Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Pengalaman Melahirkan di RSIA Tambak, Jakarta

Sunday, January 12, 2020

Pengalaman Melahirkan di RSIA Tambak, Jakarta


Saat infus venofer keempat di RSIA Tambak Jakarta

Trimester tiga kehamilan dibuka dengan berita mengejutkan. Hb saya di bawah standar, kepala seringkali terasa ringan, badan mudah lelah, dan BB janin kurang 3 ons dari standar. Dengan waktu yang makin mepet HPL, banyak PR yang harus saya kejar termasuk bolak-balik ke RS untuk infus venofer. Inilah rangkuman cerita dari periksa kandungan, infus venofer, sampai melahirkan di RSIA Tambak, Jakarta.


Periksa Kandungan di RSIA Tambak (dr. Ika Sripurnamaningsih, Sp.OG)


Di trimester ketiga saya periksa kandungan ke dr. Ika Sripurnamaningsih, Sp.OG yang praktek di RSIA Tambak. Rumah sakitnya di jalan Tambak dekat stasiun Manggarai.

Sebelum ke sana, saya buat appointment melalui whatsapp 087880676072 sekaligus dapat nomor antrean. Enaknya sekarang banyak RS yang bisa daftar via online jadi enggak perlu lama menunggu.
Waktu itu saya mendapat nomor antrean 15 dengan jadwal praktek mulai pukul 11 siang. Maka saya perkirakan setelah dhuhur giliran saya diperiksa.

Sampai RSIA Tambak, saya menuju front office. Sebagai pasien baru, saya mengisi formulir data diri dan menunjukkan KTP. Setelah itu saya mendapat kartu pasien berwarna hijau.

Beres urusan administrasi, saya ke lantai 2 bagian poli kandungan. Celingak-celinguk saya mencari di mana ruang periksa. Bentuk RSIA Tambak yang naik turun penuh liku saya banyak bertanya ke petugas di sana. Ah ternyata tempat untuk tensi naik sedikit di samping mushola. Btw, alat tensinya canggih. Lengan dimasukkan ke alat gitu deh. Haha … maap, norak!

Dari sana saya celingak-celinguk lagi mencari ruang praktek dr. Ika yang katanya di poli obgyn 1. Ow … letaknya di samping tangga yang menuju front office. Ada foto dokternya di pintu. Buat saya yang biasanya kepo dengan wajah dokter, foto ini sungguh membantu. Enggak perlu googling, hahaha ….


Ting … tung … tibalah giliran saya diperiksa. Ruang periksanya luas seperti masuk ke ruang tamu. Megah! Ya, maklum biasanya saya periksa di puskesmas.

Singkat cerita, inti dari hasil pemeriksaan tersebut yaitu:

BB janin di bawah normal, kurang 3 ons. Khawatir ini Pertumbuhan Janin Terhambat alias PJT tapi plasenta cukup dan gerak janin aktif. Berarti perlu perbaikan gizi bumil dengan semakin banyak makan dan minum peptisol 2x sehari.

dan

Hb 9, rendah, sehingga perlu ditingkatkan supaya normal (di atas 11). Cara cepatnya dengan infus venofer 4 seri, masing-masing 2 ampul. Selain itu konsumsi suplemen penambah darah.

Infus Venofer di RSIA Tambak


Dari ruang praktek dokter, saya menuju ruang bersalin untuk infus venofer. Sesuai arahan dokter, infus venofer akan dilakukan 4 kali dengan interval 2 hari. So, tiap dua hari sekali saya “absen” ke ruang bersalin RSIA Tambak. Udah berasa anak magang aja deh di sini.

Infus venofer ini memasukkan cairan iron sucrose ke tubuh lewat infus. Botolnya kecil dengan cairan warna marun yang pekat. Sebagai pengencer dicampur sebotol besar NaCl.

Proses infus venofer cuma 30 menit. Ya lumayanlah setengah jam meluruskan punggung di RS ditemani suami dan SID. Bisa ngobrol atau main apa gitu.

empat kali venofer selalu ditemani SID. Terima kasih, nak!

Setelah diinfus, badan terasa segar, jadi kuat cuci piring. Tapi, esok paginya lemas lagi. Polanya gitu deh, badan lemas saat pagi. Ya proses, sih, karena efek dari infus venofer menunggu sekitar 2 minggu.

Eh tapi emang beneran berasa bedanya. Dulu waktu Hb rendah, badan terasa mudah lelah dan saya ngidam mengunyah es batu. Setelah venofer, makin lama, badan makin terasa segar. Hasil tes darah dua minggu kemudian juga alhamdulillah semakin membaik. Hb saya naik menjadi 11. Yes!

Btw, biaya infus venofer di RSIA Tambak sekitar 800ribu rupiah lewat sedikit untuk sekali infus. Biaya tersebut termasuk alat kesehatan, poli kandungan, dan admin.


Mendadak Harus Melahirkan di Usia Kandungan 37 Minggu


Saat bahagia Hb kembali normal, datang tantangan berikutnya yaitu anak bayi perlu segera dilahirkan karena air ketuban tinggal sedikit dan insufisiensi plasenta.

Di usia 37 minggu sekian hari, kembali lagi saya memasuki ruang bersalin yang letaknya di samping lift. Kali ini bukan untuk venofer tetapi induksi.


Ruang bersalin RSIA Tambak berkelambu merah muda. Di dalamnya terbagi menjadi beberapa ruangan lagi. Tempat saya venofer memiliki dua bed dengan satu kamar mandi. Kali ini saya berada di bed yang kanan, dekat kamar mandi. Syukurlah ini tempat strategis karena selama diinduksi saya belasan kali ke toilet.

Di awal tindakan, saya berganti baju pasien yang warnanya ungu muda. Kok ya kebetulan jilbab saya ungu tua. Berasa OOTD yang matching, haha.

Jilbab, baju pasien, dan gym ball bernuansa ungu unyu
By the way, pembukaan sampai 10 itu kan unpredictable. Dalam kasus saya ini berlangsung lama karena belum ada kontraksi sama sekali sehingga harus induksi. Selama menanti pembukaan senti demi senti, pikiran saya teralihkan dengan nonton TV. Siarannya tidak terlalu jernih, kadang tersendat, tetapi lumayan menghibur. Kalau kontraksi anak pertama saya nonton The Amazing Race, kali ini nonton Locked Up Abroad dan Nazi. Kejam amat yak mbah Hitler.

Syukurlah ruang bersalin ini nyaman. Terdengar lantunan ayat Al Quran saat shift malam. Mungkin perawatnya yang mendengarkan jadi enggak sunyi sepi banget. Sempat juga saya ditawari gym ball, lumayan mengurangi nyeri kontraksi.

Yang terasa canggung setiap kali ganti shift. Saya mengalami dijaga 3 shift, pagi – siang – malam. Pergantian shift ditandai dengan rombongan perawat dan bidan masuk ke ruangan untuk mengecek kondisi pasien (I was the only one). Berasa jadi center of attention.

Mostly perawatnya ramah dan sabar menjelaskan. Contohnya nih kami diterangkan mengenai cara menghitung kontraksi. Cara mudah melihat kontraksi atau tidak dengan memegang pusar. Jika terasa keras/kencang maka sedang terjadi kontraksi. Heuheu … anak mau 2 enggak ngerti kontraksi. #selftalk


Tak terasa hasil periksa dalam setelah subuh menunjukkan saya pembukaan 5. Suster pun mengajak saya pindah ke ruang sebelah. Di sinilah ruang persalinan yang sebenarnya. This is the real battle field *LOL.

Ruangan ini lebih kecil dan didominasi warna hijau. Nampak berjejer alat-alat medis di sisi kiri dan kanan. Di tengahnya terdapat panggung utama alias kasur pasien dengan bentuk khusus. Itu lho, yang ada tempat meletakkan kaki saat melahirkan.

Di sini saya kembali CTG dan periksa dalam. CTG kali ini saya tidak menekan tombol sama sekali. Artinya, saya tidak merasakan gerakan janin. Namun, denyut jantung dan grafik kontraksi nampak baik. Saat diperiksa dalam ternyata sudah pembukaan 8.

dr. Ika yang baru saja datang langsung sigap menyiapkan acara puncak. Dibantu dua bidan di kanan – kiri plus suami di kanan saya, bu dokter memberi aba-aba untuk ngeden. Butuh beberapa kali ngeden sampai baby Uno terlahir ke dunia. Alhamdulillah, welcome to the jungle!

Lega bisa berfoto setelah Uno lahir 
Nah, saya sempat salah ngeden, terlalu ngotot di area wajah padahal ngeden harusnya ke arah pantat seperti mau BAB. Salah ngeden ini membuat wajah dan bagian tubuh atas muncul bintik-bintik merah. Tenang aja, bintik ini hilang sendiri setelah beberapa hari.

Istirahat di Ruang Rawat Inap


Alhamdulillah badan saya tidak terlalu pusing dan lancar pipis. Setelah dipastikan kondisi OK, saya pindah ke ruang rawat inap di lantai 3. Saya menempati ruang kelas III yang berisi enam bed tetapi saat itu hanya ada satu pasien lain.

Enaknya sepi gini, ibu saya yang menginap di RS bisa tidur di kasur sebelah, hoho …. Minusnya, karena sharing dengan pasien lain ya perlu toleransi. Pasien sebelah suka dingin sedangkan saya kedinginan. *kalau mau private pilih VIP dong, Len! LOL!

“FYI, perkiraan biaya persalinan di RSIA Tambak, Jakarta, tahun 2019 untuk persalinan spontan mulai 10 juta rupiah sedangkan SC mulai 19,5 juta rupiah (kamar kelas III).”

Selepas melahirkan, badan terasa rontok dan mengantuk. Semalaman kan saya enggak tidur nyenyak karena kontraksi. Rasanya mau istirahat mumpung suasana tenang. Bayi juga masih di ruang bayi. Tapi, beberapa kali petugas RS masuk menjelaskan ini – itu seperti memberi welcome gift (tas dan sabun bayi), mengecek kelancaran ASI, menawarkan kelas laktasi, dll. Bahkan waktu di ruang bersalin setelah melahirkan, saya langsung ditawari seputar imunisasi, tes untuk bayi, dan peralatan untuk menyusui (RS ini pro-ASI banget). Berasa ujian lisan, hehe ….


Yang saya suka selama dirawat paska melahirkan di RSIA Tambak, menu makanannya enak-enak. Efek bumil dan busui yang mudah lapar kali ya, tiap makanannya datang segera saya habiskan. Suami juga doyan. Waktu di ruang bersalin, kami bagai private dinner. Kalau bisa, pesan dua porsi deh.

Bumil semangat makan buat simpan tenaga melahirkan
Di dalam RS juga ada kantin dan kafe. Kantin ini letaknya dekat ruang bersalin tetapi kalau malam dan Minggu tutup. Suami serta ibu yang menemani saya selama dirawat biasanya beli makan di sekitar RS. Banyak warung makan yang terjangkau dengan jalan kaki. Ada juga minimarket di kiri RS.

“Bu, mau belajar memandikan bayi?” tanya perawat. “Iya!” tanpa ragu saya menjawab. Memang Uno anak kedua tetapi saya sudah lupa bagaimana cara memandikan bayi apalagi newborn gini. Zaman SID, saya baru berani memandikan setelah beberapa hari.

Dengan jalan selow, saya turun menuju ruang bayi di lantai 2. Ini “jalan-jalan” pertama saya setelah melahirkan. Di sini, perawat menjelaskan cara memandikan bayi sembari memandikan Uno. Setelah itu, ia mengajari tentang cara menyusui dan memerah ASI. Enak banget deh seperti kelas khusus. Saya mau bertanya apa saja, mbak perawat sabar menjelaskan. Duh, kok saya lupa ya namanya siapa, mbak Vina atau Vani? Terima kasih, ya.

Saya sekeluarga bersama dr. Ika (dua dari kiri)
Syukur alhamdulillah dokter mengizinkan saya pulang di hari kedua. Uno juga dalam kondisi baik sehingga kami langsung mengurus administrasi dan packing. “Liburan” di RSIA Tambak telah usai.  Terima kasih semua kru RSIA Tambak, spesial untuk dr. Ika Sripurnamaningsih, Sp.OG. Waktunya pulang dan memulai hidup baru sebagai ibu beranak dua. Hohoho ….

49 comments on "Pengalaman Melahirkan di RSIA Tambak, Jakarta"
  1. Aku dulu sampe beberapa kali pindah RS sebelum akhirnya lgs cocok Ama tambak mba. Kali pertama ketemu dr Surahman, lgs ga mau pindah2 lagi. Tp sempet aku ngerasain dokter lain , kayak dr Reno, waktu dokterku LG berhalangan, dan ternyata sama ramahnya. Di situ sih aku jd betah banget Ama tambak, padahal ini agak jauh dr rumahku di Rawamangun.

    Naah, kalo soal makanan, tambak memang enaaaaak. Aku prnh nemenin adikku dan Kaka ipar ngelahirin di RS lain, tp rasa makanannya kok ga banget :p. Tambak beda. Aku selalu habis kalo di sana, apalagi kamar super VIP nya selalu ksh makanan jg utk pendamping. Dan kata pak suami rasanya memang enak.

    Dokter anaknya di sana juga mba? Aku setia Ama dokter Pulung kalo utk anak2. Ntha sugesti ato gmn, tp anak2 tiap sakit baru sembuh kalo berobatnya ke dokter Pulung hihihi... Udah kayak opung sendiri mungkin :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, mbak Fanny yang suka review makanan sesekali bolehlah review makanan di RS. Hehehe.
      Kalau dokter anak awalnya di Tambak tapi karena kejauhan, cari yang dekat rumah aja.

      Delete
  2. Aku melahirkan tiga kali di rsia tambak, suka sama pelayanannya trus rs nya juga berasa homey banget.. Seneng bgt rs ini pro asi dan dari 2008 aku melahirkan anak pertama lsg ngerasain rooming in sama bayinya.. Bisa belajar mandiin bayi juga karena di ajarin sama suster di rs ini.. Puas aku tuh ngengelahirin disini.. Btw sehat2 terus ya buat mba helena sekeluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew loyal customernya Tambak nih
      Iya akupun rooming in dan diajari cara laktasi sampai pumping.
      Aamiin, semoga keluargamu juga sehat ya

      Delete
  3. Sharing yg menarik. Bisa ikut merasakan perjuangan yg luar biasa saat bersalin. Selamat buat kelahiran si buah hati ya. Semoga ibu dan bayi selalu dalam keadaan yg sehat

    ReplyDelete
  4. Mbaaaaa aku belum sempat menjenguk dedeknya SID nih, masya Allah aku baca kisah perjalanannya sambil belajar juga istilah-istilahnyaaa. Alhamdulillah dimudahkan hingga dedek bayinya hadir d dunia yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nantilah kita traveling bareng baby yaa
      Semoga nanti prosesmu hamil sampai melahirkan lancar

      Delete
  5. Iya bener. Kalau sekamar sama yang lain harus saling ngertiin hehehe. Makanan yang enak-enak memang menyenangkan, ya. Lagian kan umumnya ibu melahirkan itu bukan sakit. Jadi memang harus makan enak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya sakit, dapat makan di RS kan rada males ya. Nah yang ini malah rebutan sama suami karena menu makanannya enak-enak. hahaha

      Delete
  6. Baru tau kalau ada infus venofer. Sama saya juga terakhir periksa sama dor. Ika tapi saat melahirkan dibantu sama bidan karena dokter telat datang, bayinya sudah brojol duluan. Tapi tidak di RS melainkan di klinik keluarga dekat rumah😊. Selamat ya mbak untuk kelahiran debay Uno.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh iya ya rumah kita kan deketan. terima kasih Mba Titi

      Delete
  7. dulu waktu anak ke 2 saya juga mulai mempertimbangkan RSIA Tambak untuk konsultasi dan persalinan karena memang pelayanannya mantul!

    ReplyDelete
  8. Mbak Helena, selamat ya atas kelahiran anak ke-2nya. Kemarin aku juga habis jenguk kak Andiyani yang dirwat disana. Sebenarnya ini pertama kali untuk aku datang ke RS Tambak ini dan ternyata pelayanan bagus sekali kalau dengar dari cerita kak Aie. Ini tuh jadi flash back waktu aku mau lahiran dulu, karena aku harusnya aku terjadwal secar dihari Rabu, tapi Selasa subuh aku kontraksi dan akhirnya secar dipercepat deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh Mbak Aie opname di sana ya.
      namanya melahirkan itu meski udah dijadwalkan atau udah pilih tanggal cantik kadang bisa aja ada kejadian apa gitu. Alhamdulillah udah lahir yaa

      Delete
  9. Barakallah atas kelahiran anaknya mbk helena.. Perjuangan seorang Ibu memang luar biasa ya Mbk. Jadi kangen Ibu di rumah nih huhuhuhu. Aku jadi makin makin sayang kalau teringat perjuangan Ibu.. Makasih sharingnya mbk helena

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa makanya Bowo nurut sama ibu ya. Ingatlah perjuangan ibu dari hamil, melahirkan, sampai ngurus kamu jadi sekeren ini. :D

      Delete
  10. Wahhh selamat atas kelahiran bayinya yaa..

    momen-momen menunggu kelahiran itu memang menegangkan yaa. apalagi kalau ada sedikit masalah pada kondisi ibu dan bayinya. jadi makin deg-deg2an deh..

    Alhamdulillah semuanya lancar dan nyaman di RS Tambak ini ya mbak.

    Semoga sehat selalu ibu dan bayinya yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kakak, alhamdulillah begitu bayi lahir langsung lega!

      Delete
  11. Zaman lahiran Najib aku gak kepikiran RS. Tambak. Maklumlah, baru setahun juga di Jakarta. Pokoknya nyari yang deket rumah ajalah karena nggak ada keluarga. Eh, baru sekarang-sekarang ini tahunya kalau RS. Tambak lumayan recommended. Tapi ya sudahlah, udah gak niat nambah anak lagi. Btw, sekali lagi selamat ya. Prosesnya lumayan melelahkan karena harus induksi, tapi tetep lega karena baby Uno sehat dan persalinan lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah gak niat nambah anak lagi. Noted :))
      akupun coba ke banyak RS, mbak, soalnya baru pertama ini kan hamil sampai melahirkan di Jakarta.

      Delete
  12. Baca ceritanya saya jadi deg2kan, tapi selamat yah atas kelahiran bayinya Mbak.

    ReplyDelete
  13. Welcome to the world baby... Barokallohu mba Helena & keluarga

    ReplyDelete
  14. Selalu deg-degan kalau baca cerita melahirkan. Selamat atas kelahiran anak kedua ya Mba, speed recovery dan sun sayang buat baby dan SID

    ReplyDelete
  15. Masya Allah lengkap banget prosesnya diceritain. Semoga bisa jadi referensi buat bumil-bumil yang sedang mencari dokter atau RS untuk persalinan, ya. Btw agak shock sama biaya melahirkan di RSIA Tambak Jakarta. Ternyata sekarang biaya lahiran sudah segitu yaaa. Hihi. Tapi kalau baca reviewnya sih worth it.

    ReplyDelete
  16. Nyari dokter obsgyn yang cucok itu gak mudah, kayak pengalaman anak pertama duh terlalu komersil hiks alhamdulilah di anak kedua dapat dokter yang ramah dan malah menyarankan pakai BPJS hehe..
    Baca postingannya ikut deg-degan ih mbak. ALhamdulilah semua berjalan dengan lancar. Semoga sehat selalu ya ibu dan dedek bayi. ^^

    ReplyDelete
  17. memang melahirkan dan memiliki buah hati ini seperti siap-siap membangun dan "memiliki" toko permata ya Helena

    Rasa sakit saat melahirkan adalah keniscayaan, tetapi sangat bisa dikurangi dengan perasaan siap mengantisipasi rasa sakit. Sering kali rasa sakit yang ada diperparah dengan ketakutan kita terhadap rasa sakit tersebut. Parno duluan jadinya tegang dan sakitpun makin menggigit.

    RS yang baik biasanya mem-fasilitasi dengan yoga - bidan kompeten - rasa nyaman karena ruangan adem - enak dan suasana yang damai... aku pernah di RS Brawijaya malah diberikan lilin aromaterapi dan mendengarkan instrumental juga, sehingga aku feel comfortable

    ReplyDelete
  18. selamat bu Semoga tumbuh menjadi anak saleh dan bisa membuat kedua orang tua bangga

    ReplyDelete
  19. senengnya sid punya adek sekarang. selamat yaa.
    inget pengalaman diinduksi dulu, sayangnya bukaanku ga maju2 jadinya sc deh :P

    ReplyDelete
  20. wah lumayan juga ya biayanya mbak..jadi inget dulu lahiran cuma habis 1,8 di solo..sehat selalu ya mbak

    ReplyDelete
  21. Duluuuu sering sekali lewatin RS Tambak ini dan ddi forum2 katanya oke bgt.
    Hoho jadi keinget zaman hamil Maxy infus venofer tapi udah agak nelat krn udah usia kandungan mau brojolan. Alhamdulillah akhirnya lahiran normal meski anaknya mungiiill.
    BTW kok adoh men lahiran di Tambak, bukane rumahmu Jaktim bu hehe

    ReplyDelete
  22. Duuh mengingat masa-masa melahirkan dulu. Sungguh bikin deg-degan. Tapi begitu si baby udah muncul dan nempe di dada kita, rasanya uuwhhhh tak bisa diambarkan ya

    ReplyDelete
  23. Selamat mba, atas kelahiran adek bayinya... Seneng klo dapat RS nya nyaman gini...jadi pas pulang dobel bahagia...

    Aku dua anak, 2 rumah sakit yang berbeda dulu..satunya nggak nyaman, satunya nyaman... mana SC lagi..jadi di RSnya lebih lama wktu itu. Jengkel bngt klo pas dpt RS yang nggak mbetahi...

    ReplyDelete
  24. Baca tulisan kak Helena jadi berasa mules...memang proses persalinan masing-masing anak membawa kisahnya masing-masing.
    Dan barakallahu fiikum, kakaaa....
    Officially jadi Ibu (lagi) beranak 2.


    In syaa Allah makin berlimpah keberkahan dan kebahagiaannya.
    Makin banyak belajar lagi...
    Fightiing, Mama SID Uno!

    ReplyDelete
  25. MashaAllah mbak, seneng banget kehadiran anggota keluarga baru. Btw, RSIA Tambak udah jadi inceran aku dari dulu mbak, kalau punya anak kedua, karena banyak temen aku yang VBAC di pegang sama Obygn RSIA Tambak,

    ReplyDelete
  26. MasyaAlloh Mak Sid perjuangannya untuk Uno semoga kelak Uno gede baca ini yah gimana mamaknya yang HB rendah bolbal demi naikin HB sampe akhirnya induksi juga btw aku pas anakku CTG sempat ga ada gerakan juga makanya dokternya dulu nyuruh dirawat tapi aku ga mau hehehe

    ReplyDelete
  27. Masya Allah selamat ya mba Helena.. perjuangan yaaelahirkan di usia kandungan 37 dan air ketuban sudah mulai menipis tapi Subhanallah bisa terlewati dengan lancar.. barakallah

    ReplyDelete
  28. Selamat atas kelahirannya mba Helena,semoga baby uno menjadi anak yang sholeh menjadi penyejuk hati bagi kedua orangtua ammin

    ReplyDelete
  29. Alhamdulillah, semua proses terlewati. Ibu dan bayi sehat semua. Meskipun ada beberapa drama sebelum melahirkannya.

    Seneng juga itu perawat dan lainnya pada ramah-ramah. Jadi pasien merasa 'terlayani' dengan baik. Karena ada rumah sakit yang perawatnya judes. *lah saya curhat. :D

    Kalau dirawar di RS yang banyak temennya kita memang harus saling pengertian ke pasien lain juga ya.

    ReplyDelete
  30. Teman kantor saya saat akan melahirkan anak keempat, HB juga rendah. Mendengarkan dia cerita untuk menambah HBnya, rasanya sungguh takjub. Seorang ibu punya perjuangannya sendiri..

    ReplyDelete
  31. Pelayanannya bagus dan lengkap ya mb..jadi pasien jadi tenang. Tenaga medisnya sepertinya juga ramah. Bisa menjadi rujukan ini...

    ReplyDelete
  32. alhamdulillah proses lahirannya diberi kemudahan. Pelayanan di RSIA Tambak pun sepertinya cukup baik dari cerrita yang mbak tulis, seorang ibu yang sedang proses melahirkan memang bukan sekedar memerluakan fisik yang kuat namun juga mental yang kuat, beruntung pelayanan di RSIA cukup baik dan memberikan dukungan mental untuk melahirkan secara normal.

    selamat atas kelahiran dedek baru nya mbak :) tumbuh besar jadi anak yang hebat

    ReplyDelete
  33. Ibu Sid, Air ketuban tinggal sedikit itu rembes apa gimana ya. Kepo aku tuh 😁 btw selamat sekali lagi atas lahirnya baby Uno, InsyaAllah baby dan ibunya selalu di beri kesehatan dan bahagia selalu aamiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak rembes bun tapi ga produksi air ketuban lagi
      yang mengolah itu kan janin. Berhubung janin kurang asupan karena saluran makanan dan darah enggak lancar, dia ga bisa produksi air ketuban. Cmiiw

      aamiin.

      Delete
  34. Boleh share tarif persalinan normal dan caesar nya mba, rencananya sy mau pindah RS, anak pertama ku venofer 3 kali 6 ampul skali venofer hbs 2jt thn 2018 di rs jakarta semanggi pas baca di tambak jauh juga y hargany 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada di atas, kak.

      FYI, perkiraan biaya persalinan di RSIA Tambak, Jakarta, tahun 2019 untuk persalinan spontan mulai 10 juta rupiah sedangkan SC mulai 19,5 juta rupiah (kamar kelas III).

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,