Mau Bayi dan Balita Gemar Membaca? Coba 5 Cara Berikut Ini!

Friday, September 1, 2017


Membaca 1000 buku sebelum usia 5 tahun? Nampaknya banyaaak banget ya. Padahal kalau dihitung 1000 buku dibagi 5 tahun berarti 200 buku pertahun. Dalam setahun 365 hari berarti ga harus setiap hari membaca 1 buku. Program 1000 buku bukan berarti 1000 judul buku yang berbeda. 1 buku dibaca 10 kali sudah dihitung 10 buku, kok. Lebih ringan, kan?

Icel, teman SID, asyik membaca buku di Perpustakaan DKI Jakarta


Eh iya, keasyikan berhitung sampai lupa menjelaskan program 1000 buku. Ini tuh program yang diadakan sebuah perpustakaan di Amerika untuk mengajak anak (khususnya balita) dan orang tua semakin mencintai buku. Mengenalkan anak sedini mungkin pada buku memiliki banyak manfaat, antara lain:


  • Memperbanyak kosa kata.
  • Belajar berkomunikasi menggunakan tata bahasa yang benar.
  • Mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak dengan melihat gambar berwarna-warni dan mendengarkan cerita.
  • Melatih logical thinking.
  • Membentuk pola prilaku dan nilai sosial lewat hikmah cerita.
  • Mengenalkan berbagai hal baru untuk membuka wawasan anak.
  • Membuka halaman buku melatih motorik halus.
  • Meningkatkan bonding orang tua dan anak ketika orang tua membacakan buku.
  • Menumbuhkan minat baca.
  • Mengalihkan perhatian dari gadget yang cenderung membuat anak pasif.

Melihat manfaat yang besar dari program ini, kami menerapkannya pada SID sedini mungkin. Mumpung anak usia 0-3 tahun pertumbuhan otaknya begitu pesat, ini waktu yang tepat menumbuhkan minat baca pada anak kami. Proses membuat anak gemar membaca itu mudah asal konsisten. *PR banget ya segalanya harus konsisten.

Membaca sambil menyanyi membuat proses membaca lebih menyenangkan
Biasanya orang tua enggan memberikan buku pada bayi maupun batita karena khawatir dirobek. Pada usia tertentu anak memang sedang melatih kemampuan motoriknya dengan merobek kertas, tisu, dsb. Namun SID berbeda. Ia bisa khusyuk “membaca” di usianya yang cenderung merobek kertas.  Bukan berarti bukunya mulus semua. Ada pula yang sudah terkoyak tak berbentuk ketika ia iseng melatih motoriknya. Bila masih bisa diselamatkan ya ditempel dengan selotip. Kalaupun sudah parah, ikhlas…

Untuk menyiasatinya, saya pilih buku berbahan tebal atau terbuat dari kain sehingga lebih aman dan awet. Buku yang tiap halamannya tebal juga memudahkan anak belajar membuka halaman buku. Kalau berhasil, tentu ia senang. Beda dengan bahan kertas tipis yang sulit dibuka. Bisa-bisa membuat anak kesal sehingga merobek buku.

Beberapa buku anak seperti di atas harganya bervariasi, dari puluhan ribu hingga paket senilai jutaan rupiah. Karena harganya tinggi, ada yang sampai mengikuti arisan atau nyicil. Saya sih realistis aja, beli sesuai kemampuan atau terima endorse. *eh

Punya banyak buku anak yang berkualitas tidak lantas membuat anak langsung gemar membaca. Kan anaknya belum bisa baca. Supaya anak semakin mencintai buku, coba lakukan 5 cara ini:

1. Mengajak ke toko buku dan bazar buku

Biasa ke mal buat belanja baju? Mampir juga dong ke toko buku. Kalau ada budget ya beli. Tapi saat belum ada, baca-baca aja buku yang plastiknya sudah terbuka. Hihihi… Di Jakarta saya paling suka ke toko buku di Matraman karena koleksinya lengkap, dari buku anak, resep masakan, crafting, pelajaran sekolah, sampai buku impor. Di sini sering ada promo buku murah.

Dini hari ke Big Bad Wolf

Sedangkan untuk bazar buku, tahun ini kami sempat ke Big Bad Wolf di ICE BSD City. Tempatnya jauuuh dari rumah tapi kami rela ke sana karena penasaran dengan event besar ini. Sampai sana kalap deh beli banyak buku anak yang lucu-lucu. SID juga asyik membaca buku yang bertumpuk. Over-budget, yes. Perlu nabung lebih rajin nih buat budget membeli buku. 

2. Berkunjung ke perpustakaan

Belanja buku dirasa mahal? Ke perpustakaan aja, gratis!

Saya sangat bersyukur Jakarta punya perpustakaan yang ramah anak. Lantai 2 Perpustakaan DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki dikhususkan untuk ruang buku anak dan playground. Ini tempat andalan kami untuk menghabiskan akhir pekan dengan lebih hemat. Semua fasilitasnya gratis dan bisa diakses publik, tak hanya warga DKI. Dari segi koleksi buku memang kurang teratur namun cukuplah buat SID bermain dan membaca berbagai buku.

Sudut di Perpustakaan Daerah Gresik

Ketika masih tinggal di Gresik, saya dan SID pernah juga mampir ke Perpustakaan Daerah di Jl. Jaksa Agung Suprapto. Lokasinya strategis di pusat kota dan dekat dengan sekolah-sekolah. Saya sering menjumpai anak-anak yang pulang sekolah mampir dulu di perpustakaan untuk membaca atau belajar menggunakan komputer.

Bagaimana perpustakaan di kotamu?

3. Membaca buku sebelum tidur

Ini ritual sebelum tidur yang sering kami lakukan sejak ia bayi. Sekarang ia bisa memilih judul buku yang ingin dibaca. Terkadang satu buku bisa 3-5 kali saya baca karena ia minta lagi dan lagi. SID ga tahu ya mata Ibu sudah kriyep-kriyep ngantuk karena membaca. By the way, membaca buku sebelum tidur dapat menenangkan anak setelah aktif bermain. Ini juga sebagai tanda bahwa waktu tidur telah tiba.

4. Membuat Pojok Baca di Rumah

Rumah dengan space terbatas membuat kami harus pintar-pintar menata barang. Satu hal yang wajib yaitu adanya pojok baca yang nyaman. Konsepnya sederhana dengan meletakkan buku-buku di sebuah rak. Buku anak berada di rak bagian bawah agar SID mudah mengambil sendiri buku yang ingin ia baca.

Sebenarnya saya ingin menambahi karpet dan bantal besar supaya semakin nyaman tetapi sementara ini masih pakai playmat. Ada juga kursi kecil bekas ia belajar makan ketika awal MP-ASI yang masih terpakai hingga sekarang.

Mengenal huruf hijaiyah lewat printable picture dan lagu

Di rumah juga dihiasi poster bergambar hewan, buah, kendaraan, dan huruf hijaiyah. Cara ini efektif untuk SID mengenal berbagai benda lewat gambar. Kosa katanya juga meningkat lebih cepat melalui cara ini. Oh ya poster-poster ini murah meriah hanya 1500 rupiah per lembar.

5. Budaya baca oleh orang tua

Poin-poin di atas perlu didukung satu hal penting yaitu orang tua yang juga gemar membaca. Anak belajar dari mengamati sekitar. Apabila ia sering melihat orang tuanya membaca buku, koran, atau majalah, dengan sendirinya ia tertarik mengikuti. Kalau perlu bacalah buku dengan suara keras supaya mendapat perhatian dari si Kecil. Tantangan yang saya hadapi yaitu lebih sering memegang smartphone dibanding buku. Jadi saya mengurangi intensitas dengan gawai apabila sedang bermain bersama anak.

Anak cenderung meniru perilaku orang tua

Alhamdulillah setelah menerapkan poin-poin di atas ada hasil positif yang nampak dalam perkembangan SID. Kecerdasan linguistiknya berkembang pesat sejak ia berusia 18 bulan. Masya Allah betapa ceriwisnya ia menceritakan banyak hal setiap hari. Bahkan ia kuat ngobrol selama 1,5 jam perjalanan naik bus melewati macetnya Jakarta. Untunglah ga ada yang protes mendengar ia “siaran” di dalam bus. Anggap aja hiburan ya…

Terkadang ia mengambil buku sendiri lalu pura-puranya membaca cerita di dalam buku tersebut. Berhubung sebagian buku sudah ia miliki sejak bayi, ia hafal ceritanya. Gantian deh ia bacakan cerita untuk saya. Alhamdulillah. Semoga kebiasaan baik ini terus berlangsung hingga ia dewasa.

Membaca bersama lebih menyenangkan (asal ga rebutan)

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menumbuhkan gemar membaca pada anak. Tunjukkan bahwa membaca buku merupakan aktivitas yang menyenangkan sebagaimana permainan lainnya. Ingatlah anak belajar lewat proses bermain. Dengan begini saya yakin program 1000 buku dapat tercapai sebelum usia 5 tahun.

Punya tips agar anak gemar membaca? Atau ada rekomendasi buku bacaan yang menarik untuk anak usia dini? Bagi di kolom komentar ya!




Tulisan ini diikutkan dalam Postingan Tematik (PosTem) Blogger Muslimah Indonesia

#PostinganTematik #BloggerMuslimahIndonesia

37 comments on "Mau Bayi dan Balita Gemar Membaca? Coba 5 Cara Berikut Ini!"
  1. Wah, sangat bermanfaat informasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak Denik. Salam kenal

      Delete
  2. Saya suka sekali baca, tapi anak saya diajak baca malah ngibrit kabur 😢😢😢
    Padahal sejak dalam kandungan sering diajak baca... Sulit juga ya menanamkan minat baca saat gadgt lebih menarik perhatian anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Azzam kinestetik ya. Ada anak kinestetik yang dibacakan buku sambil ia manjat pohon. Hehehe energinya besar untuk disalurkan. Coba pelan-pelan kurangi intensitas gadget. Ganti dengan buku anak yang menarik seperti pop up book

      Delete
  3. Dulu anakku juga pakai softbook sama buku-buku yang tebal untuk di awal, nggak paham kalau itu membuat mereka seneng baca. Alhamdulillah sampai sekarang masih suka baca walaupun nggak semaniak ibunya. Jadi semakin yakin ternyata caraku nggak salah ya, musti terus memupuk kesukaan baca buat mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alhamdulillah sampai sekarang suka membaca ya

      Delete
  4. Wah, Mbak Helena, terima kasih banyak sharing ilmunya.

    ReplyDelete
  5. Kebetulan nih si kecil di rumah gemar banget membaca. Ingat dulu pas masih TK A saya heboh ngajarin baca, hahahah..padahal saya orangnya gak sabaran banget klo ngajar. Akhirnya nyerah. Eh pas TK B dianya malah bisa baca sendiri, di sekolahnya juga suka banget baca buku di perpus.

    Sekarang senang sekali klo diajak ke toko buku, di rumah pun kalau buku-buku udah kelar dibaca, brosur-brosur iklan pun diembat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aku banget. Segala brosur, spanduk, sampai plat nomer suka ku baca. Good habit, Mbak

      Delete
  6. Dari 3 anakku...si sulung yg minat bacanya besar.skrg malah lagi seneng2nya belajar bahasa korea gara2 suka drakor..Yg kedua dan bungsu kadang2 aja bacanya,tp klo pas lg suka baca yahh terserah mereka maunya baca apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap anak punya interest masing-masing. Sebagai orang tua, kita fasilitasi aja yang baik

      Delete
  7. Dari kecil anak2ku rajin aku beliin buku cerita bergambar sampe buku2nya enid blyton yg kayak lima sekawan, pasukan mau tau dll. Walopun dia blm bs baca, tp mereka udh tertarik ama buku mba. Apalagi kalo liat yg bergambar, lgs seneng dan minta dibacain. Ini salah satu caraku spy mrk hobi baca kayak aku. Skr ini PR ku mau bikin rak buku utk naro semua koleksi buku2ku plus punya anak2. Biar ga berantakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enid Blyton bagusss. Cerita detektif yang membuat pembaca ingin jadi detektif cilik juga.
      Wah sepertinya koleksi buku Mbak sekeluarga berjibun. Perlu rak buku yang besaaaar

      Delete
  8. Setuju mba helena. Anak aq juga dari bayi dikenalin ama bukunya. Awalnya Erysha nggak suka, tetapi karena konsisten dikenalkannya, allhamduah usia 7 bulan Erysha udah menunjukkan ketertarikannya pada buku 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Erysha, yuk main ke perpus sama Sid. Di sana banyaaak banget buku anak

      Delete
  9. Saya nih yg lebih rajin belikan buku buat anak-anak, sementara nanti yang membacakan ayahnya. Cuman si ayah msh kurang mendukung klu sy sering belikan buku, katanya sudah bnyk bukunya huhu. Padahal ayah e dulu lho penulis :D

    ReplyDelete
  10. Kalau Aska baru seneng liat gambar2 nya, masih belum ngajakin ke toko buku PR banget nih, sama pojok buku. Adanya bersatu baru rak rak buku umminya hehe

    ReplyDelete
  11. Wah, senang sekali SID sudah jadi pengunujung perpustakaan dan punya banyak kegiatan membaca..
    Tips yang menarik, Mbak. Saya belum pernah ajak anak-anak ke perpustakaan di Jakarta..ide yang bagus nih..:) Thanks...
    Oh ya, saya biasa memberikan hadiah untuk anak buku jika mereka mencapai sesuatu. Mereka boleh pilih yang mana saat di toko buku:)

    ReplyDelete
  12. anak-anak saya ga bisa baca anteng mbak. kalo dibawa ke toko buku pada lari-larian.

    padahal saya paling betah ke toko buku atau perpus.

    ReplyDelete
  13. Salah satu keinginanku bisa punya pojok baca di rumah. Masih dalam rencana sih. Semoga segera terwujud agar siapapun yang berkunjung ke rumahku bisa ikut membaca. Terimakasih sharingnya, mbak Helena. Sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  14. Buat anak kecil pasti ya dimulai dari orang tua dulu. Apa yang dilakukan orang tua, anak bisa mencontohnya. Alhamdulillah adik-adik saya juga udah dibiasakan baca buku dari kecil :)

    ReplyDelete
  15. Salam kenal, mbak Helena.
    Hampir sama Mbak,saat si kakak masih kecil dulu, saya dan suami bergantian membacakan buku sebelum ia tidur. Saya belajar berbagai macam suara tokoh agar ceritanya lebih hidup. Dari suara anak kecil sampai suara nenek-nenek saya bisa :)
    Salam gemas buat SID ya...

    ReplyDelete
  16. Mbak Helena, saya jadi tertarik kepengen ikutan program 1000 buku ini. Berarti mulai saat ini udah harus ditarget ya berapa banyak bacaan dalam setahun. Huhuhuhu semoga kubisa menjalankan misi ini. *pasang iket kepala*

    ReplyDelete
  17. Wah dimana tuh perputakaannya? Bagus juga buat dikunjungi. Di TIM juga ada perpustakaan buat anak-anak tapi kalo gak salah beda desainnya dengan ini.

    ReplyDelete
  18. Aku berusaha menanamkan minat baca pada si kecil dengan membelikan buku bantal juga poster-poster. Tapi sepertinya si kecil kurang telaten :( lebih senang mainan yang lain. Semoga tips dari mbak Helena bisa kuterapkan. Terimakasih sharingnya ya mbak :)

    ReplyDelete
  19. Saya dulu juga suka membaca di perpusda gresik. Tempatnya asyik dan strategis.
    Emang ya mbk membaca sama anak gimana cara yg menyenangkan agar anak betah.

    ReplyDelete
  20. Aku mungkin termasuk yang harus bersyukur ya, Mbak. Dari kecil sudah terbiasa untuk senang membaca. Meski kayaknya sih enggak sampai 1000 buku saat 5 tahun, eh enggak tahu juga sih. Mamaku telaten ngebairin aku ngerobek buku yang bergambar binatang sampai bolak balik disolatip ehehe...
    Memang penting banget untuk menanamkan gemar membaca sedini mungkin.
    Aku sampai sekarang belum pernah ke Perpustakaan Nasional ih. Lupa terus.

    ReplyDelete
  21. Dari kecil saya suka membaca, meskipun zaman dulu koleksi buku sangat minimalis. Masih ingat banget dulu suka baca primbon punya Mbah, kalau kehabisan bacaan. Hehehe

    ReplyDelete
  22. Paling suka ngajak anak2 k tokbuk dan perpus krn mamanya bisa sekalian beli dan pinjam hehhe

    ReplyDelete
  23. Walau belum punya anak, info ini bagus sekali. Terimakasih infonya mba.

    ReplyDelete
  24. 1000 buku sebelum usia 5 tahun? Boleh juga nih diterapkan ke anakku sebelum berumur 5 tahun.

    ReplyDelete
  25. Kalau ada anak kecil yang suka buku dan minta dibacakan isinya, pasti kelak saat dewasa ia akan jadi anak yang hebat.
    Mengajarkan anak sejak dini utk membaca sangat perlu sekali

    ReplyDelete
  26. Kaizen pun saya ajak baca2 dr bayi, walau kemudian lbh senang ngusek2 kertasnya, asyik dgn suara kertas, hehe

    ReplyDelete
  27. Informasinya lengkap Mbak, bahasanya juga renyah.. hehe. Thanks for sharing, Mbak.

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature