Bismillahirrohmanirrohim, tahun ajaran baru 2026/2027 ini ada "murid SD" baru di keluarga kami. Ya, Uno mulai menjalani homeschooling (HS) usia SD. Memang bukan pertama kalinya mendampingi anak homeschooling usia sekolah tetapi tetap saja beda anak, beda tantangannya.
 |
| Hari pertama Uno homeschooling SD |
Memulai Homeschooling SD Kelas 1
Berbeda dengan Sid yang mulai HS usia sekolah saat berusia 7 tahun sekian bulan, Uno masih 6,5 tahun. Awalnya saya ragu apakah mulai tahun ini atau tahun depan karena rentang fokusnya masih pendek untuk kegiatan terstruktur. Kalau tahun ini belum 7 tahun sementara tahun depan 7 tahun lebih banyak.
Kegiatan sehari-hari Uno juga masih bermain dan bermain. Pagi hari bermain dengan geng balita, siang hingga malam bermain dengan teman-temannya yang lebih tua. Ia senang bermain kejar-kejaran maupun berolahraga.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan untuk memulai HS usia SD dan mendaftarkannya ke PKBM untuk Paket A, yaitu:
- Uno sudah bisa membaca lumayan lancar. Ia betah menyelesaikan membaca buku bergambar secara mandiri. Ia pun paham apa yang ia baca.
- Uno bisa menulis tanpa diajari.
- Uno bilang ke temannya kalau ia akan masuk SD tahun ini (Oh, berarti dia mau SD).
- Teman-teman Uno yang sebaya belum lancar baca-tulis dan akan mendaftar SD tahun ini.
- Kami homeschooling maka ritme belajar dapat menyesuaikan tiap anak.
 |
| Kegiatan semester lalu |
Welcoming Party a la Homeschooler
Kenaikan jenjang pembelajaran patut dirayakan. Kalau di sekolah ada perpisahan kelas dan MPLS menyambut tahun ajaran baru, keluarga kami mengadakan welcoming party.
Kami makan bersama, mempresentasikan dokumentasi pembelajaran selama semester lalu, kemudian menjelaskan rencana program tahun yang akan datang. Bakal ngapain aja, sih? Apa saja yang menarik? Pokoknya ada field trip, kemping, dan lain-lain. Bismillah semoga Allah beri kesehatan dan kelancaran.
.jpg) |
| Belajar sambil jalan-jalan |
Menyusun Jadwal Pelajaran Homeschooling SD
Tahun ajaran baru bisa mulai kapan saja namun untuk memudahkan, kami samakan dengan jadwal sekolah formal yaitu tanggal 13 Juli 2026. Oleh karena itu, sebelum hari H saya mencari berbagai referensi materi kelas 1 dari kurikulum nasional maupun Cambridge. Hehe... emang deh cari-cari kerjaan pakai mix and match dua kurikulum.
Hal ini berkaca dari pengalaman Sid waktu kelas 1 awal. Saya hanya mengikuti Kurikulum Merdeka yang ternyata kurang cocok untuk Sid. Jadi, kali ini mau menggunakan cara lain untuk si Uno.
By the way, baca pengalaman semester pertama homeschooling SD di sini, ya.
Lalu, untuk jadwal pelajaran sekolahrumah kali ini saya mengacu ke mata pelajaran:
- Pendidikan agama dan budi pekerti
- Pendidikan kewarganegaraan
- Matematika
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- PJOK
- IPAS
- Memasak
Setiap hari ada 2-3 mata pelajaran yang perlu dikerjakan di antara pukul 09.00 - 12.00 WIB.
H-1 kami membuat desain jadwal pelajaran menggunakan Canva. Uno bagian menghias jadwal sesuai selera. Ia mengusulkan pakai bendera Spanyol yang ia dukung di Piala Dunia, mochi, dan boba drink (ceritanya sedang makan minum), pakai roket yang menyerangnya. Heheh ... lucu dan kreatif!
Pengalaman Hari Pertama Homeschooling SD
Di sekolah formal mungkin dramanya tentang bangun kesiangan, perlengkapan tidak lengkap, atau anak belum mau berpisah dengan orang tua. Kalau di homeschooling, beda bentuk dramanya. Pekerjaan rumah belum beres, anak tergoda bermain di luar, atau anak lebih jujur mengekspresikan perasaannya (alias kalau enggak mau belajar ya bilang tidak mau).
Hari pertama masuk "sekolah" pun tiba. Lesson plan yang sudah saya susun sefleksibel mungkin satu-persatu disajikan ke anak.
Hari itu Uno belajar membaca huruf hijaiyah iqro' 4 bersama ayah. Alhamdulillah kegiatan ini sudah rutin dilakukan hampir tiap hari.
Kemudian kami senam fokus menggunakan dua cup gelas dan bola tenis. Caranya gelas diletakkan di samping kanan dan kiri lalu bola digelindingkan menuju gelas. Setelah bola berada dekat gelas maka Uno membalikkan gelas tersebut. Lakukan 10x kanan-kiri. Rupanya Uno menikmati permainan ini dan minta dihitung berapa lama melakukannya. Ia merasa tertantang melakukan dengan lebih cepat.
Selanjutnya Uno berinisiatif main tebak letak bola. Awalnya bola hanya disembunyikan di dalam gelas, lama-kelamaan ia sembunyikan di berbagai tempat sehingga kami jadi main petak umpet dan tertawa bersama.
Selesai bermain game, Uno belajar menulis huruf c dan d menggunakan worksheet. Sebenarnya ia sudah bisa menulis semua huruf tetapi perlu belajar berulang supaya lebih lancar dan rapi.
Sesi belajar dilanjutkan dengan mengerjakan worksheet dots-to-dots skip counting by 4. Belajar matematika seperti ini kesukaan Uno apalagi kalau angkanya sampai ratusan. Hari itu ia harus menghubungkan titik dari angka 0 sampai 320.
Setelah istirahat sebentar, kami mengerjakan vision board. Isinya sudah disesuaikan dengan anak-anak seputar warna favorit, makanan favorit, buku yang ingin dibaca, tempat yang ingin dikunjungi, hal yang mau dilakukan, juga big goals. Uno dengan santai mengerjakannya. Ia tidak mengeluh harus banyak menulis. Sid pun tertarik minta membuat vision board. Asik... sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Alhamdulillah lesson plan hari itu semuanya tercapai. Uno mendapat hadiah buku cerita Kortisol untuk melengkapi koleksi buku "Seri Hormon Tubuh". Ia pun membaca buku cerita tersebut sampai tamat.
 |
| Menyusun Vision Board |
Itulah cerita hari pertama Uno di kelas 1 SD. Mungkin akan ada dinamika, naik-turun, enggak selalu mulus dan lurus namun semoga kami dapat mendampingi proses belajar anak-anak serta mengoptimalkan potensinya menjadi insan yang bertaqwa. Aamiin....
Bagaimana hari pertama anak kembali ke sekolah? Semangat buat kita!
Masin-masing metode pembelajaran punya tantangan ya mbak. Homeschooling juga pastinya membuat anak suka terdistraksi dengan aktivitas di rumah yang lebih mengasyikkan. artikel ini bisa jadi rekomendasi ortu yang ingin menyekolahkan anaknya homeschooling (maria tanjung)
ReplyDeleteBetul mbak, ada saja tantangan masing-masing salah satunya gawai. Tugasnya belum selesai, sudah tergoda main gawai.
DeleteMembaca pengalaman ini terasa hangat sekali. Memulai homeschooling tentu bukan keputusan yang mudah, tetapi artikel ini menunjukkan bahwa setiap keluarga bisa menemukan pola belajar yang paling sesuai. Semoga perjalanan homeschooling-nya selalu menyenangkan.
ReplyDeleteTerima kasih dukunganmu, Mbak Aie
DeleteWah Uno udah jadi anak SD. Semangat ya Unooo...tapi terasa lebih terarah gak sih dengan pengalaman sebelumnya sama SID meskipun pasti challengingnya beda ya, tapi setidaknya sudah ada "pemanasan" menghandle homeschooling SID yaa...Semangat ya Uno, hari2 seru menantimu
ReplyDeleteSelamat buat Uno ya mbak, sudah mulai sekolah. Homeschooling memang lebih fleksibel buat anak, tapi tetep ya harus disiplin. Jaga mood anak kadang gampang2 susah, tapi kayaknya Uno ini anaknya cerdas dan pembelajar. Sukses selalu ya Mbak. Salam.
ReplyDeleteMeskipun anak-anak saya gak HS, tapi sepakat banget kalau setiap anak punya metode belajar sendiri-sendiri. Makanya saya tetap berusaha memetakan kebiasaan belajar masing-masing anak dengan kelebihan dan kekurangannya. Selamat ya, Uno. Udah jadi anak SD. Selalu semangat, ya!
ReplyDeleteSenang ya kembali mengajak anak untuk belajar di rumah... Semangat ya Uno. Cita-citanya Uno jadi apa nih?
ReplyDeleteSaya anaknya cuma satu, Fahmi. Udah masuk pondok, akhirnya kami lepas, ga ada lagi anak yg mau diajak belajar. Haha...
Kecuali malam ada anak didik mengaji di rumah
Jadi belajar ala sekolahnya pindah ke magrib sampai isya. Hehe...
Wah Uno seperti ponakan daku ini, momen MPLS SD. Pastinya jadi hal yang berkesan alias pengalaman tak terlupakan.
ReplyDeleteSukses buat Uno dan semangat berprestasi ya
Wah Uno seperti ponakan daku ini, momen MPLS SD. Pastinya jadi hal yang berkesan alias pengalaman tak terlupakan.
ReplyDeleteSukses buat Uno dan semangat berprestasi ya