Serba-Serbi Menjadi Blogpreneur

Sunday, July 3, 2016


How to be a Blogpreneur

Coba hitung berapa akun media sosial yang dimiliki? Facebook, Twitter, Instagram, Path, Pinterest, Linkedin, Askfm, dan apalagi? Punya blog juga? Blogspot, Wordpress, Tumblr, Kompasiana, Blogdetik, atau bahkan Multiply yang sudah kena gusur? Seberapa sering berbagi cerita dengan update status di media sosial tersebut? 

Akun-akun tersebut bisa mendatangkan materi bila dikelola dengan tepat. Kedua guru saya, Ani Berta dan Haya Aliya Zaki, telah membuktikan bahwa eksis di media sosial menjadikan profesi baru yang disebut Blogpreneur. Mereka pun membagi rahasia suksesnya dalam #BukberCNI tanggal 12 Juni 2016 di Casadina Kitchen & Bakery, Jakarta.


How to be a Blogpreneur by Ani Berta

Blog, singkatan dari web log, adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan pada sebuah halaman web. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (Sumber: Wikipedia. Saya tidak dapat menemukan arti kata blog pada KBBI)

Blogger adalah orang yang nge-blog. Blogpreneur, arti mudahnya, orang yang menjadikan nge-blog sebagai pekerjaan yang tentunya menghasilkan materi. Menurut Ani Berta, siapapun bisa menjadi blogpreneur. Pelajar, pekerja, professional, freelancer, termasuk juga ibu rumah tangga. 

Sebelum bekerja tentunya ada modal dasar yang perlu dimiliki yaitu (1) kemampuan menulis, berinternet, dan menggunakan platform blog. Untuk memudahkan personal branding, (2) gunakan nama yang sama untuk blog dan semua akun sosial media. Seperti blog saya ini dan nama akun Facebook, Twitter, juga Instagram dibuat seragam yaitu helenamantra. Meskipun belum begitu aktif, yang penting buat saja akunnya supaya tidak dipakai orang lain. (3) Modal inventaris juga penting, seperti: laptop, internet yang lancar (apalagi buat live tweet), kamera, tripod, tongsis, powerbank untuk selalu online, dan aplikasi editing foto/video. Foto, video, dan infografis yang sesuai diperlukan apalagi untuk mengikuti lomba. Voice recorder juga penting untuk merekam penjelasan narasumber. Meskipun menulis blognya sebulan kemudian, rekaman tersebut bisa menjadi pengingat materi dengan detail. 

Nikmati proses menjadi blogpreneur -Ani Berta
Sudah punya modal dasar di atas? Ada beberapa inventaris yang masih perlu saya lengkapi, bertahap sambil memperbaiki skill nge-blog. Setelah itu berlanjut ke 5 hal berikut:

1. Membangun fondasi

Topik pada blog bisa tentang apa saja. Di awal perlu ditetapkan niche dari blog. Mau tentang parenting, kesehatan, keuangan, kuliner, kecantikan, dan lain-lain. Blog saya awalnya parenting tapi kok lama-lama makin campur aduk ya. Padahal blog dengan topik spesifik ini memudahkan brand/agent untuk memberi job review.

Setelah menetapkan niche blog, rajin-rajin mengisi blog. Jangan sampai lumutan dan jamuran. Setiap selesai menulis, share tulisan ke seluruh akun media sosial supaya meningkatkan trafik. Boleh juga sambil mention akun brand, siapa tahu dapat job tambahan.

Setiap membagi karya tulisan, tunjukkan identitas diri dengan foto wajah yang jelas dan tidak anonim. Tulis pula profil diri dan cantumkan e-mail pada blog supaya mudah dihubungi. E-mail ini khusus untuk interaksi tentang blogging supaya tidak tercampur pekerjaan lain. Rajin cek e-mail juga.

2. Membangun interaksi

Pasti senang dong kalau banyak yang membaca postingan kita, apalagi meninggalkan komentar positif. Komentar ini jangan didiamkan saja. Balaslah satu persatu dengan antusias. Aktiflah berinteraksi dengan teman dan followers di akun media sosial. Menyapa lebih dulu akan lebih baik. Selain itu saat ada blogger gathering, gunakan untuk memperluas networking. Kan jarang bertemu di dunia nyata, seringnya hanya blogwalking. Siapa tahu dari ngobrol bisa menjadi bahan tulisan.

3. Perluas networking

Memperluas jaringan ini ada beberapa cara. Modal awalnya yaitu membuat kartu nama. Tidak harus yang wah, sesuai budget saja. Yang penting di kartu nama tersebut ada nama, blog, e-mail, no. HP, dan akun media sosial (Twitter, Facebook, dan Instagram). Saat acara offline, saling bertukar kartu nama dengan sesama blogger, pihak brand, juga agent.

Teruslah menjalin hubungan dengan relasi tersebut. Kepo-in media sosialnya untuk mencari bahan pembicaraan. Bisa juga menyapa saat hari spesial seperti Idul Fitri yang sebentar lagi. SKSD sedikit lah.

4. Marketing dan portfolio

Menang lomba atau prestasi lainnya boleh di-share di media sosial. Bukan bermaksud pamer lho. Tapi supaya menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan lainnya. Fastabiqul khoirot alias berlomba-lomba dalam kebaikan justru baik.

Awal nge-blog harus mengumpulkan portfolio. Salah satu caranya dengan menulis review produk yang disukai. Seperti saat saya me-review stroller Pockit dan tempat bermain KidCity. Kalau Teh Ani awalnya menjadi content writer secara Cuma-Cuma di suatu website. Tak disangka ia mendapat job yang berhubungan dengan tulisan-tulisannya. Ia juga pernah menulis untuk website NGO. Meskipun tak dibayar, tulislah konten yang bermutu.

5. Berani action

Setelah keempat poin di atas kuat, buatlah proyek kecil-kecilan. Contohnya proyek Blogger Goes To School (BGTS) yang diinisiasi peserta advance class Fun Blogging ke-1. Ajukan proposal ke pihak terkait untuk merealisasikannya.

Background pendidikan juga bisa menjadi topik dalam menulis. Dokter, perawat, bidan, dan  apoteker bisa menulis tentang kesehatan. Ciptakan peluang dan menjadi blogpreneur harus terus belajar hal-hal baru.


Blogpreneur tidak melulu menulis job review di blog sendiri. Ada banyak kesempatan seperti menjadi content writer, ghost writer, content planner, social media specialist, buzzer, juga pembicara di berbagai event.

Kesempatan mendalami Blogpreneur terbuka luas. Teh Ani yang seorang single parent pun bisa hidup dari profesi ini. Pesan dari beliau, perkuat karya dan nikmatilah prosesnya.

***
Sebelum berlanjut ke sesi kedua, tonton dulu penyanyi cantik Windy Ghemary dengan singlenya Masih Mencintamu.
 

video

Great Opportunities from Writing Health Content by Haya Aliya Zaki

Seperti yang sudah saya singgung di atas, tulislah topik yang berhubungan dengan background pendidikan. Dalam hal ini Mbak Haya yang merupakan lulusan Fakultas Farmasi, USU, gemar menulis mengenai kesehatan. Hasilnya beliau sering memenangkan lomba blog yang berhubungan dengan kesehatan. Puncaknya, 2015 lalu beliau diundang untuk medical check-up lengkap di rumah sakit di Singapura. Ini semua berawal dari menulis tentang hal yang ia sukai.

Berikut beberapa kiat untuk mendapatkan job seputar kesehatan:

1. Passion penting saat membahas suatu hal. Tidak perlu takut menulis tentang kesehatan. Ambilah pembahasan yang sederhana, misal tentang buah-buahan yang menyehatkan atau pola hidup sehat yang sudah dilakukan.

2. Buatlah personal branding dengan aktif menulis tentang kesehatan dan tunjukkan gaya hidup sehat di media sosial. Rajin mengikuti lomba dan hadir di acara-acara seputar kesehatan makin memperkuat personal branding.

3. Berkontribusi menulis di website kesehatan secara cuma-cuma sebagai portfolio.

4. Bertukar kartu nama untuk menjalin networking. Membuat gimmick berupa stiker, mug, atau kaos juga menarik untuk dibagikan supaya klien makin mengingat kita. Juga gabung di komunitas yang sevisi-misi (seperti Fun Blogging *ehm).

5. Optimalkan media sosial yang dimiliki. Tulis pencapaian di Linkedin. Beberapa job untuk Mbak Haya mulai berdatangan setelah ia memperbaiki profil Linkedin-nya. Facebook fanpage juga penting untuk menjangkau pembaca yang lebih luas. Promosi di Facebook ads ini juga terjangkau dan bisa dibayar lewat ATM. Kita bisa memilih spesifikasi target pembaca dengan detail.

Saat update status ke Facebook untuk personal branding, pilih “publik” dan jangan “private” akun. Tunjukkan pencapaian diri tanpa menjatuhkan orang lain di media sosial. Berinteraksi secara maya ini ada etikanya. Bagikan hal-hal positif dan jangan banyak mengeluh. Semoga ada brand dan agency yang tertarik.

6. Tak hanya isi yang bermanfaat, foto, video, atau infografis juga bisa ditambahkan sebagai pendukung blog post. Kualitas gambar yang menarik dan tidak blur membuat pembaca makin betah blogwalking. Mbak Haya ini termasuk yang rajin memoderasi dan membalas tiap komentar lho. Hal ini berbuah manis. Ia didaulat menjadi pembicara pada suatu talkshow kesehatan karena brand tersebut salut dengan engagement yang ia bangun.
Bangun engangement dengan pembaca -Haya Aliya Zaki

Teknik wawancara kesehatan
Topik kesehatan yang dapat ditulis bisa berasal dari diri sendiri maupun kisah orang lain. Dalam menggali bahan tulisan untuk menceritakan pengalaman orang lain ada teknik wawancaranya. Isu kesehatan merupakan privasi bagi orang yang diwawancara. Untuk itu perlu persiapan yang matang sebelum wawancara. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Carilah informasi awal mengenai narasumber supaya sudah ada gambaran sekilas sebelum menghubungi ybs.

2. Interview orang-orang terdekat narasumber seperti keluarga, dokter, sahabat, dll.

3. Tanyakan lokasi interview yang nyaman bagi narasumber. Bisa di rumah, kafe, atau tempat lain.

4. Beri pertanyaan pembuka yang ringan. Jangan langsung to the point karena dapat membuat narsum kaget.

5. Perhatikan kondisi narsum. Bila tidak memungkinkan maka hentikan interview. Untuk jadwal berikutnya usahakan tidak lebih dari seminggu.

6. Lama durasi interview maksimal 1,5 jam.

7. Setelah menulis hasil interview tersebut, lakukan verifikasi ke narsum. Tambahkan hal-hal detail yang kurang. Lakukan pula cross verification ke pihak terkait.

8. Baca kembali sebelum tulisan diterbitkan.

9. Perhatikan pula sikap kita saat mewawancarai. Percaya diri, siapkan dengan baik, rendah hati, juga berani. Empatilah dengan keadaan narasumber.

Menulis artikel kesehatan ini gampang-gampang susah. Terbayang istilah organ tubuh, penyakit, dan obat-obatan yang rumit. Supaya mudah dipahami, buatlah yang sederhana. Tulis kalimat pendek, maksimal 14 kata. Hindari jargon atau singkatan yang tak lazim. Fokus pada  key message supaya tersampaikan. Perhatikan pula penyebutan nama narasumber. Jika mereka tidak berkenan, nama harus disamarkan. Khusus untuk anak-anak korban pelecehan seksual dan pemerkosaan, nama (bahkan inisial) tidak boleh disebutkan sama sekali. Foto-foto luka pasien sebaiknya diburamkan atau tidak perlu ditampilkan. Meskipun ceritanya menyedihkan, beri suntikan semangat dan tetap optimis mengatasi penyakit tersebut. Saya suka tulisan beliau mengenai GraceMelia dan Rumah Ramah Rubella yang menularkan semangat optimis.

Dalam penulisan job review dikenal hard selling dan soft selling, bergantung medianya. Kali ini yang dibahas adalah menulis dengan cara soft selling. Tulisannya terkesan alamiah, memasukkan user experience, dan tidak iklan banget. Sebagai pembuka, gunakan kalimat tanya yang menarik. Tulislah hal yang berguna seperti tips atau tutorial. Gunakan teknik persuasif tanpa janji-janji “dengan produk ini dijamin sembuh”. Soft selling ini lebih berfokus pada membantu permasalahan pembaca. Targetnya supaya pembaca berkomentar.

“Blogger menjual cerita, bukan produk”

Berbeda dengan iklan hard selling yang nama brand-nya bisa diulang-ulang, sebaiknya tidak sering menyebutkan nama brand pada soft selling. Pastikan pula artikel yang dibuat telah sesuai permintaan klien. Sponsored post seperti ini harus diberi keterangan pada artikelnya, misal dengan label “advertorial”. Last but not least, teruslah nge-blog menebar manfaat meskipun tidak dibayar. Isi blog jangan hanya job review melulu.

Versi ringkas artikel ini ada di live tweet @helenamantra selama acara #BukberCNI

***
Gusti Alendra dari CNI

Acara buka bersama ini diselenggarakan oleh CNI. Kalau mendengar brand CNI, saya teringat Sun Chlorella dan Ester-C yang sudah lama saya kenal. Ternyata produk CNI semakin beragam. Selain produk kesehatan dan perawatan diri ada pula makanan, minuman, peralatan rumah tangga, hingga pertanian dan perikanan. Saya jadi naksir Ichi-I Magic Processor yang bisa menjadi juicer, mixer, blender, chopper, foaming, dan lima fungsi lainnya.

Seiring berkembangnya teknologi, mendapatkan produk CNI semakin mudah karena sudah ada GeraiCNI.com. Di sini member maupun non-member bisa belanja online kapan saja dan dari mana saja. Cukup pilih produk yang diinginkan, masukkan data diri, pilih jenis pengiriman, dan metode pembayaran. Alamat pengiriman dan penagihan bisa berbeda. Jadi kalau mau memberi hadiah untuk orang tersayang bisa langsung dikirim ke alamat tujuan. Bila membayar dengan transfer ke Mandiri atau BCA, jangan lupa konfirmasi setelah transfer ya.
Minuman dari CNI, UP Dark Chocolatenya enak!

Kalau mau penghasilan tambahan bisa juga menjadi member CNI. Member akan mendapat komisi tiap ada konsumen yang berbelanja menggunakan nomor referensi member. Lumayan kan! Keterangan lebih lanjut ada di GeraiCNI.com atau bisa chat dengan customer service.

GeraiCNI.com Hebat Produknya, Mudah Bisnisnya
Ngabuburit dan buka bersama kali ini benar-benar bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi saya yang masih pemula. Terima kasih untuk CNI, Teh Ani, dan Mbak Haya yang sudah berbagi ilmu. Blogpreneur perlu membekali diri dan terus belajar untuk menghasilkan artikel yang berkualitas. Siapapun bisa menjadi blogpreneur, termasuk ibu rumah tangga seperti saya. Anda tertarik?


38 comments on "Serba-Serbi Menjadi Blogpreneur"
  1. Wah, Helena, bunda sampe sekrang belsudah ngeblog sejak 2um punya niche...hiks, jd nmnya msh tetap MISCELLANEOUS yg isinya "dogado"...Sudah ngeblog sejak 2009 tp blm bisa2 tuh bikin text di foto, hehe.. masih terus semangat belajar juga terbakar wejangan kefua guru di atas pd FB Sesi 2. Slm hangat buat Helena.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isi blognya bunda bermanfaat. Saya suka blogwalking ga habis-habis lho kalo mampir ke miscellaneous.

      Delete
  2. Jadi blogpreneur ternyata gampang-gampang susah ya :) Untuk soal perluas networking, saya belum melakukannya, nih. Belum punya kartu nama. Belum pede aja..he..he.. Tapi ternyata perlu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membuat kartu nama ini mudah lho mba. Bisa cetak sendiri dengan kertas foto atau kalau ke percetakan juga ada yang 15000/box. *bukan promosi, hehe

      Delete
  3. Mba Helena, Thank you banget udah share postingannya. Saya pengen banget datang ke acara ini cuma ngga bisa :( Untung dirimu share tulisannya. *happy* Selamat mudik ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga bermanfaat ya mba.

      Delete
  4. makasih sudah sharing mba,
    kalau sempat blogwalking ke tempatku yuu.. hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama2. Saya silaturrahim balik ke blog mbak yaa

      Delete
  5. Terima kasih sharingnya, pengen jadi blogpreneur jg. Masih jauh menuju ke sana sih, tapi moga2 bisa nanti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamak keren ini bisa ngurus 2 balita sambil rajin update blog

      Delete
  6. tulisannya sangat menginspirasi buat saya mbak..salam kenal..aku juga pengin jd blogpreuner...tp kok susah fokus ya..btw blognya udah tak follow mbak folbek ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat ya mbak. Kalau saya menguatkan niat supaya bisa fokus dan rajin update.

      Delete
  7. wah manfaat sekali makasih...


    anggiputri.com

    ReplyDelete
  8. Tulisannya sangat bermanfaat, berasa ikut nimbrung. Terima kasih Mba

    ReplyDelete
  9. makasih informasinya mbak...bermanfaat banget.... kita yg di daerah bisa curi2 ilmu lewat BW postingan teman2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama belajar, mbak. Semoga makin sering acara seperti ini di luar Jakarta

      Delete
  10. Mbak, makasi banget ya untuk tulisan ini! Aku termasuk yang sulit ikutan acara2 workshop seperti ini karena domisili di luar kota.. jadi review mbak bermanfaat sekali! Mampir2 juga ya mbak ke empatkembara.com :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat ya. Semoga juga makin banyak event seperti ini di luar Jakarta. Okee nanti mampir ya

      Delete
  11. Keren acaranya ya.... beberapa kali dapat materi mirip ini...pas prakteknya selalu bentrok dengan 'sesuatu' hahaha...

    ReplyDelete
  12. Terima kasih Mba Helena sudah hadir di acara ini :)

    ReplyDelete
  13. Makasih Mbak sharingnya bermanfaat sekali,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sama-sama. Waktunya kita aplikasikan ilmu ngeblog

      Delete
  14. Ma syaa Allah.
    Terima kasih sekali, mbak sudah berbagi ... tinggal action, hap hap.

    ReplyDelete
  15. hal yang sedang saya lakukan masih di poin 1.

    semoga beberapa tahun kedepan dapat kelihatan hasilnya

    ReplyDelete
  16. makasih sharingannya mba.

    yang pasti mah harus action..action..action

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, apalah teori tanpa kerja yang nyata. Semangat mba!

      Delete
  17. Perlu saya garis bawahi, blogger menjual cerita bukan produk.Terimakasih infonya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes, soft selling itu penting. Trus ceritanya based on experience akan lebih baik

      Delete
  18. Terimakasih sharingnya Mbak. Saya msh belajar nih ngeblognya. Belum terlalu monetize. Tetapi nulis nulis nulis saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. menulis dan menulis itu juga penting sambil berlatih memperbaiki kemampuan diri. Saya juga masih latihan menulis supaya makin enak dibaca

      Delete
  19. Mba heyen. Enakan kalo udhbkadung punya blog gado-gado trus pingin dibikin niche spesifik, apakah harus re-write konten yg lama ke blog baru? Or start from the begining? Mohon petunjuknya, suhu. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau trafiknya udah ok, isi blog udah banyak, sayang aja sih harus mulai dari awal. Seperti blogku ini yang begitu gado-gado jadi aku buat menu-menu yang sering ku bahas atau jadi niche blogku. Menu yang ada di atas itu lho seperti parenting, health, dst.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature