Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, and upside down of life.

Pengalaman Sunat Bayi di Jakarta

Wednesday, September 16, 2020

Pengalaman Sunat Bayi di Jakarta. Alhamdulillah baby Uno sudah khitan saat berusia sebulan. Walau ada pro-kontra di internal keluarga seperti kok masih bayi sudah disunat tetapi kami tetap menjalankannya. Pakai metode khitan apa? Khitan bayi di mana yang OK di Jakarta? Kemudian, rewel kah baby Uno pasca khitan? Yuk … lanjut baca.


sunat bayi jakarta pusat




Alasan Sunat Bayi

“Haduh … masih bayi kok tega udah disunat? Enggak menunggu SD aja?”


Pertanyaan tersebut kerap saya jumpai. Memang ya, tidak tega melihat bayi sudah diutak-atik. Belum lagi nanti rewel menangis terus sedangkan kita tidak paham sakitnya di mana.


Akan tetapi, kami memilih untuk melakukan sunat bayi pada anak-anak. Sekilas saya pernah dengar sunat pada bayi lebih cepat sembuh. Toh tidak ada usia minimal khitan. Ada yang belum seminggu sudah khitan karena alat kelaminnya bermasalah. Akan tetapi, saya pribadi berpendapat sebaiknya khitan sebelum usia 6 bulan, mumpung belum aktif guling sana-sini.


Khitan bayi juga mencegah fimosis dan Infeksi Saluran Kencing (ISK) yang rawan terjadi pada bayi. Pengalaman teman yang anaknya kena ISK, tiap bulan periksa ke rumah sakit karena sering demam. Setelah dikhitan, kondisi si anak pun membaik.


Kalau dari sisi ke-tega-an, sunat dilakukan oleh tenaga medis profesional sehingga tekniknya sudah teruji. Bukan asal potong, heheh. Apalagi metode khitan semakin canggih, minim sakit. So, lebih cepat sunat ya lebih baik.


Satu lagi alasan kami memilih khitan saat masih bayi karena tidak perlu membujuk si anak. Kalau anaknya sudah usia sekolah, kadang parno dengar cerita teman-temannya bahwa khitan itu sakit. Alhasil, butuh effort untuk meyakinkan si anak ketika akan sunat.


 

Metode Sunat Bayi


Mendengar cerita dunia per-sunat-an zaman dahulu membuat ngeri. Beda dengan sekarang, selesai sunat sudah bisa langsung main. Teknologinya semakin canggih.


Metode sunat beragam, detailnya bisa konsultasi ke tenaga medis. Ini metode khitan yang ada antara lain:


  • Sunat Konvensional: setelahnya memakai perban.
  • Sunat Laser: memakai alat seperti solder.
  • Sunat Klamp: memakai tabung klamp yang harus dilepas beberapa hari kemudian.
  • Sunat Stapler: memakai alat berbentuk mirip stapler.
  • Sunat Lem: minim jahitan dan menggunakan lem khusus untuk menutup luka.


 Baca juga: Mainan Bayi 6 Bulan


Pengalaman Sunat Anak di Sunat123 Jakarta Pusat


Belum genap sebulan usia baby Uno, saya sudah mencari informasi mengenai tempat khitan bayi di Jakarta. Berhubung ini pengalaman pertama, saat anak pertama dulu kami masih tinggal di Gresik, maka saya bertanya ke tetangga dan juga googling untuk mencari harga terhemat. *teteup ….


Biaya sunat di Jakarta beragam, tergantung tempat dan metode yang digunakan. Saya pernah membaca banner di RSIA Tambak Jakarta untuk sunat anak biayanya sekitar 1,5 juta rupiah bonus mobil-mobilan. Kalau di RS Columbia Asia, Jakarta Timur biaya sunat 2,5juta rupiah. Selain rumah sakit, khitan juga dapat dilakukan di klinik seperti rumah sunat.


Info dari salah satu rumah sunat yaitu Sunat123, biaya sunat untuk bayi dan anak di bawah 12 tahun non pubertas (per September 2020), yaitu:


  • Konvensional Rp1.150.000,-
  • Laser/ E. Cauter Rp 1.050.000,-
  • Klamp Rp 1.400.000,-
  • Lem Rp 2.100.000,-
  • Stapler Rp 3.100.000,-


Waktu Uno sunat, Desember 2019, biaya sunat laser Rp 950.000,-. Udah naik cepek.


Hmm … lumayan juga, ya, biaya sunat di Jakarta, rata-rata di atas sejuta. Zamannya SID sunat, tahun 2015, di Gresik cuma 300ribu rupiah.

 

Khitan Bayi di Sunat123 Jakarta Pusat


Akhirnya, kami memutuskan khitan di Sunat123 karena dekat dari rumah dan biayanya terjangkau. Saya melakukan reservasi via Whatsapp 082219123123. Adminnya cepat merespon dan waktunya fleksibel mau khitan pukul berapa.


Berkaca dari pengalaman khitan bayi SID yang rewel setelah biusnya habis, saya pilih waktu khitan sore saja. Kalaupun rewel ya malam hari, semalam saja begadang.


biaya khitan bayi jakarta


Sore itu, Desember 2019, kami menuju Sunat 123 di Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Yang khitan bayi imut, yang mengantarkan segambreng termasuk mas SID.


Pertama masuk ke ruang klinik, kami disambut dua petugas di meja resepsionis. Hal yang mencuri perhatian yaitu di belakang petugas berjejer banyak mainan, sebagian besar berupa mobil-mobilan beraneka ukuran. Rupanya selesai sunat, anak dapat memilih mainan tersebut. Ukuran mobil yang didapat tergantung metode sunatnya. Mobil besar berarti biayanya besar, heheh.


Kami menunggu antrean di lobi klinik sambil membaca buku. Lobi ini dihiasi buku-buku cerita anak dan juga berbagai mainan. Bermain di sini dapat mengurangi ketegangan anak sebelum proses khitan. Hmm … tapi kalau terdengar jeritan pasien sebelumnya bakal parno, tidak?


Setelah tiba giliran Uno, kami semua masuk ruang dokter. Ruangannya dihiasi stiker anak. Di atas meja dokter terdapat booklet dengan kata-kata penghibur dan penyemangat untuk anak-anak yang berani disunat. Uno langsung diletakkan di kasur pasien dan diberi tindakan.


Butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk menyelesaikan proses khitan bayi. Uno disunat menggunakan metode laser, alatnya seperti solder di pelajaran elektronika.


Saya dan SID penasaran ingin melihat proses khitan walau setengah hati takut. Ya, kadang lihat, kadang menjauh. Heheh … Uno bagaimana? Awalnya saja sebelum disuntik bius dia menangis setelah itu ya woles.


Baca juga: Cara Mudah Belajar Membaca untuk Anak TK

Selesai proses sunat, kami sholat maghrib di lantai 2 klinik sambil menunggu reaksi Uno paska sunat. Saya kurang paham, apa mungkin biusnya mulai berkurang tetapi Uno agak rewel, minta minum.


Sebelum pulang, Uno mendapat hadiah mobil mainan tetapi diwakilkan SID yang paling heboh memilih. Hehe … enak, kan, jadi mas bisa dapat hadiah. Uno juga mendapat sertifikat sudah khitan.


 

Perawatan Setelah Sunat pada Bayi

Selain mainan dan sertifikat, kami dibekali parasetamol, kain kasa, obat merah, dan semprotan cairan. Parasetamol untuk mengurangi nyeri saya berikan sesekali pada Uno. Duh, lupa detailnya. Sesuai anjuran dokter, lah. *monmaap kelamaan enggak ditulis.


Bekas jahitan dibersihkan 2-3 kali sehari dengan kain kasa yang diberi obat merah. Kasa ditepuk-tepuk lembut saja pada luka. Setelah itu disemprot cairan bening yang kata dokternya untuk memperindah hasilnya.


Nah, sungguh ku tak mengerti ini cairan bening terdiri dari apa. Wes pokoke ku semprot saja. Uno juga enggak menangis. Hahaha ….


sunat bayi jakarta


Oh ya, Uno memang rewel semalaman setelah pulang dari klinik. Karena khawatir pakai popok sekali pakai akan melukai jahitannya, saya pakaikan popok kain. Nah, popok kain ini kan wes-ewes sekali pipis bocor kemana-mana, maka malam itu daster saya udah bolak-balik kena ompol. Dalam semalam habis 5 popok kain.


Paginya, saya udah teler akibat tidur-bangun-tidur. Ayah Uno pun ikut begadang gantian menggendong. Akhirnya kami putuskan untuk memakaikan pospak saja. Bentuk pospak yang gembung justru tidak menempel ke alat kelamin.


Alhamdulillah pagi itu matahari bersinar cerah. Anak bayi enggak mandi, hanya dilap air hangat. Ia pakai pospak dan nampak santai. Ketika lukanya dibersihkan pun dia biasa saja.


Baca juga: Mengatasi Perut Kembung pada Bayi


Perawatan setelah sunat sebenarnya mudah tetapi saya ngeri-ngeri sedap, khawatir lukanya perih. Apalagi melihat lukanya yang masih merah, hiii …. Selama seminggu saya bersihkan luka seperti di atas sampai nampak kering dan sisa benang rontok.


Yay, alhamdulillah tunai sudah mengkhitankan anak laki. Prosesnya cepat, perawatannya mudah, dan cukup semalam saja begadang. Hehehe ….

1 comment on "Pengalaman Sunat Bayi di Jakarta"
  1. sekarang tren khitan saat bayi mulai marak ya mbak
    kemarin keponakanku juga masih 4 bulan
    teknologi juga mendukung banget
    ingat zmaan dulu takut banget kalau mau dikhitan huhu

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,