Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Jurus Hemat Anak Kost

Friday, March 30, 2018
Hola! Siapa nih yang berstatus anak kost? Atau udah naik level jadi kontraktor? *toss! Nge-kost saat kuliah dan kerja menjadi pengalaman tak terlupakan. Apalagi saat tanggal tua, anak kost dekat dengan kata HEMAT. Gimana sih jurus hemat anak kost? 

When you take control of your money, you take control of life, too (dok. Alain Pham)
Lika-liku dunia per-kost-an menarik untuk diulas. Mulai dari tantangan mencari tempat kost ideal hingga problematika dengan teman sekosan. Saya sendiri tipe bosenan sehingga tiap tahun pindah kost. Seru aja gitu seperti menemukan dunia baru di lingkungan baru.

Saat ngekost zaman mahasiswa, saya bergantung pada uang bulanan kiriman ibu. So, mulailah saya mengatur uang supaya ga nodong melulu.

Awal bekerja, meski sudah punya penghasilan sendiri, saya berusaha irit untuk biaya hidup selama ngekost. Kala itu saya bekerja di luar Jawa sehingga sebagian gaji saya gunakan untuk beli tiket pulang. Ongkosnya lebih gede dibanding tiket Jakarta - Singapura. 


Berbagai hal saya siasati agar dapat hidup hemat sebagai anak kost. Ini nih jurus hemat anak kost:

1. Patungan Makanan

Salah satu pos pengeluaran besar anak kost dari makanan. Ga harus berhenti makan juga sih untuk berhemat. Sakit, dong!

Mau masak untuk diri sendiri kok rasanya nanggung. Paling banter yang instan-instan. Saya menyiasatinya dengan patungan memasak. Saya pilih memasak nasi pakai rice cooker. *tinggal pencet. Teman yang membawa lauknya. Bahkan saya melakukannya lintas kosan dengan main ke kost teman sambil bawa rice cooker. Aneh tapi nyata.

Cari teman kost yang jago masak (pic. James Sutton)

2. Simpan Lauk

Simpan lauk yang awet (tidak mudah basi) seperti abon, krawu, dan rendang. Ibu suka membawakan krawu, daging sapi suwir khas Gresik. Setengah kilo krawu bisa awet sampai 1-2 minggu. Lumayan kan tinggal menanak nasi dan makan lauk ini.

Pernah suatu kali saya baru pindah kost. Niatnya mau SKSD ke teman kost baru. Saya tawarilah mereka krawu untuk diambil sebagian. Ya nasib, karena miskomunikasi, mereka mengambil semua lauk itu. Ga cuma secuil. Tahu-tahu kotaknya udah nangkring di wastafel. :( 

3. Nonton TV

Paling enak memilih kost dengan TV di ruang tamu, bisa nonton bareng teman kost. Tapi semakin jarang kost yang seperti itu, apalagi kost untuk pekerja. Jadilah saya membeli TV dan memasang TV kabel di kost.

Saat itu TV kabel langganan masih menggunakan cara jadul untuk menagih pembayaran. Setiap bulan ada petugas yang ketok-ketok pintu kost, menagih biaya berlangganan bulan itu. Kasihan sih melihat si bapak keliling kost tapi penghuninya belum datang. Bisa saja si anak kost udah hafal waktu kedatangan si bapak sehingga ia kabur, ga bayar tagihan. Andai dulu bisa bayar tv kabel di Tokopedia seperti sekarang ini. Ga perlu bolak-balik ke kost demi menagih iuran.

4. Pulsa Telepon

Berjualan pulsa dapat menjadi bisnis menarik untuk anak kost. Saat kuliah, saya dikenal sebagai penjual pulsa keliling. Lumayan lah hasilnya, minimal untuk menutupi biaya pulsa bulanan saya sendiri. Sekaligus saya belajar bisnis kecil-kecilan.

Ingat saya, ingat pulsa (pic. Clem Onojeghuo)
Pernah satu kali ada pelanggan yang membeli pulsa langsung Rp500 ribu. Wih nominalnya besar banget. Saya tidak siap dengan order sebesar itu. Paling banter teman-teman kost membeli pulsa 100 ribu rupiah. Rupanya pulsa sebanyak itu untuk bekal umroh. Well, iya sih biaya roaming kan gede. Sebelum umroh atau haji lebih baik beli Paket Roaming di Tokopedia supaya komunikasi lancar dengan keluarga di rumah. Ga takut kena charge berlebihan selama di tanah suci.


Empat jurus di atas dapat dilakukan anak kost untuk hidup hemat. . Saat masih single, kiat berhemat bakal lebih mudah. Asal ga tergoda diskonan di mana-mana. Hehehe. Bagaimana denganmu?


2 comments on "Jurus Hemat Anak Kost"
  1. whoaa jadi inget juga jaman ngekost dulu pas masih kuliah, hehehe. Eh iya penting bgt sih emang beli paket roaming sebelum bepergian ke LN.

    ReplyDelete
  2. Aku dulu punya sahabat2 yang super ngirit banget Mbak. Kalau habis belanja ke pasar tradisional atau ngemall pasti ngumpul dulu buat ngitung2 biaya per orang, ada yg kepake duit temen nggak. Termasuk urunan biaya parkir juga. Kebiasaan ini bahkan kebawa sampai sekarang, kalau habis jalan2 pasti ngerekap pengeluaran dulu :D

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature