Sebagai ibu yang memberikan ASI
eksklusif saya sempat khawatir mengenai kecukupan ASI saat bulan puasa.
Konsumsi makan dan minum hanya 2x apakah cukup untuk menghasilkan ASI sesuai
kebutuhan bayi. Seperti tahun lalu ketika Sid berusia 3 bulan. Di satu sisi
ragu dengan kelancaran ASI, di sisi lain tetap ingin menjalankan perintah
agama.
Ajaran Islam memberikan privilege
bagi ibu hamil dan menyusui untuk berpuasa. Bila membahayakan kesehatan ibu dan/atau
anak, sebaiknya tidak berpuasa. Sebagai pengganti bisa dilakukan di lain hari.
Tahun lalu saya mencoba berpuasa
namun hanya bisa beberapa hari. Alhamdulillah stok ASI lancar, baik saat
disusui langsung maupun saat dipompa. Ternyata ada kendala lain. Saya cepat
merasa lapar apalagi setiap selesai menyusui. Badan menjadi lemas dan aktvitias
pun terganggu. Dari sebulan Ramadan lebih banyak bolongnya daripada berpuasa.
Kecewa? Iya. Maka tahun ini saya bertekad untuk lebih baik.
Ibu menyusui pun bisa berpuasa
asalkan tahu kiat-kiatnya. Berikut ini tips supaya bisa lancar menyusui sambil berpuasa:
