Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Sudah Siap?

Thursday, June 17, 2021

Tantangan PJJ dan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)


Setelah setahun lebih Pembelajaran Jarak Jauh, siap kembali ke sekolah?


Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama lebih dari setahun ini memberikan tantangan yang luar biasa, baik dari sisi siswa, orang tua, juga guru. Bagaimana mengatasi tantangan PJJ? Selain itu, persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dilakukan di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Sudah siapkah “kembali ke sekolah”? Apa saja yang perlu dipersiapkan siswa untuk sekolah tatap muka?

Tantangan yang Dihadapi dalam PJJ


Tantangan pendidikan di masa pandemi menjadi pengalaman tak terlupakan baik bagi pihak siswa, orang tua, maupun guru. Mau tak mau, metode Pembelajaran Jarak Jauh harus dijalani dengan segala tantangannya, seperti:


Tidak semua orang tua dan guru punya smartphone yang mumpuni. Bagaimana pula jika anak lebih dari satu berbarengan menjalankan PJJ? Apakah 1 anak, 1 gawai? Butuh dana ekstra untuk membeli gawai, dong. Belum tentu ada dananya juga sementara gaji selama pandemi dipangkas sana-sini. *eh curhat.


Tidak ada pulsa. Ini berlaku untuk guru maupun murid, lho. Penggunaan Zoom atau mengakses bahan ajar lewat internet cukup menguras kuota. Syukur alhamdulillah belakangan ini para siswa maupun guru mendapat jatah kuota paket belajar online dari pemerintah.


Tidak ada sinyal internet. Apalah arti kuota internet 30 GB bila susah sinyal, hiks. Jaringan internet yang belum merata membuat proses PJJ di sebagian daerah tersendat.


Kurang terampil menggunakan aplikasi di gawai. Sekolah menggunakan Google Meet atau Zoom, mengumpulkan tugas melalui Google Classrom, dan ulangan dengan mengisi Google Form menjadi hal baru selama PJJ. Pihak siswa maupun guru perlu beradaptasi dengan berbagai aplikasi selama PJJ ini.


Kurikulum sekarang tidak mengakomodir PJJ. Jika proses pembelajaran biasanya dilakukan di sekolah dengan guru sebagai observer serta penilai, kini peran orang tua krusial untuk mendampingi anak mengerjakan tugas di rumah sebelum mengumpulkannya ke guru.


Namun, orang tua tidak tahu apa yang dinilai dari aktivitas yang diberikan oleh guru. Apakah prosesnya, kemampuan anak, atau hasilnya? Terkadang orang tua tidak mau tahu pokoknya harus selesai sesuai tugas dari guru. Belajar daring bikin darting!

 

SID mengikuti kelas sains daring 

Tantangan yang saya hadapi sehubungan dengan belajar online yaitu SID sudah tidak mau ikut Zoom. Awalnya sempat saya daftarkan kelas sains online. Sebulan pertama ia nampak bersemangat mengikuti kelas sehingga saya tawari lanjut ke bulan berikutnya. Namun, di bulan kedua ia mulai malas-malasan setiap kali waktunya Zoom.


Melihat hal tersebut, saya sempat memaksanya ikut kelas sampai ia menangis. Ah … kok jadi begini padahal proses belajar seharusnya fun supaya materi mudah dipahami. Tidak semua anak betah duduk manis menghadap layar apalagi mengingat usia SID yang masih 6 tahun, aktivitas fisiknya tinggi.


Setelah saya korek lebih jauh, rupanya ia mau mengerjakan bareng saya saja tanpa ikut Zoom karena kadang susah sinyal jadi kurang jelas.


Cara Mengatasi Kendala Saat Belajar Online


(ki-ka): Andri Kurniawan, Christian Herawan, dan Saufi Sauniawati


Beragam ya tantangan proses belajar selama pandemi. Topik hangat ini dibahas dalam “Webinar Refleksi Pendidikan Indonesia: Diantara PJJ dan PTM” yang diadakan Faber-Castell pada Sabtu, 5 Juni 2021 lalu dimoderatori oleh Andri Kurniawan, PR Manager Faber-Castell.

Pemerhati pendidikan Saufi Sauniawati mengatakan orang tua, siswa, dan guru perlu bekerja sama untuk menyukseskan jalannya pembelajaran jarak jauh ini. Setiap individu memiliki peran masing-masing, sebagai berikut:

 

Peran Orang Tua

Peran orang tua dalam PJJ, yaitu:


1. Pembimbing

Nilai tidak harus 100, di rapor ada standar nilai (contohnya, angka 6 itu baik). Orang tua diharap mencari tahu akan standar nilai ini. Bila mendapat tugas, tanyakan pada guru apa standar nilainya supaya tahu cara yang tepat mendampingi anak dalam belajar.


2. Fasilitator

Berikan sarana untuk memudahkan anak dalam proses belajar. Sarana belajar bisa dalam bentuk gawai, alat tulis, aplikasi, dan sebagainya.


3. Pengawas

Orang tua perlu mengawasi proses belajar anak, apakah sudah mengerjakan tanggung jawabnya.


4. Motivator

Dukung anak dalam proses belajar. Anak butuh penyesuaian dengan belajar via online maka ia butuh dukungan orang tua sebagai keluarga terdekatnya.

 

Peran Guru


Peran guru terutama wali kelas dalam PJJ yaitu:


1. Akademik

Membuat materi bahan ajar yang kreatif, menyesuaikan keunikan proses belajar daring. Tak hanya memberi tugas membaca buku atau mengerjakan soal seperti biasa, tes dapat berupa kuis online yang menarik.


2. Guru pamong

Berpartner dengan orang tua murid, guru perlu menjelaskan “Saya akan mengajarkan ini, targetnya ini, nanti ibu bantu mengajarkan di bagian ini,” supaya orang tua paham juga tata cara pengelolaan sekolah di rumah.


3. Pengawas

Mengawasi proses belajar siswa, apakah sudah mengerjakan tanggung jawabnya.


4. Guru yang mengajarkan dan membimbing siswa.


5. Motivator untuk mendukung siswa maupun orang tua dalam proses belajar daring.

  

Butuh kerja sama murid, orang tua, dan guru untuk kelancaran proses belajar-mengajar.

Peran Siswa

Peran siswa dalam PJJ yaitu:


1. Bertanggung jawab sebagai siswa untuk mengikuti proses belajar dengan baik.


2. Siswa yang inovatif.

Ketika menghadapi tantangan dalam PJJ, siswa berusaha mencari solusinya. Misal, mendapat soal dalam bentuk .pdf lalu mencari converter ke bentuk Word supaya mudah dikerjakan.


3. Siswa yang inquiry

Ketika ada tugas, siswa yang mencari sendiri jawabannya. Bila kurang yakin, bisa bertanya benar atau tidaknya ke orang tua (fasilitator).


4. Siswa yang baik berkomunikasi kepada orang tua maupun guru dalam proses belajar.

 

Selain pemaparan Bu Saufi di atas, para peserta webinar yang didominasi emak-emak aktif curhat bertanya. Pertanyaan tersebut dijawab Bu Saufi dengan tips-tips praktis termasuk berdasarkan pengalaman beliau membersamai anak-anaknya menjalani PJJ.


Kegiatan belajar dan bermain di rumah selama pandemi


Bagaimana melibatkan ayah yang sibuk kerja dalam PJJ?

Ayah dapat berperan sebagai pengawas. Sepulang kerja ayah bertanya apakah tugas sudah dikerjakan? Tadi mengerjakan apa saja, sampai mana belajarnya? Tanyakan juga mau dibawakan makanan apa supaya ibu merasa diperhatikan. *hihi … yang ini mah bikin happy!

 

PJJ membuat kompetisi anak berkurang. Bagaimana membangkitkan kompetisi supaya semangat belajar?

Guru memberi tugas kelompok, jangan hanya individu. Orang tua juga perlu kreatif memberi tantangan pada anak. Bu Saufi memberi challenge pada anak-anaknya. Saat main game direkam lalu upload ke YouTube. Siapa yang mendapat like dan subscribe paling banyak, ia terpilih sebagai pemenang.

 

Kalau anak ada lebih dari satu, mau dampingi yang mana dulu?

Dahulukan anak yang lebih tua. Izin ke gurunya karena HP cuma satu maka harus bergantian.

 

Bagaimana supaya anak TK termotivasi mengerjakan tugas?

Ibu ikut melakukan bersama. Lihat guru TK, tidak hanya menyuruh senam tetapi mengerjakan senam bersama-sama supaya anak-anak semangat.

 

Anak SMK kelas 11 tidak betah PJJ. Setiap hari ada saja alasan untuk keluar rumah. Setelah lulus SMK rencananya mau bekerja sebagai resepsionis hotel. Bagaimana supaya mau PJJ?

Beri tugas ketika keluar rumah mampir ke hotel untuk mengamati bagaimana pekerjaan seorang resepsionis. Satu hari, satu hotel.

 

Dampak Positif PJJ


Sebagian orang mengeluh dengan belajar daring namun dibalik itu PJJ memberikan dampak positif, lho, di bidang pendidikan. Pertama, tugas-tugas sekolah tak melulu mengerjakan soal di buku tetapi ada juga yang mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, memasak, dan sebagainya. Soft skill ini penting untuk membentuk karakter anak.


Kedua, Anak-anak semakin kreatif menggunakan perangkat teknologi. Generasi Z dan alpha tak hanya main game di gawai tetapi juga semakin paham memanfaatkan gawai untuk proses belajarnya.


Ketiga, banyak program dan portal pendidikan untuk belajar dari rumah, termasuk TVRI. Kalau dulu mencari kursus online kebanyakan bersumber dari luar negeri, sekarang ini semakin banyak pilihan kursus online lokal dengan materi yang tentunya lebih relevan dengan kita.


Keempat, orang tua semakin berperan aktif dalam proses belajar termasuk belajar kemampuan untuk mendukung cara belajar anak. Di sini konsep merdeka belajar dapat diterapkan. Ada anak yang lebih cepat paham melalui membaca buku, mendengarkan penjelasan, atau harus belajar sambil bergerak. Orang tua sebagai motivator anak-anaknya.



Persiapan PTM di Sekolah


Minggu lalu saya mengadakan survei kecil-kecilan via Instagram story mengenai tahun ajaran baru nanti lebih memilih mana, PJJ atau PTM. Hasilnya, Sebagian besar responden memilih PTM namun angkanya beda tipis dengan PJJ.

Mau PJJ atau PTM?

 

Aturan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas


Pembelajaran Tatap Muka sudah berlangsung di beberapa daerah. Per Januari 2021, PTM Terbatas sudah boleh tergantung zona masing-masing. Keponakan saya di Batam yang bersekolah di tingkat SD sudah masuk sekolah seperti biasa. Untuk Jakarta, rencananya tahun ajaran baru nanti mulai blended learning alias sebagian PTM dan sebagian lagi PJJ, masuknya bergantian.


Dilema juga, ya, sudah lelah dengan PJJ tetapi mau PTM kok masih ragu apakah anak dapat menjalankan protokol kesehatan. Untuk itu, Pembelajaran Tatap Muka ini sifatnya pilihan, orang tua dapat memilih mau PTM atau tidak.


aturan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (dok. Faber-Castell)


Bagi sekolah yang mengadakan PTM Terbatas pun harus menaati peraturan, antara lain:

  • Perilaku wajib yaitu dengan masker 3 lapis, sering cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, serta jaga jarak. Untuk TK dan SLB berjarak 1,5 m dengan maksimal 5 murid perkelas.
  • Berapa jumlah hari tatap muka perlu memperhatikan kesehatan.
  • Kondisi medis warga satuan pendidikan harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala covid19 termasuk keluarga yang tinggal serumah.
  • Kantin tidak beroperasi, maka anak perlu membawa bekal.
  • Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler dalam 2 bulan pertama tidak diperbolehkan.
  • Tidak boleh ada kegiatan selain pembelajaran seperti orang tua menunggu di sekolah, masa orientasi, dan pertemuan orang tua.


Hal-hal yang Harus Dipersiapkan oleh Orang Tua dan Anak untuk PTM


Peralihan proses belajar dari daring ke tatap muka perlu adaptasi kembali. Anak-anak yang sudah nyaman dengan bangun siang mepet waktu sekolah, perlu kembali belajar disiplin bangun pagi.


Orang tua perlu aktif mencari aturan tatap muka terbatas yang berlangsung di masing-masing kota. Selain itu, peran orang tua sebagai pengawas dan fasilitator tetap dijalankan.


Jangan lupa membiasakan anak menjalankan protokol kesehatan. Ingatkan nilai penting mengapa ia harus melakukannya. Jangan makan atau minum bekasnya teman, jangan berpelukan, atau bahkan bergantian masker.


Kurangi juga waktu bermain game. Beri kegiatan after school activity offline supaya anak tercukupi aktivitas fisiknya.


Ada anak yang kangen masuk sekolah, bertemu teman-temannya, ada juga anak yang nyaman dengan PJJ. Untuk memotivasi ananda menjalani PTM nanti, ajak ia ke sekolah walau sekadar lewat saja atau bertemu guru. Mungkin anak punya pengalaman buruk dengan teman-temannya maka perlu bangkitkan kembali passion untuk ke sekolah dan merasakan kenyamanan di sana. 



Paket Belajar Online Faber-Castell


Belajar online dengan layar kecil seperti smartphone memiliki tantangan tersendiri. Jangan sampai salah klik jawaban dalam tes online, niatnya pencet B keliru C. Begitu juga ketika mendapat soal yang dibagikan via online, bingung harus nge-print dulu baru dikerjakan padahal bisa lho langsung saja dijawab dengan menuliskannya di layar. Kendalanya layar kecil, jarinya jempol semua, susah menuliskannya! Hehe ….


Supaya enggak makin naik pitam, pakai saja stylus pen dari Paket Belajar Online Faber-Castell. Produsen alat tulis dan alat gambar dari Jerman sejak 1761 ini mengerti banget kebutuhan siswa untuk belajar online. Christian Herawan selaku Product Marketing Manager PT. Faber Castell International Indonesia menjelaskan stylus ini bisa digunakan di berbagai merek smartphone, tablet, juga touchpad laptop. Semakin memudahkan untuk menandai jawaban pilihan ganda di layar.


Stylus juga bisa dipakai untuk menulis, tanda tangan, scroll halaman, dan menggambar. Sangat mudah digunakan, cukup disambung dengan pensil supaya nyaman dipegang.


1. Screenshot soal sehingga berbentuk image lalu pilih edit, 2. Pilih menu doodle/draw, 3. Gunakan stylus untuk menulis


Paket belajar online dari Faber-Castell ini terdiri dari stylus, pensil 2B, pen, penghapus, dan rautan yang dikemas dalam pencase hijau tua. Sebelum menulis, raut dulu pensil dengan rautan Faber-Castell yang mata pisaunya tajam dan tahan lama. Pensil 2B cocok untuk mengerjakan soal di Lembar Jawaban Komputer (LJK). Pensil 2B Faber-Castell sudah lulus uji scan OMR/DMR. Kalau salah jawab, hapus dengan penghapus yang berbahan lembut dan bebas phthalate ini. Satu lagi, pakai juga pulpen Tripen yang bentuknya ergonomis dengan desain mudah dipegang, tidak licin.


Faber-Castell Paket Belajar Online


Saya jumpai Paket Belajar Online di toko ATK dekat rumah. Kalau mau beli via online juga tersedia di Tokopedia dan Shopee. Sepaket hanya Rp35.300,00, terjangkau, kan! Info lebih lanjut kunjungi www.faber-castell.co.id, ya!

 


 

PJJ memiliki tantangan maupun dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Butuh sinergi peran orang tua, siswa, dan guru untuk menjalankan proses belajar-mengajar di masa pandemi. Pun ketika nanti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas diberlakukan. Tak lupa, dukung proses belajar anak dengan Paket Belajar Online Faber-Castell agar belajar lebih fun dan lancar. Apakah sudah siap untuk PTM Terbatas di tahun ajaran baru nanti?

83 comments on "Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Sudah Siap?"
  1. Luar biasa memang tantangan murid2 jaman now.
    PJJ maupun PTM keduanya punya plus minus ya Mak.
    Yg jelas, kita memang kudu membekali anak2 dgn piranti belajar yg mumpuni.
    supaya tetap semangaattt belajar, apapun metodenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai orang tua ya fasilitator untuk kelancaran proses belajar anak, mbak.

      Delete
  2. Di tempatku sudah beberapa bulan ini PTM.. bahkan wisuda pun offline.. Tapi kalo yang SMP lebih banyak aktivitas onlinenya.. mungkin karena jumlah siswanya lebih banyak ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh Mbak Diane di mana ya? Madura? beda-beda memang tiap daerah tergantung masuk zona mana.

      Delete
  3. Tantangan PJJ di saat pandemi ini memang ga ada habisnya. Penuh drama bisa mewek bombay kalau udah ga kuat, stres.Anak2ku aja merasa seperti itu. Untuk PTM memang sedang digodok ya. Pemerinta dan sekolah2 sedang mengusahakannya. Btw paket Faber Castell kayak gini sudah sering dibeli sama anak2ku sejak lama. Bagus, sepaket udah komplit dan harganya terjangkau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga nanti ketika PTM berjalan lancar ya dan dapat mengurangi keruwetan PJJ.

      Delete
  4. meski ya masih belum pasti pandemi ini kapan berakhir mengingat sekarang malah makin banyak yang positif tetap aja rasanya tuh mulai bosan dengan pola belajar dari rumah. banyak kendalannya termasuk saat harus mengirimkan tugas atau ujian, butuh alat tulis bantu yang canggih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mbak Aie. Entah nanti jadinya Jakarta tetap PTM atau ga melihat kasusnya naik lagi, paket belajar online tetap dibutuhkan untuk proses belajar.

      Delete
  5. waah aku tertarik sama stylushnya ini mbak. Bisa nih buat anakku yang pengen HP dengan stylus, itu lho HP yang mahal ituu
    Pakai ini kan jd bisa kayak HP mahal wkwkwkw...
    Buat mamaknya bisa berguna juga nih kalau semisal tandatangan digital gitu. pasti jd lebih mudah yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya kebayang dulu tuh stylus itu mahal eh ini sepaket dapat alat tulis lain pula cuma 35300!

      Delete
  6. inovasinya faber castell kece ya mba...
    ngebantu banget ini klo harus negjain tugas yg harus diprint trus dikerjain trus dipoto trus diupload atau di kirim lagi...
    dg stylusnya bisa makin simpel dan praktis... kepake banget noh stylusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, di rumah banyak ATK Faber-Castell, sekarang ketambahan stylus kecenya. Mantab!

      Delete
  7. Jujurnya belum mba.. mungkin utk siswa yg udh SMP, aku agak yakin mau melepas. Tp kalo msh anak2 SD kls 3 ke bawah, ga yakin ini anak2 patuh bener2 Ama Promes :(. Makanya sampe skr aku ga izinin anakku yg paud msk, walopun gurunya udh pada ngajar langsung muridnya. Ga deh, anak paud gini pula, yg pake masker aja harus diliatin. Jadi sampe sekarang khusus anakku, tugas2 nya msh srg dikirim dr wa Ama gurunya. Ntr aku kumpulin.
    Biarin aja gitu dulu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yaa kadang tuh udah briefing berkali-kali begitu melihat temannya kendor pakai masker, anakku ikutan juga. Duh kudu mata melotot dulu deh barulah maskernya dipakai.
      Mau PJJ tok juga ga apa kok, itu pilihan orang tua yang tahu terbaik buat anaknya.

      Delete
  8. wah dua aankku sdh bekerja. yang satu wfh selang seling seminggu masuk seminggu libur, yang satu tiga ahri amsuk tiga hari wfh tergantung zona, kalau zona gak merah lagi ya masuk terus. Tapi kgeiatan anak-anakku tetap berjalan selama pandemi dg siswa yang dikurangi dan prokes ketat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, di sini juga kantor udah mulai WFH - WFO gitu tergantung kebijakan masing-masing. Tapi kalau kasusnya sedang tinggi biasanya diliburkan semua

      Delete
  9. Tantangan selanjutnya di dunia pendidikan, ya. Untung ada paket belajar online dari fabel castell yang sangat membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. menarik lho tantangan pendidikan di masa pandemi ini membuat kita perlu cepat adaptif seperti Faber-Castell dengan paket belajar online.

      Delete
  10. banget deh PJJ positifnya banyak... dan kayak sekarang udah nyaman di rumah. Apalagi kasusnya sedang tinggi lagi nih ya. Kayaknya PTM harus pending lagi..
    aku penasaran pake ini deh ibuuu..
    oia enaknya PJJ juga nggak wara wiri ke sekolah haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuuul itu PJJ bisa bangun siang, haha
      entah deh ini gimana PTM terbatas lihat zonanya kali yaa walau di Jakarta mulai persiapan

      Delete
  11. Faber Castell selalu inovatif ya produknya, stylus ini dipakai anak saya happy dia enak dipakai katanya.. PJJ memang tantangan bagi siswa, guru dan ortu ya semuanya harus kompak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mbak Dewi pakai juga? Dari dulu ingin punya stylus di HP alhamdulillah ketemu yg harganya terjangkau gini

      Delete
  12. PJJ yang entah sampai kapan ini emang menguras energi dan kesabaran banget. Satu hal yang sering kita lupakan adalah kehadiran motivator. Kayak adik dan ponakanku nih. Ada aja drama mereka kalau algi PJJ. Wuih, coba kalau udah pada pake stylus pen dari Faber ini, ya. Jadi seru nih belajarnya. Aku juga jadi pengen punya walau ga ikut PJJ-an

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah nyaman dengan sistem tatap muka di sekolah eh mendadak kudu PJJ ya agak kelimpungan juga nih. Benar, Teh, kudu siapin stok sabaaaar :)

      Delete
  13. Aku termasuk yang bersykur sekali adanya PJJ. Setidaknya anak-anak bisa ada dalam pengawasanku.
    Karena kalau untuk saat-saat ini dipaksakan untuk PTM, rasanya sangat memaksakan.
    Jadi lebih baik menyediakan fasilitas terbaik untuk tetap PJJ dan taat dengan prokes yang ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stylush dari Faber ini sangat membantu sekali yaa..
      Pernah salah pencet, pernah banget.
      Anakku langsung down kalau tau ada yang salah jawab, karena tipikalnya perfeksionis.

      Delete
    2. iya mbak Len, apalagi ini kasusnya naik bangeeeet dalam sepekan ini.

      Delete
  14. Terima kasih faber castell atas dukungannya, btw aku belum kebagian ih, hahahaha. In sya siap deh kalo Sekolah tatap muka

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, udah ada di toko buku lho atau mau beli online juga bisa di Shopee dan Tokopedia. Cussss

      Delete
  15. Banyak yang harus dipersiapkan ya mbk untuk PJJ dan PTM ini, baik dari pihak sekolah dan wali murid. Nggak kebayang anak anak dan orangtua mulai bosan belajar di rumah. Berharap semoga pandemi segera berakhir, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik PJJ maupun PTM perlu persiapan dan kerja sama dari pihak guru, orang tua, serta murid supaya lancaaaar.

      Delete
  16. dulu pas sekolah jadi semangat kalo pake pensil dan pensil warna faber castell. soalnya pensilnya tuh kuat dan warnanya banyak. kalo menggambar jadi bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi ... udah dari dulu banget emang nih Faber-Castell. Ingat ga yang pensil warna kalau dikasih air jadi kayak cat air?

      Delete
  17. Kalau saya untuk saat ini memilih PJJ aja dulu deh, sebelum pandemi bisa dikendalikan dengan baik dan semua siswa sudah mendapatkan vaksinasi. Kalu belum, wayahna we hehe lagipula sedikit banyak kita sekarang sudah terbiasa dengan pembelajaran secara online

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo ... karena keputusan mau full PJJ atau hybrid dengan PTM dikembalikan ke orang tua yang lebih memahami kondisi anak.

      Delete
  18. iya bener mba, kalau zaman PJJ jadi harus lebih kreatif ya biar anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah tapi ga merasa terpaksa. butuh kreativitas dan inovasi. senang deh fabercastell ini mengerti kebutuhan dengan menghadirkan produk yang tepat dan bisa memotivasi anak-anak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mbak. Kudu kreatif supaya proses belajar tetap menyenangkan. Capek juga kan tiap hari lihat layar mulu

      Delete
  19. kok lucu paketan dari Faber castle ini mbak
    pengen beliin buat Chacha
    biar semangat belajarnnya, baik pas pjj maupun ptm

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk ... bisa buat hadiah kembali ke sekolah!

      Delete
  20. Aku memutuskan mengambil kelas online nih untuk tiga anak lagi nih mak. Buat nambah pelajaran yang diambil tahun ini. Butuh banget manajemen pembagian waktu sekaligus emosi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah lanjut online ya mbak buat pembelajarannya. Semangat Mbak Irul!

      Delete
  21. orang tua, pengajar dan siswa semua saling kolaborasi ya mak demi anak bisa menyerap pelajaran baik. soalnya memang kerasa banget ini yang offline dan online huhuhu. enak kalau ada paket belajar online bisa mudahin anak belajar di rumah dengan sangat menyenangkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes, butuh kerja sama, bukan saling menuntut atau menyalahkan. Kalau lancar kan sama-sama enak yah belajar maupun mengajarnya.

      Delete
  22. Anak-anak sih sudah pengin banget kembali PTM. Kayaknya udah mau dijalankan nih untuk semester baru nanti. Hanya saja kok kesininya malah kecenderungan angka persebaran virus makin tinggi. Okelah nak, yuk mari kita bersabar tetap belajar melalui PJJ dulu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak udah kangen sekolah tatap muka ya mbak. Entah gimana ini jadinya tahun ajaran baru mengingat kasus naiiiik lagi. SEmoga lekas melandai dan bisa kembali ke sekolah, ya!

      Delete
  23. Saya ibu yang lebih suka PJJ meskipun cuma modal Google Classroom. Lebih bisa saya jangkau karena anak mau tidak mau jadi belajar. PTM, terlalu singat, hanya 30 menit per pelajaran, dan anak merasa sudah menggugurkan kewajiban, jadi ga mau belajar di rumah. Gemes!
    Btw, kurikulum PJJ memang ga bisa mengakomodir kebutuhan belajar anak.. harusnya ada kurikulum sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh aturan PTM-nya singkat ya mbak. Tapi memang nantinya hybrid, gabungan antara PJJ dan PTM jadi ya tetap bakal ketemu Google Classroom.
      Nah kurikulum di tahun ajaran baru semoga ada perubahan yang lebih ramah untuk metode jarak jauh, ya.

      Delete
  24. Hasil survey yang mbak Helena buat menunjukkan PTM lebih tinggi, mungkin yang jawab adalah termasuk orang tua yang lelah dengan PJJ anaknya, tentu dengan berbagai alasan baik. Kalau di sekolah anak-anakku, poling antara PJJ atau PTM, lebih tinggi PJJ. Sedikit sekali yang PTM, mungkin 1-2 % saja. Ini mungkin pengaruh dari situasi saat ini, dimana korban Covid kembali melejit. Maka tetep PJJ dianggap lebih aman. PTM juga persiapannya banyak ya kan. Kalau sampai lalai dan lengah pada prakteknya, bahaya juga.

    Keren Faber Castell menghadirkan paket belajar online. Stylusnya bakal berguna banget itu. Karena memudahkan penggunaan gawai. Anakku sehari-hari juga pakai stylus mbak. Biasanya buat mendesain, gambar, dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, mungkin yang memilih PJJ karena udah capek mendampingi anak, usia anaknya sudah besar dan paham untuk prokes, ataupun daerah tersebut termasuk zona hijau.

      mau PJJ atau PTM, stylus Faber-Castell bakal bantu banget nih proses belajar lebih fun!

      Delete
  25. Pembelajaran keduanya membutuhkan ekstra dijaman Pandemi kek begini.
    Luar biasa dengan segala persiapan PJJ ato PTM, yang terpenting sinergi antara ketiganyaa Orang tua, guru dan anak2 menjadi kuntjinya.
    Semangat buat semuanya yang mempunyai anak sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ga mudah tapi dengan bekerja sama insyaAllah lebih lancar.

      Delete
  26. sekolah anakku nggak jadi tatap muka mba :) sampai september masih PJJ jadi sedikit lebih tenang heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akupun ragu yang di Jakarta bakal langsung PTM kalau kasusnya kek begini. Semoga yang terbaik.

      Delete
  27. Aku berharap pandemi ini segera usai sehingga bisa belajar tatap muka. Tapi karena belum ada tanda-tanda pandemi usai maka belajar jarak jauh menurutku adalah pilihan terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Antara PJJ atau hybrid learning yang sedang dibahas. Semoga yang terbaik, kesehatan utama.

      Delete
  28. Pmebelajaran jarak jauh memang menjadi pelajaran untuk kita semua ya mba.. ternyata tidak semudah dan sesederhana yang kita pikirkan. Persiapannnya banyak dan harus disiasati supaya tidak melelahkan

    ReplyDelete
  29. Stylus faber castell ini kece amaattt
    eikeh pun mupeng
    kayaknya mau beli dua set langsung, ahh
    satu buat anak
    satu buat emak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah emaknya juga mau PJJ nih yaa ikutan kursus apa mbak?

      Delete
  30. aduh, banyak banget sih tantangan pendidikan di era pandemi ini ya mbaa.. sedih sih.. semoga pandemi segera berakhir lah ya pokoknya, biar anak-anak bisa sekolah tatap muka dan ketemu teman-teman lagi.

    ohya, setidaknya sekarang udah ada stylus faber castel yang memudahkan saat sedang pembelajaran online ya.. semangat terus buat para pelajar di seluruh penjuru tanah air..

    ReplyDelete
  31. hal yang paling memaksa saya untuk setuju dalam PJJ cuman karena takut virus aja, sisanya lebih pro ke sekolah tatap muka. Tapi yah manut aja sama aturan pemerintah, plus beradaptasi dengan prosesnya

    ReplyDelete
  32. Si bungsu keburu mager dia keasyikan dengan PJJ, aku ga masalah sih karena kondisinya sedang begini. Kakak2nya sekarang sudah pada kuliah jadi aku ga begitu ribet soal sekolah anak dan per PJJ an karena sudah running dengan sendirinya, sudah pada mandiri. Yang di SMA karena mondok jadi full offline hehe...

    ReplyDelete
  33. Tantangannya luar biasa ya Bund. Belum lagi kesenjangan kan ya. Gimana ceritanya belajar mesti pake laptop yg harganya tida murah. Sudahlah masalah kuota juga kan ya. Tp fighting <3

    ReplyDelete
  34. Pengennya pembelajaran tatap muka tapi saat tau covid naik lg jadi parno juga ya, mbak. Tapi paket PJJ dari faber castell berguna banget nih. Bukan hanya utk anak yg PJJ aja tp stylus juga bs dipakai oleh OT

    ReplyDelete
  35. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan sampe sekarang pun aku masih pake pensil ini nih, pensil warnanya juga hihi

    ReplyDelete
  36. wakakak pas baca ibu mau dibawakan apa sepulang ayah kerja? samaan banget sama aku, seneng kalau paksuami tiba tiba nawarin mau dibeliin apaan gitu. Nah kalau di sini biasanya Saki yang setiap hari nanya ke Abinya, Abi bawa apa? jadi si Abi tiap hari auto bawa oleh-oleh pulang kerja hihihi

    emang masa pandemi ini kudu siap kerjasama ya antara ayah dan ibu mendampingi anak belajar selama PJJ. juga kerjasama dengan sekolah juga agar anak nyaman belajar selama di rumah aja. Aku juga terbantu banget dengan produk dari faber castell ini, yang stylus, bisa ngetik di hape lebih nyaman hihi, Saki juga suka ikut ikutan pakai juga buat nonton si wolfoo, klak klik jadi lebih mudah dia. dan jadi kayak keren gitu, kayak anak sekolahan hihihi

    ReplyDelete
  37. paket belajar dari faber castle ini juara yaaaa, dipasarkan berdasarkan survey dan memang sesuai kebutuhan jadinya

    ReplyDelete
  38. Sempat berharap sih saat ada info akan PTM, kasihan anak-anak kurang interaksi sosial, tapi dagdigdugnya tetep lebih dominan, apalagi sekarang ada gelombang baru sebaran kasus, yaa sudah PJJ aja, banyak-banyakin sabar dan ikhlas

    ReplyDelete
  39. Semoga pandemi segera berlalu ya, Mbak. Memang tantangan PJJ luar biasa. Kalau aku sih anak sudah besar. Tapi sejak pandemi dan pembelajaran jarak jauh diberlakukan, grup keluarga isinya curhat para mama-mama (adik perempuan dan iparku) yang curhat tentang PJJ, belum lagi anak yang polahnya macam-macam saat gurunya menerangkan di gadget / laptop. Hahaha.

    Ngomong-ngomong inovasi Faber-Castell mantap banget ni. Aku juga jadi tertarik sama stylus pen dari Paket Belajar Online Faber-Castell

    ReplyDelete
  40. Wah kyknya aku perlu paket fiber castelnya nih buat anak2 krn anak2 akan PJJ terus minimal sampai nanti dapat vaksin insyaAllah
    Emang sih kurikulum skrng gk bisa mengakomodir utk pembelajaran kyk biasanya, aku jg heran knp gk segera dirumuskan pdhl udah setahun
    Org tua yang mesti telaten saat PJJ ini utk jd mitra guru sekaligus anaknya supaya si anak belajarnya jg betah di rumah aja

    ReplyDelete
  41. Eh lucuc ya ada pen-nya yang bisa dipake buat layar hp juga! Wah, anakku kayaknyba seneng nih kalo dibeliin.

    ReplyDelete
  42. Jujur banget ini kalo aku udah sangat sangat pengen banget sekolah offline biar bisa maksimal

    ReplyDelete
  43. Aku pribadi masih bimbang si mba. Tp karena sekolah anakku tuh banyak outdoornya dan sirkulasi ruang kelsnya baik.. mungkin aku akan mengizinkan untuk sekolah lamgsung. Btw selama di rumah, anakku juga pakai fiber castel

    ReplyDelete
  44. Gak TK gak kuliah ya semua merasakan sekali dampak pandemi ini, sekolah PJJ juga lama-lama bosan belom lagi kalo gak ngerti pelajaran yang dimaksud, nanya google kadang juga gak memuaskan jawabannya. Berharap pandemi ini segera berakhir jd sekolah tatap muka bisa sepenuhnya lagi dilakukan.

    ReplyDelete
  45. rencana bulan Juli bisa tatap muka di sekolah harus di pending sementara waktu karena kondisi melonjaknya positif covid di Jakarta dan banyak area yang masuk dalam zona merah. Terima aja kondisi ini dengan lapang dada ya, terutama buat buibu yang mesti nemenin anak belajar dari rumah secara online.

    untungnya ada stylus dari faber castell ini dimana memudahkan anak-anak untuk belajar dan mengumpulkan tugas juga mengerjakan ujian

    ReplyDelete
  46. Brand yang akrab banget deh dengan yang namanya alat sekolah, aku liat sikon gini apresiasi banget sama para guru juga orang tua deh...dilema juga kalau mau tatap muka langsung satu sisi anak gembira, tapi sikon ini nampaknya masih lama...wallhualam karena nggak pernah ada yang kebetulan

    ReplyDelete
  47. dulu aku paling marah kalo anak anakku pegang gadget lebih dari 2-3 jam.

    Sekarang? Aku marah kalo mereka ga "belajar" online ----> zoom meeting - google classroom - ruangguru - les - ngaji - plusssss kerjain PR di gadget dan komputer!

    Stylus faber castell ini salah satu inovasi positif ya Helena,
    daku jadi lebih mudah mengarahkan mereka menggunakannya

    ReplyDelete
  48. Sebagai guru TK yang mengajar PJJ, ini 10x lebih sulit. Usia anak dibawah 6 tahun belum bisa konsentrasi lebih dari 5 menit full. Apalagi depan hp yang dia tahu biasanya hp untuk main game atau nonton yutub, konsentrasinya jadi cepat pecah. Aku kalau PJJ 1 murid ada yang sampe 1 jam baru beres, untuk latihan baca saja

    ReplyDelete
  49. Sudah satu setengah tahun anak-anak full belajar dari rumah
    Semua memang harus berperan aktif baik orang tua, guru maupun siswa itu sendiri
    Ya, mau tak mau kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi ini
    Memang tak mudah, tapi ini yang terbaik untuk kesehatan bersama

    ReplyDelete
  50. PJJ oh Pjj..sampai skg suka gak suka harus dijalani, tapi anakku masih enjoy aja,,walaupun kadang bosen dan ngeluh pen nge mall, hmm...

    ReplyDelete
  51. Karena sekolah itu tak hanya ilmu ya,jadi banyak yang masih ingin tatap muka karena bisa bertemu teman dan mendapatkan nasihat dari guru. Ehm jadi pengin gambar dan ngelukis pakai Faber-Castell.

    ReplyDelete
  52. Sekarang sekolah masih online belum PTM ya mbak. Kasian anak2 sbnernya.

    ReplyDelete
  53. Bener banget ini. Yang saya lihat saat awal PJJ itu adaptasi dengan teknologi. Banyak aplikasi baru digunakan. Masih belum paham cara pakainya :D

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,