Top Social

Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Tekad Bulat Pak Bana

Monday, June 11, 2018
Perjuangan merantau ke Jakarta 
Sudah setahun ini saya mengenal Pak Bana. Perawakannya tambun dengan senyum yang selalu ramah menyapa. Tak tersirat bayang kelabu masa lalunya hingga suatu hari ia berbagi cerita bagaimana bisa sampai di ibukota.

Mencari Kerja 


Dahulu, Pak Bana menjalankan bisnis UMKM. Karena suatu hal, bisnis tersebut gulung tikar. Semenjak itu ia bekerja apa saja yang bisa ia lakukan untuk menghidupi keluarganya.

Namun, ia masih kekurangan dengan kewajibannya mengayomi dua anak. Ia pun mencari pekerjaan yang cocok, salah satunya lewat internet.

Berhubung tak punya HP, ia numpang mencari lowongan pekerjaan online dengan HP temannya. Hingga suatu hari ia mendapat pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Diterima kerja bukan berarti menyelesaikan masalah. Justru timbul masalah baru, bagaimana ia bisa sampai Jakarta dengan bekal seadanya. Saat itu tiket bus Tegal - Jakarta paling murah sekitar 100ribu rupiah. Sedangkan uang di tangan hanya 50ribu. Pak Bana mencoba nego ke pihak bus yang ia temui namun ditolak.

Ia pun berjalan kaki sambil berpikir kelanjutan nasibnya. Jika Pak Bana balik ke rumah, terbayang respon istrinya. Ia tak mau untuk kesekian kali mengecewakan keluarga.

Di tengah kegalauan, ada seorang supir yang menawarkan Pak Bana untuk naik. Ajakan ini ia sambut baik dan langsung duduk di samping supir.

Di perjalanan, Pak Bana menceritakan nasibnya yang sudah 2 tahun menganggur dan kesulitannya pergi ke Jakarta. Syukur alhamdulillah supir tersebut membebaskan biaya angkot. Bahkan ada seorang penumpang yang memberi uang 100ribu pada Pak Bana. Allahuakbar! Rahmat Allah ini meringankan langkah Pak Bana ke Jakarta, ke tempat kerja barunya.

Menyambut Hari Kemenangan


Menjelang akhir Ramadhan, Pak Bana semakin tak sabar pulang. Hatinya tenang setelah menerima THR dari kantornya. THR pertama setelah tahun-tahun kelabu.

"Ini rezeki anak saya," ujarnya ketika mendapat THR.

Tahun sebelumnya ia mengandalkan hutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi tahun ini alhamdulillah ada rezeki yang halal dan berkah hasil usahanya merantau ke kota.

Uang THR perlu digunakan dengan bijak agar bermanfaat. Saat belum gajian, rasanya ingin beli ini itu. Setelah memegang uang, kok sayang ya dibelanjakan. 

Itulah pentingnya merencanakan dengan baik pengeluaran, salah satunya yang berasal dari pemasukan tahunan THR. Jangan sampai saat lebaran segalanya baru, namun setelahnya seperti kembali ke nol. THR habis tak bersisa.

Berbagai opsi muncul di kepala untuk membelanjakan THR. Apakah beli motor atau gadget?

Motor ia perlukan untuk mobilitas. Mau pulang ke kampung, bakal lebih mudah dengan naik motor.

Di sisi lain, ia butuh gadget seperti HP dan kamera. Kalau kamera, setelah cek harga kamera Canon sepertinya bukan prioritas. Sedangkan, ia butuh HP untuk berkomunikasi dengan keluarga di Tegal. Bekerja jauh dari keluarga perlu menjaga komunikasi yang lancar.

Aih, dilema long distance relationship alias LDR. Komunikasi menjadi koentji kelanggengan suatu hubungan. Syukurlah udah ada kecanggihan teknologi bernama smartphone. Mau menelepon atau video call ke keluarga semakin mudah.

Entah apa keputusan Pak Bana atas uang THR-nya. Saya hanya memberikan pertimbangan.

Yang jelas, setiap hari ia selalu ramah menyapa. Semangat kerjanya menjadi teladan untuk terus berusaha. Terima kasih inspirasi tekad bulatmu, Pak Bana.


6 comments on "Tekad Bulat Pak Bana "
  1. menarik ceritanay, kadang pengalaman hidup orang lain bisa membuatkita juga belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget, Mbak Tira. Kita bisa belajar dari tantangan yang mereka hadapi.

      Delete
  2. Wah kirain awalnya kayak review film tetapi ternyata kisah nyata ya. Jadi ikut terisnpirasi juga dari cerita tebtang Pak bana ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa kayak di pilem pilem tapi memang nyata adanya

      Delete
  3. Wah, aku tuh penggiat LDR. Memang dimudahkan banget pakai smartphone jadi mudah video call dimana aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooh semangat yaa LDR. Iya makin gampang berkomunikasi lewat video call.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature