ReBread Automatic Breadmaker. Selepas liburan akhir tahun saya
sedih mendapati toko roti langganan tutup. Ya mungkin itu keputusan terbaik
manajemen karena kurangnya profit.
Padahal toko roti itu sangat mudah dijangkau, cukup jalan kaki dari tempat
tinggal kami. Saat SID susah makan nasi, kami biasa membeli roti di sana.
Rotinya empuk dan nikmat. Harganya memang sedikit di atas roti di mini market
tetapi sesuai dengan rasanya.
| Asiknya makan roti hasil olahan mesin pembuat roti ReBread (dok.pri) |
SID suka sekali makan roti. Kalau
beli terus-terusan lumayan juga ya. Saya sempat terpikir untuk membuat roti
sendiri, terutama roti tawar, supaya lebih hemat. Tetapi membayangkan prosesnya
saja serasa bikin lengan berotot. Menguleni, menunggu fermentasi, dan
seterusnya. Kok kayaknya ga selesai-selesai. Belum lagi kalau salah pengolahan,
bisa bantet. *periiih!