UANGKU: Belanja Aman, Bisnis Lancar

Saturday, November 5, 2016


Uangku #FUNanciallyBetter

Siapa yang belum pernah belanja online? Yang namanya online shopping udah jadi favorit saya. Ga perlu ribet keluar rumah, cukup pencet-pencet dari smartphone. Sebelum e-commerce menjamur seperti sekarang, saya biasa belanja lewat instagram. Cari barang apapun dengan hashtag yang tepat akan langsung keluar banyak pilihan. Tapi sebelum membeli harus kepo alias teliti reputasi penjual. Jangan sampai kena tipu barang ga dikirim atau malah cacat produk. 
 
Caroline Adenan, seorang famous blogger, pernah tertipu saat belanja online. Ia membeli tas yang tertera ORI di iklan tetapi barang yang dikirim ternyata KW. Mau complaint, penjualnya susah dihubungi. Yah, gimana dong? Uang melayang, pelanggan kecewa. Saya juga pernah mengalaminya. Setelah menunggu sekian lama, pesanan saya tak kunjung datang. Yasudahlah ikhlaskan saja. Semoga uang tersebut bermanfaat untuk penjual.

Penjual di instagram atau media sosial lain juga punya risiko. Saat memutuskan berjualan lewat instagram, saya berusaha menjadi trusted seller. Satu demi satu testimonial customer saya kumpulkan lalu saya unggah ke instagram Foottrip (follow dong kakaaa). Saya juga ikut beberapa grup penjual online untuk meningkatkan penjualan. Dari grup tersebut saya belajar bahwa seller juga harus waspada. Penipuan online shopping bisa dilakukan oleh pembeli, salah satunya berupa bukti transfer palsu. Ada yang menipu dengan mengirim bukti transfer tulisan tangan (ya ampun, parah banget ini), ada pula yang niat edit pakai Photoshop. Memang harus jeli dan cek ricek mutasi rekening sebelum mengirim barang ke pembeli.

Kembali ke cerita Oline, begitu beliau biasa disapa, yang juga pemilik toko online Aura Batik. Ia kerap mendapati pelanggan yang cerewet. Pelanggan ini mau dilayani dengan cepat dan bertanya berkali-kali hal yang sebenarnya sudah ada di website. Memang bagus sih untuk teliti sebelum membeli tapi ada juga lho pembeli yang sengaja membuat panik penjual dengan niat menipu. Itulah suka duka berbisnis online.
Risiko social shopping dari sisi shopper (kiri) dan seller (kanan)

Meski penipuan berkedok online shop ini marak terjadi di Indonesia, peminat belanja lewat online masih tinggi. Pembeli suka cara ini karena lebih personal, apalagi para millennial yang hobinya belanja online. Siapa sih yang ga punya media sosial, at least 1 deh. Millenial juga tech savvy dan konsumtif. Lihat barang lucu langsung beli padahal belum tentu butuh. Lihat cable protector warna-warni punya teman, ikutan beli (trus susah pakainya). Lihat mie lidi zaman SD muncul lagi, langsung borong. Ya kan? *sambil ngaca*.

Tiap hari ada 2,7juta transaksi online di Indonesia. Contoh seller yang penghasilannya W-O-W bisa cek akun instagram @paroparocase yang followers-nya lebih dari 400k. Tahu omsetnya berapa per bulan? 3 Milyar rupiah! *Kapan ya @foottrip bisa seperti itu?

Dari 2,7juta transaksi online itu cuma 20% lewat online shopping. Lalu sisanya? 80% sisanya bertransaksi dengan social shopping alias belanja lewat media sosial. Nah istilah baru buat saya nih. Online shopping itu kalau kita belanja lewat e-commerce. Sedangkan social shopping itu belanja lewat: 1. Messaging apps (BBM, Line, Whatsapp, dll), 2. Media sosial (Instagram, Facebook, dll), dan 3. Classified sites (Mobil123.com, Kaskus, OLX, dll). Got the point?

Sabtu, 29 Oktober 2016 di Hotel Artotel Thamrin, Jakarta, saya dan para undangan mendapatkan informasi “What no one tells you about social shopping” oleh Uangku dan Blogger Perempuan. Saya baru ngeh ternyata selama ini salah pakai istilah, harusnya social shopping bukan online shopping saat belanja lewat LINE atau Instagram. Ok, noted!
 
What no one tells you about social shopping (maaf ya lupa nama mbak moderator di sebelah kiri)
Risiko jual-beli melalui media sosial memang ada tapi hasil penjualannya juga besar. Kalau bisnis ini dikembangkan dengan serius bisa memajukan ekonomi Indonesia, lho. Sayangnya repot kalau ada penipuan. Sampai detik ini belum ada hukum di Indonesia yang mengatur social shopping. KUHP, UU Perlindungan Konsumen, KUH Perdata, UU ITE belum meng-cover penipuan social shopping. Selain itu karena sangat bergantung pada ketelitian manusia, rawan error. Penjual lama membalas chat, proses pengecekan transfer uang yang lama, atau salah kirim barang. 

Menjawab keresahan para penggemar social shopping, kini hadir UANGKU yaitu layanan uang elektronik berbasis aplikasi yang diterbitkan oleh PT Smartfren Telecom Tbk (“Smartfren”) untuk memudahkan transaksi keuangan dengan hanya menggunakan smartphone. Uangku ini bisa dipakai untuk pembayaran transaksi social shopping. Simple and safe.

Aman Bertransaksi dengan Uangku

Fanny Verona, Marketing Director Global Pay Indonesia menjelaskan jika selama ini pembayaran dengan transfer langsung ke rekening penjual tanpa ada jaminan barang dikirim (cuma modal kepercayaan), sekarang bayar pakai Uangku saja. Pembeli ga perlu khawatir karena ada fitur “Buyer Protection”. Uang tidak akan ditransfer ke penjual sebelum barang sampai di pembeli dan telah sesuai pesanan. Pembeli juga akan mendapat notifikasi perihal pengiriman barang lengkap dengan nomor resi.

Dari sisi penjual ada fitur “Auto Confirmation” untuk memastikan pembeli telah membayar sehingga pengiriman pesanan bisa diproses. Ga repot bolak-balik melakukan pengecekan rekening bank dan menjawab pertanyaan pembeli. Win-win solution ya.

Cara seperti ini mirip dengan rekber alias rekening bersama di Kaskus. Ada rekening perantara untuk menjamin keamanan jual-beli online. Buat kaskuser, masih ingat penipuan yang dilakukan oleh rekber beberapa tahun lalu? Bedanya, mobile wallet Uangku ini jauh lebih aman karena diawasi oleh Bank Indonesia dan bisa digunakan untuk belanja di mana saja, tidak hanya pada 1 platform. Standar keamanannya pun sesuai keamanan bank. Bahkan kalau smartphone hilang, saldo di Uangku masih bisa aman karena saat bertransaksi harus memasukkan pin (asal pin-nya jangan dijadikan wallpaper yeee~).

Selain Shopping Payment Request yang saya jelaskan di atas, Uangku juga bisa digunakan untuk transaksi berikut ini:
  • Beli pulsa HP dengan nominal Rp 20.000,- s/d Rp 200.000,- untuk semua operator.
  • Bayar tagihan listrik, air, dan lainnya. Tersedia juga pembelian voucher listrik pra-bayar.
  • Bayar di merchant-merchant offline dengan cara meng-scan QR code pada struk pembayaran lewat smartphone.
  • Transfer dan terima uang tanpa perlu nomor rekening.
Untuk transaksi yang terakhir ini sangat membantu bagi pengguna yang belum punya rekening bank. FYI, sebagian besar masyarakat Indonesia belum punya rekening bank padahal punya smartphone. Hal ini bisa diatasi dengan mobile wallet.


Top-Up Saldo Uangku

Saya sudah mengunduh aplikasi UANGKU tapi belum ada pulsanya, hehe. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Google Play store atau Apple App store lalu daftar memakai nomor handphone kamu. Top-up saldo Uangku bisa dilakukan via transfer ATM, mobile banking, atau internet banking ke Bank Sinarmas (kode bank: 153) dengan rekening tujuan 8881+nomor handphone yang terdaftar di Uangku (contoh: 88810812345678). Selanjutnya top-up juga bisa via cash di Alfamart, Alfa Express, dan Smartfren. Coming soon…

Ada 2 jenis akun, regular dan premium. Saldo maksimum akun regular yaitu Rp 1 juta sedangkan premium sampai Rp 10 juta. Bila hendak upgrade ke premium, user harus mengisi formulir termasuk data nama asli ibu kandung dan menyerahkan fotokopi KTP. Mirip pembuatan rekening bank ya. Hal ini sesuai aturan BI untuk meminimalisir fraud

Cara Bergabung untuk Seller

Sebagai seller saya jadi tertarik menggunakan Uangku untuk alternatif pembayaran. Walau Global Pay Indonesia ini start-up company, saya yakin kredibilitasnya karena termasuk dalam Sinarmas Group. Saya pun menanyakan syarat dan ketentuan pendaftaran seller. Caranya kirim request untuk bergabung ke e-mail: business@uangku.co.id lalu seller akan bertemu dengan pihak Uangku untuk tanda tangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan menyerahkan fotokopi KTP. Tidak sembarangan seller yang bisa bergabung karena tim Uangku akan memverifikasi produk maupun reputasi seller. Artinya, hanya recommended dan trusted seller yang bisa bekerja sama supaya pembeli makin yakin keamanan bertransaksi dengan Uangku.

Itu perkenalan saya dengan mobile wallet Uangku dan social shopping. Saya mau coba belanja dengan Uangku, nih. Tunggu cerita berikutnya tentang shopping experience saya.

[UPDATE 17 Des 2016: pengalaman belanja di instagram menggunakan shopping payment request dari Uangku]

Uangku, the safest and simplest payment for social shopping. So lets be #FUNanciallyBetter!


*image dari Uangku dan dokumentasi pribadi

36 comments on "UANGKU: Belanja Aman, Bisnis Lancar"
  1. Uangku ini jadi solusi banget yaa untuk keamanan social/online shopping.

    ReplyDelete
  2. Belanja sepertinya nggak bakalan ribet dengan Uangku ;)

    ReplyDelete
  3. aku juga pakai aplikasi ini, nggak ribet dan proses nya juga cepat

    ReplyDelete
  4. Waahh saya sangat suka belanja online..

    Insyaallah coba deh aplikasi ini nanti :D

    ReplyDelete
  5. aku suka belanja online tapi males kalau ribet, ini ada aplikasinya ya, mau nyoba ah

    ReplyDelete
  6. Gimana gimana udah gabung jadi seller via apliksi ini belum? :D

    ReplyDelete
  7. Jadi mengamankan uang bagi kedua belah pihak ya mba, good idea!

    ReplyDelete
  8. Wah aku br tau Uangku ini part of Smartfren yaaa ternyata Mbak

    ReplyDelete
  9. Sama dong, baru tahu. Kirain semuua deh online shopping.
    Kini semakin menjamur aplikasi ya. Ntar ada juga aplikasi cari jodoh.
    Hmmm... atau sudah? :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ada, hahah. Yang lagi booming namanya Tinder. Makin heboh setelah bulan lalu ada yang nikah setelah seminggu ketemu di Tinder.

      Delete
  10. sistemnya semacem shopee ya mba disana juga gitu kalau barang belum kita terima dananya ga akan dilepas ke penjual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau shopee itu kan market place. Uangku ini bisa dipakai buat bayar di mana saja, ga terbatas di satu tempat.

      Delete
  11. Sosial shopping, saya juga baru tahu nih istilah ini ...

    ReplyDelete
  12. Aplikasi yg sangat membantu transaksi online ya mba

    ReplyDelete
  13. mbaa ikutan.. saya juga katro nih selama ini ga pake istilah social shopping. hihii intinya sama sih ya dengan online shopping.

    mba helena mantap udah publish aja,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar nulis cepat, target H+2 juga belum konsisten mba

      Delete
  14. Oh ternyata ada aplikasi seperti ini toh... kerenlah pokoknya
    semua serba dipermudah dan simple...

    ReplyDelete
  15. Ak juga baru tahu nih soal uangku. Mrngamankan kedua belah pihak. Jadi ha ragu lagi kan.

    ReplyDelete
  16. Wah ini terobosan baru...ada social shopping. Lebih aman ya krn bisa nge cek barang dulu sbl uang dilepas. Jadi nggak was was belanja online

    ReplyDelete
  17. Aplikasi yang keren. Cocok buat yang suka belanja online, kayak saya sih.....

    ReplyDelete
  18. Naahh sama deh tu mba. Baru tau juga istilah social shopping. Selama ini cuma taunya online shopping.

    Mbaaaa klo udah gabung di uangku, banyakin promonya yaa... hehe

    ReplyDelete
  19. Jadi semakin aman bertransaksi ya mba

    ReplyDelete
  20. ini nih jawaban untuk mereka yang bertransaksi via internet. suami pernah ktipu puluhan juta. nyesekkkkk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, beli apa itu o__O Semoga ga terulang lagi ya

      Delete
  21. Social shopping bukan termasuk online shopping yaaa ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda om, masih sekeluarga gitu tapi beda tempat belanja. Social shopping belanja di media sosial. Kalau online shopping di market place.

      Delete
  22. Aku juga udah download nih mba helen..bakalan makin semangat belanja.hahah

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.
Leave a COMMENT,
Hit the SHARE button,
dan sering-sering mampir ke sini ya...

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature