Bahagia Melihat Koleksi Buku di Perpustakaan Ramah Anak Dispusip Bandung

Friday, October 20, 2017
Selama berlibur ke Bandung saya sempat ragu mau jalan-jalan karena beredar aturan pelarangan ojek online. Yah padahal ojek online jadi andalan ketika bepergian ke tempat baru. Jadilah awalnya saya hanya di rumah saudara.

Namun saat iseng melihat aplikasi ojek online ternyata banyak gambar ojek. Wah tetap ada yang narik. Saya pun langsung mengajak SID ke perpustakaan di Bandung. Mengapa perpus? Saya bukan anak mal. Di Jakarta udah biasa ke mal (kalau liputan acara, hahaha). Lebih asik ke perpus yang gratis dan banyak ilmu.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung
Mana ya perpustakaan ramah anak di Bandung? Dari hasil googling ada satu yang menarik hati yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung (Dispusip Bandung). Berbekal kepercayaan pada akang ojek dan Maps, kami bertiga meluncur menuju Dispusip Bandung di Jalan Seram.




Gedung Dispusip terkesan terbuka karena modelnya tanpa pagar. Tempat parkir kendaraan berada di belakang sedangkan bagian depan dihiasi taman dengan bangku untuk bersantai. Suasana sekitarnya nampak sepi tapi saya yakin hari itu perpustakaan buka karena ada satu pintu terbuka. Lagian saya udah cek perpus buka hingga pukul 12 siang khusus Sabtu. Okelah masih ada waktu sekitar 2 jam di sini.

Ruang perpus khusus anak berada di lantai 1 bagian kanan. Tidak ada prosedur pengisian buku tamu atau semacamnya. Saya dan SID melenggang santai melewati deretan komputer bertuliskan “KidSmart Early Learning Program”. Enam unit komputer berdesain menarik berjajar rapi dalam keadaan off. Saya coba pencet namun tidak ada yang menyala *gaptek. Di bagian atas terdapat keterangan KidSmart Early Learning Program adalah program pendidikan untuk anak-anak usia 3-11 tahun. Program ini nampaknya CSR dari IBM dan little tikes.

SID langsung tertarik begitu melihat ruangan kaca dengan kursi warna-warni di bagian kanan. Ia masuk ke situ sementara saya menyimpan tas di loker merah. Saat saya masuk ruangan, SID asyik menyebutkan warna tiap kursi sambil mengelilinginya. Kala itu ruang perpustakaan sepi, hanya ada 6 pengunjung lain. Semoga mereka maklum dengan SID yang suka “siaran”.

Self-service locker
Ruang perpus anak Dispusip Bandung tidak terlalu luas. Gambaran saya perpusnya seperti Perpustakaan DKI Jakarta di TIM, Cikini. Tetapi yang ini jauh lebih kecil. Rak-rak buku dengan tinggi sekitar 1,2 meter berada di tiga sisi ruangan. Sedangkan sisi dekat jendela diberi sofa berwarna-warni membuatnya nyaman untuk membaca. Terdapat 4 meja kecil dikelilingi kursi kecil sebagai tempat membaca. Tetapi ada anak yang lebih nyaman membaca di atas karpet hijau yang empuk. Desain ruangannya menarik namun saat itu agak panas (AC mati?).


Tidak ada petugas yang berjaga di perpus anak. Entah karena ini hari Sabtu atau memang biasanya demikian. Di meja terdapat tumpukan buku yang selesai dipinjam dengan beberapa dokumen perpus. Kemana ya petugasnya?

Perpustakaan anak Dispusip Bandung yang warna-warni
Koleksi buku di perpustakaan Dispusip Bandung sangat beragam, membuat mata saya berbinar-binar. Berhubung klasifikasi tiap rak kurang jelas, saya harus melihat satu persatu di semua rak. Diantaranya saya menemukan pop-up book (sebagian rusak), flip book yang bisa dibuka-tutup, buku mewarnai tapi tidak ada krayon atau pensil warna (next time ke sini sebaiknya membawa peralatan mewarnai sendiri), dan surprisingly ada sticker book masih mulus!

Buku stiker masih mulus

Buku dengan halaman yang bisa dibuka-tutup

Buku tentang kepedulian lingkungan sekitar
Menemukan sticker book di perpus menjadi hal yang aneh sekaligus anugerah bagi saya. Kok bisa ada buku dengan stiker masih lengkap? Emangnya ga ada anak yang tertarik menempel? Atau sebulan sekali ada buku stiker baru? SID bahagia banget melihat sticker book bergambar Dora The Explorer. Ia langsung meminta saya mengambil stiker kemudian ia yang memasang di halaman yang sesuai. Lumayan lah sticker book seperti ini biasanya seharga 30-40ribu. Kali ini bisa main tempel-tempel stiker secara cuma-cuma. Andai tinggal di Bandung, seminggu sekali perlu diagendakan main ke Dispusip buat nempel stiker. Hehehe.


Belum selesai menghabiskan 100 stiker Dora, SID sudah bosan. Saya pun menawarkan cemilan karena dari tadi ia susah makan. Di dalam perpus tidak nampak larangan makan tetapi saya memilih makan di area kantin. Letaknya di ujung lorong setelah melewati loker. Sepertinya karena ini Sabtu deh maka kantin tutup. Kami hanya makan bekal yang kami bawa.

Kantin di Dispusip Bandung
Sembari menunggu jemputan, kami menuju lobi Dispusip Bandung. Saat pertama datang, saya tidak sempat mengamati ada apa saja di lobi karena buru-buru mau ke perpus anak. Ternyata di lobi ada Kang Emil duduk di sofa merah. Di sisi lain Kang Emil berdiri membawa boneka beruang. Hihihi… bukan walikota Bandung beneran. Ini semacam standing banner.

Maket Lapangan Gasibu

Serasa baca buku bareng Kang Emil di Dispusip Bandung
Bagian kanan lobi berjejer koleksi buku dan majalah dalam bahasa Sunda. Di dekat lift ada maket Gasibu yang telah direnovasi. Keren banget deh hasilnya. Saya ga sempat mampir ke Gasibu terbaru. Di sana ada perpustakaan Gasibu juga. Semoga liburan selanjutnya bisa berkunjung ke sana. Semoga juga urusan ojek online telah clear dan aman beroperasi supaya makin gampang berwisata keliling Bandung.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung (Dispusip Bandung)
Jl. Seram No.2, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
(022) 4231921
Waktu Operasional: Senin-Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 13.00 WIB)
Sabtu pukul 08.00 – 12.00 WIB
Minggu dan Hari Libur Nasional tutup


18 comments on "Bahagia Melihat Koleksi Buku di Perpustakaan Ramah Anak Dispusip Bandung"
  1. Kalo ke Jabar nanti mesti ke Dispusip Bandung.. Aku sukaaa liat perpus yang ramah anak-anak gini, jadi masyarakat banyak yang tertarik ke perpustakaan. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus ya. Seneng deh perpus kota sebagus ini

      Delete
  2. wahhh tempatnya nyaman banget yaa untuk baca-baca. Aku punya mimpi punya ruangan seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Aku ingin punya perpus kecil di rumah

      Delete
  3. keren perpusnya...ntar kalau liburan ke bandung mau kesini ah.

    ReplyDelete
  4. Keren banget ini perpusnya mbak. Sayangnya waktu ke Bandung dulu belum sempat ke sana. Eh apa emang perpusnya belum jadi juga kali ya? hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku ga nanya juga ke petugas sejak kapan perpus ini berdiri

      Delete
  5. Huahhh perpustakaannya friendly banget buat anak-anak. Jadi oengen ajak anak2 kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa semoga makin banyak perpus ramah anak

      Delete
  6. Waa perpustakaannya cakeep jadi mupeng pengen ke sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun niat ke perpus di Bandung. Mumpung lagi liburan

      Delete
  7. Iyaa niih, mba Helena.
    Aku kalo gak ada kegiatan juga ngajakin anak-anak playdate sama buku..hiihii...

    Tapi memang sengaja buku yang berstiker gak aku bolehin nempel, karena takut bukan punya sendiri, nanti dimarahin sama pustakawannya..((lebbai mode on, wkkwkk..)).
    Padahal mah....gak sampe segitunya yaa...ternyata.

    Maafin aku yaa, mba Helena.
    Aku tunggu kedatangannya kembali ke Bandung, mba Helena dan si kasep, SID.
    Laaff...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya aku takut mbak. Khawatir ditagih suruh bayar. Hahaha. Eh tapi pikirku buat apa buku dipasang kalau ga boleh ditempel

      Delete
  8. Waah, kids friendly bgt, pingin ajak abang ranu ke perpus kayak gini deh. Nanti kalo ke Jakarta ah. Yuk SID

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta ada banyak mbak. Yuk ranu. Udah lama kan ga main bareng

      Delete
  9. Baca tulisan mba tempatnya kayknya nyaman ya mba.
    Jadi inget rencana mau ke perpus umum dari sebelum puasa samatmn2 blm tercapai juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ayo diagendakan. Perpus di jakarta juga bagus lho mbak.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature