Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Perayaan Kemerdekaan dengan Ubah Minyak Jelantah Jadi Duit

Tuesday, August 18, 2026

Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita!


Momen 17-an selalu kami tunggu karena banyak acara menarik di RW. Tahun ini, selama tiga hari, kami turut meramaikan perayaan HUT RI ke-81 dengan mengikut bazaar dan perlombaan. Ada yang menarik dari bazar tersebut. Alih-alih pengunjung mengeluarkan uang untuk membeli barang, mereka malah mendapatkan uang. Kok bisa? Begini ceritanya....


mengolah minyak jelantah
Bazar agustusan mengumpulkan minyak jelantah

Buka Bazaar Bersama Komunitas Ecogreen

Setelah beberapa kali berjualan makanan buatan sendiri di bazar RW, tahun ini kegiatan saya berubah. Komunitas Ecogreen yang saya ikuti sepakat menjadi peserta bazar dengan membuka dua booth. Pertama, menerima minyak jelantah dan kedua menjual barang-barang preloved milik member.


Komunitas Ecogreen yang diketuai Bu Sisca lahir dari keresahan beliau melihat pengelolaan sampah organik yang bercampur dengan sampah anorganik di RW kami. Singkat cerita Bu Sisca mengajak para warga untuk memilah sampah dan membuang sampah organik di tempat sampah khusus. Sampah organik ini akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang kemudian diolah menjadi lebih bermanfaat.


Alhamdulillah dalam sebulan sampah organik yang terkumpul dapat mencapai hampir 100 kg. Wow, banyak juga sisa konsumsi warga yang dipilah. Ini baru sebagian, ya, karena pemilahan sampah ini sifatnya sukarela (kadang aku pun malas ke tempat sampah organik, huhu....).


Oh ya, komunitas Ecogreen juga pernah sharing dengan Kak Julia (@juliajasminee) yang sama-sama concern dengan pengelolaan sampah di hunian. Kalau Kak Julia ini mengawali dengan mengelola sampah anorganik. Keren deh!

cara mengolah minyak bekas
Ubah minyak jelantahmu menjadi uang di sini

Minyak Jelantah Masih Berharga

Pada bazar Agustusan tahun ini, untuk pertama kalinya Ecogreen membuka booth yang mengumpulkan minyak jelantah. Minyak bekas menggoreng yang sudah tak layak dipakai memasak lagi ini cukup menjadi masalah, mau dibuang kemana? Dibuang ke wastafel, no no ya! Malah membuat saluran pembuangan mampet! Mau dibuang campur sampah anorganik maupun organik, eww... lengket! Mau diolah sendiri kok ya belum ada energi dan ilmu yang mumpuni.


Oleh karena itu, Ecogreen bekerja sama Tukr untuk menerima pengumpulan minyak jelantah. Setiap satu liter minyak jelantah yang disetor, akan diberikan cashback Rp 5.000,00 untuk warga. Mau kumpulkan seliter aja, boleh. Mau sepuluh liter, wah kami malah senang!


Tak hanya cashback, setiap warga yang berpartisipasi berhak mendapatkan kupon doorprize berhadiah minyak goreng baru 1 L! Wah, tukar minyak jelantah bisa dapat minyak baru.


Selama tiga hari alhamdulillah terkumpul 100 liter minyak jelantah! Testimoni beberapa warga yang turut berpartisipasi, mereka senang dan berharap kegiatan ini dilakukan secara periodik, tak hanya saat bazar ini saja.


Minyak jelantah ini lantas diapakan, sih? Menurut info dari Tukr, minyak jelantah akan diolah menjadi bahan bakar seperti bio-fuel dan bio-avtur. Wow, bisa buat menerbangkan pesawat!


Bazaar Preloved Bikin Semangat Decluttering

Selain membuka penerimaan minyak jelantah, komunitas Ecogreen juga membuat preloved market. Selama tanggal 15-17 Agustus 2026 para member bergantian menjaga booth ini. 


Sekitar dua hari sebelumnya saya baru tergerak memilih dan memilah barang apa ya yang bisa dijual. Ada perasaan sayang, enggak tega melihat barang kesayangan (tapi sudah tidak terpakai) harus dikeluarkan dari rumah. Setelah ngobrol dengan anak-anak, ada beberapa buku yang akan kami jual di preloved market.


Hari pertama, beragam barang-barang dijajakan di booth kami. Ada buku anak, novel, mainan, alat elektronik, stroller, sampai pakaian. Saat giliran jaga booth di siang hari, sebagian barang sudah terjual. Wah laris juga!


Hal ini membuat saya makin semangat decluttering sepulang dari bazar. Masuk rumah, mata langsung screening apa ya barang yang bisa dijual. Hehehe .... Rupanya cukup banyak barang-barang lama yang kondisinya masih bagus namun sudah tidak relevan lagi, tidak ada spark of joy.


Esok harinya, barang yang saya titip di preloved market bertambah dua kali lipat. Alhamdulillah sebagian barang terjual, di antaranya outer yang baru sekali saya pakai dan slow cooker yang masih baru, hanya nangkring di rak gudang. 


Hari terakhir preloved market makin seru karena mulai ada tawar-menawar dari pembeli. Ada pembeli yang sampai datang dua kali karena belum berhasil nawar di kesempatan pertama lalu siangnya datang lagi. Alhamdulillah parfum milik Sid pun terjual dengan harga yang ok. Sid jadi belajar merelakan dan menakar harga.

preloved market
Kegiatan bazar komunitas Ecogreen


Menyelenggarakan preloved market ini sudah menjadi impian saya tapi kayaknya capek kalau mengurus sendiri semuanya. Alhamdulillah bisa bekerja sama dengan Ecogreen dan lokasinya masih di lingkungan RW jadi dekat untuk loading dan unloading barang. Semoga selanjutnya ada lagi ya seperti pasar tukar barang dengan peserta lebih banyak warga.


Itulah cerita yang berbeda dari perayaan kemerdekaan RI di tahun 2026 ini. Saya sangat bersyukur dapat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif bersama para tetangga. Rasanya lelah membaca berita akhir-akhir ini tentang asbun, bencana, dan kemiskinan yang masih dialami warga Indonesia. We do what we can do~ Bagaimana cerita Agustusan versimu?

12 comments on "Perayaan Kemerdekaan dengan Ubah Minyak Jelantah Jadi Duit"
  1. wah acara agustusan yang menarik dan bermanfaat bagi semua warga. positif bangets mengolah sampah yang lg banyak diusahakan banyak orang. moga makin meluas acara bersama ecogreen nya

    ReplyDelete
  2. Aku juga ngikutin Mbak Julia di IG, dan terinspirasi sekaligus tersentil sama konten-kontennya yang keren banget memperjuangkan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan huniannya. Tersentilnya karena belum bisa bergerak sendiri seperti itu, huhuhu, malah semangat memilah sampah pun sempat sudah kendor. Keren Mbak Helena yang sudah memutuskan buat bergerak di lingkungannya, semoga makin banyak yang termotivasi juga dengan adanya contoh dan tindakan nyata ini.

    ReplyDelete
  3. Wah, konsep perayaan kemerdekaannya keren banget! 🇮🇩 Mengubah minyak jelantah menjadi sesuatu yang bernilai sekaligus menggabungkannya dengan kegiatan tukar barang preloved. Jadi kegiatan Agustusan bukan cuma seru-seruan, tapi juga punya dampak positif untuk lingkungan. Sederhana tapi meaningful banget.

    ReplyDelete
  4. Ide bazar agustusan dari Komunitas Ecogreen keren banget! Kerap bingung juga mau dikemanain minyak jelantah di rumah biar nggak ngerusak lingkungan atau bikin wastafel mampet. Menarik banget ternyata bisa dikumpul via Tukr dan diolah jadi bahan bakar bio-fuel. Inisiatif yang luar biasa dan bermanfaat buat warga!

    ReplyDelete
  5. Ini beneran kreatif dong, bisa memanfaatkan limbah minyak goreng jadi cuan. Aku juga pengen bikin gerakan kaya gini didaerah ku

    ReplyDelete
  6. Keren banget nih acara 17-an bukan sekadar perayaan biasa tetapi mulai kasih himbauan ke warga buat lebih peduli sama lingkungan lewat pilah sampah, bahkan minyak jelantah pun bisa jadi sesuatu yang bermanfaat.

    Aku pernah tinggal di Jakarta, 2018-2022 di tempat tinggal ku selalu ada ibu-ibu Jumantik yang akan drop minyak jelantah warga.

    Beli barang preloved juga salah satu kurangi limbah anorganik sekaligus decluttering buat si empunya barang. Semoga kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Ecogreen, terus berlanjut dan di copy paste oleh banyak warga sehingga lingkungan lebih terjaga.

    ReplyDelete
  7. Aiih.. pingin ikutan jugaa..
    Rasanya senang berburu barang-barang preloved inii..
    Dan pilah sampah ini keren bangeett.. sampai 100 kg. Waah, bernilai sekalii..

    ReplyDelete
  8. Seneng banget kalau tahu benda atau barang atau apapun itu yang potensi jadi limbah diubah jadi sesuatu yang bernilai tinggi, baik manfaat maupun materinya, kayak mintak jelantah ini. Aku ngumpulin tuh, suka dibawa ke sekolah sama anakku

    ReplyDelete
  9. Saluuut banget sama inisiator acara-acara ecogreen kayak gini. Semoga selau ada ya Mba Helena.. :D Di lingkungan rumahku pun ada tempat khusus pembuangan sampah organik gitu yang setiap seminggu sekali baru diangkut sama Pemkot. Ngebantu banget sih buat ngatasin masalah sampah ya. Ada tempat juga buat buang minyak jelantah. Memang dari lingkungan RT/RW ya kalau mau bikin gerakan gini, semoga nanti semuanya gerak jadi negara kita makin minim maslaah sampahnya..

    ReplyDelete
  10. Rasanya merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara tersebut justru lebih bermakna. Semoga di daerah lain pun tersedia dan ada kegiatan menarik seperti ini. Solusi banget nih buat yang bingung mau kemanain minyak jelantah di rumahnya.

    ReplyDelete
  11. Wow keren sekali rangkaian kegiatan dalam merayakan HUT RI ke 81. Barang2 yang sudah gak terpakai lagi memiliki banyak manfaat setelah diolah atau didaur ulang menjadi barang yang punya nilai jual dan ramah lingkungan

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.

Ku tunggu kedatanganmu kembali.

Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,