Bayi Baru di Rumah: Mempersiapkan Anak Menjadi Kakak

Tuesday, November 29, 2016



Our New Baby at Home: Mempersiapkan Anak Menjadi Kakak (pic: Stuff)

“Adik, sebentar lagi kamu jadi kakak,” ujar ibu ke anak semata wayangnya. 
Hmm…gimana reaksi Sid kalau saya bilang seperti itu? Dia belum ngerti apa itu kakak-adik. Saat diajak menjenguk bayi tetangga yang baru lahir, ia asik dengan mainan si bayi tanpa peduli makhluk imut di kasur.

Eits, saya tidak sedang hamil (lagi) kok. Saya menulis topik ini karena akhir-akhir ini di timeline banyak foto hasil USG. Alhamdulillah beberapa kawan sedang hamil anak kedua. Selamat yaa! Diantara rasa bahagia, timbul kekhawatiran akan anak pertama. Bagaimana cara mengenalkan calon adik kepada calon kakak?


Masalah yang umum terjadi saat menjadi kakak adalah cemburu. Wajar dong karena selama ini si anak menjadi center of attention keluarga lalu tiba-tiba ada bayi baru di rumah yang menarik perhatian mama, papa, dan keluarga lainnya. Timbul rasa cemburu, jengkel, iri, dan hal negatif lainnya pada diri kakak. Pelampiasannya bisa sampai melukai diri sendiri bahkan si adik. Sedih, kan.

Bagaimana cara mengatasi kecemburuan anak terhadap adik bayinya?

Kebetulan nih saya membaca buku Our New Baby at Home (Bayi Baru di Rumah Kami) saat berkunjung ke Perpustakaan Umum DKI Jakarta. Buku bilingual ini aslinya dari Barcelona, Spanyol dan ditulis oleh Berta Garcia Sabates serta dilengkapi ilustrasi menarik karya Armelle Modere. Kalau di Indonesia diterbitkan oleh PT. Eaststar Adhi Citra di tahun 2010.

Our new baby at home: punya adik itu mengasyikan
Buku parenting ini menjadi ulasan di #BalitaBacaBuku karena cara penyampaiannya cocok untuk anak-anak yang bersiap memiliki adik baru. Khawatirnya rasa cemburu yang timbul pada diri kakak memunculkan perilaku negatif seperti melawan orang tua atau mengompol (padahal sebelumnya sudah lulus toilet training). Kalau tidak diatasi, psikis kakak terganggu, orang tua juga makin pusing.

Untuk itu menurut parent’s guide buku ini, orang tua dapat membantu mengatasi situasi tersebut dengan cara yang terbaik dengan menciptakan awal bagi ikatan selamanya: Persaudaraan.

MENYIAPKAN MENTAL


Menjadi seorang kakak butuh persiapan. Sama seperti saat kita menjadi suami/istri atau orang tua baru, butuh belajar dan beradaptasi dengan status baru. Ia butuh tempat bercerita dan perhatian dari orang tua. Jangan sampai melupakan anak pertama setelah kehadiran anak kedua (dan seterusnya). Anak pasti sedih bila tidak diperhatikan. Dengarkan keluhannya dan beri pengertian.

Beri kesempatan untuk beradaptasi dengan status barunya sebagai kakak. Ada anak yang senang menjadi kakak karena dianggap dewasa, ada pula yang butuh waktu lebih lama.

Sounding kehadiran bayi baru juga bisa dilakukan dengan membaca buku anak yang menceritakan kisah kehamilan dan kelahiran bayi (seperti buku Our New Baby at Home ini), mengajaknya berkunjung ke teman yang baru melahirkan, atau bermain peran kakak-adik melalui boneka.

Ceritakan pula pengalaman ibu saat sedang hamil dan merawat bayi (alias si kakak). Anak akan senang mengetahui masa kecilnya. Ia juga pernah di perut ibu kemudian lahir menjadi bayi yang lucu. Tunjukkan foto atau video saat ia masih bayi. Beri pengertian bahwa nanti dari perut ibu juga akan lahir bayi seperti dirinya. 

Libatkan anak saat kehamilan hingga mengurus bayi untuk menumbuhkan sense of belonging  terhadap sahabat barunya. Ajak anak saat periksa ke dokter kandungan, memilih pakaian dan perlengkapan bayi, atau minta tolong ambilkan popok. Dengan melibatkan si anak, ia merasa punya peran penting dalam mengurus adik. 

Buku ini mengajarkan bahwa kehadiran bayi baru di rumah sebagai satu hal yang menyenangkan. Adik kecil ini akan menjadi teman bermain juga teman berbuat jahil. Kakak bisa memakaikan kacamata atau sepatu besar ke adik yang belum mengerti. Hihihi…

Bilingual untuk belajar Bahasa Inggris

Saya suka buku ini karena cerita dan contoh yang diberikan menggunakan kalimat singkat sehingga mudah dipahami. Buku ini juga dilengkapi Iiustrasi menarik.

Dengan mempersiapkan mental calon kakak jauh-jauh hari sebelum kedatangan adik bayi, semoga persaudaraan ini akur dan saling mendukung. Kalau kata Gen Halilintar, “My Family, My Team”.

Punya rekomendasi buku dengan tema serupa? Atau ada cara lain untuk mempersiapkan anak menjadi kakak? Sila berbagi di kolom komentar ya. Terima kasih.



43 comments on "Bayi Baru di Rumah: Mempersiapkan Anak Menjadi Kakak "
  1. Anakku cuma satu, palingan waktu itu mempersiapkan punya adek sepupu, yang kebetulan sangat dekat ama tantenya.
    Ya gitu pertama cemburu juga, padahal jaraknya jauh banget. Tapi lama kelamaan jadi paham. Makanya mungkin harus ada jeda yang pas min 3-5 thn utk punya adek, ya buat persiapan mental ya.

    Trus kita mau hamil lagi gituh Mbaa? yuuk...

    ReplyDelete
  2. Memang persiapan mental itu perlu y mba, ponakanku dlu ga terima padahal bedanya jauh 5 tahun sll cemburu sampe skrg ga akur hhahaha..semoga jika aku hamil lagi bbisa kasih pengertian pada si sulungku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah masih ga akur ya? Hmm...emang harus telaten memberi pengertian.

      Delete
  3. Sibling rivalry kerap terjadi jika jarak usia kakak dan adik kurang dari 4 tahun. Lebih dekat jaraknya lebih pencemburu si kakak kelak. Seringnya sih sibling rivalry terjadi kalo kakaknya tuh laki2. Anak perempuan sulung justru lebih ngemong ke adiknya.

    Itu sih berdasarkan pengalaman yg kuamati ya. Bisa jadi akan beda jg di keluarga lain. Different family, different case.

    Itu. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya beda-beda tergantung tipe anak dan perlakuan ortu juga deh mba. Makasih infonya ya

      Delete
  4. Aku sepertinya butuh buku ini deh. Nggak cuma buat yang sudah punya anak, buatku yang baru mempersiapkan pernikahan juga butuh buku - buku kayak gini buat referensi :)

    ReplyDelete
  5. Nah iya. Menyiapkan mental si kakak dan abang paling penting ya mba. Dulu waktu zizi mau lahir bintangnya sudah mulai mengerti. Sekarang pas mau lahiran lagi zizi spertinya belum terlalu mengerti... kudu belajar lebih banyak lagi.

    ReplyDelete
  6. Bener banget harusnya siapkan mental si Kaka dulu.Ga kaya saya. YA ampun makk,,ampe sekarang kadang suka jeles si Kakak tuh, emaknya jadi puyeng sendiri haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cewe-cewe kompak itu masih suka berantem?

      Delete
  7. Boro-boro nyiapin mental, sering banget malah liat orang tua banding-bandingin kakak dan adik, jadi si kakak bukan lagi cemburu malah benci sama adiknya.

    Jadi intinya menyiapkan mental kakak itu bisa dg cara melibatkan dia dalam menyambut adiknya supaya dia tetap merasa dianggap keberadaannya ya mbak? Oke noted, buat persiapan kalau punya anak lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuuu iya kadang ga sengaja banding-bandingin gini :(

      Delete
  8. Boro-boro nyiapin mental, sering banget malah liat orang tua banding-bandingin kakak dan adik, jadi si kakak bukan lagi cemburu malah benci sama adiknya.

    Jadi intinya menyiapkan mental kakak itu bisa dg cara melibatkan dia dalam menyambut adiknya supaya dia tetap merasa dianggap keberadaannya ya mbak? Oke noted, buat persiapan kalau punya anak lagi :D

    ReplyDelete
  9. Iya, yang paling penting untuk diperhatikan adalah perasaan kakak. Dia akan merasa tersaingi dengan kehadiran adik baru.
    Dulu saya berusaha mengantisipasinya dengan cara melibatkan kakak ketika sedang hamil dan ketika mengurus adik bayi. Alhamdulillah kakak merasa senang sudah dilibatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, berarti sesuai tip di buku itu ya untuk melibatkan kakak. Makasih udah berbagi cerita

      Delete
  10. Iya, yang paling penting untuk diperhatikan adalah perasaan kakak. Dia akan merasa tersaingi dengan kehadiran adik baru.
    Dulu saya berusaha mengantisipasinya dengan cara melibatkan kakak ketika sedang hamil dan ketika mengurus adik bayi. Alhamdulillah kakak merasa senang sudah dilibatkan.

    ReplyDelete
  11. Yaah ngga seru, kirain Helen yg lg hamil lg. :/

    ReplyDelete
  12. Belum ada rencana nambah momongan euy...tapi bagus nech buat referensi..

    ReplyDelete
  13. anakku yg pertama ini justru excited banget pas adeknya lahir, dan dia bener2 protective ama adiknya ;p.. adiknya digendong ama tetangga ato temn2ku aja, dia lgs protes krn takut adiknya dibawa.. awal2 aku hamil sih, aku memang slalu tekanin mbak, kalo nanti dia punya temen baru, bisa main bareng, dan mungkin jg krn ankku yg pertama umurnya 4 thn, jd udh ga trlalu cemburu yaa.. ditambah pula, dia deket bgt ama papinya.. jd adiknya yg lbh deket ke aku ga bikin dia cemburu samasekali... tapi jgn coba2 adiknya tidur nempel ke papi, krn dia bisa marah hahahaha ;p.. intinya, adik ga boleh deket papi aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarak usia anak juga berpengaruh ke kematangan menerima adik baru ya mba. Makasih udah berbagi cerita

      Delete
  14. iya mbak kayaknya membaca buku adalah cara yg paling efektif mengenalkan adik baru ke kakak karena anakku dulu juga tak kenalin lewat membaca dan hasilnya ces pleng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya salah satu caranya lewat media buku yang topiknya relevan

      Delete
  15. Ehmm...gitu toh persiapan kalau ada anak part 2, kebetulan ak baru satu dan itupun baru louncing hihi, tks share nya mba ^_^

    ReplyDelete
  16. kirain mba hel lagi hamiiil...aku kan pengen jugaaa...oiya yah harus sounding ke kakaknya kalo dia bakal punya adek..ayoo mba kita praktekinnn..huahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu...kasi jarak dulu lah. Emak ini butuh piknik

      Delete
  17. menghindari sibling rivalry ya mbaaa

    ReplyDelete
  18. aaah..jadi pengen punya baby :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini mba tuty main sama Sid *trus emaknya jalan-jalan

      Delete
  19. Bukunya bagus, Mbak Helen. Pengen punya, eh, tapi belom akan ada adek bayi (lagi) hehee...
    Itu ilustrasi dan komposisi isinya bagus banget. Aku kalo nyari buku bacaan anak sukanya yg model kaya di buku ini nih. Siiip...

    Beli di mana, Mbak?

    ReplyDelete
  20. persiapan itu semua sdh saya coba terapkan kepada nak2 di rumah, saat nawra menyambut Athifah dan saat nawra dan athifah menyambut annasya, emang ngefek banget...

    ReplyDelete
  21. Ponakan ku kelas 3 SD dan di kasih tau kalo bakal punya adek, eh dia seneng tiap hari elus2 perut mama nya

    ReplyDelete
  22. Bukunya bagus :D
    Dulu Maxy cuma kusounding aja sih saat hamil Dema :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maxy keknya akur tuh sama Dema. Good job!

      Delete
  23. Klo aku nanya betul2 ke anak mau nggak punya adik lagi, jgn sampe nantinya adeknya dibejek2 sama abangnya krn cemburu :(

    ReplyDelete
  24. Kalo mnrt aku yg plg penting itu perlakuan kita hrs adil thdp keduanya. Jangan mentang2 si kaka lbh gede, selalu salah. Adik msh kcl blh seenaknya. Klo lg berbagi mainan, aku ga slalu nyruh kaka yg ngalah, kdg ada wktunya justru ade yg hrs sabar menunggu. Dengan begitu kaka tau meski ada ade nya rasa sayang ortu nya tidak berkurang untuknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ortu harus adil dan menunjukkan kasih sayang pada keduanya ya supaya ga ada yang iri. Makasih udah berbagi

      Delete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature