Obat tuberkulosis. Pria berkacamata itu menunduk. Ia berhenti sejenak
setelah menceritakan perjuangannya melawan Tuberkulosis (TB). Edi Junaidi dua
kali divonis positif TB, membesarkan dua anak sendiri, hingga menjalani
pengobatan selama 21 bulan agar sembuh dari tuberkulosis.
| Edi Junaidi menunjukkan sertifikat dari RSUP Persahabatan bahwa ia telah sembuh dari TB MDR (dok.pri) |
Membayangkannya saja saya tak
sanggup. Namun, bukankah Tuhan tidak memberikan ujian di luar batas kemampuan
hamba-Nya? Pak Edi sempat melepas mimpi-mimpinya, gambaran promosi jabatan juga
menghilang. Akan tetapi pada 14 Juni 2017 lalu ia dinyatakan sembuh dari tuberkulosis
dan aktif di Pejuang Tangguh (PETA) untuk memotivasi para pasien TB.
Begitu besar efek dari penyakit
tuberkulosis (TB). Bukan hanya kesehatan pasien yang menjadi korban. Hubungan
keluarga dan karir dapat retak karenanya. Kabar baiknya, penyakit ini bisa
disembuhkan. Bahkan, obat tuberkulosis
disediakan pemerintah secara gratis hingga pasien sembuh. Mari kita mengenal
tuberkulosis dan cara mengobatinya.