Philips Avent New Parents Class: Panduan Lengkap Tentang ASI, MP-ASI, dan Pijat Bayi (bagian 1)

Friday, September 30, 2016

Saat awal menjadi orang tua, rasanya benar-benar memasuki a whole new world. Bingung dengan keadaan diri dan kehadiran si kecil yang nampak ringkih. Awal menggendong saja, saya takut. Urusan memandikan bayi saya serahkan ke ibu yang sudah berpengalaman mengurus enam cucu. Padahal saya ikut membantu merawat keponakan-keponakan, giliran mengurus anak sendiri jadi lebih khawatir salah. 
Semoga dengan ikut New Parents Class ini bisa jadi happy wife dan great mom (thank you mba Suci atas fotonya)

Selama kehamilan saya tidak pernah mengikuti kelas ASI atau konsultasi dengan konselor ASI. Tiap bulan hanya rajin kontrol ke dokter spesialis kandungan. Melihat hasil USG yang Alhamdulillah sehat, saya merasa sudah cukup. Di sisi lain, ada berbagai nasihat tentang sebaiknya ini atau ibu hamil dilarang itu. Entah mana yang fakta, mana yang sekadar mitos. Maka saat ada Philips Avent New Parents Class program di RSU Bunda Jakarta, saya sangat tertarik ikut. Biarlah sedikit terlambat (harusnya ikut program ini saat masih hamil) tapi ilmu dari acara tersebut bisa saya bagi untuk para calon orang tua yang tidak sempat hadir.
Baca juga: ASI, Stanting, dan Ekonomi Dunia

Saat saya datang, ruangan telah dipenuhi ibu hamil beserta suami siaga. Dari kebuncitan perut, sepertinya bumil di sini telah memasuki trimester ketiga, artinya sebentar lagi bayi mungil akan lahir ke dunia. Sebelum hari H tiba, para calon orang tua ini membekali diri dengan pengetahuan seputar ASI, MP-ASI, dan pijat bayi melalui Philips Avent New Parents Class. Good start!

Philips Avent, bagian dari Royal Philips yang fokus memenuhi kebutuhan ibu dan anak, mengadakan program ini sebagai bentuk dukungan bagi para orang tua baru untuk memberikan awal terbaik bagi buah hati. Di sini peserta dibekali pengetahuan dari para ahli juga langsung praktek dalam kelompok kecil dengan didampingi pemandu. “Selain menghadirkan produk-produk yang mendukung ibu dalam pemberian ASI, penyelenggaraan acara ini juga menjadi contoh nyata dari Philips Avent untuk membantu para orangtua baru mewujudkan generasi yang lebih sehat,” jelas Ratna Kurniawati, Marketing Manager Mother and Child Care, Philips Personal Health Indonesia.
 
Ratna Kurniawati (kiri) dan dr. Melanie Yudiana Iskandar, Sp.A (tengah) menjelaskan program New Parents Class

Manajemen Laktasi yang Tepat untuk Kelancaran ASI

dr. Melanie Yudiana Iskandar, SpA, mengingatkan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak. Sebagai orang tua, kita harus memberinya nutrisi yang tepat. 6 bulan pertama anak hanya boleh mendapat ASI, tanpa air, madu, atau yang lain. Meski sebagian orang tua mengetahui hal ini, ada beberapa alasan sehingga ibu berhenti menyusui lebih awal, yaitu:

Konselor ASI menjelaskan pelekatan yang tepat
  • Salah pelekatan (latch-on) yang menyebabkan puting ibu lecet dan bayi tidak menyusu dengan benar. Bayi sering ngempeng tapi sebenarnya hanya sedikit ASI yang masuk. Pelekatan yang baik saat CALM (chin, areola, lips, and mouth) menempel badan ibu. Areola adalah bagian berwarna gelap di sekitar puting. 
  • Merasa produksi ASI tidak cukup. Bayi yang cukup ASI ditandai dengan berat badan (BB) naik 20-40 gr/hari, pipis 6-8x/hari, dan pup yang awalnya kehitaman (efek bilirubin setelah lahir) berubah menjadi kuning. Ibu tak perlu khawatir melihat newborn baby yang BB-nya turun 8% pada hari ketiga. Bayi juga tampak kuning di hari ketiga. Cara mengatasinya dengan memberinya ASI yang sering dan efektif. Volume dan aliran ASI dipengaruhi oleh 2 hormon, yaitu prolactin dan oxytocin. Hormon yang terakhir ini akan ada bila ibu rileks dan bahagia. Sebuah studi yang dilakukan Philips Avent menyebutkan latihan pernafasan atau mendengarkan musik selama 10-15 menit dapat membuat ASI lebih lancar. Selain itu ruangan menyusui harus dalam keadaan homey yang membuat ibu nyaman.
Baca juga: Lancar menyusui sambil berpuasa, bisa dong!
  • Kembali bekerja lebih awal. Menjaga perasaan ibu agar tetap rileks dan bahagia sementara jauh dari anak bukanlah hal yang mudah. Belum lagi tekanan di tempat kerja dan hubungan dengan atasan, kolega, juga jam kerja yang tidak fleksibel. Kalau mau pumping ASI 2 jam sekali, mungkin disindir tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Ada pula tempat kerja yang tidak menyediakan ruangan menyusui yang kondusif. Hal ini dapat diatasi dengan membangun support bagi para ibu menyusui di tempat kerja. Indonesia punya UU yang mengatur tentang hal ini. Sila cek UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009. 
    Belajar gendong "bayi"
  • Risih menyusui di tempat terbuka dapat membuat ibu berhenti memberikan ASI. Ibu lebih nyaman di ruang tertutup atau di dalam rumah. Sekarang ini di berbagai tempat umum telah ada nursery room dengan sekat dan gorden untuk menjaga privasi. Kalau memang kesulitan mencari tempat tertutup, ibu bisa menggunakan nursing cover yang bentuknya mirip apron. 
Suami juga berperan dalam kelancaran ASI. Salah satunya dengan memijat punggung ibu guna merangsang oxytocin. Di kelas ini para suami ditodong langsung memijat istrinya dengan gerakan memutar menggunakan jempol dari tengkuk leher hingga batas bra. Selain itu diajarkan pula posisi menyusui yang nyaman. Bisa sambil duduk, tidur miring, atau telentang (seperti saat IMD). Usahakan posisi telinga, tangan, dan kaki bayi sejajar. 

Baca juga: Langkah mudah ayah mendukung ASI eksklusif

Bumil dan busui dipijat suami aja udah senang
Idealnya pemberian ASI dilakukan tiap 2 jam dengan masing-masing payudara (PD) selama 20-30 menit. Saat ibu bekerja atau harus pergi tanpa membawa bayi, ASI dapat diberikan dalam bentuk ASI Perah (ASIP). Memompa ASI bisa dilakukan dengan jari atau alat pompa ASI. Philips Avent punya serangkaian produk untuk membantu pemberian ASIP. Ada pompa manual dan elektrik yang terjamin kenyamanannya. Pada corong pompa terdapat silicone empuk yang memberikan pijatan pada PD saat pumping. (Berdasar pengalaman saya) untuk mama newbie, saya sarankan pakai silicone ini karena memang nyaman dipakai. Lama-kelamaan saya lebih suka tanpa silicone karena lebih banyak ASI yang masuk ke botol. Kalau pakai silicone, daya hisapnya kurang kuat.

Rangkaian produk Philips Avent untuk mendukung pemberian ASI
Tip: Pilih pompa manual atau elektrik? Sesuai budget saja. Tentu yang elektrik lebih mudah dan tidak capek. Yang perlu diperhatikan yaitu ukuran corong. Ada yang cocok untuk ukuran PD kecil, ada yang untuk PD besar. Baiknya pinjam atau sewa berbagai tipe pompa ASI sebelum memutuskan membeli.

Setelah ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi mulai dikenalkan pada MP-ASI. Bagaimana MP-ASI yang tepat? Apa akibatnya pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau lambat? Selain itu akan diulas mengenai manfaat dan cara pijat bayi. Baca Philips Avent New Parents Class bagian kedua di sini.

21 comments on "Philips Avent New Parents Class: Panduan Lengkap Tentang ASI, MP-ASI, dan Pijat Bayi (bagian 1)"
  1. Memang yg paling berat itu ketika pemberian ASI pertama kali... sewaktu hamil sudah ad program treatment ASI shg g bingung ketika memberikan ASI kepada buah hati tercinta...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus banget kalau sudah dipersiapkan sejak kehamilan.

      Delete
  2. Wah jadi terlintas mau kasih kado Philips Avent buat sepupu yang baru lahiran
    Makasih juga infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu menyusui pasti senang dapat kado ini

      Delete
  3. Penting sekali ni buat ibu-ibu yang baru lahiran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga makin banyak di kota-kota seluruh Indonesia ya

      Delete
  4. Penting sekali ni buat ibu-ibu yang baru lahiran

    ReplyDelete
  5. Penting sekali buat para bunda yang baru melahirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Edukasi ini memang penting untuk calon orang tua ya

      Delete
  6. Wah, nice post Moms!
    Jadi bisa belajar gimana jadi new mom nantinya.

    ReplyDelete
  7. Skrg aku lg MPAsi ni mba,,tengkyu infonya yaa,,

    ReplyDelete
  8. Wuih asik banget ada pelatihan begini. Hmm ... semoga setelah menikah dan saat hamil nanti, saya bisa menemukan pelatihan serupa ya. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. ditunggu bagian selanjutny mbk. Walaupun blum nikah, lg suka baca seputar parenting. thank sharingnya y mbk :)

    ReplyDelete
  10. Ilmu parenting yang bermanfaat banget nih buat calon ibu.

    ReplyDelete
  11. Dukung pemberian asi untuk anak ;)
    Aku merasakan supporter suami memang penting banget ya mba

    ReplyDelete
  12. Harganya berapa ya mba? :D pompa asi yg dulu entah kemana, anak ketiga kudu beli lagi nih kyknya

    ReplyDelete
  13. seru banget ya..para ayah juga oke banget ikutan acara beginian biar support istrinya :)

    ReplyDelete
  14. Philips ini mengerti kebutuhan para ibu" muda ya, support ASI :)

    ReplyDelete
  15. Duh...enaknya yang dipijitin suami..hihihi..
    Ibu hamil akan tenang menjalani kehamilan dan proses menyusui jika ada dukungan penuh dari suami ya...

    ReplyDelete
  16. bermanfaat banget ini untuk saya sebagai calon ibu kelak heheheh

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature