Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Hei Pejuang ASI, Ketahui Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui!

Wednesday, August 14, 2019

Suprasi Sidomuncul dengan Ekstrak Daun Katuk untuk Bantu Pejuang ASI


Obrolan seputar Pejuang ASI di Twin House Cipete berlangsung seru. Sekumpulan ibu muda saling bertukar pengalaman menyusui anaknya. Ada yang mudah memberi ASI selama 2 tahun. Ada yang ASI eksklusif kemudian berhenti karena sudah “isi” lagi. Ada yang trauma mengASIhi karena puting lecet dan sebagainya. Begitulah 1001 perjuangan memberikan yang terbaik bagi buah hati.

Air Susu Ibu (ASI), setiap tetesnya sangat berharga bak butiran berlian. Melihat ASI perah (ASIP) tumpah atau basi rasanya tuh nyesek. Huhu … enggak rela karena mendapatkannya butuh perjuangan. Apalagi dalam memperoleh ASI kerap kali ibu menjumpai berbagai tantangan menyusui. Dalam rangka Pekan ASI Sedunia 2019, Sido Muncul dan Woop.id mengadakan talkshow bertajuk "Don't Give Up! Tetap Menjadi Pejuang ASI!" pada 10 Agustus 2019 lalu.


Masalah Menyusui yang Kerap Dialami dan Solusinya


Adya Kirana atau yang akrab dipanggil Kenny menceritakan pengalamannya menjadi Pejuang ASI beberapa tahun lalu. Awal pemberian ASI ia sempat mengalami puting lecet sampai takut setiap kali memberikan ASI. Setelah 1 – 2 bulan kondisinya semakin membaik dan ia dapat beradaptasi menjadi Pejuang ASI.

Wah, sama ya dengan kisah saya dulu. Sampai saya menangis lho tiap kali SID minta menyusu tapi ya gimana lagi , masa’ menolak ketika bayi kehausan? Syukurlah lecet puting berangsur sembuh sendiri dan setelah memperbaiki pelekatan, udah enggak ada drama lagi tiap menyusui.



Selain itu, Kenny mendapat tantangan untuk balance antara bisnis dan mengurus anak. Kalau bisa bekerja sambil membawa bayi ya ia bawa. Ia mencari tempat yang baby friendly. Bila tidak membawa anak, tiap sekian jam sekali ia pumping ASI. Bahkan, mertuanya mengingatkan Kenny untuk tiap 2 – 3 jam sekali pumping sampai-sampai hasil pumpingnya bisa 1000 cc per hari, lho! Penting banget, kan, support dari keluarga.

Sebagai ASI booster, ini yang Kenny lakukan:
  • Minum vitamin B12
  • Konsumsi daun katuk
  • Banyak minum air putih
  • Istirahat yang cukup dan tidak begadang
  • Nonton drama korea (hoho … penting nih supaya rileks)
  • Break sejenak dengan jalan-jalan selama 1 – 2 jam
  • Memiliki pikiran positif agar ibu menyusui bahagia. Jika ibu memikirkan ASI-nya sedikit maka lama-kelamaan ASI beneran bisa mampet, lho.


Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui


Ibu menyusui itu mudah lapar, ya. Baru saja makan kemudian anak minta menyusu, eh sudah lapar lagi. Hehe … wajar kok. Dokter spesialis gizi klinik dr.Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK menjelaskan ibu menyusui butuh tambahan kalori 400 kalori per hari. Itu bisa didapatkan dengan 1 porsi nasi (175 kal), 1 porsi daging ayam (175 kal), dan semangkuk sayur (50 kal). Jadi, sah-sah saja busui makan 4x sehari supaya kebutuhan gizi ibu tercukupi dan ASI berkualitas. Oh ya, makan makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi, ya.

Selain itu, ibu menyusui perlu terhidrasi, sekitar 10 – 12 gelas sehari. Bisa minum air putih, jus, atau sup. dr. Raissa merekomendasikan sup daun katuk yang dapat membantu melancarkan ASI. Cukup rebus daun katuk selama 10 menit kemudian air rebusan dan daunnya dapat dikonsumsi.

“Hasil penelitian menyebutkan ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk 3 x 200mg per hari selama 15 hari setelah melahirkan memproduksi ASI 50,7% lebih banyak dibanding yang tidak mengonsumsi.”

Ngomong-ngomong soal daun katuk, dari segi wujudnya memang biasa saja selayaknya daun yang lebar dan berwarna hijau. Akan tetapi, daun katuk menyimpan khasiat untuk membantu melancarkan ASI, lho. Katuk dengan nama latin Sauropus androgynus (L.) Merr mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin. Hormon prolaktin sendiri penting banget untuk memproduksi ASI. Di samping itu, daun katuk mengandung vitamin A, B, C, kalsium, fosfor, zat besi, protein, juga karbohidrat.



Manfaat daun katuk untuk bantu memperlancar ASI sudah ada penelitiannya, lho. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan RI tahun 2004 menjelaskan hasil penelitian yang melibatkan 96 ibu menyusui yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu yang diberi ekstrak daun katuk dengan yang tidak. Selama 15 hari setelah melahirkan, ibu menyusui diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 200mg per hari. Hasilnya, kelompok ibu menyusui tersebut memproduksi ASI 50,7 persen lebih banyak dibanding kelompok yang tidak mengonsumsi daun katuk.

Sido Muncul Suprasi dengan Ekstrak Daun Katuk untuk Bantu Pejuang ASI


Wah, ternyata khasiat daun katuk luar biasa, ya untuk para pejuang ASI. Tapi … bosan juga nih kalau tiap hari makan sayur daun katuk atau belum tentu daun ini mudah tersedia di pasar. Nah, ada cara praktis mengonsumsi ekstrak daun katuk untuk ibu menyusui. Kini, PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (Sido Muncul) memproduksi suplemen makanan “Suprasi” untuk membantu kelancaran produksi ASI.



Sido Muncul familiar ya dengan produk Tolak Angin. Boejoeng Mulia, Product Manager Sido Muncul Herbal, menjelaskan Sido Muncul memang diawali dari jamu Tolak Angin hasil racikan Ibu Rakhmat Sulistio. Kini, produk Sido Muncul semakin bervariasi termasuk Suprasi Sido Muncul.

Setiap satu kapsul Sido Muncul Suprasi mengandung ekstrak daun katuk 300 mg dan vitamin B12 untuk bantu pembentukan sel darah merah. Suplemen makanan ini membantu para Pejuang ASI dalam memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Mau, kan, ASI lancar melimpah.



Kalau udah jadi ekstrak dalam kapsul gini apakah khasiat daun katuk masih ada?

Menghilangkan kekhawatiran akan kualitas produk, Marissa dari Research & Development Sido Muncul menerangkan bahwa Sido Muncul Suprasi:
  • Diproduksi di pabrik berstandar Good Manufacturing Practice.
  • Diekstrak dengan suhu rendah untuk menjaga kandungan bahan-bahan.
  • Dibuat dari bahan alami terstandarisasi.
  • Bersertifikat halal MUI.


Asyik, nih, mengonsumsi daun katuk jadi lebih mudah dengan Suprasi. Kalau ASI lancar, ibu makin semangat menyusui, kan. Dalam rangka Pekan ASI Sedunia, ada promo Suprasi, lho. Cek di sini, ya.

Tips di atas semoga bermanfaat untuk para ibu dan calon ibu, termasuk saya. Udah ada bekal ilmu untuk saya menjadi Pejuang ASI (insya Allah beberapa bulan lagi). Jadi makin percaya diri dan semangat meng-ASI-hi.

28 comments on "Hei Pejuang ASI, Ketahui Manfaat Daun Katuk untuk Ibu Menyusui!"
  1. SidoMuncul ini selalu muncul dgn inovasi brilian, pokoke emak2 dijamin makin cintaaa!!
    SUPRASI bikin momen meng-ASI-hi senantiasa enjoyable banget
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. busui punya booster baru nih supaya ASI makin lancaaaar

      Delete
  2. Kalau mikirin ASI-nya seret maka akan beneran mampet.

    Haduuuwwww galau saya jadinya. Soalnya lagi begitu nih sekarang. Mau mendadak nangis deh. Apa saya minum ASI booster seperti Suprasi ini saja ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mbak, positive mind penting banget dimiliki busui. Kalau perlu ya konsul ke konselor laktasi

      Delete
  3. Saya udah sering banget denger khasiat daun katuk, tapi sampai saat ini belum pernah liat langsung si daun katuk tersebut hihihi
    Sido muncul memang selalu is the best, deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo susah nemu di pasar bisa cari via online lho

      Delete
  4. Jaman aku dulu cuma dikasih pil daun katuk setelah melahirkan, nggak ada edukasi, nggak ada asi booster. Semoga bayi2 sekarang lebih sehat, kuat & cerdas.

    ReplyDelete
  5. Ensuring our breast milk is always a Bandan is not an easy task. I remember the challenges of raising the kids abroad or outside of Indonesia, because they don’t really have breast milk booster like daun katuk.

    ReplyDelete
  6. hai mbak...aku juga pejuang ASI nih...alhamdulilah asiku lancar...byk makan sayur pokoknya seperti daun katuk juga

    ReplyDelete
  7. Menyusui itu seperti hal yang sepele ya tapi nyatanya ada ilmu dan tekhniknya juga biar ASI lancar dan banyak. Selamat ya untuk kehamilannya.

    ReplyDelete
  8. Foto yang paling atas menggambarkan para emak yang saling mendukung. Ada yang masih jadi pejuang ASI. Ada juga yang udah veteran hahaha

    ReplyDelete
  9. Di Kesesi nyari daun katuk udah susah banget mbak. Kalau punya baby gitu dan masalah pada asinya emang mendingan minum suprasi ini loh mba. Asli.

    ReplyDelete
  10. Paling bahagia bagi para busui adalah Asi yg banyak ya hehe...kalau giliran sedikit suka bingung gmn mengatasinya. Iya daun katuk dr dulu dipercaya bs memperlancar produksi ASI

    ReplyDelete
  11. Aku baru tau nih soal daun katuk yang menjadi sumber manfaat ASI bagi ibu, wah jadi gak khawatir lagi kalau udah menyusui nantinya, jadi ada Booster ASI yang mudah dikonsumsi

    ReplyDelete
  12. Wah.. Baru tau nih ada produk baru dari sido muncul. Saya taunya cuma tolakangin aja sama inih, hehe.
    Alhamdulillah ya. Semoga busui bisa dibantu dg produk inih.

    ReplyDelete
  13. Emang ya ibu menyusui itu gampang lapar, dulu aku rajin makan sayur kalo lapar. Kadang tergoda juga makan roti, hahahaa. Kupikir agar ASI makin berlimpah kudu makan apa aja yang penting kenyang. Kalo booster ASI ku dulu tuh makan kacang bawang yang masih ada kulitnya. Sekarang asik ya udah ada Suprasi dari Sido Muncul, moga membantu ibu yang berjuang memberi ASI

    ReplyDelete
  14. Wuih, keren ya Sido Muncul punya produk booster ASI sekarang. Tahu aja nih kebutuhan para busui yang perlu produk seperti ini. Semoga banyak yang mendapatkan manfaatnya. Dan semoga bisa sampe ke warung-warung deket rumah kayak produk Sido Muncul lainnya. Biar gak sulit dapetinnya, kayak aku dulu. *Malah curcol*

    ReplyDelete
  15. Jadi sedih kalau ingat jaman mengASIhi dulu, saya termasuk yang kuantitas ASInya sangat minim. Apa pengaruh perasaan yang katanya harus bahagia itu ya? Laahhh hahahaa... kok malah curhat. Padahal saya bahagia loh. Duuuhh... coba dulu ada Suprasi ini,ga bakalan sedih karena ASI sedikit yaaa...

    ReplyDelete
  16. Aku banget tuh kaka, putting lecet sampai trauma buat menyusui… hiks… tapi alhamdulillah bisa kembali menyusui lagi… Semangat terus ya buat para pejuang ASI... Kalian keren...

    ReplyDelete
  17. Wuih selamat berjuang pejuang ASI. Alhamdulillah dulu aku gangsar banget keluarnya.

    ReplyDelete
  18. Wah Sidomuncul punya booster ASI sekarang. Zaman dulu aku jg pas nyusuin minum booster ASI, lumayan ngaruh sih. Tapi kyknya juga efek krn merasa bahagia dna kyknya itu terjadi pas menyusui ada dukungan keluarga dan teman ya :D

    ReplyDelete
  19. Minumnya beres melahirkan yaa, kak Helena?
    Aku dulu boosternya pakai daun katuk beneran dan memang terasa sekali produksi ASI makin meningkat.

    ReplyDelete
  20. Pas banget nih, buat aku yang lagi menyusui. Makan sayur katuk sepanci-panci mah udah so yesterday ya :) sekarang asi booster udah beragam, dibuatnya juga variatif.

    ReplyDelete
  21. Dulu waktu masih memgASI aku pun makan rebusan daun katuk. Sekarang enak ya sudah ada ekstraknya. Jadi lebih praktis konsumsinya dan bisa dukung para ibu untuk bisa kasih ASI ekslusif bagi anak-anaknya

    ReplyDelete
  22. sering sekali ada ibu yang tidak bisa menyusui karena ASI nya kering

    ReplyDelete
  23. Ternyata nonton drama korea itu penting buat busui ya mbak, oke sip hehe
    Menyusui itu ternyata nggak semudah yang terlibat, banyak dramanya juga ternyata. Noted banget ini.

    ReplyDelete
  24. Wah sepertinya boleh dicoba nih ekstrak daun katuk suprasinya. Biar tambah bancer asiku. Terima kasih atas reviewnya ya mba Helena

    ReplyDelete
  25. Oh ya ampunnn. Wkwkkw baru tauuu. Pantes kalau bawa daun katuk ke kantor sebagai bekal makan siang ditanyain yang aneh-aneh. Ini ya pentingnya pengetahuan sebelum menjalani

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,