Life of Happy Mom - Indonesian blog about parenting, health, & up and down of life.

Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional: My House is My Playground

Wednesday, July 22, 2020
Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional berlangsung sekitar 6 bulan untuk menamatkanya. Saya bertahan mengikuti tahap demi tahap dari kelas telur-telur, kelas ulat-ulat, kelas kepompong, hingga kelas kupu-kupu. Bukan berarti semuanya berjalan lancar, setiap minggunya penuh godaan untuk tidak mengumpulkan jurnal yang dapat berujung pada eliminasi. Berikut aliran rasa saya selama mengikuti Bunda Cekatan batch 1.



Tiga Tahapan di Insitut Ibu Profesional
Sejak 2017 saya mengikuti Institut Ibu Profesional hingga sekarang. Selama ini alhamdulillah saya sudah menamatkan tiga tahapan dari IIP, yaitu:

1. Matrikulasi
Di tahap matrikulasi menjadi pintu awal sebelum resmi masuk menjadi member Institut Ibu Profesional. Selama 3 bulan, saya diajak mengenal diri sendiri, keluarga inti, berdamai dengan diri, dan sebagainya. Buat saya yang awal banget rasanya kayak diketok-ketok pakai palu. Namun ternyata materi ini hanyalah teaser dari tahapan-tahapan berikutnya.

2. Bunda Sayang
Melihat level Bunda Sayang sebanyak 12 level, artinya sekitar 12 bulan, bisa jadi mundur dulu sebelum ikutan. Akan tetapi saya suka banget materi Bunda Sayang karena related dengan hal yang membuat saya bahagia yaitu menggali kreativitas belajar dengan anak.
Tantangan 10 hari di tiap level sangat bisa saya terapkan di keseharian bersama SID kala itu. Saya menyimpulkan di kelas Bunda Sayang, ibu diajak untuk membenahi urusan relasi dengan anak dan mendampingi proses anak belajar. Kalau urusan anak kelar, rasa percaya diri ibu meningkat dan lebih plong untuk urusan lain. 

3. Bunda Cekatan
Kalau di kelas sebelumnya ibu diajak memikirkan orang lain, di sini justru ibu diajak berbahagia. Ya, BAHAGIA menjadi kunci selama mengikuti Bunda Cekatan. 

Ibu diajak mengingat kembali peran sebagai wanita, istri, dan ibu. Ah iya, saya merasakan saking sibuknya mengurus anak dan rumah sampai lupa memikirkan diri sendiri. Lupa membangun mimpi-mimpi untuk meningkatkan kemampuan diri. Di Bunda Cekatan, hal itu banyak dibahas.

Empat Kelas di Bunda Cekatan
Berbeda dari tahapan sebelumnya, di Bunda Cekatan yang terdiri dari 4 kelas semuanya terkait.  Saya menikmati proses sebagai ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Berikut yang saya rasakan selama 4 kelas tersebut:

Kelas Telur-telur
What is my happiness? What is my dream? Disambut dengan pertanyaan tersebut membuatku bersemangat mengikuti Bunda Cekatan. Kalau sekolah kadang ada subject yang tidak ku suka, di sini semuanya membuatku BAHAGIA. Aku bisa memilih melakukan hal-hal yang ku suka, tidak harus karena orang lain.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa aku punya tanggung jawab pada pihak-pihak di sekitarku terutama keluarga. Maka, bahagiaku tanpa mengesampingkan tanggung jawabku. Balance!

Oleh karena itu, aku membuat peta dari hal paling prioritas agar dapat bahagia menjalani hari-hari. Aku reframing the problems yang sebelumnya suntuk banget urusan dapur menjadikan "My House is My Playground".

Kelas Ulat-ulat
Di sini konsistensiku diuji. Ku pegang peta erat-erat, jangan sampai tergoda di hutan pengetahuan. Aku katakan keras-keras, "MENARIK TAPI TIDAK TERTARIK." pada hal di luar mind map-ku. 

Aku tahu belajar parenting sangat menyenangkan akan tetapi aku butuhnya materi tentang housekeeping. Maka, ku penuhi perutku dengan hal seputar berbenah, food prep, menata rumah, melipat baju, dan sebagainya. Jika masih ada sisa tempat barulah aku ngemil tentang parenting.

Di sini pula saya tak hanya pasif menerima materi tetapi diajak berbagi makanan ke ulat-ulat lain. Rupanya ada hal yang bisa saya bagi, ilmu dan pengalaman. Alhamdulillah aku menjadi lebih bermakna.

Kelas Kepompong
Setelah bekalku penuh, kini saatnya aku mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut sesuai peta pikiran yang ku buat. Selama 30 hari aku otak-atik di dalam kepompong alias mencoba mencintai pekerjaan rumah. Aku juga berpuasa untuk lebih konsisten tanpa gawai, puasa menunda pekerjaan, dan sebagainya.

Challenge kelas kepompong yaitu aku melakukannya sendiri, tanpa dukungan dari ulat-ulat lain seperti di kelas sebelumnya. Aku tahu ini tak mudah namun tekad kuat membuatku bertahan untuk menjalani tantangan 30 hari tersebut. Aku juga yakin teman-teman ulat sama-sama sedang berjuang di kepompong masing-masing.

Kelas Kupu-kupu
Keluar dari kepompong belum membuatku kuat untuk terbang. Aku perlu dukungan mentor di bidang berbenah. Alhamdulillah Mbak Izza dari Yogya membantuku mengepakkan sayap semakin kuat.

Minggu demi minggu aku menyusun rencana dan menjalankan proses decluttering sambil dipandu Mbak Izza. Udah ada mentor yang helpful memberikan tips dan berbagi pengalaman eh masih saja plan-ku banyak yang meleset.

Di minggu-minggu terakhir setelah merayakan kegagalan, barulah ku temukan polaku. Rupanya aku lebih suka membuat plan one bite at a time. Hari ini sukses, buat plan untuk esok hari. Besok sukses, buat plan untuk esoknya lagi. Begitulah tahap demi tahap aku mengerjakan decluttering. Rasanya semakin ringan membuang barang-barang di rumah. Hahahah ... sehari satu kardus besar.

Di sisi lain, aku juga menjadi mentor bersama 3 mentee di bidang blog. Ada Mbak Apik yang tulisannya membuatku ngebut di jalanan, ada Mbak Neneng dan Mbak Sana yang akan memulai ngeblog. 

As a mentor, aku perlu menata hati, menata ekspektasi, dan banyak mendengarkan. Aku tidak mau terlalu nge-gas para mentee. Ketika ada mentee yang pergi dan jarang berkirim kabar, ya ... aku ikhlas. Mungkin bukan di sini tempatnya.

Terima kasih Institut Ibu Profesional, tim Bunda Cekatan (Bu Septi dan Ceu Kokom alias Mbak Ika), mentor dan mentee-mentee-ku, teman-teman sekelas yang sudah berbagi support dan pengalaman, juga keluargaku yang mau mendukung petaku. Selesai sudah perkuliahan Bunda Cekatan batch 1 kali ini namun ini adalah langkah awal untukku terbang semakin tinggi, semakin ceria meraih bahagia.


Often when you think you’re at the end of something, you’re at the beginning of something else.⁣
– Fred Rogers⁣





1 comment on "Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional: My House is My Playground"
  1. The work I am doing is very hard but articles like this make it much easier. Thank you for doing my research for me. Solo parenting

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

Bagaimana komentarmu? Silakan tulis di kolom komentar, bisa pakai Name/URL. Kalau tidak punya blog, cukup tulis nama.

Ku tunggu kedatanganmu kembali.

Jika ada yang kurang jelas atau mau bekerja sama, silakan kirim e-mail ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature

Auto Post  Signature
Stay happy and healthy,