Hey... hey... who's turning 11 today? It's us, yes US!
Jujur saya kepikiran lebih mengenai Sid yang memasuki usia pra-akil baligh. Huwaaa... udah 11 tahun yaa kita menjalankan peran ini. Let's celebrate it first before talking about homeworks. Hehe....
Merayakan Pencapaian Sebelas Tahun
Selamat ya suamiku yang 11 tahun menjadi ayah!
Selamat buat diriku yang 11 tahun berperan menjadi ibu!
Selamat untuk Sid yang 11 tahun menjalani kehidupan!
Selamat untuk kita 11 tahun homeschooling!
Hey... it's a big achievement! Alhamdulillahirabbil 'alamin.
Flash back sedikit ah~ masa-masa usia dini Sid diisi dengan ikut ayah dan ibu bekerja. Ku gendong ia kemana-mana dari satu liputan blogger ke liputan lain naik transportasi umum membelah kota Jakarta. Ketika aku tak bisa mengajak anak, gantian ayah membawa Sid ke tempat kerja. Naik motor dengan satu tangan pegang kemudi, tangan lain memegang Sid yang terkantuk-kantuk.
Di usia 4-6 tahun kami secara resmi menjalankan homeschooling usia dini. Mengubah rumah menjadi arena PAUD. Aih, masa-masa rajin bebikinan dan mencatat tumbuh kembang anak sampai menjadi buku Sekolah Alam Semesta.
Masuk ke usia tamyiz, 7-10 tahun, jadi masa baru mengenal dunia yang lebih luas dan mencoba berbagai hal seru. Sid memilih sepak bola untuk ditekuni sehingga family time kami tak jauh dari lapangan hijau. Kami pun melanjutkan homeschooling SD dengan segala jumpalitannya. *capek tapi nagih, hihi....
Masya Allah, banyak hal yang sudah kami lewati bersama, berkunjung ke berbagai tempat, ngobrolin apa aja dari yang receh sampai politik mumet, baca buku bersama, masak-masak menu baru, dan tentu lah diselingi bumbu-bumbu konflik yang membuat hatsyiii~
Ya Allah, terima kasih banyak memandu saya menjalankan peran kehidupan sebagai ibu. Jangan ditinggalin plisss ... puyeng saya mau curhat dan bergantung ke siapa kalau bukan Allah SWT.
Lalu Apa Selanjutnya?
Usia 7-10 tahun itu sinnu tamyiz dengan pertanyaan "Who I am?" sementara usia 11-14 tahun itu pre-existence (sinnu murohaqoh) dengan pertanyaan "What do I want to be when I grow up?".
Yes, another challenging stage untuk mempersiapkan anak sebelum dilepas mandiri secara penuh. *tuh kan berasa cepet banget sih
Berdasarkan Fitrah Based Education-nya Ustadz Harry Santosa, fokus utama pendidikan fitrah usia 11-14 tahun adalah:
Fitrah Seksualitas: Anak lelaki didampingi/didekatkan pada ibunya untuk memahami kekhasan perempuan. Ooh ... perempuan itu pola pikirnya begini, kegiatan/keterampilan yang diperlukan itu begini jadi anak lelaki memiliki gambaran calon istri dan pembagian peran dalam keluarganya kelak.
Tanggung jawab: Anak mulai dididik untuk memikul tanggung jawab (takyif) dan fokus pada "menguji potensi" yang sudah dikenalkan pada usia sebelumnya. Kalau usia 7-10 itu kaya kegiatan, di usia 11 tahun ke atas ini makin mendalami kegiatan yang ia tekuni.
Mengokohkan dengan ujian kehidupan seperti anak mulai menginap di tempat orang yang alim, live-in, magang, perjalanan mandiri, berlatih entreprenurship, kalau ingin membeli sesuatu patungan dengan orang tua (misal 50:50) supaya anak tergerak berusaha, banyak berinteraksi di alam (hayuk camping, hehe).
Rasanya 11-14 tahun itu anak masih kecil, baru SD kelas atas sampai SMP kan. Namun, orang tua perlu tega memberi ruang belajar untuk anak dengan catatan tahapan sebelumnya sudah terpenuhi.
Itu dulu deh PR di usia ke-sebelas ini. Kunyah satu persatu, rencanakan dan lakukan satu persatu, evaluasi dan apresiasi. Mohon bimbingan terusss ke Allah supaya dapat menjalankan peran terbaik mendampingi anak mencapai potensi optimalnya. Aamiin~
Barakallah fii umrik, Sid! Makin sholeh, pintar, dan kuat!

.jpg)
Post Comment
Post a Comment
Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.
Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.
Ku tunggu kedatanganmu kembali.
Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com
Salam,
Helena