Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Sekolah Montessori di Depok

Sunday, July 1, 2018

Huwaaa… Hari ini saya bernapas lega mengingat ini menjadi hari terakhir sekolah untuk SID. Seru dan berkesan menjalani sekolah Montessori di Depok selama seminggu. Apa itu Montessori? Betah gak ya SID sekolah formal? Apakah metode Montessori cocok untuk balita sepertinya?

sekolah montessori di depok
Say cheese!
Selepas libur lebaran, saya dan SID udah memiliki jadwal padat selama seminggu. Setiap pagi kami melaju ke Depok untuk mengikuti sekolah di saat anak sekolahan libur. Ya, semacam holiday program gitu deh supaya ga bengong di rumah.

Hari pertama, saya rada menyesal ngapain daftar program ini karena lokasinya jauh. Rumah – sekolah berjarak 30 kilometer.  Berarti pergi-pulang sekitar 60 kilometer! Ini sih seperti ketika saya SMA, tinggal di Gresik tapi bersekolah di Surabaya. Selain itu, sepanjang hari Jakarta – Depok hujan. Berangkat basah, pulang basah.

Akasia Islamic Preschool – Sekolah Montessori di Depok

Ceritanya, saya ikut komunitas Indonesia Islamic Montessori Community (IIMC) di Instagram yang dikomandoi oleh Mbak Zahra Zahira. Beliau juga memiliki sekolah dengan pendekatan Montessori di Depok, tepatnya Pondok Duta, yang bernama Akasia Islamic Preschool. Sekolah ini mengadakan school holiday program yang bertema ilmuwan Islam.

Mengapa oh mengapa saya bersemangat mendaftar program ini?

Well, sebenarnya lebih ke menjawab rasa penasaran saya tentang SID. Selama ini SID belum pernah sekolah formal. Pernahnya ya trial class yang sehari aja atau ikut playdate sesekali. Sedangkan program liburan sekolah di Akasia Islamic Preschool menawarkan agenda selama lima hari. Setiap hari diisi dengan kegiatan seru seputar science and art sambil mengenal tokoh ilmuwan Islam.

Tema yang ditawarkan Akasia menarik. Saya tuh kurang referensi urusan science apalagi dihubungkan dengan urusan agama. Saya berharap SID mendapat inspirasi dari tokoh-tokoh yang akan ia kenal selama kegiatan tersebut. Saya juga dapat sontekan dong buat ngobrolin tokoh muslim yang hebat.

Saya juga ingin SID mengenal lebih dekat Montessori beserta apparatusnya yang mihil-mihil itu. Di rumah kan terbatas (padahal ya pakai aja apa yang ada #montessoridirumah), kalau di sekolah lebih banyak pilihan learning materials yang dapat ia coba. Sekalian saya melihat mainan apa yang ia sukai. Sapa tahu ada rezeki lewat buat beli mainan itu. Aamiin.

Dan yang tak kalah penting, biayanya terjangkau (alhamdulillah invoice cair). Lima hari kegiatan hanya Rp300.000,-. Biasanya biaya segini hanya untuk satu kali playdate dengan Montessori approach, lho!

Demi alasan-alasan di atas, kami pun merantau lintas propinsi untuk belajar Montessori. Setiap pagi (dipaksa) bangun pagi dan harus siap sebelum pukul 7 untuk berangkat. Ujung-ujungnya molor dan kudu ngebut ke stasiun. Kadang juga diantar Ayah SID sambil wisata keluarga ke Depok. Hahaha.

sekolah montessori islam
Area bermain luar ruangan di Akasia Islamic Preschool
Syukurlah Akasia Islamic Preschool mudah dijangkau. Kami turun stasiun Universitas Pancasila kemudian lanjut naik ojek ke arah Pondok Duta. Lokasi Akasia Islamic Preschool pas di belokan, dekat rumah mewah warna kuning. Pokoknya kalau udah ketemu si rumah mewah berarti udah dekat. Alhamdulillah cuma nyasar sekali.

FYI, Akasia Islamic Preschool buka pendaftaran siswa baru, lho. Kelas dibedakan dua macam, usia 1-3 tahun dan 3-6 tahun. Biaya sekolah Montessori di Akasia Rp850.000,-/bulan (usia 3-6 tahun) dengan jadwal 5 hari dalam seminggu dari pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Kalau mau lanjut daycare juga bisa. TK dan daycare Rp1.500.000,- (tanpa makan siang) atau Rp1.700.000,- (dengan makan siang).


Ga Mau Pulang Sekolah

Meski jarak yang harus kami lalui lumayan ya tiap harinya, belum lagi kereta siang hari tergolong padat, SID menikmati proses bersekolah di sana. Ia masih minta ditemani selama berkegiatan tapi ya ga apa-apa juga sih. Saya kan jadi bisa main apparatus Montessori juga. Hohoho.

Hari pertama, ia masih adaptasi dengan lingkungan, ga mau ikutan gabung dengan kawan-kawan. Tetapi makin lama, ia makin percaya diri untuk duduk dalam lingkaran. Terkadang malah duduk pas di depan fasilitator.

Akan tetapi, hari kelima ini ia sempat bilang ke fasilitator bahwa ia mau di sekolah saja, ga mau pulang. Yah, sekarang dia udah betah nih. Banyak mainan sih ya.

sekolah montessori di depok
Membawa appartus montessori sendiri (maaf burem)
Yang membuat saya kagum adalah dia mengikuti aturan, yaitu mengambil alas kerja, mengambil apparatus, belajar, mengembalikan apparatus, kemudian menggulung alas kerja. Ini kali kedua ia menggunakan alas kerja. Pertama kali ia berkenalan dengan alas kerja atau floor mat saat mengikuti trial class di Montessori Haus Asia. Berarti sungguh berkesan ya perkenalannya kala itu dengan alas kerja. Sekarang, sajadah aja diperlakukan seperti alas kerja.

Secara konsisten selama lima hari tersebut SID selalu mengambil alas dan mengembalikannya. Kadang sih rada males dan minta saya aja yang menggulung tetapi ketika saya ajak melakukannya bersama, ia dapat menggulung alas sendiri. Saat mengambil apparatus pun kadang ia minta bantuan saya karena beberapa tergolong berat. Namun, kami melakukannya bersama, tidak hanya saya yang mengambil atau mengembalikannya.
Selama lima hari tersebut saya berkesempatan mengobservasi SID. Kegiatan apa saja yang menarik perhatiannya, bagaimana ia bersikap dengan teman dan fasilitator, keberanian, sopan santun, dan sebagainya. Learning material yang membuat rentang konsentrasinya panjang, seperti:
  • Puzzle (bagian tubuh manusia, hewan, buah, bangun geometri)
  • Siklus hidup binatang (ayam, kupu-kupu, kodok)

Dari sekian art and science yang ia pelajari, so far ia paling suka dengan kamera buatannya. Hari itu topiknya mengenai Ibnu Haitam yang menemukan alat optik. Anak-anak berkreasi membuat kamera dan pigura. Ia bergaya memotret banyak hal dengan kamera warna-warninya itu. Pigura buatannya langsung kami gunakan sebagai tempat meletakkan foto keluarga yang baru jadi. Pas banget, deh.

sekolah montessori di depok
Tiga hari berturut-turut maunya main tangram puzzle aja
Secara keseluruhan, SID menikmati berkegiatan di sana. Palingan saya kurang sreg dengan “bilingual” yang setengah-setengah. Dalam satu kalimat jadi tercampur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sebaiknya menggunakan satu kalimat utuh bahasa Indonesia kemudian diartikan ke dalam bahasa Inggris supaya ga bingung. *padahal saya sendiri bahasanya campur-campur.

Setelah sekolah singkat ini, muncullah PR Ibu untuk melanjutkan rutinitas ini di rumah supaya ia dapat terus belajar. Usia SID yang sudah 3 tahun memang butuh jadwal teratur setiap hari belajar ini itu. Bismillah…

Terima kasih ya buat para fasilitator di kelas yang udah sabar belajar bareng SID. Andai sekolah Montessori ini dekat rumah, bakal sering main ke sana deh.


Akasia Islamic Preschool
Komplek Pondok Duta 1
Jl. Duta Wenang Blok H2 No.4, Depok, Jawa Barat
021-8713294
akasiapreschool@gmail.com
Instagram @akasiapreschool
Facebook: Akasia Islamic Preschool


15 comments on "Sekolah Montessori di Depok"
  1. Wah... Dede SID udah siap sekolah yah. Seneng lihatnya. Pasti seru deh nemenin anak balita mulai belajar

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen Cari sekolah Montessori yang basisnya agama deh. Kira-kira di Surabaya dimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku belum ada referensi sekolah Montessori di Surabaya.

      Delete
  3. wah kapan ya di banjarmasin ada sekolah montessori begini? kayaknya asik. tapi katanya harganya mahal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa ilmu dan apparatusnya emang lumayan harganya. Investasi sih.

      Delete
  4. Keren nih SID belajarnya biligual semoga makin jadi anak smart dan sholeh ya

    ReplyDelete
  5. memang dg sistim itu anak diajar mandiri dan menyenangkan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mandiri membuat anak semakin percaya diri :)

      Delete
  6. Deket daerah kita berarti nggak ada sekolah montessori model gini ya ibu Sid? PAntes kemarin main terus ke depok, ternyata ya emang lagi sekolah di depok.. Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, kok. Tapi ga ada holiday program kayak gini. Adanya ya regular program.

      Delete
  7. Nah loh SID betah banget kan, nanti kalau dia udah mulai nggak sekolah mulai nanya, "Ibu aku kok nggak sekolah lagi?" nah loh, nah loh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, lanjut sekolah di rumah dong.

      Delete
  8. duileeeee SID sekolahnya jauh tenan hahahahha Mada udah kenyang sekolah jauh waktu PAUD lebakbulus - depok udah kayak trayek angkot, sekarang pindah PAUD-nya di depok, emaknya lelah kejauhan apalagi klo Mada bangunnya kesiangan di atas jam 6

    waktu itu alasanku 'rela' mendaftarkan Mada sekolahnya jauh sama kayak dirimu, faktor harga dan pengajarnya cocok sevisi semisi (bukan hanya berkualitas)

    ini Akasia biaya sekolah montessorinya cukup terjangkau plus daycare tuh, sayang lokasinya jauuuuuh dari tempatku

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature