Laporan Keuangan untuk Blogger

Saturday, September 10, 2016

Apa dan bagaimana laporan keuangan blogger?

Saat masih kerja kantoran, saya membayangkan dunia freelancer itu free banget (baca: sangat fleksibel). Jam kerja ditentukan sendiri. Bisa pilih-pilih project. Liburan engga menunggu tanggal di kalender warna merah. Memang iya sih sangat fleksibel. Ternyata tidak cuma itu, bayarannya juga fleksibel. Kadang langsung diterima, kadang terkatung-katung dalam penantian. Ada yang merasa begini? 

Saat hendak menulis mengenai laporan keuangan untuk freelancer, dalam hal ini blogger, saya sungkan. Pengalaman belum seberapa tapi kok ya mau membahas tentang hal ini. Saya memutuskan mengambil pengalaman dari para senior, baik itu yang manis maupun yang agak asem. Laporan keuangan ini saya buat sesederhana mungkin. Kalau terlalu kompleks sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) nanti yang menulis ikutan pusing.

Laporan keuangan memang penting untuk personal maupun suatu instansi. Dari sanalah kita tahu aliran dana masuk dan keluar. Hal apa yang menguntungkan serta pengeluaran apa yang kebablasan. Pun untuk seorang blogger yang mencari nafkah dari hobi nge-blognya, istilah kerennya blogpreneur. Yuk sama-sama membuat daftar untuk laporan keuangan blogger.


Dalam laporan keuangan ada yang namanya Laporan Laba Rugi atau Income Statement. Laporan ini dibuat tiap periode, misalnya sebulan sekali, untuk melihat pendapatan dan beban (biaya) periode tersebut. Kalau income statement versi blogger kira-kira isinya apa saja?

Pendapatan:

  • Menulis artikel di blog sendiri
  • Content placement
  • Content writer
  • Content planner
  • Buzzer di media sosial
  • Pembicara di seminar/talkshow/training
  • Adsense
  • Doorprize
  • …… (tambahi sendiri ya)

Beban:

  • Internet bulanan (Wi-Fi dan HP)
  • Transportasi
  • Konsumsi
  • Inventaris pendukung nge-blog
  • Cetak kartu nama
  • Cetak merchandise
  • Charity/infaq
  • …… (tambahi sendiri ya)
Selanjutnya kurangkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban untuk menghitung laba atau rugi hasil nge-blog bulan ini.

Format laporan laba rugi ini berbeda-beda tergantung niche blog. Misal: Beauty blogger ada beban make-up atau treatment di salon. Travel blogger ada beban tiket tempat wisata. Emak blogger ada beban apa ya? Beban hidup belikan popok bayi :D


Dalam laporan keuangan ada juga Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). *Berat nih bahasanya. Laporan yang berisi pendapatan dan beban di atas hanya jumlahnya. Berhubung payment hasil nge-blog tidak langsung dibayarkan setelah job selesai, detail pendapatan perlu dibuat. Ini reminder buat saya juga untuk membuat detail pendapatan dengan format job – tanggal mulai – deadline – tanggal kirim invoice – tanggal pembayaran diterima. Dari sini bisa dipantau job mana yang pembayarannya belum diterima. Sah-sah aja kan menagih hak kita setelah melaksanakan kewajiban.

UPDATE: Ada contoh job list dengan format Ms. Excel yang bisa ditambah-kurangi sesuai kebutuhan. Unduh di sini ya.

Masih berhubungan dengan fee yang tidak pasti jumlahnya tiap bulan dan waktu pembayarannya, seorang freelancer harus pintar-pintar mengelola keuangan. Kebutuhan dana darurat yang harus disiapkan dan tidak boleh diotak-atik untuk keperluan lain sekitar 12x pengeluaran bulanan. Gedhe ya? Bisa dicicil kok. Pengeluaran bulanan ini hanya untuk hal dasar, jangan masukkan biaya ngopi cantik ke sini ya. Hemat!


That was my two cents. Teknis banget ya. Tulisan ini sekaligus pengingat untuk saya supaya lebih rapi membuat pencatatan keuangan. Bagaimana laporan keuangan versimu?



45 comments on "Laporan Keuangan untuk Blogger"
  1. Noted mba. Saya simpen.
    Ya siapa tahu beaok-besok saya juga berkesempatan merasakan yang namanya dagdigdug nunggu pembayaran inv. Aaiihh, ngebayanginnya aja saya udah seneng.. Wkwk

    ReplyDelete
  2. Saya belum bikin nih mbak. nanti kalau job review udah nambah insya Allah mulai bikin nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga makin banyak job reviewnya ya. Jangan lupa colek-colek saya ;)

      Delete
  3. Wah, keren nih.. aku kadang masih belum bisa misahin mana yang masuk beban blogging, mana yang beban rumah tangga :D


    Thank u mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih masih suka kecampur-campur. Ya belajar pelan-pelan aja mba

      Delete
  4. Detail banget mbak catatan pemasukan dan pengeluaran bloggingnya. Saya masih ada beberapa pengeluaran blogging yang ditanggung suami karena nebeng sama website suami sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu hasil belajar ke para suhu blogger :)

      Delete
  5. Oooo harus 12 kali gaji ya untuk dana darurat...noted

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih single dan punya gaji tetap 3x gaji aja

      Delete
  6. Wah saya belom kepikiran bikin laporan gini mba, jangankan yg dr freelancer dr gaji bulanan ajh ga, males :) tapi ya harus belajar bikin ya :) thanks sharingnya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa pakai aplikasi dari HP aja supaya gampang

      Delete
  7. Aku pakai rekening sendiri kalau ada transfer buat honor blogging, mba. Biar keliatan hasilnya. Make pun jarang banget biar ngirit mba. Hihi. Makasih sudah berbagi mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku pool di satu rekening buat gampang ngeceknya juga. Ya rekening gaji gitu lah *sok-sokan kayak sering ada yang masuk aja

      Delete
  8. Iya, pengelompokan biaya, seperti biaya operasional, biaya adm dan lain2 harus dibedakan. Supaya bisa tepat mengalokasikan dana :D
    Juga supaya bisa menyimpan laba bersih tanpa kecolongan digunakan hal2 yang kurang perlu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ini Teh Ani yang udah expert mengelola. Makasih Teh.

      Delete
  9. Haduh, jarang dicatet aq mba... Tau2 habis coz kl ada yg transfer dijadiin satu ma uang bulanan hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huwa...bahaya keasyikan belanja mba, heheh

      Delete
  10. Contoh skrinsyutnya ga ada mak? Aku mau nyontek.
    Aku baru bikin pending payment aja. Hahahaha. Setelah dapet payment, makan2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah bakal aku update ya mak. Tunggu ya

      Delete
  11. Langsung Ctrl+D ini mah. Penting banget artikel ini buat sy yang masih newbie, mbak... hehe... thanks for sharing :)

    ~Just my two cents~

    ReplyDelete
  12. Wahh asyik ternyata ngeblog. Bisa jadi profesi yg menjanjikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget. Senior saya udah buktikan bisa mencari nafkah dari ngeblog.

      Delete
  13. Aihhh komplit deh, aku juga mulai bikin catatan meski sederhana aja. Yang penting kudu bikin agar ngerti uangnya dari mana dan untuk apa, hehehe

    ReplyDelete
  14. Wah, jadi kepikiran mo bikin cashflow dari sidejob seperti ini deh mbak ^^ Biar ketauan uangnya lari ke mana heheheh

    ReplyDelete
  15. waaah detil ;)... aku sih belum membuat laporan keuangan blogger begini mbak.. krn memang blog blm dijadiin utk mencari duit.. hanya sekedar utk nyalurin hobi nulis traveling dan makan aja :D.. jd laporan keuangan yg srg aku bikin cendrung utk pembukuan bulanan Rumah tangga, ga termasuk blog ini :).. tp pada dasarnya aku bikin sama prinsipnya ama di atas.. pengeluaran ama pendapatan dari gaji suami dan aku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dimasukkan aja pemasukan dari hobi ini supaya makin komplit. Sip...

      Delete
  16. Wah boleh juga nih idenya. Aku biasanya cuma nulis pendapatan aja, pengeluarannya nggak kutulis hahaha. Internet termasuk pengeluaran juga ya padahal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. internet penting banget buat blogger, mba

      Delete
  17. Mau nyusul jadi freelance yang aktif. Belum mendapatkan fee ... Masih terus belajar jadi blogpreneur euy... Makasih maks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kata guru ngeblog saya, tulislah hal yang bermanfaat. Money will follow good work. Amin...

      Delete
  18. Mau nyusul jadi freelance yang aktif. Belum mendapatkan fee ... Masih terus belajar jadi blogpreneur euy... Makasih maks

    ReplyDelete
  19. saya juga baru merintis karier di bidang blogpreneur, :). Kudu banyak belajar ya Mbak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar bareng ya mba *trus bikin belajar kelompok :D

      Delete
  20. catet dulu deh.. ntar kalo pemasukan dari ngeblog bejibun baru deh..bikin... sekarang masih gali lobang tutup lobang ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah gali lobang tutup lobang juga penting dicatat lho mba

      Delete
  21. aku baru mau mulai praktekin mbak, kemaren abis baca buku yg freelancer kaya-nya Pak Daniel juga :) TFS ya^^

    ReplyDelete
  22. Daging ini. Catet ah!
    Siapa tau kan, nanti ada yang mau nrasfer ke rekeningku juga kaya mba Helen^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dagingnya dibuat sate, hehe
      Amin ...

      Delete
  23. Ini pengingat banget buat saya yang jarang banget catat :( hiks harusnya memang dicatat ya mbak, biar bisa mengontrol keuangan dengan baik.

    ReplyDelete
  24. Hehehe... saya belum prnh bikin laporan keuangan utk blog.
    eummm.. harusnya punya. setelah baca ini saya tersadar

    ReplyDelete
  25. Mba Helen, aku mulai mikir jadinya ini buat nyatetin. Biasanya habis buat jajan doang haahha maklum anak kost ini getol banget buat jajan :-D

    ReplyDelete
  26. Malam ini judulnya belajar keuangan ke mama Sid. Aseeekk. Belajar banyak aku niiih.
    Kalau untuk ini, paling berasa pas harus bayar tagihan wifi sementara inpois belum cair-cair. Ahahahaha. Kalau perpanjangan domain kan setahun sekali, jadi nggak terlalu berasa :D.
    Thanks for sharing ya Mba Helen^^

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature