Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Belajar Computational Thinking untuk SD, SMP, dan SMA

Thursday, March 7, 2019

Computational Thinking atau Berpikir Komputasional

keterampilan abad 21
Dr. Inggriani Liem memberi soal computational thinking
Collaboration, communication, critical thinking, and creativity alias 4C makin sering didengungkan. Inilah empat skill penting yang perlu dikuasai dalam menghadapi abad ke-21. Selain itu, ada satu lagi C yang penting yaitu “Computational Thinking”. Apa dan bagaimana melatih computational thinking, begini penjelasan Dr. Inggriani Liem.

Cerita ini masih lanjutan dari Keterampilan Abad 21 yang Super Penting Dimiliki hasil mengikuti talkshow di head office-nya Periplus bulan lalu. Udah gatel ingin ceritakan tapi baru sempat menuliskan sekarang. Biasalah, sok sibuk biar kayak rang-orang. Oke ... lanjut!

Defisini Computational Thinking

Pertama mendengar “computational thinking”, saya pikir ini bakal berhubungan dengan coding atau komputer. Akan tetapi, pengertiannya lebih luas dari itu. Singgungan dengan coding justru sedikit. Saya ambil pengertian computational thinking dari website Bebras, ya.

“Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir untuk memformulasikan persoalan dan solusinya, sehingga solusi tersebut secara efektif dilaksanakan oleh sebuah agen pemroses informasi (“komputer”, robot, atau manusia).”

Computational thinking bukanlah hal baru. Di tahun 1980, Seymour Aubrey Papert dari MIT menerbitkan buku mengenai hal tersebut. Pada 2006, Jeanette M. Wing mempopulerkan Computational thinking dalam artikel di “Communications of the ACM”.

latihan soal computational thinking
Pertanyaan yang muncul saat menggunakan computational thinking skill (diolah dari presentasi Dr. Inggriani Liem)


Dalam proses berpikir Computational Thinking, menerapkan:
  • Dekomposisi dan formulasi persoalan, sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien serta optimal dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu;
  • Organisasi dan analisis data secara logis;
  • Representasi data melalui abstraksi dalam bentuk model, dan melakukan simulasi;
  • Otomasi solusi melalui berpikir algoritmik (langkah-langkah yang terurut);
  • Identifikasi, analisis, dan implementasi solusi yang mungkin dengan tujuan langkah dan sumberdaya yang efisien dan efektif;
  • Pengenalan pola persoalan, generalisasi serta mentransfer proses penyelesaian persoalan ke sekumpulan persoalan sejenis.

Mumet? Coba jawab soal berikut.  
Contoh soal computational thinking untuk SD (sumber: Tantangan Bebras Indonesia 2017 - Tingkat SD (Siaga))

Latihan Soal Computational Thinking

Computational thinking dapat dilatih lewat permainan dengan soal terkait informatika. Latihan soal ini berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, menarik banget dikerjakan bersama anak SD hingga SMA.

Salah satu contoh soal computational thinking seperti soal di atas. Tiap set soal ditujukan untuk jenjang pendidikan tertentu. Ada soal computational thinking untuk SD, SMP, dan SMA yang dapat diunduh gratis di http://bebras.or.id/v3/pembahasan-soal/.

FYI, Bebras, berang-berang dalam bahasa Lithuania, merupakan inisiatif internasional yang bertujuan mempromosikan computational thinking. Bebras hadir di berbagai negara, salah satunya Indonesia.  Dalam mengenalkan computational thinking, Bebras mengadakan "Tantangan Bebras" atau "Bebras Computational Thinking Challenge", sebuah kompetisi online tahunan untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.

latihan lagi, yuk! (sumber: Tantangan Bebras Indonesia 2017 - Tingkat SD (Siaga))
Tipe soalnya merepresentasikan konsep informatika, mudah dimengerti dan pendek (tapi belum tentu mudah dijawab, hehehe), dijawab dalam waktu 3 menit, dapat dijawab di komputer atau corat-coret pakai kertas dan pensil saja, serta menarik.


Menjawab soal di Bebras tak hanya sekadar memilih A atau B. Jawaban bisa lebih dari satu. Yang lebih penting yaitu “WHY”, mengapa jawabannya itu?

Dengan berlatih mengerjakan soal-soal computational thinking diharapkan anak-anak membentuk pola berpikir CT sehingga makin mudah memandang masalah-masalah di kehidupan nyata.

Latihan soal untuk SMA (sumber: Tantangan Bebras Indonesia 2017 - Tingkat SMA (Penegak))

Not just the answer but HOW to solve the problem
Itu gambaran singkat mengenai computational thinking, skill penting di abad 21. Saya mencoba jawab pertanyaan dari level SD sampai SMA seru, gemes, puyeng juga. Hahaha ...


Selamat bersenang-senang dengan soal latihan Bebras! 
24 comments on "Belajar Computational Thinking untuk SD, SMP, dan SMA"
  1. Saya mendadak pusing juga saat mencoba analisa jawabannya. Duh.... Matematika itu bukan mapel anak tiri saya, sebisa mungkin jangan bertemu. Hihihi.
    Lha kok matematika? Karena cntoh soal di atas mengingatkan saya saat menemani anak latihan soal tuk olimpiade matematika. Meski pusing tapi harusterlihat excited.
    Yah... Makanya jangan anti pada sesuatu karena ternyata dekat jodoh. Suami dan anak-anak jago matematika semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah kalau ini perlu mengubah mindset menyeramkan dari matematika yaa Mbak.

      Delete
  2. Wuihhhh materinya kayak aku lagi baca buku mba. Banyak banget ilmunya walaupun jujur aku butuh waktu untuk mencernanya. Kayaknya aku harus dengef langsung juga kali ya biar lebih mengerti. Maklum udah umur jadi mikirnya agak lola nih wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Wah, baru seminggu kemarin di tanya teman kantor tentang computational thingking karena anaknya mau ikut lomba, dan nama mata lombanya adalah computational thingking. Saya share ke teman saya ya mbak, biar dia makin paham.

    ReplyDelete
  4. Puyeng dan mumet tapi kalau sudah berhasil menyelesaikan jadi terasa wow banget ya? Makanya inilah indahnya matematika ya. Sistem Computational Thinking ini bagus juga ya melatih otak anak-anak, seru meski menegangkan saat menjawabnya.

    ReplyDelete
  5. aku muter-muter nih bacanya tru sikutan jawab tambah pusing hihihi. Penting juga ya punya keterampilan 4C supaya bisa menjawa soal-soal kaya di atas. Sebenarnya matematika itu gak menyeramkan asal yau tekniknya ya.

    ReplyDelete
  6. Jangankan SD SMP dan SMA, saya yang sudah terbilang tua ini kayaknya masih harus banyak belajar juga tentang computational thinking. Tapi kayaknya butuh meluangkan waktu, klo cuma sekilas masih belum paham niih.

    ReplyDelete
  7. Ya ampun mba Helen, aku jadi mikir wakakak soalnya kok susah juga ya heheh
    aapalagi buat aku yang lemah itung-itungan, duh wajib banget ini memahami pelan-pelan belajar computational thinking

    ReplyDelete
  8. Hahaa, aku sambil makan baso boleh nggak ngerjainnya. Luar biasa, udah lama nggak baca soal 😆 jadi CT ini udah lama ya sbnrnyaa mama Sid. Bagus buat berpikir 😁

    ReplyDelete
  9. Ya ampyun, ini soal - soal buat anak sekolah ya? Mendadak mumet saya.. lemah matematika karena emang kurang suka dengan pelajaran macam ini.. lieur aja kalau dah ketemu pembahasan angka2. Tapi kayaknya harus sedikit mengakrabkan diri supaya bisa menemani anak2 belajar, huhuhu

    ReplyDelete
  10. Seru nih mba, jadi pengin coba. Walaupun lihat soalnya agak mumet tapi kok aku tertantang ya. Hehe

    ReplyDelete
  11. Lebih ke nalar ya gak sih mba? Makanya sekarang aku amaze banget sama soal-soal anak esde. Mumet aku bacanya 😂

    ReplyDelete
  12. Wah jadi pengen coba nih soal-soalnya bareng anak-anak hehe kira-kira bisa nggak ya jawabnya, kayaknya agak rumit tapi seru ya..belajar menganalisis..

    ReplyDelete
  13. Harus saya liatin ke anak nih tentang computational thinking ini, thanks ya sharingnya

    ReplyDelete
  14. Wah, ini cocok buat anak anak yang suka belajar nih hahaha. Lumayan mumet ya wkwkwk. Jadi setiap pertanyaan harus dijawab dengan alasan ya mbk... Keren, belajar berpikir kritis

    ReplyDelete
  15. Yup.. Aku termasuk suka matematika.. Apalagi CI ini mengajarkan kita untuk bermain logika yahh

    ReplyDelete
  16. Bagus nih buat latihan otak. Aku ingat dulu pernah baca soal seperti ini sekilas di buku tes CPNS. Nanti mau nyoba nyari ah

    ReplyDelete
  17. Ya ampuuun..aku ga bakat nih homeschooling anak karena lihat soal ini langsung lier. Maklum dah lama ga bermain dengan rumus, ngelesss wkwkwk

    ReplyDelete
  18. Wah bagus banget nih kalo diajarkan kepada anak sejak dini biar melatih logikanya juga. Tuntutan sekarang makin tinggi juga soalnya.

    ReplyDelete
  19. Woaaa istilah baru lg yg saya pelajari. Dan ternyata kini anak SD pun dapat soal yg bisa bikin orang dewasa ini puyeng. Haha. Tapi inilah cara seimbangkan otak kiri kanan yak

    ReplyDelete
  20. Jawabannya tetap ada yang paling tepat kan..kak Helen?
    Aku jadi ingat mata kuliah statistik mengenai peluang.
    Rumit dan bikin pusyiing~

    ReplyDelete
  21. Ya Allah, aku langsung puyenh baca-baca soal itu say. Udah lama otak ini enggak diasah dengan yang berat. Terus malas mikir juga .hahahaha

    ReplyDelete
  22. Aku bakalan nyerah kayaknya hahahaha. Udah mumet duluan baru lihat sekilas aja. Tapi otak memang kudi dipaksa sih buat mempelajari hal baru

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,