Helenamantra

Life of Happy Mom - Personal blog about parenting, health, and upside down of life.

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah

Tuesday, April 24, 2018


Ketika anak bertanya tentang Allah

"Aku enggak bisa melihat Allah."

Pernyataan yang keluar dari mulut SID membuat saya dan suami berpandangan. Hmm, bagaimana menjawabanya supaya tepat dan mudah dimengerti.


Sehari menjelang ulang tahunnya yang ketiga, SID melontarkan kalimat tersebut. Hari-hari berikutnya tak lepas dari pembahasan tentang Tuhan. Allah ada di mana? Apakah Allah bisa melihat kita? Bagaimana cara bertemu Allah? 

Rasa penasarannya kian berkembang. Ini alamiah. Kami tak ingin menghentikan kuriositasnya dengan jawaban sekadarnya seperti, "Ga boleh nanya seperti itu. Udah jangan tanya lagi. Dijelasin juga ga bakal paham."

Ini momen penting di mana ia tertarik mengenal Tuhannya. Ketertarikan ini muncul dari dalam dirinya, bukan dari pihak lain yang mencetuskan ide.

Mengenalkan Anak kepada Allah


Rasa ingin tahu SID tentang Allah mungkin karena stimulasi yang kami berikan selama ini. Beberapa cara mengenalkan anak pada Sang Pencipta, antara lain:

Mengajak ke masjid.
Semenjak usia dini, ajak anak ke masjid. SID ketika di masjid tidak selalu mengikuti gerakan sholat. Kadang ia tiduran atau numpang minum. Tetapi ia telah terbiasa dengan suasana masjid, terutama masjid dekat rumah. Kami ingin menanamkan bahwa ini lho Baitullah, tempat ibadah kita sebagai muslim.


Mengikuti pengajian.
Ini pengajian offline, ya, bukan via Yutub *LOL. Seminggu sekali di masjid komplek diadakan pengajian. Jarang ikut, sih. Namun pernah juga SID duduk manis mendengarkan materi pengajian di antara para bapak. Sementara saya duduk di belakang, di shaf wanita.

Aktivitas sehari-hari.
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan dapat dihubungkan dengan ayat pada Al-Quran ataupun kisah nabi dan rasul. Cara paling sederhana misalnya menunjukkan manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta ini merupakan ciptaan Allah. Makanan yang kita makan merupakan rezeki dari Allah. Untuk itu kita harus berterima kasih kepada-Nya dengan beribadah.

Membaca buku.
Buku bacaan bertema Islami untuk anak-anak semakin banyak dan menarik. Ilustrasinya tak kalah dengan buku impor di Big Bad Wolf. Belajar tentang Islam pun semakin mudah. Contohnya buku kisah nabi dan rasul, Tadabur Al-Quran, dan Allah Ciptakan Tubuhku.


Apalagi ya caranya? Boleh lho tulis di kolom komentar, buat ide saya belajar juga.

Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Allah


"Aku enggak bisa melihat Allah."

Setelah detik-detik penuh kesunyian, Ayah SID angkat bicara. Saya bagian menambahkan saja. Haduh, beneran deh, takut salah.

“Betul. Kita tidak bisa melihat Allah tetapi Allah dapat melihat kita. Setiap kita bergerak, mau ngapain aja, Allah bisa melihat. Allah berada di Arsy, di atas langit.”

“Kalau aku melihat ke atas kok enggak kelihatan Allah?”

“Allah yang menciptakan kita berbeda dengan kita yang diciptakan Allah. Mata kita terbatas untuk melihat, tetapi Allah tidak. Allah bisa melihat kita semua”

“Aku ingin bertemu Allah. Tapi bagaimana caranya?”

“Kita nanti bisa bertemu Allah naik mobil. Mobilnya ini perlu diisi bensin bernama amal. Kalau amalnya banyak, mobilnya bisa jalan dan terbang. Amal ini diperoleh dengan kita rajin beribadah, rajin sholat, sedekah seperti SID nabung di masjid, membantu orang lain, dsb.”

“Warna bajunya Allah apa ya? Merah atau biru atau ungu atau hijau atau…” (menyebutkan semua warna karena sedang menyukai belajar warna)

“Allah tidak seperti kita. Jadi, semua warna adalah punya Allah tetapi Allah tidak butuh warna itu. Pokoknya kalau di sana (di surga) kita boleh minta apa aja. SID mau warna apa saja boleh.”

“Minta mobil, boleh?”

“Boleh. Minta Ryder, boleh. Minta mobil yang bisa jadi robot, boleh. Asalkan mintanya pada Allah.”

Selanjutnya setiap hari tak lepas dari pertanyaan, “Ayah, katanya kita mau ke Allah?”. Kami pun menjawab, “Yuk, kita beli bensinnya dulu.”.

Masya Allah, Nak, ibu deg-degan lho menjawab pertanyaanmu itu. Semoga benar dan kamu memahaminya ya. Membuatmu makin dekat kepada Allah.

Pakbapak, Buibu, pernah menghadapi anak yang bertanya tentang Allah? Bagaimana menjawabnya?


22 comments on "Ketika Anak Bertanya Tentang Allah"
  1. Mbak..dulu anak saya juga menanyakan hal yang sama. Dan jawaban di atas sudah tepat kok. Seiring perkembangan usianya lama-lama akan paham juga. Mungkin bisa ditambahkan juga nonton video materi pengenalan Allah ini. Kalau dulu jaman anak saya karena belum marak you tube, saya setelin versi vcd Islami untuk anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya, cari di yutub deh video yang sesuai. Makasih sarannya :)

      Delete
  2. Fylly pernah sih nanya yg sama. Tp aku ga tau mba, apa jawabanku salah ato tepat utk dia. Krn aku jawab gini, 'Allah itu ada di hati manusia. Allah juga ada di langit, dipikiran kita, dimanapun dia mau berada. Kita ga bakal bisa melihat Allah, krn kita ini cuma ciptaan Allah nak. Dia bisa melihat kita dan semua makhluknya, tapi kita ga akan bisa melihat dia. Kenapa? Krn kalo kita bisa melihat Allah, kita sama aja dong seperti Allah.padahal Allah kan lbh hebat "

    Bener ga yaaa huahahahaha.. Baru skr aku kepikiran malah -_- . Tapibuntungnya Fylly lgs diem ga nanya lg.. Ntah dia ngerti ato sbnrnya msh bingung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sempat kepikiran gitu juga mbak. Kalau dia nanya lagi, bisa tuh pakai jawaban seperti Mbak Fanny. Makasih yaaa

      Delete
  3. Mbak, anakku juga pernah bertanya seperti itu, dan jawabanku kurang lebih sama..
    Saat aq menjelaskan tentang di dunia ini dan seisinya adalah ciptaan Allah, dia nanya balik kalo helm Allah juga yg nyiptain ya ma? ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trus kamu jawab apa? :D
      hihi, kreatif ya pikiran anak-anak.

      Delete
  4. Jiah si Kaka malah nanya... Hehehe... Aku baca artikel ini karena mau nyontek jawaban Kaka nih... Boleh ya aku contek... Persiapan kalo si neng nada nanya begitu juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan kamu yang lebih banyak pengalamannya. bagi dong...

      Delete
  5. Anakku mau 3 tahun juga nih, Mbak, kata orang2 usia segitu emang lagi kepooooo banget yak? Hihi. Makasih nih dapat contekan dari sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iyakah? AKu perlu banyak baca nih persiapan menghadapi pertanyaan-pertanyaan ajaib.

      Delete
  6. Anakku yang balita juga pertanyaannya mulai berat kaya gini euuy. Emaknya harus bisa menjawab dengan tepat, takut salah ya 😁😁

    ReplyDelete
  7. Aku belum punya anak euy, nikah aja belum. wkwk... tapi iseng2 aja baca..

    ReplyDelete
  8. Bacanya aja deg-degan,, apalagi menjawabnya yah,,

    ReplyDelete
  9. berbicara dengan anak kecil memang harus memahami cara berfikir dan logika sederhana anak dahulu ya... :D kadang aku juga berpikir gimana bakalan ngejawab pertanyaan anak kecil tentang kasus yang sama... walaupun memang belum ada yang nanya

    ReplyDelete
  10. Saya pernah Mbak. Dan kembali lagi, kita harus menjelaskan bahwa Allh beda dari semua yang diciptakannya. Karena Allah yang menciptakan, ya otomatis tidak ada yang tahu di mana dan seperti apanya. Sambil cerita2 aja, pakai bahasa yang ringan.

    ReplyDelete
  11. Bener mbak Helena, Allah berada di atas 'arsy. Kenapa kita ga bs lihat Allah karena Allah itu maha besar, saking besarnya sehingga tak terjangkau sama mata kita.

    ReplyDelete
  12. Halo mba, ini juga hal yg pernah ditanyakan anakku dari 3.5 thn sampai sekarang. Awalnya aku jawab bahwa Alloh itu ada dimana2, di hati kita, di langit, setiap tempat, tapi setelah aku cari lebih dalam ternyata itu jawaban yg salah. Krn ini berkaitan dg aqidah maka kita wajib menjawabnya sesuai kaidah yg benar sesuai dalil, dan yg dikatakan ayah sid sudah tepat, Alloh di arsy dan itu ada dlm nash Alquran... Krn klo ga sesuai aqidah kita, misal menjawabnya Alloh ada di hati manusia, dimana2, ajaran hindu pun seperti itu. Habis dapat pencerahan itu akupun buru2 meralat jawaban ke anak.

    ReplyDelete
  13. Poin mengenalkan Allah dengan aktivitas sehari-hari tuh yang masih kurang sayanya. Abis ilmu agama emaknya cetek hiks.
    PR besar buat lebih mendalami agama Islam agar gak salah jawab saat di tanya anak.

    Anak saya malah sekarang sering membanding-bandingkan jawaban saya dengan jawaban ustadzahnya, lalu ujung-ujungnya "ih mami bohong ya, kata ustadzah gak gitu"
    Malu deh emaknya hahaha

    ReplyDelete
  14. Makin gede , makin banyak pertanyaan anak ��. Harus siap jawabnya ya .

    ReplyDelete
  15. Wah iya, makin gede anak makin 'aneh' pertanyaannya. Terima kasih sarannya, mbak, soalnya saya sama istri sering speechless kalau ditanya beginian. He-he-he.

    ReplyDelete
  16. Sama mba, saya juga dari sejak dini sudah mengenalkan Allah pada Erysha. Salah satu cara saya juga untuk menumbuhkan fitrah iman pada anak ��

    ReplyDelete
  17. wkwkw nggak sengaja saya mampir di artikel ini, tidak apa apalah di buat referensi nanti kalau sudah nikah dan punya anak ^_^

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature