Banyak yang bertanya, "Berapa budget liburan keluarga ke Pulau Tidung?". Saya balik menimpali, "Mau ala warlok atau turis?". Berhubung liburan lalu kami tanpa travel agent, jadi liburannya a la warlok (warga lokal) yah. Habis berapa, sih, berlibur ke Pulau Tidung?
![]() |
| alhamdulillah bisa kembali ke Pulau Tidung |
Kembali ke Pulau Tidung
Empat tahun lalu untuk pertama kalinya kami pergi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Setelah searching sana-sini, kami memutuskan untuk liburan mandiri tanpa ikut open/private tour. Ini karena saat itu anak-anak masih kecil sementara agenda tur yang padat dan kurang relevan untuk anak-anak. Alhamdulillah rupanya mudah berlibur sendiri ke pulau tanpa travel agent.
Ceritanya baca di Liburan ke Pulau Tidung Bersama Anak Tanpa Travel.
Tahun ini kami kangen pantai dan memutuskan untuk ke Kepulauan Seribu yang dekat dari Jakarta (eh memang masih masuk DK Jakarta). Dari sekian pulau, kami ingin ke Pulau Tidung karena pulaunya besar dan pantainya indah.
Tak seperti tahun 2022 lalu, saya hanya sedikit mencari info dan langsung booking penginapan yang sama. Persiapannya tergolong cepat karena sudah ada kontak kenalan di Pulau Tidung. Bedanya, kali ini kami naik kapal dishub jadi perlu mencari cara membeli tiket dishub yang terkenal harus war itu.
Baca Transportasi Umum ke Kepulauan Seribu
Cari Homestay Sampai Sewa Motor di Pulau Tidung
![]() |
| Rileks di Jembatan Cinta |
Untuk penginapan selama di pulau, kami kembali menginap di Sisca Homestay. Lokasinya dekat dengan pelabuhan dan lumayan dekat ke Jembatan Cinta, kamarnya lega dan bersih, airnya lancar, dan dekat dengan warung makan.
Saat saya menghubungi Sisca Homestay melalui Whatsapp langsung disambut hangat oleh Bu Sisca, sang owner. Ada kenaikan harga dibanding empat tahun lalu tapi karena kami datang di hari Senin bisa dapat harga weekday, lumayan lah. Beliau juga menawarkan paket snorkeling bergabung dengan Asha Resort (Pulau Payung di sebelah Pulau Tidung) namun harus datang pagi, waktunya belum pas.
Melalui Bu Sisca juga saya memesan motor untuk dipakai di Pulau Tidung. Sampai pelabuhan, motor sudah menunggu. Sistemnya self-service, ya, kunci motor ditaruh di kantong motor jadi kami bisa langsung menggunakannya setiba di pelabuhan.
Awalnya saya mencari Vario supaya cukup untuk kami berempat. Sayangnya hanya ada Beat sehingga harus 2x bolak-balik dari pelabuhan ke homestay.
Alhamdulillah pihak homestay menawarkan untuk mengganti dengan PCX tanpa penambahan harga sewa. Ukuran jok PCX yang besar membuat lega selama perjalanan keliling Pulau Tidung. Anak-anak pun minta bergantian duduk di depan.
Baca Review Sisca Homestay Pulau Tidung
Biaya Liburan ke Pulau Tidung
Biaya berlibur ke Pulau Tidung bisa sangat bervariasi, tergantung naik kapal kayu atau speedboat, menginap di homestay atau resort, jalan kaki atau sewa kendaraan, makan di warteg atau seafood, dan seterusnya. Rincian biaya yang saya tuliskan berikut ini berdasarkan liburan a la kami, ya!
![]() |
| di dermaga Muara Angke |
Transportasi
- Transportasi menuju dan dari pulau
Kapal Dishub (Muara Angke - Pulau Tidung) Rp 54.000,-/orang dan admin fee Rp 5.000,-
setiap akun bisa membeli maksimal 2 tiket dengan 1 admin fee. Biaya dikali dua karena pergi dan pulang.
- Transportasi selama di pulau
Sewa motor 24 jam termasuk bensin Rp150.000,-
Pilihan lain yaitu naik bentor Rp 20.000,- (2-3 orang), sewa sepeda atau sepeda listrik.
- Parkir mobil di Pelabuhan Muara Angke menginap Rp 45.000,-, jam pertama Rp 4.000,- dan berikutnya per jam Rp 3.000,-.
Homestay
Sisca Homestay
Reguler (kamar bawah, 2 selimut 2 handuk) harga Senin-Kamis Rp 420.000,-; Jumat-Minggu Rp 470.000,- ; Nataru/Harnas Rp 570.000,-. Harga untuk 4 orang per kamar, bila lebih dari 4 orang kena charge Rp 50.000,- (no extra bed). Maksimal 6 orang per kamar.
Konsumsi
- Menu Warteg (nasi, lauk, sayur) sekitar 15-20ribu rupiah.
- Youfood - Ayam crispy 13.000 ; ayam geprek 15.000 (sambalnya pedasss!); chicken burger 19.000
- Seafood tumpah di Hive & Char 80ribu rupiah.
- Kelapa muda 20ribu rupiah.
- Air mineral gratis re-fill di homestay.
Jika mau snorkeling ke pulau sekitar, tersedia paket Snorkeling sekitar Rp 400.000,- untuk sewa kapal dan alat snorkeling. Saya belum pernah mencobanya, hanya melihat spanduk di arah Jembatan Cinta. Untuk snorkeling bisa bertanya ke homestay atau warung makan di area Jembatan Cinta.
Baca juga Budget Liburan ke Pulau Pari
Itulah gambaran biaya yang diperlukan untuk liburan santai di Pulau Tidung dengan keluarga. Semoga membantu untuk menyusun perjalananmu berikutnya.
Rasanya kurang hanya 2 hari 1 malam. Semoga ada rezeki untuk kembali ke Pulau Tidung dan snorkeling menikmati indahnya bawah laut Kepulauan Seribu. Liburan, yuk!

.jpg)
.jpg)
Post Comment
Post a Comment
Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.
Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.
Ku tunggu kedatanganmu kembali.
Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com
Salam,
Helena