga bisa bandingin dong ya dengan orang lain. Thanks ya mak sharingnya...

    Btw, aku juga pake tempra nih ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, tiap orang beda-beda perlakuannya.

      Delete
  13. Kangen SID, SID pinter banget di usia 2 tahun sudah memiliki perkembangan yang dahsyat itu. Ibu dan Ayah SID keren dech, pilihan obat turun panasnya sama dong kek punya FIra, Tempra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah setahun kali nih kita ga ketemu. Kangen juga sama Mbak Astin.

      Delete
  14. Kalau anak sakit, orangtua biasanya jadi sedih ya mbaa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebersamaan dengan anak ini yang penting ya mba. Hayuk SID kapan main ama kakak Ayyas

      Delete
    2. Tadi baca cerita Ayyas sakit DBD, sedih deh sampai ibunya ikutan sakit.

      Delete
  15. Alhamdulillah bisa memberikan 5 bahasa cinta itu ke anak2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang aku mix berkomunikasi dengan anak, ini edisi coba-coba.

      Delete
  16. aih Sid pinternyaa :*
    aku juga selalu sedia tempra di rumah buat jaga2 kalo boyz demam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, tante. Salam buat de Boyz

      Delete
  17. Belum ounya anak, tapi udah kenal dengan tempra ini sejak kecil. Kalo panas pasti diminumin ini.

    Semiga SID sehat terus ya dek, dan jadi anak yang membanggakan Ayah Ibu. Aamiin ��

    ReplyDelete
  18. Anakku juga lagi demam nih gara-gara diem2 minum air es dan main panas-panasan. Heuheu.. untung banget ya ada Tempra buat penurunan panas

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau panas, sebaiknya ga minum es. Malah bikin tubuh kaget.

      Delete
  19. Anakku juga waktu seusia.Sid kalau panas minum Tempra lebih efektif .

    ReplyDelete
  20. duh terharu baca cerita soal SID.. klo anak2ku walopun cewek biasanya nempel sama papanya, mereka cenderung posesif sama aku. dan yes, bisa ikutan sakit klo liat mamanya lg kurang fit atau keliatan lg sedih/gak happy. huhu.. bisa segitu kontak batinnya ya anak2. jadi ya selain siapin stok obat2an, mamanya hrs jaga mood supaya tetep keliatan setrong buat bocah2 kesayangan. hihihi. thanks for sharing this story!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Mbak Sonya. Anak cewe cenderung dekat sama papa, ya. Ah so sweet deh!

      Delete
  21. Tempra jadi teman sejati anak ya mba :)

    ReplyDelete
  22. Pendar demam juga pake Tempra Syrup kemarin

    ReplyDelete
  23. moment sebelum tidur itu emang manjur banget mbak... kami juga sering memanfaatkan moment itu untuk berbagi cerita.
    anakku juga cocok minum tempra...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih nempel di ingatan ya untuk review sebelum tidur.

      Delete
  24. Sehat selalu ya dede Sid. Kapan2 ada kesempatan main dan ketemu sama Fahmi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga mereka akur ya kalau ketemu.

      Delete
  25. Asyiknya liat SID bermain bersama ayah bunda, tapi klo liat sedang panas tinggi jadi agak khawatir. Untung ada tempra jadi bisa meredakan demamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, bisa cepat pula abis senang-senang trus malamnya badan demam.

      Delete
  26. Bagus banget nih sharingnyaaaa.. Langsung aku keingetan medoknya Sid looohh :D Akupun pake tempra dirumah mak, produk yang satu ini emnag terpercaya banget yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahah medoknya authentic ya, tetangga. Terima kasih :)

      Delete
  27. senang kalau melihat ayah,bunda dan anak selalu bersama ya mba. Meski kedua orangtuanya sibuk so pasti anak membutuhkan peran ayah dan bunda dalam setiap harinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesibuk-sibuknya kita, selalu luangkan waktu untuk anak setiap hari karena itu bekal ia hingga dewasa.

      Delete
  28. Sid dekat banget sama ayah dan ibunya ya. Bondingnya kuat, senang lihat foto-fotonya. Sid, semoga jadi anak yang soleh ya besarnya.
    Iya kalau anak sakit suka sedih. Di rumah juga sedia tempra, dan anak-anak pada suka rasanya, jadi gampang ngasihnya kalau panas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah bisa membersamai tumbuh kembang anak. Kesempatan ini tidak datang dua kali, mumpung masih bisa :)

      Delete
  29. Sedih saat anak.sakit,saya juga selalu sedia Tempra

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bunda, kitanya juga yang kepikiran terus.

      Delete
  30. Untuk bayi aja aman loh... Berarti tempra bener bener aman untuk anak seukuran anakku ya... Aku pun selalu sedia tempra dirumah mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman dari yang newborn sampai dewasa asalkan sesuai petunjuk dokter.

      Delete
  31. Saya hampir setiap waktu bersama anak. karena ibunya yang berkerja kantoran. Saling bahu membahu menjaga dan mendidik anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kalau bisa berbagi peran membersamai anak.

      Delete
  32. Bahagia banget SID ya mba.
    Aku jadi mupeng liat kebahagiaan itu.
    Memang kalau anak lagi demam pilihan tepat menggunakan tempra yang kandungannya ampuh meredakan demam.
    Love U SID

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga keluarga bun Tika juga dilimpahi kebahagiaan plus segera punya momongan.

      Delete
  33. unchh unchh SID :) benar, bonding time itu masa-masa penuh cinta yang hanya berlaku saat anak masih piyik, karena klo anak cowok udah masuk usia SD SMP ato SMA bonding-nya gak bisa pake pelukan ato cuddling time gitcuuu

    aku pakai tempra juga untuk nurunin demam mada, ampuh pokoknya dari mada masih bayik

    ReplyDelete
    Replies
    1. mumpung nih anak masih bisa dipeluk dan dimanja. Kalau udah abege mah repot, sibuk sendiri

      Delete
  34. wah bener banget sebenernya anak yang nemenin ibunya di rumah, bukan sebaliknya. begitu anak sekolah pasti ibu sedih deh..tapi namanya hidup anak pun lama-lama perlu mandiri hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengajarkan mandiri ini tantangan juga lho buat orang tua. Kadang kitanya yang belum siap melepas anak.

      Delete
  35. Lima bahasa cinta... ah noted
    Kalo saya masuk tipe act of services
    langsung melting kalo ada yg buatin kopi tiap hari hohoho
    em, ponakan di rumah juga cocok sama tempra syrup...jd obat ini tersedia di rmh juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, penting nih buat pasangan mengetahui kalau Mbak suka act of service. Supaya makin langgeng.

      Delete
  36. mirip dengan anakku bahasa cintanya mba hehehe anakku juga suka marah kalau aku main hp terus, saat mau tidur dy sll bilang aku sayang bunda, saat main dan aku masak juga minta aku temenin *kok bisa sama yah?hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Neyna suka nempel sama Bunda ya. Ah...so sweet. Ajak main masak-masakan aja, Mbak.

      Delete
  37. Nice article. 5 bahasa cinta itu menarik dipraktekkan. Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih telah mampir. Salam kenal juga

      Delete
  38. Ikut happy deh liat foto-fotonya :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
  39. Tempra tersedia di rumah untuk penurun panas anak, rasanya manis katanya jadi mau minum tempra

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pernah icip, iya memang manis. Rasa anggur atau jeruk.

      Delete
  40. Sehat-sehat adek, biar bisa traveling terus sama Ayah & Bunda :D

    ReplyDelete
  41. Sejak resign dan kerja di rumah, terasa betul sedihnya kalau anak sakit panas atau demam, Mbak. Dikit-dikit cek suhu. Tempra ini memang andalan emak-emak ya. Kalau anak sakit, sedih, kita ikut ga selera makan. Kalau anak ceria, rasanya plong dan kalau mereka ceria lagi kita bebas bekerja lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, Mas. Sisi positifnya bisa terus pantau perkembangan suhu badan anak, ga kepikiran terus-terusan seperti bekerja di luar rumah.

      Delete
  42. wow.. tempra.. waktu kecil emak selalu ngasih ini mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. obat dari zaman old sampai zaman now, hehe

      Delete
  43. Sampai sekarang Tempra masih tetap obat bagus untuk anak ya mbak.

    ReplyDelete
  44. Jadi tahu 5 bahasa cinta... Sehat selalu ya, dek biar bisa jalan2 terus

    ReplyDelete
  45. Makasiih bun atas tips tips 5 bahasa cintanyaa.. semoga bisa sya terapkan ke anak saya juga..

    ReplyDelete
  46. tempra penurun panas paling ces pleng ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah SID cocok, Mbak Uli. Gimana dengan duo KYH?

      Delete
  47. Sepertinya anak lelaki saya juga punya bahass cibts yaitu quality time.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya :)
      selamat membersamai anak, Mbak.

      Delete
  48. Wow SID is so sweet.. Semoga sehat selalu ya Nak..
    Btw, samaaa... anak-anak saya juga cocok pakai Tempra, mbak😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih dukungannya ya Mbak.

      Delete
  49. Wah keren ilmu parenting dan penjelasannya mba Helena. Membuka wawasan baru buat saya tentang bahasa kasih. Makasih sudah menulis pengalamannya mba��

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, Mbak. Ini masih kulitnya. Semoga bermanfaat.

      Delete
  50. Masya Allah, terima kasih bunda ilmunya, sangat bermanfaat untuk saya sebagai calon ibu.

    ReplyDelete
  51. sedih ya kalau anak sakit, mba.

    Oiya, aku juga paling seneng kalau ngeliat anak2ku lagi manja2 sama Pak Suami. Seru aja gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. sosok bapak perlu dalam tumbuh kembang anak, mbak.

      Delete
  52. komprod paling top dan perlu konsistensi ya mba...

    sehat selalu untuk keluarga

    azkail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. komunikasi produktif termasuk kunci membangun keluarga

      Delete
  53. 5 bahasa cinta :)
    Akan saya terapkan mba Helena, terimakasih ya informasinya.

    ReplyDelete
  54. Wah, ilmu parenting baru nih, thanks ya mba. Oiya aku juga sedia tempra dirumah semenjak punya bayi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sama-sama. Benar, karena ada SID saya jadi stok Tempra di rumah.

      Delete
  55. Saya pernah ikutan tes ini Mbak di salah satu seminar kesehatan di salah satu stand kesehatan relationship dan mental. Jawaban yang paling atas adalah act of services dan quality time! Hahaha. Cuma karena anaknya masih kecil jadi belum bisa ya dites begini. Jadi pake insting dan hasil observasi aja nyamannya sama yang mana..

    -sejenakberceloteh.com-

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iyakah? betul, yang dominan bisa lebih dari satu. Anak-anak memang paling OK lewat pengamatan secara intens.

      Delete
  56. Seru sekali kegiatan SID.. Sehat selalu ya, Nak

    ReplyDelete
  57. Wah, saya baru baca tulisan ini. Mirip ma tulisan yang baru saya buat yaitu tentang 5 bahasa cinta. Tapi referensi saya dari buku yang berbeda yang tanpa mengharuskan dominan yang mana. Salam buat SID yang lucu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada referensi lain nih tentang bahasa cinta. Oke meluncur...

      Delete
  58. Punya 3 bocah beda-beda bahasa cintanya Mak, yang pertama dominan quality time, dia nangis kalo emak bapaknya gak pulang-pulang, anak kedua lebih suka kata-kata, kalau disayang dipuji dia terlihat lebih senang, anak ketiga belum tahu nih lebih dominan kemana baru setahun. Sehat-sehat terus ya SID

    ReplyDelete
  59. SID pinter deh.... salam kenal dariku ...sehat selalu ya nak ......

    ReplyDelete
  60. Wah, jleb banget itu kalo anak protes kenapa orang tua main hp terus..hihihi

    ReplyDelete
  61. Kalau anak sakit apalagi demam tinggi, aduh suka jd panik sendiri. Apalagi klo sudah diberi minum penurun panas tp gak cocok. Senewen jadinya. Makanya aku sll nandain obat mana yg cocok utk anakku dan obat mana yg ngga.

    ReplyDelete
  62. Wah sid sudah pintar kritik mama dan papa. Terkadang suka malu ye kita yg ngajarin, anak yg koreksi.

    ReplyDelete
  63. Wah papa sid kreatif, ngajak lomba masukin mainan. Dua jempol buat papa

    ReplyDelete
  64. SID pasti bangga punya ayah dan ibu dengan bonding yanh kuat,,,
    Syukurlah, demamnya bisa teratasi dengan Tempra sirup

    Btw, bahasa cintanya itu sesuatu bnget mbak

    Tfs ya, Mama SID
    πŸ‘ΈπŸ˜‚πŸ™ŒπŸ™‹πŸ™πŸ‘ΌπŸ˜πŸ˜πŸ˜

    ReplyDelete
  65. menghabiskan waktu bersama keluarga memang menyenangkan ya mba, semoga anak-anak kita selalu sehat ya mba. Syukurlah ada Tempra ya mba.

    ReplyDelete
  66. SID tambah pinter :) ya gt diingetin ya ortunya hehe. Anakku kalo diatas 37 derajat juga dikasih tempra dan manjur mbak. Eh btw tempra ini dari aku kecil udah ada bukan sih. Seingatku ibukku juga ngasih aku tempra kalo panas :D

    ReplyDelete
  67. Sehat selalu ya SID, deih gemes ... semoga bundanya juga dijaga kesehatannya aamiin.

    ReplyDelete
  68. siiidd...kamu kok makin pinter sihh..kapan ya bisa maen sama arfaa??

    ReplyDelete
  69. SID sehat-sehat ya...Aku juga pernah demam tinggi, tapi sayangnya ga bisa diminumin tempra ya. Wes gede sih hehehe.

    ReplyDelete
  70. Apapun hasil pengamatannya, yang paling penting adalah kesehatan si kecil

    ReplyDelete
  71. semoga ananda selalu diberikan kesehatan yah supaya bisa terus jalan2 dan belajar bersama ayah bunda��

    ReplyDelete
  72. Sekarang sudah sembuhkan dedek Sid?

    ReplyDelete
  73. By the way, SID itu singkatan apa sih? Hehe meski sudah sering membacanya tapi saya belum tahu nama lengkapnya SID.

    ReplyDelete
  74. Iya ya mbak..bagaimanapun kebersamaan dengan keluarga itu adalah yang terpenting.

    ReplyDelete
  75. Tempra memang pilihan tepat untuk anak-anak ya mba

    ReplyDelete
  76. aku langsung senyum waktu baca judul artikel nya.. manis banget bikin orang tertarik untuk baca

    ReplyDelete
  77. samaan deh, kayaknya si K juga dominan buat ditemenin daripada maen sendiri. Apalagi kalau bertiga, bisa ngakak guling guling dia kesenangan maen lempar selimut :D

    ReplyDelete
  78. Selalu suka sama cara mbak Helena menyayangi dan mendidik SID, semoga Sid sehat selalu ya mbak

    ReplyDelete
  79. Lucunya sid, memang bahasa cinta harus sering dilakukan diucapkan agar jiwa tidak hampa

    ReplyDelete
  80. kalau anak demam bikin deg2an yaa, apalagi katanya anak laki-laki lebih gampang kena step. Huaaa parno! SID main lagi yuuk

    ReplyDelete
  81. Sedia Tempra penting untuk jaga-jaga si kecil demam

    ReplyDelete
  82. Ilmu baru nih dari mama SID tentang 5 bahasa cinta. Pankapan bisa diterapin ke Sultan.

    Tengkyu, mama SID

    ReplyDelete
  83. Bahasa cinta emang beda-beda ya tapi tetap pengen anak menjadi lebih baik, sukses dan sehat. Keren informasinya Mbk

    ReplyDelete
  84. senengnya baca cerita SID bisa pergi sama ayah dan bundanya... sehat terus ya nak, biar terus diajak jalan-jalan

    ReplyDelete
  85. Tempra emang jadi soulmate setiap ortu ya maaak
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  86. Alhamdulillah ada yang terpercaya dan bisa diandalkan untuk mengatasi anak demam ya... semoga anak2 sehat selalu..

    ReplyDelete
  87. Wah bahasa cintanya sama kayak anakku :D Sehat selalu ya SID ��

    ReplyDelete
  88. makasih mbak, 5 bahasa cintanya mau aku praktekin juga ke anak-anak :)

    ReplyDelete
  89. So melted baca cerita kedekatan Sid sama ayah ibunya. Sehat selalu ya Sid. Balita memang rentan demam Mbak Helena, dan tempra memang pilihan daridulu untuk menurunkan panasnya :)

    ReplyDelete
  90. Tempra sudah sejak dulu saya selalu sedia di rumah mbak

    ReplyDelete
  91. Daya menurunkan panas dan demam pake Tempra cepet sembuhnya , makanya selalu sedia dilemari obat

    ReplyDelete
  92. Bahasa cinta..bahasa yg bsa menyentuh bagian terdalam jiwa. Ur story totally inspireng me mb

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature