Summary of Early Childhood Education by Open2Study (Part 1)

Sunday, July 9, 2017


Tidak ada sekolah formal untuk menjadi ibu padahal profesi ini telah ada sejak awal kehidupan manusia. Dua tahun menjabat profesi ini membuat saya sadar tugas ibu itu buanyaaaak dan beragam. Betapa banyak PR saya untuk selalu memantaskan diri menjadi ibu yang baik, yang membersamai tumbuh kembang kehidupan SID. 

pendidikan anak usia dini
Sebelum berkeluarga, saya terbiasa hidup serumah dengan banyak keponakan sehingga sedikit banyak sering berinteraksi dengan anak-anak. Kala itu interaksi kami mengalir begitu saja tanpa ilmu yang mumpuni. Kini, dengan mengurus anak sendiri, saya menyadari perlu menimba ilmu lebih dalam hal parenting. Ilmu ini saya pilih untuk didalami pada universitas kehidupan karena dapat saya aplikasikan pada kegiatan sehari-hari maupun berinteraksi dengan anak-anak lain (ada angan-angan mendirikan sekolah).

Salah satu hal yang kini sedang saya pelajari yaitu early childhood education karena SID sedang berada dalam rentang usia tersebut. Ikhtiar saya bulan ini yaitu mengikuti online course di Open2Study.com bertema Early Childhood Education yang dibimbing oleh Caitlin O'Connell dan Helen Lawrence. Secara garis besar kelas singkat ini tentang: Examine the world of children from 0 to 5 years. Explore how they develop and learn in this critical stage.

mencoba berbagai hal baru

Materi di modul pertama seputar mengenal dunia anak. Tiap anak terlahir berbeda dan unik. Hal ini perlu diingat orang tua yang suka membanding-bandingkan anak dengan anak lain. Si A udah bisa ini itu kok anakku belum sih? Trus capek sendiri karena terlalu banyak membandingkan. Padahal tumbuh kembang tiap anak di usia yang berbeda-beda. Tenang aja, semuanya itu secara bertahap. Contohnya dari bayi yang cuma telentang lalu belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, dst.


Tumbuh kembang anak dapat dilihat dari 4 aspek yaitu:

  1. Cognitive: kemampuan berpikir logis
  2. Physical: kemampuan fisik
  3. Social/Emotional: kemampuan mengekspresikan diri, memahami orang lain, dsb
  4. Language: kemampuan berkomunikasi

Di sini ada 3 tahapan usia yang dibahas, yaitu infant, toddler, dan preschooler. Di tiap tahap, keempat aspek di atas berkembang secara holistik. Contohnya sebagai berikut:

Infant (0-1 tahun)
Cognitive: mengenali wajah ibu
Physical: bisa tengkurap, merangkak, duduk, dan berdiri
Social/Emotional: tersenyum
Language: babbling sebagai respons saat diajak berbicara

Toddler (1-3 tahun)
Cognitive: memahami arahan pendek seperti letakkan sepatu di depan.
Physical: berjalan dan berlari
Social/emotional: bermain dengan teman (parallel play)
Language: berbicara 1-2 kata seperti “ke taman” dengan maksud mengajak pergi ke taman

Preschooler (3-5 tahun)
Cognitive: berhitung, memahami arahan atau perintah yang panjang (misal: letakkan sepatu di depan, lalu ambil payung berwarna biru dan berikan ke ibu.)
Physical: naik sepeda
Social/emotional: bisa memahami perasaan orang lain
Language: berbicara dengan kalimat lengkap, seperti “Ayo pergi ke taman.”
 

Learning Through Playing

Bagi anak-anak, bermain itu seperti bekerja. Dengan bermain, ia mengasah kemampuan diri. Untuk itu orang tua perlu memfasilitasi kegiatan bermain anak dengan waktu dan bahan-bahan untuk mengembangkan imajinasinya. Memberi waktu yang cukup itu perlu. Saat anak sedang asyik bermain, usahakan tidak menginterupsi supaya lekas selesai atau agar anak berpindah ke permainan lain. Follow the child.

Saat anak bermain, ikutlah tetapi jangan memegang kendali. Biarkan anak berkreasi dan lempar pertanyaan untuk mengembangkan imajinasinya. Contohnya ketika anak bermain building block membangun kota, orang tua dapat menambahkan mobil, kereta, dan orang-orangan. Lalu tanyakan, kira-kira orang itu mau pergi kemana? Naik apa? dan semacamnya.

Beri waktu untuk bermain
Pernah melihat anak berebut mainan dengan temannya? Itu mungkin karena ia belum mengenal empati. Di awal usianya, anak bermain dengan dirinya sendiri. Saat usia toddler, ia dapat bermain dengan temannya namun masing-masing sibuk sendiri (parallel play). Memasuki usia preschooler ia mulai berempati dan dapat bermain bersama teman-temannya (cooperative play). 

Pada modul pembuka ini juga dibahas Early Learning Framework for Australia (2009) yang terdiri dari belonging, being, and becoming. Kursus ini memakai standar Australia karena Open2Study berasal dari sana.

Do people like me?
Belonging:  knowing where and with whom you belong is integral to human existence. Belonging ini bisa merujuk pada tempat yang membuat rileks, damai, dan feels like home, bisa di dalam rumah atau di luar. Selain itu juga keluarga, kelompok pertemanan, atau lingkungan yang membuat anak merasa memiliki. Hal ini karena manusia sebagai makhluk sosial yang memikirkan apakah orang lain suka pada dirinya atau tidak. 

Belonging dipertimbangkan dalam memilih day care, PAUD, atau TK untuk anak. Sebelum memutuskan menempatkan anak ke tempat tersebut, selayaknya orang tua melakukan survey apakah tempat tersebut nyaman dan aman untuk anak, apakah anak akan merasa senang di sana, dsb.

Being:  Children is a time to be, to seek and make meaning of the world. Anak-anak layak mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengeksplorasi, dan menemukan sesuatu. Daripada memaksakan anak untuk cepat mengikuti kegiatan ini dan itu, lebih baik beri waktu dan kesempatan anak untuk bereksplorasi lebih lama di suatu hal. Once again, follow the child.
Becoming: becoming reflects the process of rapid and significant change that occurs in the early years. Orang tua jangan hanya memikirkan anak akan menjadi apa kelak (profesi) tetapi juga mengajarkan values and beliefs supaya anak tumbuh menjadi compassionate human being dan jujur. Anak menjadikan orang tua sebagai role model yang sifatnya akan dibawa hingga dewasa. 

Itulah rangkuman dari modul 1 Early Childhood Education. Minggu depan, kelas ini akan membahas lebih dalam mengenai “Belonging”. Rangkuman dan diskusinya bisa disimak di twitter dengan tagar #O2SEChldEdu atau kalau tertarik ikutan, masih bisa daftar di Open2Study.com. It's free!
21 comments on "Summary of Early Childhood Education by Open2Study (Part 1)"
  1. Anak berebut mainan hal yang sering terjadi ya mba, apalagi jika anak sering bermain sendiri tanpa didampingi atau diberi kesempatan bermain bersama orang lain, sehingga dia merasa semua permainan miliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Egonya masih tinggi, belum belajar berbagi. Masuk usia 3 th anak mulai ngerti buat main bareng

      Delete
  2. Ilmu baru nih buat saya, mba. Makasih sudah berbagi, mba. Kayaknya oke juga kalau ikuti materinya via streaming ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa nonton lewat Youtube jadi fleksibel belajarnya

      Delete
  3. wajib banget ini diajarin ke anak-anak sejak dini ya mbak, seru sharingnya :D

    ReplyDelete
  4. jadi seorang ibu emang harus belajar banyak ya mba Helen.
    Duh kudu siap2 ilmu dan mental i ni

    ReplyDelete
  5. Makasih ilmunya, Mbak. Bagus banget. Insya Allah nanti aku terapkan kalau sudah punya anak.

    ReplyDelete
  6. Ilmu yang bermanfaat sekali mbak, terima kasih banyak :)

    ReplyDelete
  7. Ternyata emang anak sampai usia 5 tahun itu fasenya bermain ya Mbak, bermain sambil belajar. Makasih sharingnya mbak, aku jadi tau stage2 pendidikan anak yg sesuai dg umurnya

    ReplyDelete
  8. keren banget artikelnya.. para orang tua wajib baca nih.. nice sharembak helena, salam kenal yaa.. :)

    ReplyDelete
  9. Main ceplok2an pake spons kayaknya seruu

    ReplyDelete
  10. Lagi..lagi pelajaran menjadi ibu bisa kita dapatkan dari sekitar yaa, ini lagi belajar menjadi ibu yang mempunyai anak abege huhuu.

    ReplyDelete
  11. Makasih ya sharingnya. Itu topengnya SID kok bagus banget ya, penasaran deh

    ReplyDelete
  12. ini sisi positif dari dumay, kursus online jarak jauh dan free pulak, aku catat summary-nya, nambah ilmu nih

    ReplyDelete
  13. Aku juga punya ponakan banyak banget dan dekat semua denganku. Setiap anak memang punya keistimewaan sendiri2.


    Menjadi ibu adalah belajar tanpa akhir ya

    ReplyDelete
  14. waaa... seru ya pelajarannya. menarik!

    ReplyDelete
  15. Interesting subject indeed! Saya juga seneeeng baca-baca modul seperti ini..

    ReplyDelete
  16. anak-anak sering kali rebutan mainan tuh.. :D

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature