Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Naik Bus Transjakarta Bawa Dua Anak (Termasuk Batita)

Saturday, April 16, 2022
Lho, Jumat ini tanggal merah? Ada libur apa? Hihi ... beginilah kalau enggak sekolah atau keluar rumah jadi enggak cek kalender. Ternyata Jumat (kemarin) hari libur Jumat Agung. Mau kemana yah? Kayaknya asik nih mengajak anak berpetualang naik bus Transjakarta (busway).



Anak Balita Boleh Naik Bus Transjakarta (busway)


Eh, emangnya dulu enggak boleh? Iya, di masa pandemi sedang hot-hotnya anak-anak belum boleh naik bus TJ.

Alhamdulillah sekarang balita pun boleh naik bus TJ selama didampingi orang tua yang kondisinya sehat. Kalau di PeduliLindungi mah yang penting warnanya hijau.

Persiapan Sebelum Naik Bus Transjakarta


Berhubung udah lama enggak melalang buana naik bus TJ, saya udah nge-blank dengan rutenya. Apalagi sekarang itu rute bus TJ makin banyak menjangkau sampai ke Depok segala (UI).

Tujuan kami hari ini menjenguk teman yang baru melahirkan. Rumahnya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ya Allah ... udah macem ke luar kota karena ini jaraknya jauh dari tempat kami.

Sebenarnya ada opsi naik commuterline (KRL) turun stasiun Lenteng Agung. Sayangnya balita baru boleh naik KRL antara pukul 10.00-14.00 WIB saja. Wah terlalu siang.

So, saya tanya di grup Whatsapp mengenai jalur bus TJ yang dekat ke Lenteng Agung. Alhamdulillah ada bun Hida, pakarnya TJ, yang menyarankan naik bus:
1. Transjakarta Pulogadung - Tosari, turun di Halimun. Ganti naik Transjakarta ke arah Ragunan. Sampai Ragunan lanjut ke Lenteng naik taksi.

2. Transjakarta Pulogadung - Tosari/Dukuh Atas, turun Manggarai. Ganti naik Transjakarta ke arah UI, turun Lenteng Agung.

Ternyata opsi kedua ini bus libur karena hari Jumat pas tanggal merah.

Selain cek rute bus, saya cek kartu e-money buat bayar tiket. Cuma nemu satu kartu, isinya cukup lah. Niatnya tadi mau bawa dua kartu. Satu untuk saya, satu untuk SID. Jaga-jaga misal baliknya mau naik KRL kan perlu dua kartu. *eh aturan sekarang gimana yah? hihi...

Tak lupa bawa perbekalan air putih, buku, dan mainan barangkali anak-anak capek di perjalanan. Mau bawa susu untuk Uno tapi SID melarang karena ia tergoda batal puasa. Heheh ...

Naik Bus Transjakarta Bersama Anak, Keliling Jakarta 3500 Rupiah Aja


Setelah persiapan dan negosiasi dengan para bocah, kami pun berangkat ke halte bus. Niatnya tadi mau nebeng Ayah berangkat kerja supaya hemat ongkos ke haltenya. Eh karena negosiasi berjalan cukup alot, Ayah udah keburu berangkat. Yasudahlah~

Untuk menuju ke halte bus TJ arah Tosari, kami naik taksi ke halte bus Pemuda Rawamangun. Ini halte favorit karena enggak perlu naik jembatan penyeberangan tinggi-tinggi sekali. Hahaha ... Tinggal nyeberang aja untuk sampai pintu masuk.

Kami tap kartu e-money secara bergantian dibantu petugas. Saya dan SID yang bayar 3.500 sementara Uno masih gratis.

Setelah bertanya ke petugas untuk meyakinkan rute bus yang benar, kami pun menanti bus sambil duduk.

Anak-anak melihat wara-wiri kendaraan. Asik aja gitu di tengah jalan besar bisa melihat kendaraan dari sisi kanan dan kiri.

Tak lama, bus Transjakarta jurusan Tosari datang. Kami masuk dan segera mencari tempat duduk.

Selama perjalanan termasuk sepi, semua penumpang kebagian kursi. Jalanan Jakarta pun nampak lengang. Efek tanggal merah kali ya. Jadi alhamdulillah nyaman.

Sampai di Halimun, kami buru-buru ganti bus ke arah Ragunan. Ada penumpang yang mengajak kami segera pindah bus ke bus depan (tempat menunggu bus jurusan Ragunan). Kami pun ikutan lari tapa sempat bertanya ke petugas.

Setelah itu kebingungan pun dimulai karena bus ini menuju halte Tosari. Lho, kok, bukan ke arah Kuningan lalu Ragunan. Kuningan kan di sebelah kiri sementara bus malah berbelok ke kanan.

Khawatir nyasar, saya pun turun di halte Tosari. Sampai di sini saya bertanya ke petugas kemana bus arah Ragunan. Jeng jeng ... ternyata benar, bus yang tadi kami naiki itu memang arah ke Ragunan. Bus TJ nomer 6. 

Alhamdulillah tak lama datang lagi bus arah ke Ragunan. Kami segera naik. Uno mulai rewel, enggak mau naik bus. Rupanya dia mengantuk.

Kami duduk di kursi paling depan supaya lega meletakkan tas dan melihat pemandangan pak sopir yang sedang bekerja. *eh

Perjalanan menuju Ragunan termasuk rute yang cukup panjang. Alhamdulillah Uno bisa tidur sementara SID asik membaca nama-nama tiap halte. 

Kami juga ngobrol tentang tempat-tempat yang kami lewati. Banyak kenangan naik TJ bersama SID saat ia berusia 2-3 tahun. Kemana-mana ia ikut saya bekerja meliput acara blogger gathering. Jadi trip ini seperti mengenang kisah masa lalu yang indah. *hihi ....

Alhamdulillah sampai juga di halte bus Transjakarta Ragunan. Sambil menunggu taksi, kami melihat patung-patung hewan di gerbang Ragunan. Lain kali ya Nak kita main ke Ragunan. Yang jelas jangan saat Ibu puasa. Bawa stroller juga. Pegel, bun.

Selesai sudah petualangan naik bus Transjakarta, tapi sering disebut busway, hari ini bersama dua anak. Hemat, beb, 7000 rupiah udah sampai Ragunan. Waktu tempuh 1,5 jam. Lama yak, tapi bahagia bisa banyak ngobrol dengan anak.

Capek? Iya, malamnya baru terasa ini kaki dan hati lelah. Hahah ... syukurlah anak-anak kondusif. Sampai jumpa di petualangan selanjutnya!



Post Comment
Post a Comment

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-menyurat, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,