Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Cara Bikin Video Keren Cuma Pakai Smartphone

Thursday, March 8, 2018

Cara Bikin Video Keren Cuma Pakai Smartphone. Tuntutan pekerjaan di dunia blogger semakin cadas. Iya sih content is the king. Namun, makna content semakin meluas, tak hanya terpaku pada materi tulisan tetapi juga dilengkapi foto, infografis, serta video pendukung. Bagai paket nasi kotak lengkap, seorang blogger kini perlu menguasai cara menulis artikel yang baik, memotret, mendesain, juga membuat video.

Dari hal-hal di atas, saya paling jarang membuat video. Rasanya ga percaya diri ngomong di depan kamera secara langsung, kan saya pemalu. *ehm. Selain itu, saya belum menguasai teknik pengambilan gambar serta edit video yang ciamik. Duh, urusan video begini saya emang kurang banget deh. Nah, buat upgrade kemampuan diri, saya beruntung mengikuti CNI Blogger Gathering pada 4 Maret 2018 lalu di Burger King, Jakarta, bersama Kang Dudi dengan tema video smartphone.

workshop video smartphone bareng Kang Dudi
Kang Dudi udah bolak-balik menang lomba. Kalau hadiahnya dikumpulkan, mungkin sudah bisa membuka counter HP. Beliau kuat dalam hal meneropong potret kemanusiaan dan menampilkannya dengan indah dalam foto atau video. Satu video yang membuat saya terenyuh yaitu kisah seorang marbot mushola yang berangkat umroh. Jika dipikir dengan rumus matematika, berapa sih pendapatan seorang marbot. Namun bapak berusia 74 tahun tersebut mendapat rezeki dari seseorang untuk berangkat umroh bersama istri. Masya Allah. Video di Instagram @kangdudi_ tersebut berhasil meraih juara pertama lomba bertema pahlawan.

Video yang dibuat Kang Dudi hanya menggunakan smartphone. Dari pengambilan gambar hingga editing. Akan tetapi, hasilnya tetap keren dan membawa pesan menarik. Kok bisa sih, Kang? Apa rahasianya?

Tren Video, Antara Vlogger dan Youtuber

Udah ga asing lagi kan dengan YouTube? Dalam sehari, 4 milyar lebih orang menonton YouTube. Konten yang paling populer seputar informasi (tips, tutorial, dsb) dan hiburan (film, lagu, dsb). YouTube juga bisa dimonetisasi alias menjadi ladang uang.

Ada blogger, ada pula vlogger dan YouTuber. Vlog sendiri dari kata video log yang artinya catatan video. Vlog berisi tentang keseharian atau ada unsur “saya (I)” dalam videonya. Berarti ini seperti personal blog namun dalam bentuk video. Sedangkan konten YouTuber lebih luas dan beragam, tak harus tentang cerita diri.

Sekarang ini vlog semakin booming. Tak hanya upload di YouTube, media sosial lain pun berlomba menyajikan fitur ini. Sebut saja Insta story (Instagram), Facebook Stories, juga Twitter yang mengajak penggunanya menyiarkan secara live kegiatannya. Bahkan engagement Insta story lebih oke dibanding post foto di Instagram.

Kang Dudi menjelaskan Vlog


Teknik Membuat Video dengan Smartphone

Empat kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk membuat video dengan smartphone yaitu mampu mengoperasikan HP, menyunting, membuat naskah, serta menyebarkannya supaya banyak yang menonton.

Sedangkan alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat video dengan smartphone yaitu:
  • smartphone,
  • tripod untuk merekam video dengan stabil, zoom-in zoom-out, variasi angle (low angle dan high angle), selfie, juga time lapse (seperti merekam ramainya lalu lintas atau pergerakan langit dari siang ke malam).
  • monopod atau tongsis,
  • steady cam,
  • remote control,
  • holder tripod,
  • microphone tambahan untuk mengurangi noise (mini mic cuma gocap!), dan
  • voice recorder (opsional).
Mengambil video lewat smartphone memang mudah dan ringkas tetapi memiliki kelemahan. Sensor di HP lebih kecil dibanding DSLR atau mirrorless sehingga kualitas video mungkin tidak sebagus kamera tersebut. Fokus tidak dapat dibuat manual seperti pada DSLR serta bukaan diafragma lensa selalu tetap. Disamping itu akan muncul noisy jika dipakai di kondisi minim, misal kurang cahaya.

Keterbatasan di atas bisa diminimalisir asal tahu tekniknya. Apa saja?

Teknik pengambilan gambar bisa longshoot (merekam dalam jangka waktu lama) atau cut-to-cut (merekam singkat sekitar 5-15 detik per video). Untuk perekaman melalui HP sebaiknya menggunakan cara kedua.

"Video yang bagus itu gambar tidak goyang dan suara jelas."
-Kang Dudi

Dari cara pengambilan gambar, rekam dalam wide shot, side shot, over-the shoulder shot, close up wajah, dan close-up aktivitas. Variasikan ya supaya ga bosan. Kadang ambil dari jarak jauh untuk menampilkan tempat secara luas (wide). Lalu medium, semakin mendekat ke objek. Juga close-up yang dekat dan fokus ke objek. Misal membuat video di restoran, ambil wide shot yang menunjukkan restoran secara keseluruhan, lalu fokus ke satu orang yang makan, kemudian close-up ke piring makanan.

Jika hendak membuat vlog, ambil gambar secara landscape (jangan portrait) supaya hasilnya pas di ratio 16:9. Kecuali videonya bakal dibuat bentuk square seperti di Instagram, ya.

Membuat video dengan smartphone (pic. Alex Blajan)
Oh ya, menurut penelitian, orang hanya menonton video sekitar 8,5 detik sebelum memutuskan untuk lanjut nonton atau tidak. Maka, buat opening yang menarik supaya penonton ga kabur dan menonton sampai tuntas.

Dua hal yang penting menurut Kang Dudi yaitu gambar tidak goyang (blur) dan suara jelas. Supaya stabil, jangan ambil gambar bolak-balik (ke kanan-kiri atau atas bawah). Maksimal kamera berputar 45 derajat saja. Jika tidak memakai tripod, rekam dalam durasi pendek (10 detik) sambil menahan napas. Rapatkan siku ke badan supaya stabil. Cek hasilnya dan ulangi hingga mendapat video yang pas.

Menulis Naskah Vlog

Dalam membuat vlog, kita juga perlu membuat naskah. Ya supaya alurnya jelas mau membawa pesan apa dalam video tersebut. Namun berbeda dengan blog, vlog tentu lebih fokus pada video. Naskah ini gunanya menambah informasi pada video. Gunakan kalimat yang lugas, tepat, dan singkat sebagai penjelasan. Jangan bertele-tele sehingga penonton bosan dan malah bingung. Batasi satu kalimat maksimal 20 kata. Gunakan kalimat aktif dan bahasa tutur, layaknya sedang berhadapan dengan penonton secara langsung (story telling). Hindari keterangan waktu dan tempat yang terlalu detail karena hal tersebut sudah nampak dalam video. So, keep it short and simple!


Memilih Musik Latar

Video umumnya diberi backsound atau musik latar. Musik ini merupakan satu bagian dalam video supaya penonton makin terbawa suasana video tersebut. So, pemilihan musik harus tepat. Jangan sampai video seram diberi lagu anak-anak yang ceria. Kasihan dong hantunya jadi kelihatan imut.

Kang Dudi menyarankan untuk membuat database musik latar, misal folder berisi musik bahagia, musik sedih, musik romantis, musik perjalanan, dsb. Database seperti ini akan memudahkan kita saat mencari backsound yang tepat.

Oh ya, sekarang ini YouTube dan Instagram makin selektif menayangkan video. Salah memilih backsound, video bisa dihapus karena dianggap menyalahi hak cipta. Maka, gunakan musik latar yang bebas copyright atau beli hak ciptanya. Sumber musik yang aman digunakan, seperti:
  • YouTube
  • Bensound.com
  • Freemusicarchive.org
  • Joshwoodward.com
  • Freesoundtrackmusic.com
  • Incompetech.co 
Buat database musik latar untuk mendukung video (pic. Larisa Birta)


Aplikasi Edit Video di Smartphone

Ponsel pintar kini dilengkapi berbagai aplikasi canggih, layaknya PC. Menyunting video pun semakin mudah, cukup menggunakan smartphone. Aplikasi untuk edit video di smartphone antara lain: Smartphone Android ada Power Director, Kinemaster, Filmora Go, Viva Movie, dan di Legend.; sedangkan di iOS ada iMovie dan Splice. Untuk aplikasi foto yang lengkap bisa menggunakan Snapseed. Ah, ini juga aplikasi andalan saya. Komplit dan gratis!

Praktek Membuat Video dengan Aplikasi Power Director dan Legend

Setelah mempelajari teori pembuatan video memakai smartphone, kini saatnya para peserta mempraktekkan langsung materi di atas. Kali ini peserta menggunakan aplikasi Power Director dan Legend yang dapat diunduh secara gratis di Play Store. Kedua aplikasi ini baru bagi saya. Namun, setelah mengikuti instruksi step-by-step dari Kang Dudi, lumayan lah mulai memahami berbagai fitur di aplikasi tersebut. Kita bahas satu persatu, ya.

Aplikasi Legend sangat mudah digunakan. Aplikasi ini untuk membuat tulisan bergerak dalam mode GIF atau video. Cocok deh buat cover video supaya makin menarik. Cara menggunakan aplikasi Legend sebagai berikut:
  1. Unduh di Play Store dan buka aplikasi Legend.
  2. Tulis kalimat yang diinginkan. Maksimal 100 karakter.
  3. Tambahkan gambar sebagai latar (opsional). Gambar ini bisa langsung dari kamera, folder image, atau flickr.
  4. Pilih tombol play (segitiga) untuk lanjut ke proses penyuntingan.
  5. Atur format di kanan bawah video:  video (square atau landscape) dan ukuran (512p, 720p, atau 1080p).
  6. Pilih template yang diinginkan. Di sini tersedia banyak template warna-warni. Lucu!
  7. Jika sudah selesai, pilih tombol save (panah ke bawah). Ada dua pilihan, save as GIF dan save as video.
Tampilan aplikasi Legend

Ini hasil video dengan aplikasi Legend.


Setelah membuat cover yang menarik, sekarang saatnya menyunting video menggunakan Power Director. Caranya sebagai berikut:
  1. Unduh Power Director di Play Store dan buka aplikasinya.
  2. Pilih “New Project”.
  3. Beri nama project dan pilih aspect ratio 16:9 (landscape).
  4. Pilih video, gambar, dan musik yang akan dibuat video. Kemudian pilih play (segitiga)
  5. Pada menu utama terdapat pilihan menambah audio, image, dan video; menambah teks, vdeo, image, dan stiker pada satu video (layering); mengubah efek video (fx). Di bagian bawah terdapat jelas pemisahan timeline antara image/video, layer, dan audio/musik.
  6. Pilih image/video yang akan disunting. Otomatis akan muncul di sisi kiri layar berbagai menu editing seperti: sound, rotate, color, speed (lambat atau cepat), flip, skin smoothener, crop, duplicate, dan reverse.
  7. Setelah selesai, pilih menu “Save Video” jika akan mengedit lagi di kemudian hari atau “Produce Video” jika hendak menayangkan atau membagi video di Facebook, YouTube, Cloud, dan menyimpannya di gallery. Terdapat pilihan resolusi dari SD, HD, hingga Full HD. Pilih resolusi minimal HD supaya hasilnya tidak pecah.
Tampilan aplikasi Power Director

Ini video hasil saya berlatih saat workshop. Mohon kritik dan sarannya, ya. 



Kelebihan Power Director ini user-friendly, bisa menambah hingga dua layer, dan menggunakan dua audio di saat yang bersamaan. Udah seperti edit menggunakan PC aja nih.

Pesan Kang Dudi, rajin berlatih supaya skill-nya makin terasah. Setuju, Kang. Practice makes progress!

Belanja Mudah di GeraiCNI.com

Alhamdulillah saya berkesempatan mengikuti workshop video smartphone oleh CNI dan ISB. Setiap CNI Blogger Gathering selalu memberikan ilmu-ilmu baru seputar dunia digital. CNI memang mengerti kebutuhan blogger zaman now yang ga cuma berkutat dengan tulisan tetapi juga bergelut dengan foto dan video.

CNI Blogger Gathering (dok. Komunitas ISB)
CNI kini semakin digital, mengikuti perkembangan zaman. Konsumen dan member semakin mudah mendapatkan produk-produk CNI. Udah tahu belum, produk CNI dapat dipesan lewat online yaitu melalui website GeraiCNI.com. Tinggal klik-klik trus bayar deh. Produk CNI pilihanmu langsung dikirim ke rumah.

Inovasi ini sangat memudahkan member dalam memasarkan produk dan menjangkau target konsumen yang lebih luas. Pada awal registrasi afilliasi, member CNI diminta memasukkan nomor member. Komisi penjualan melalui GeraiCNI.com bakal masuk ke member. Sst, komisinya bisa mencapai 15% tiap penjualan, lho! Gede juga, kan.

Makin mudah berbelanja di GeraiCNI.com

Info lebih lanjut mengenai CNI dapat diakses di:
GeraiCNI.com
Instagram: cniindonesia
Twitter: CNI_ID
Facebook: CNI Indonesia

48 comments on "Cara Bikin Video Keren Cuma Pakai Smartphone"
  1. Bagus, Mbak. Aku lagi latihan bikin video2 singkat gitu, Mbak. Biasanya aku bikin yg 1 menitan. Sekalian aku upload di IG dan Youtube.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nh ah iya aku juga bikin ah. At least seminggu sekali buat latihan

      Delete
  2. Usianya tidak mematahkan semangatnya but terus berkreasi dan bikin video

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong Mpo. Belajar tidak mengenal batas usia

      Delete
  3. Ini dia yang aku belum pede mba, nge-vlog ... masih harus belajar banyak nih diriku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, aku juga belum PD tapi ya di PD-PD kan aja deh

      Delete
  4. Wah baru tau utube ig bisa ngedetect lagu yg menyalahi hak cipta, canggih bangett. Btw, kang Dudi emang top euy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa banget. Aku udah pernah video hilang ternyata menyalahi copyright.

      Delete
  5. AKu masih belum bisa bikin Video, gaptek banget. Harus sering2 praktek ya biar bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Coba deh nanya anaknya. Biasanya anak generasi sekarang lebih jago urusan video.

      Delete
  6. Pakai filmora go asik sih..enak ngaplikasiinnya..kalo yg lain belum coba mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awal aku pakai Filmora Go tapi ga cocok. Sekarang lebih enak pakai Power Director.

      Delete
  7. wah user friendly ya pakai PD... jadi makin pede nih bikin video ya bund :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, fiturnya banyak dan mudah digunakan. Cobain deh.

      Delete
  8. Ambil video dikit2.. 15 detik ganti pose atau jarak ya..biar ga bosen, noted!

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena ga pakai tripod, pegel juga kan kalau shoot kelamaan. Teknik ini lebih oke.

      Delete
  9. Aku juga lagi belajar buat video seperti itu tapi hasilnya belum bagus" banget hehe

    ReplyDelete
  10. Waah bikin pideo ala kang dudi sang mastah, emang kecee n keren, aku belon pede bikin pideo apalagi ngvlog, butuh waktu yang ekstra euy, belon pokuus hihii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa' sih Teh? Video traveling ala teteh oke juga tuh

      Delete
  11. jadi blogger harus multitasking ya mbak... Semua dituntut serba bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagai nasi kotak yang komplit, ada nasi, ayam, tahu tempe, sambal, dan lalapan. Sedaaap!

      Delete
  12. Nice tips mbak. Aku tandain ya.. biar pas mau praktek ntar bisa di buka lagi. hehe

    ReplyDelete
  13. Banyak juga yang harus disiapkan buat bikin video by smartphone ya mbak ^^ nice infonya

    ReplyDelete
  14. Keren yang video bareng tetangga hihihi ngerumpi ih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe hayuk teh kita ngerumpi, eh bahas vlog aja deh

      Delete
  15. Seneng banget sekarang bikin video, jadi menambah suasana segar di blog

    ReplyDelete
  16. Sampe sekarang sy b bs editing video, huhuhu

    ReplyDelete
  17. ternyata mudah ya! pengen coba sekali-sekali mencoba mengurus akun youube yang sudah lama terlatar :D

    ReplyDelete
  18. Bikin video pake smartphone pencahayaannya kudu bagus, low sedikit bakal muncul banyak noise. Tapi daripada nunggu2 DSLR buat shooting belum punya, kayak saya, ya pake smartphone bisa jadi alternatif buat bikin konten video.
    Nice report.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nunggu punya DSLR bisa-bisa ga jadi bikin video. Coba saja dengan gawai yang ada sambil mengasah kemampuan.

      Delete
  19. Wah mau nyobain aaaah :D
    keren nulisnya mba Hel selalu super komplit :D

    ReplyDelete
  20. Saya biasanya pakai filmora, itupun jarang saya publish. Hm, sekarang pengin juga bikin yang lebih serius. Biar konten semakin "berisi". TFS Mbak Helen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duluuu saya pakai Filmora tapi kurang sreg. Sekarang lebih nyaman dengan PD

      Delete
  21. klo aku dihape pake viv video kak.But nice sharing

    ReplyDelete
  22. vlog itu emang keren tapi durasinya jangan panjang2. lalu yang terpenting adalah konten atau isinya harus menari dan menurut saya inilah yang paling sulit. sampai sekarang sudah banyak aplikasi yang mendukung di smartphone buat vlog. gak usah cape2 edit di laptop.

    ReplyDelete
    Replies
    1. durasi panjang selama menarik oke aja sih. Tapi aku bosenan nonton video :D

      Delete
  23. Pernah buat video pakai aplikasi viva video. Karena masih amatir, jadi hasilnya ya gitu deh, hehe. Terima kasih sharingnya mba. Ilmu baru untuk saya. :)

    ReplyDelete
  24. makasih sharingnya, aku jarang buat vlog

    ReplyDelete
  25. Ilmu yang bermanfaat nih, thanks for sharing mba

    ReplyDelete
  26. lagi butuh info ini banget si mbak biar kalo upload video nggak jelek-jelek aman hihhiihihi.. salam kenal ya mbak :D

    ReplyDelete
  27. Wih ada templatenya juga, memudahkan banget ya.
    Mb berniat buat vlog lanjutan nih? wkwk semangaaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong. Hahaha. Iseng aja bisa cek di channel youtube saya.

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature