Ngobrolin Utang Negara di Bincang BKF

Tuesday, October 10, 2017
Bincang Bersama Badan Kebijakan Fiskal Helena … mikir utang sendiri aja udah puyeng, ngapain membahas utang negara segala? Berat gitu ya judul tulisan ini. Seperti Pak Diskartes bilang bahwa uang negara ya uang kita juga. So, kita perlu tahu uangnya dikemanain aja? Jangan cuma su’udzon dengan kinerja pemerintah. Sebelum lanjut, saya janji menulis seringan mungkin supaya kepala ga makin poneng. Yes?

Bincang BKF dalam Fiscal Day 2017
5-6 Oktober 2017 lalu Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementrian Keuangan RI, mengadakan Fiscal Day 2017. Open house ini terbuka untuk masyarakat umum dengan tujuan mengenalkan kebijakan fiskal pada masyarakat. 4 unit eselon II BKF telah siap di booth-booth yang ada di lobby BKF. Pengunjung bisa mengetahui program BKF lewat games berhadiah. Ada maze, tebak bendera, darts, juga masukkan bola ke dalam keranjang bertuliskan perpajakan. Contohnya nih peserta diberi 6 bola (ibaratnya bola adalah pajak). Semakin banyak bola yang masuk ke keranjang berarti pendapatan negara dari pajak semakin besar.


Lempar darts ke bagian berwarna hijau untuk mendapat hadiah
Hari kedua ada bincang BKF dengan blogger dan media. Haduh mimpi apa saya menjadi satu dari 15 blogger yang diundang ke acara ini. Kementrian Keuangan menjadi tempat impian saat lulus kuliah tapi dua kali mengadu nasib di sana hasilnya zonk. Alhamdulillah sekarang mendapat kesempatan setengah hari ngantor di BKF.

Hidayat Amir, Ph.D, Kepala Pusat Kebijakan APBN, BKF, menjelaskan #bincangBKF ini bersifat dua arah, bukan hanya pemaparan dari beliau. Selama sekitar 2 jam kami pun berdiskusi membahas APBN negara tercinta.

Hidayat Amir, Ph.D, Kepala Pusat Kebijakan APBN, BKF
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disepakati oleh pemerintah dan DPR RI. Jadi pendapatan dan belanja negara ini juga disetujui oleh rakyat yang diwakili DPR RI. Sifatnya transparan sehingga kita bisa memantau realisasi anggaran tersebut.

Penyusunan APBN  melalui proses yang panjang seperti gambar di bawah ini:
Siklus APBN (sumber: BKF)
Pak Amir mengutarakan bahwa infrastruktur di Indonesia masih menjadi tantangan. Benar juga dengan kondisi Indonesia berupa kepulauan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau sehingga pembangunan belum merata. Akan tetapi masalah ini tidak langsung bisa diselesaikan karena alokasi APBN yang terbatas sehingga dibuat skala prioritas.

Apa saja isi APBN?

Infografis di bawah ini menggambarkan dengan mudah mengenai APBN. Isinya APBN yaitu pendapatan negara yang terdiri dari penerimaan perpajakan dan PNBP (bukan pajak). Sedangkan sisi belanja negara untuk belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah & dana desa.

Postur APBN 2018 (sumber: BKF)
Terlihat timbangan tersebut berat sebelah yaitu belanja negara lebih besar daripada pendapatan negara. Defisit anggaran ini ditutupi dengan utang.

Nah lho katanya ga boleh besar pasak daripada tiang? Kok negara malah berutang?

Tenang aja, utang ini bukan karena gelap mata lihat diskonan. Negara berutang dipakai untuk hal produktif yang akan mendatangkan imbal hasil di masa yang akan datang.

Sekarang ini Indonesia sudah mendapat investment grade dari Fitch, Moody’s, dan S&P’s. Bangga dong Indonesia memiliki iklim yang menarik bagi asing untuk berinvestasi. Meski demikian saya pribadi berharap masyarakat Indonesia mau lebih banyak berinvestasi di negeri sendiri, salah satunya dengan memiliki ORI 014 yang saat ini sedang ditawarkan.

Dulu sebagian utang negara dalam dollar sehingga sangat bergantung pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar. Untuk itu sekarang utang telah di-reform menjadi dalam bentuk rupiah. Utang negara juga dipantau supaya tidak lebih dari 30%. FYI, utang APBN 2017 di kisaran 28-29% terhadap PDB.

Diskusi interaktif bersama BKF dalam rangka Hari Oeang RI
Sekarang ini e-commerce dan social shop seperti berjualan lewat Instagram, Facebook, dsb makin menjamur. Fenomena ini merupakan revolusi digital yang berlangsung cepat sehingga pemerintah juga perlu bergerak cepat mengatur regulasinya. Perputaran uang di toko online ini gede lho. Lumayan kan pajaknya bisa jadi pemasukan negara. Akan tetapi saat ini aturan pajak untuk hal tersebut belum masuk undang-undang hingga muncul istilah regulatory sandbox. Maksudnya sementara ini dibatasi saja seperti anak yang bermain dalam kotak pasir.

Pajak ini sifatnya kepatuhan karena tiap individu diharapkan membayar dan melaporkan pajaknya. Untuk freelancer dengan pendapatan pertahun kurang dari 4,8 Milyar rupiah tidak perlu membuat laporan keuangan. Cukup datang ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat untuk berkonsultasi mengenai cara pembayaran dan pelaporannya.

Di sini dibahas juga pajak untuk penulis. Masalah ini sempat heboh di dunia maya karena besarnya pajak yang harus ditanggung, yaitu royalti 15% untuk yang memiliki NPWP atau 30% untuk non-NPWP. Makin kecil deh penghasilan penulis padahal untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas perlu modal seperti untuk riset dan membeli buku bacaan. Buku berkualitas membuat banyak yang tertarik membaca, meningkatkan minat baca di Indonesia, termasuk mencerdaskan bangsa, kan. Ya semoga besaran pajak ini dikaji ulang oleh pemerintah.

Selain dari pajak, pendapatan negara juga berasal dari non-pajak (PNBP). Pada tahun 1970-1980 sebagian besar PNBP berasal dari migas tetapi hal itu sudah berubah. Pada 2015 penerimaan Sumber Daya Alam turun dari 400T menjadi 200T. Sekarang masyarakat cenderung menggunakan electricity. Hmm…apa ini sebabnya TDL sering naik?
Pencapaian APBN 2017 (sumber: BKF)
Pemerintah concern untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, salah satunya lewat Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini berupa pemberian uang non tunai pada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)  yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar.

PKH sifatnya jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan supaya anak dari penerima PKH mengubah perilakunya sehingga lebih berpendidikan dan sejahtera. Oleh karena itu penerima PKH akan mendapat bantuan bila memenuhi syarat tertentu seperti menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu, memeriksakan kesehatan anak dan ibu hamil, serta mencukupi gizi dan pola hidup sehat. Hal ini supaya bantuan tersebut tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, bukan untuk foya-foya.

Pengentasan kemiskinan juga melalui pendidikan. Dalam RAPBN 2018 pemerintah konsisten dengan anggaran pendidikan sebesar 20% (440,9 triliun rupiah). Namun anggaran tersebut tidak hanya untuk Kemendikbud saja tetapi disalurkan juga melalui Transfer ke Daerah & Dana Desa dan Pengeluaran Pembiayaan. Beberapa program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia seperti Program Indonesia Pintar, Beasiswa Bidik Misi, Bantuan Operasional Sekolah, Tunjangan Profesi Guru, dan pembangunan/rehab sekolah/ruang kelas.

 Ngobrolin utang negara harus stay happy
Rumit ya mikirin uang negara. Minum dulu gih. Hihihi. Tapi sekarang jadi lebih tahu kan uang negara berasal dari mana dan digunakan untuk apa saja. Utang negara sebesar 3.700 triliun memang besar akan tetapi utang tersebut untuk membiayai pembangunan di Indonesia. By the way, negara telah selektif dalam berutang, kamu gimana?
30 comments on "Ngobrolin Utang Negara di Bincang BKF"
  1. Pak??? Duh jadi syedih.
    hahaha

    Eh, TDL semakin naik karena memang subsidi semakin dikurangi. Selain itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan di luar jawa sedang digalakkan. Kasian kan masa kita bayar murah tapi yang lain ga kena listrik.

    ReplyDelete
  2. Negara berhutang dengan bijaksana untuk pembangunan. Yahhh daripada berhutang buat nutupin gaya hidup ya, Mbak?! Ehhh semoga bukan aku itu. Mikirin hutang sendiri aja pusing kadang, Mbak.
    Terima kasih informasinya ya, Mbak. Jadi makin paham kenapa perrkonomian Indonesia terasa bergerak lambat.

    ReplyDelete
  3. Bahasan yang berat gini dikemas dengan cara yang seru bikin lebih mudah dipahami ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. bener tuh mba mikirin utang sendiri dah susah ya apalagi negara yak. Dari tulisan ini jadi tau yaa APBN itu gimana :)

    ReplyDelete
  5. Iya, seperti pertanyaan retorik diawal diskusi oleh narsum.. Negara mana sih yang Ngga berutang untuk pembangunannya? kita mikir2 mungkin ga ada. Yng penting pemanfaatannya untuk yang produktif, dan rasio nya sesuai dengan standard maksimum ya.

    ReplyDelete
  6. nah ini ya fungsinya blogger, bukan hanya untuk mensosialiasikan sebuah program atau kebijakan tetapi nerjemahin hal njelimet menjadi hal yg mudah dipahami oleh awam :)

    yeah sesuatu yg menyangkut perekonomian seringkali bikin mules, apalagi ada embel2 utang negara, yg gak bikin mules sih transferan job biar bisa lunasin utang XD

    ReplyDelete
  7. Ngurusin uang sendiri aja rumit. Apalagi uang negara, ya hehehe.

    ReplyDelete
  8. Smoga utang negara bener digunakan u pembangunan Dan tidak dikorupsi oleh org2 tertentu

    ReplyDelete
  9. Hm, tulisan yang menarik, Mba. Aku sih maklum jika negara terpaksa berhutang demi menutup ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran itu. Harapanku dan pastinya kita selaku rakyat, agar dana hasil ngutang ini dapat digunakan dengan amanah, jujur dan bertanggung jawab demi kesejahteraan negeri tercinta ini. Bukan malah dipelintir oleh oknum2 yang tak bertanggung jawab. Bukan begitu, Mba. :)

    ReplyDelete
  10. Jadi ingat komen seorang pengusaha muda,bos jama aku kerja dulu (bah,jaman haha): Hutang itu bagian dari proses untuk memwujudkan sesuatu, jangan sampai.salah dalam prosesnya. Itu inti dari hutang

    ReplyDelete
  11. Wkwkwkwk... berutang karena gelap mata pas ada diskonan... ^_^

    ReplyDelete
  12. Materinya berat nih mbak, tapi tetap disampaikan secara fun ya.. Penting juga mbak bincangbkf ini, biar masyarakat ga selalu berburuk sangka ke pemerintah.. ^^

    ReplyDelete
  13. wih jadi tau seluk beluk apbn dan utang negara. walau konotasinya berasa negatif, tapi ya emang dipergunakan dengan baik sih..

    ReplyDelete
  14. Serukan ya bincang beginian mba hehe

    ReplyDelete
  15. Selalu mengernyitkan dahi dan memicingkan mata setiap bahas utang negara dan perekonomian negeri ini. Haduuuh ikutan spanneng lihat angka hutang negara but it's life. Jgnkan negara, hidup sendiri aja ada mslh,ketemu utang, cicilan wkwkwk. Ya jalani saja sambil melakukan solusinya yaitu menambah income. Sama spt negara ini. Smoga APBN devisit, factual devisit. Dan kesadaran utk tidak korupsi terus meningkat. Ahhhh jd serius kalau bicarain utang negara hahahaha

    ReplyDelete
  16. wah, mantap sekali acara seperti ini ya Helen, jadinya kita tahu kalau BKF kerjanya apa aja, tupoksinya apa saja. Instansi tempatku bekerja harusnya mengadakan acara serupa juga nih, ngundang blogger biar informasi tentang BPJS Kes n JKN semakin diketahui masyarakat

    ReplyDelete
  17. Padahal kalo yang di papua itu diambil alih oleh kita ga perlu pajak2an lagi dah untuk membangun infrastruktur dll, belum lagi sumber minyak dan gas alam di mana2....
    Ngomongin utang, kalo piutang ke negara lain indonesia punya ga ya? Hehe

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah, sekarang saya udah tahu uang negara darimana dan untuk apa saja, postingannya bermanfaat sekali mbak, terutama untuk orang awam yang bawaannya curiga mulu sama pemerintah. Tapi saya sih yakin pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melunasi hutang negara.

    ReplyDelete
  19. seneng ya, ada pembahasan kelas berat buat kita emak2 begini. makin tambah wawasan n jadi ga suudzon terus sama pemerintah ^^

    ReplyDelete
  20. Waduh berat deh kalau ngomongin utang negara

    ReplyDelete
  21. Hadeuh emang rumit deh mikirin utang negara. Mikirin utang sendiri aja deh, gimana biar cepat kelar hahaha :D

    ReplyDelete
  22. Ngomongin utang negara yaa agak rumit banget sih, ga ngurusin juga.Tapi yang saya tau kalau utang negara untuk pembangunan ya sok wae haha.

    ReplyDelete
  23. Masya Allah itu Hutang banyak banget. Untung bukan hutang saya itu. Bisa pusing 7 keliling saya. Suka sekali saya dengan program pemerintah untuk menggentaskan kemiskinan, semoga berhasil.

    ReplyDelete
  24. Moment di acara ini bener2 jadi ajang belajar yang luar biasa pokoknya.
    Soal APBN jadi tau asal muasalnya dibentuk dari acuan keputusan yg dirumuskan berbagai pihak.

    ReplyDelete
  25. ikutan bincang2 ini kemarin dan berasa dapat banyak informasi penting dari BKF. Smoga smua berjalan sesuai rencana dan kita bisa bantu mengawal ya ..

    ReplyDelete
  26. Banyak ya program pemerintah yang akan dilakukan berdasarkan RAPBN 2018. Semoga tepat sasaran dan sesuai dengan yang ditargetkan

    ReplyDelete
  27. Jujur ya Mba, agak ribet ga sih mikirin utang, pajak. Eh tp pekerja freelance juga kena pajak ya? Online shop juga ya?? Waah harus update nih, siap2 ngitung.

    ReplyDelete
  28. semua pekerjaan sekarang kena pajak ya, termasuk freelancer dan juga penulis. Tapi semoga pajaknya yang menulis itu bisa dikaji lagi, kan kerjaannya membantu mencerdaskan bangsa :)

    ReplyDelete
  29. acara seperti ini kudu lebih sering diadakan, agar semakin banyak masyarakat yang paham. harapannya yang biasanya nyinyir bisa berubah menjadi kritikus yang membangun....
    asiknya juga, bisa menyalurkan aspirasi, seperti masalah pajak penulis itu, semoga segera dibenahi...

    ReplyDelete
  30. Bener juga ya, kalau mau utang, harus yg produktif, jangan konsumtif ya :)

    ReplyDelete

Haiiii... Terima kasih banyak ya sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari artikel di atas.

Sebelum beralih ke artikel selanjutnya, tulis komentar dong... bisa pakai akun G+, Name/URL, atau Anonymous pun saya menerima.

Sering-sering mampir ke sini ya!

Kalau mau surat-suratan, kirim e-mail aja ke helenamantra@live.com

Salam,
Helena

Auto Post Signature